7 research outputs found

    Intelligence and Corruption

    No full text
    The Journal of Intelligence, Conflict, and Warfare is pleased to publish the following thought piece from one of our esteemed Speakers from the 2020 West Coast Security Conference. The author, Mr. Dalip, is a lawyer working in the financial crime and corruption sphere. From 2015 to 2018, Mr. Dalip was a chairman at the Steering Group Planning Committee for the Caribbean Financial Action Task Force (CFATF); and from 2014 to 2018, he was a special legal advisor to the Ministry of Attorney General Trinidad and Tobago. The intersection between corruption and intelligence is gaining increased focus. Foreign intelligence services have an anti-corruption role at the strategic level through Intelligence Risk Assessments and at the operational level during post-conflict operations. Intelligence assessments of the effectiveness of non-kinetic tools on target countries also guide implementation and policy changes. The roles of security intelligence and foreign intelligence services are, however, no longer always discrete, particularly in the context of non-state actors. Foreign intelligence services would benefit from the skill sets of security intelligence agencies in detecting corruption related predicate offences, both in performing their core roles and supporting law enforcement operations. This includes the use of financial intelligence as well as other key open source intelligence resulting from anti-money laundering frameworks, the development of which has been driven globally by the Financial Action Task Force. In performing these roles, intelligence agencies must also be mindful of their own vulnerability to corruption

    MELACAK METODOLOGI PENAFSIRAN MAHMUD YUNUS DALAM KITAB TAFSIR “QURAN KARIM”

    No full text
    Tulisan ini merupakan suatu kajian pelacakan metodologi penafsiran Muahammad Yunus dalam kitab tafsir Quran Karim.  Ada beberapa corak tafsir yang digunakan oleh Muhammad Yunus diantaranya adalah corak tafisiral-Adab a-Ijtima’i dan corak tafsir ilmi. Kitab tafsir Mahmud Yunusini yang merupakan salah satukarya tafsir generasi kedua dalam sejarah tafsir Indonesia. Kesimpulan kitab tafsirnya dengan sangat indah menguraikan hubungan al-Qur’an dan ilmu pengetahuan. Ia menulis bahwa menggali hukum-hukum atau pengetahuan dan masalah-masalah lainnya dari al-Qur’an bagaikan mendulang permata dari dasar laut. Jika orang-orang hanya berjalan di pantai, maka tidak akan berhasil mendapatkan permata-permata itu.i

    Folio

    No full text
    Zahoor Hussain Chohan-Editorial; Riaz Hussain-Article-Muhammad (SAW) and the People of India and Pakistan. pp. 7-11; Ahsan Waseem-Poetry-The Land of the Pious. pp. 11; Sultan Khan-Article-Quaid as a Political Philosopher. pp. 12-14; Aniza Zaheer-Article-Building-Up the National Fiber. pp. 15-19; Muhammad Tanvir-Essay-Importance of Discipline. pp. 19-20; Hameed Nizamee, Edited by Saleem Mansur Khalid-Article-Iqbal and his Urdu Poetry a General Survey Based on his Urdu Works. pp. 21-33; Amjad Ali Bhatti-Essay-The Prophet's Message to the Muslims. pp. 34-36; Arif Qureshi-Poetry-Salute to the Quaid. pp. 36; Tahir Kamran-Essay-Rise of Muslim History Writing. pp. 37-39; Muhammad Ahsan Pasha-Essay-Where do we Stand. pp. 40-42; Irshad-ul-Hasan-Poetry-The Walls of Glass. pp. 43-44; Rubina Nazir Chohan-Poetry-Gift. pp. 44; Sohail Ahmad Sharyar-Essay-What Is Literature. pp. 45-47; Muhammad Ahsan Pasha-Poetry-A Funny Commentary on Chaucer. pp. 47-48; Irshad-ul-Hasan-Article-Symbolism. pp. 49-61; Gilani Kamran-Essay-Discovering Folklore. pp. 62-64; Mohammad Tanvir Butt-Essay-Father of the Nation. pp. 65-67; Tariq Hameed Rathore-Poetry-Pleasant Manner. pp. 68; Syed Saadat Mehdi-The Days at College. pp. 68-69; Muhammad Akmal-Three Narrations. pp. 69-70; Wasif Rashid-Friendship & Friends. pp. 71; Ateeq-ur-Rahman-May You Have. pp. 71; Ali Awais-Quotes. pp. 72; Hammad Raza-Definitions. pp. 72; Akhlaque Ahmad-Mind and its Problems. pp. 73-74; Kamran Mahboob-Notice for the Students. pp. 75; Sana-ur-Rahman-Article-Emancipation of Women. pp. 76-80; Dalip Kumar Rajpoot-Best Use of Youth. pp. 80; Akhtar Ali Khan-Essay-Way to Economic Progress. pp. 81-82; Zia-ul-Haq-Essay-The World First Democracy. pp. 82-83; Zahor Hussain Chohan-On the Eve of Retirement. pp. 84; Folio [Urdu]. 272 p.College Buildings. after English title; Quaid-e-Azam. after contents; Allama Iqbal. 1 page after contents; Dr Shaukat Ali, Principal. 2 pages after contents; Prof Talat Mahmood. 3 pages after contents; Students Union 1988-1989. after page 84; Editorial Board 1988-89. after editorial Urdu pag

