1,102 research outputs found
Cerita Tentang Kiyai Haji Ahmad Dahlan Catatan Haji Muhammad Syoedja’
Muhammad Syoedja’ adalah murid dan kader langsung KHA. Dahlan, bersama-sama dengan adik dan teman-temannya, seperti Haji Fakhruddin, Ki Bagus Hadikusumo, Haji Muhammad Zain, Haji Muhammad Mokhtar, KHA. Badawi, R.H. Hadjid dan lain-lain. Jika KHA. Dahlan adalah peletak dasar aktivitas amal usaha sosial Muhammadiyah, maka H. Muhammad Syoedja’ adalah perumus dan sekaligus penafsirnya dalam realitas gerakan.
Ketua Bahagian Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang pertama, salah satu perintis RS PKU Muhammadiyah, pendiri rumah miskin, rumah anak yatim, dan pelopor gerakan Persatuan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI)
Mukadimah: Seminar Perkongsian Profesional Guru-guru Arif Budiman [Preface: Arif Budiman Teachers' Professional Sharing Seminar]
Speech delivered at the Seminar Perkongsian Profesional Guru-guru Arif
Budiman, 17 September 2011, National Institute of Education, Nanyang
Technological University, SingaporeUcapan ini disampaikan di seminar perkongsian professional guru-guru Arif Budiman di NIE. Penyampai memulakan mukadimahnya dengan membincangkan kekata gosip, bual, pidato dan bicara; yang dianggapkan sebagai sekelompok kata sinonim yang tidak atepat. Penyampai seterusnya membincangkan perihal arif budiman. Ungkapan arif budiman yang dibicarakan sekarang merupakan misi terkini pendidikan Melayu untuk melengkapkan manusia Melayu generasi mendatang menjadi manusia yang sempurna sebagai manusia yang arif (berilmu) lagi budiman. Di sini beliau mengongsikan pengalaman beliau menjadi guru pelatih di mana pensyarah yang mengajar asas pendidikan dan kaedah mengajar telah bertanya tentang tujuan mengajar murid-murid. Pensyarahnya melanjutkan ujarannya bahawa tujuan mengajar anak-anak murid adalah untuk menjadikan mereka rakyat yang baik, taat setia kepada kerajaan, tidak menderhaka dan sebagainya. Taat setia kepada kerajaan dan tidak menderhaka itu tentunya membawa juga pengajaran supaya mentaati dan berbakti kepada ayah bonda juga. Dan berbakti itu membawa juga maksud berbudi. Mereka yang berbudi itulah yang disebut budiman. Guru-guru yang teriktiraf sebagai arif budiman telah berusaha semampu mungkin, dengan pelbagai kaedah yang disesuaikan mereka untuk membimbing murid-muridnya ke arah menjadi manusia arif budiman. The speech was presented at the professional sharing at NIE for teachers. The speaker began his address by discussing the words; gossip, talk, speech and talk; while regarded as a group of synonyms, yet each is exactly not the same. Discussion went on about the term 'Arif Budiman'. The expression, 'Arif Budiman', is the latest mission in Malay education. It is to complement the new generation of Malay individuals to become complete human beings as humans who are knowledgeable (arif) and have the values of 'budiman'. The speaker shares his experience as a trainee teacher when his lecturer asked trainee teachers the purpose of teaching their students. The lecturer went on further to explain that the purpose of teaching students is to make them good citizens, be loyal to the government, not to be disobedient and so forth. Being loyal to the government and not being disobedient also means obeying parents, having filial piety and a good sense of moral values. Teachers who are recognised as Arif Budiman, try their very best possible, with the teaching methods that they see fit, to guide their students towards being humans who are arif budiman
GAYA KEPEMIMPINAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS PERIODE 2006-2020
The progress and withdrawal of an institution depends on the leadership of its leadership, including the private university in Sambas, namely the Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Islamic Religious Institute. It seems that the progress achieved by the IAIS Rector, Sambas, as the leader in carrying out the construction of higher education institutions at IAIS Sambas from 2006 to 2020.This research uses mixed methods, which combines qualitative research with quantitative research. The data techniques used in this research are observation, interview and documentation, survey, and FGD. Meanwhile, to check the validity of the data using triangulation data validity techniques, data validity checking techniques that make use of something outside the data for checking purposes or as a comparison. While data analysis in this study used data analysis based on qualitative and quantitative data analysis, namely data that had been collected and declared complete, the researcher conducted qualitative data analysis by describing data from interviews, observations, documentation, surveys and FGDs and then pulled them out conclusion.