    TAFSIR SAINTIFIK TENTANG KECERDASAN: Penafsiran Mahmud Yunus Terhadap QS al-Nisa ayat 32

    No full text
    Salah satu corak tafsir yang cukup banyak mendapat perhatian bagi pemerhati tafsir al-Qur’an adalah corak tafsir ilmi atau yang kemudian dikenal dengan corak tafsir saintifik. Corak ini berupaya menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dengan cara menghubungkannya dengan pengetahuan ilmiah. Pengetahuan yang dimaksud berupa ilmu-ilmu umum semisal ilmu biologi, ilmu fisika, ilmu astronomi, ilmu psikologi dan lain-lain. Artikel ini mengupas tentang penafsiran Mahmud Yunus terhadap QS al-Nisa’/4: 32 yang terdapat dalam karya tafsirnya Quran Karim. Dalam menafsirkan ayat tersebut, Mahmud Yunus berusaha keras menghubungkannya dengan salah satu bahasan dalam ilmu psikologi yakni kecerdasan. Salah satu karunia Allah dalam ayat tersebut yang diberikan kepada sebagian orang yang tidak boleh dihasuti adalah karunia yang berupa kecerdasan otak. Menurut Mahmud Yunus, dalam penelitian para ilmuwan kejiwaan, manusia yang memiliki tingkat kecerdasan otaknya rendah dari seluruh populasinya sebanyak 60 %, sementara orang yang memiliki tingkat kecerdasan otak sedang 19 %, dan orang yang memiliki tingkat kecerdasan otak tinggi atau diatas rata-rata hanya 1% saja. Pandangan Mahmud Yunus dalam menjelaskan QS al-Nisa’/4: 32 ini, yang menghubungkannya dengan perkembangan ilmu psikologi (ilmu jiwa), -dalam hal ini perkembangan kecerdasan otak manusia - semakin membuktikan bahwa kitab suci al-Qur’an tidak akan pernah sepi dari pembicaraan hiruk pikuk perkembangan saintifik

    Sejarah pengaruh pelita terhadap masyarakat pedesaan di bengkulu

    No full text
    Sejak tahun 1969 pemerintah telah melaksanakan suatu sistem pembangunan bertahap secara berencana, yang lebih dikenal dengan nama pembangunan lima tahun ( PELITA)x, 164 hlm, 20,9 x 14,9 c

    Sejarah pengaruh pelita terhadap masyarakat pedesaan di bengkulu

    No full text
    Sejak tahun 1969 pemerintah telah melaksanakan suatu sistem pembangunan bertahap secara berencana, yang lebih dikenal dengan nama pembangunan lima tahun ( PELITA)x, 164 hlm, 20,9 x 14,9 c

    Sejarah pengaruh pelita terhadap masyarakat pedesaan di Bengkulu

    No full text
    Pelaksanaan Pelita banyak memberikan hasil bagi pembangunan bangsa, yang sebagian sudah dapat dirasakan nikmatnya oleh rakyat banyak. Sarana komunikasi dan transportasi antara kota dan desa, antara desa dengan desa, semakian lama semakin baik, sehingga mampu membtika selubung isolasi yang selama ini belum terlaksana. Pelaksanaan Pelita tidak saja memberi pengaruh timbal-balik antara kota dan desa, tetapi juga menimbulkan pelbagdi akibat sebagai wujud dari pengaruh yang dilahirkannya. Tujuan dari pada penulisan ini adalah lngin mengetahui sampai seberapa jauh pengaruh Pelita yang dilaksanakan di desa-desa, khususnya pada sembilan desa sasaran di tiga daerah tingkat II Kabupaten /Kotamadya wilayah Provinsi Bengkulu
    corecore