The results showed that; 1. Broadly speaking, Dr. H. Jamiat Akadol, M.Sc., MH as the Rector of IAIS Sambas in managing higher education institutions has implemented the four leadership styles according to Robbins, namely the charismatic style, transactional style, transformational style and visionary style. 2. Dr. leadership style H. Jamiat Akadol, M.Sc., MH as the Rector of IAIS Sambas which is more dominant is the Charismatic leadership style which is supported by the results of qualitative analysis and coupled with the results of the FGD.
The progress and withdrawal of an institution depends on the leadership of its leadership, including the private university in Sambas, namely the Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Islamic Religious Institute. It seems that the progress achieved by the IAIS Rector, Sambas, as the leader in carrying out the construction of higher education institutions at IAIS Sambas from 2006 to 2020.This research uses mixed methods, which combines qualitative research with quantitative research. The data techniques used in this research are observation, interview and documentation, survey, and FGD. Meanwhile, to check the validity of the data using triangulation data validity techniques, data validity checking techniques that make use of something outside the data for checking purposes or as a comparison. While data analysis in this study used data analysis based on qualitative and quantitative data analysis, namely data that had been collected and declared complete, the researcher conducted qualitative data analysis by describing data from interviews, observations, documentation, surveys and FGDs and then pulled them out conclusion.
The results showed that; 1. Broadly speaking, Dr. H. Jamiat Akadol, M.Sc., MH as the Rector of IAIS Sambas in managing higher education institutions has implemented the four leadership styles according to Robbins, namely the charismatic style, transactional style, transformational style and visionary style. 2. Dr. leadership style H. Jamiat Akadol, M.Sc., MH as the Rector of IAIS Sambas which is more dominant is the Charismatic leadership style which is supported by the results of qualitative analysis and coupled with the results of the FGD.
 
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERMUKAAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) DAN PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA RUAS JALAN SOEKARNO HATTA KOTA SANGATTA
Jalan adalah sarana infrastruktur yang menghubungkan suatu daerah ke daerah lainnya. Jalan Soekarno Hatta dapat menjadi jalur penting untuk distribusi logistik dan hasil tambang. Metode Surface Distress Index (SDI), artinya pengecekan visual pada data luas total keretakan, lebar rata-rata keretakan, jumlah lubang serta kedalaman bekas roda kendaraan. Metode Pavement Condition Index (PCI) adalah salah satu metode standar yang digunakan secara internasional untuk menilai kondisi dan tingkat kerusakan permukaan perkerasan jalan. Hasil penilaian setiap segmen pada Jalan Soekarno Hatta menggunakan metode SDI menyatakan bahwa kondisi jalan tersebut baik dan penanganan yang harus dilakukan adalah pemeliharaan rutin. Hitungan PCI dapat dihitung dengan mengurangkan nilai 100 dengan CDV maksimum. Diketahui bahwa jumlah temuan kerusakan pada ruas jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta terdapat 10 jenis kerusakan. Jenis – jenis kerusakan yang diperoleh di lapangan yaitu kerusakan retak kulit buaya sebesar 0,28% pada ruas kiri dan 1,67% pada ruas kanan, kerusakan retak blok sebesar 0,33% pada ruas kiri dan 0% pada ruas kanan, kerusakan amblas sebesar 8,62% pada ruas kiri dan 0% pada ruas kanan, kerusakan retak pinggir sebesar 2,29% pada ruas kiri dan 1,09% pada ruas kanan, kerusakan retak sambungan sebesar 0,11% pada ruas kiri dan 0,18% pada ruas kanan, kerusakan retak memanjang sebesar 6,05% pada ruas kiri dan 3,19% pada ruas kanan, kerusakan tambalan sebesar 0,21% pada ruas kiri dan 24,44% pada ruas kanan, kerusakan lubang sebesar 0,28% pada ruas kiri dan 0,33% pada ruas kanan, kerusakan alur sebesar 0% pada ruas kiri dan 1,21% pada ruas kanan, dan pelepasan berbutir 0,13% pada ruas kiri dan 5,80% pada ruas kanan untuk metode Pavement Condition Index (PCI) sedangkan untuk metode Surface Distress Index (SDI) dengan rata – rata yang diperoleh yaitu luas retak sebesar 1,57% pada ruas kiri dan 1,99% pada ruas kanan, lebar retak sebesar 4,75 mm pada ruas kiri dan 3,75 mm pada ruas kanan, jumlah lubang sebesar 18 pada ruas kiri dan 12 pada ruas kanan, dan kerusakan alur bekas roda sebesar 0 cm pada ruas kiri dan 8,7 cm pada ruas kanan. Jenis perbaikan atau penanganan yang dilakukan pada metode Surface Distress Index (SDI) dan metode Pavement Condition Index (PCI) pada ruas kanan dan kiri Jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta dari segmen 1 sampai dengan segmen 20 adalah pemeliharaan rutin
Aktivitas Dakwah Ustadz Mochammad Arif Budiman di Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin Banjarmasin
Dakwah adalah sebuah kerja nyata seorang muslim yang diatur dalam
sebuah sistem keislaman. Dakwah sendiri bertujuan melahirkan kepribadian yang
siap ditata dan diatur berdasarkan kehendak-Nya (Rabbiyun). Puncaknya, dakwah
merupakan proses pengajakan manusia untuk meninggalkan sistem kejahiliyahan
menuju sistem yang di ridhai Allah swt. Dan dakwah adalah berbicara tentang
komunikasi, karena komunikasi merupakan kegiatan yang informatif, yakni agar
orang lain dapat mengerti serta memahami kegiatan persuasif. Tujuan penelitian
ini adalah Untuk mengetahui metode dakwah yang digunakan oleh Ustadz
Mochammad arif budiman Di Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin Banjarmasin
dan Untuk mengetahui pandangan Jamaah Di Masjid Muhammadiyah AL�Muhajirin Banjarmasin terhadap penyampaian dakwah Ustadz Mochammad arif
budiman.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan
kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah
Ustadz Mochammad arif budiman dan Jamaah yang ada di Masjid
Muhammadiyah Al-Muhajirin. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data,
reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil hasil penelitian diperoleh hasil yaitu Ustadz
Mochammad arif budiman dalam berdakwah menggunakan cara bil lisan dan bil
al hal dimana dalam berdakwah selain beliau sampaikan dengan lisan, beliau juga
berdakwah dilakukan dengan cara perbuatan langsung agar menjadi contoh bagi
para jamaahnya. Dari pandangan para jamaahnya Ustadz Mochammad arif
budiman dalam ceramahnya adalah disampaikan dengan cara yang santai serta
bahasa yang mudah untuk dipahami jamaah, selain itu juga penyampaian ceramah
beliau disampaikan dengan cara yang membuat para pendengarnya tidak
mengantuk dan mau mendengarkan ceramah belia
Kepemimpinan Dalam Islam: Suatu Tinjauan Normatif
Nabi Muhammad menjelaskan bahwa (kepemimpinan) adalah suatu amanah, dan ia di hari kiamat akan menjadi kerugian dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan cara yang haq, serta menunaikan kewajiban yang terpikul di atas pundaknya. (HR. Muslim).
Kepemimpinan islam adalah amanah ke-tuhanan (devine-trust) yang merangkumi urusan duniawi-ukhrawi dengan dwiperan utama yaitu memelihara agama dan mengurus dunia. model kepemimpinan ini berbeda dengan konsep kepemimpinan barat sekuler yang hanya menjurus kepada urusan duniawi-manusiawi
Kepemimpinan islam tidak bisa dilepaskan dari aspek ideologis. artinya, sesorang yang secara ideologis menolak islam dan syariatnya, maka dia termasuk jahil. ketika penolakan itu dilakukan oleh suatu masyarakat, maka masyarakat itu disebut jahiliyah. masyarakat quraisy disebut jahiliyah bukan karena kebodohan (intelektual-nya), tapi justeru karena mereka menolah syariat yang dibawa Nabi Muhammad. dalam islam, aturan, hukum, dan undang-undang yang tidak mengacu pada islam adalah jahiliyah, karena semua produk hukum yang meninggalkan syariat disebut jahiliyah, maka selayaknya jika ditinggalkan. para pemimpinnya dijauhi agar menjadi jelas yang haq adalah haq, sedangkan yang bathil adalah bathil
WAWACAN BUDIMAN: Analisis Struktur-Sémiotik Pikeun Bahan Ajar Maca Carita Buhun di SMA
Skripsi ini berjudul “Wawacan Budiman: Analisis Struktur-Sémiotik pikeun Bahan Pangajaran Maca Carita Buhun di SMA”. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun transliterasi naskah, mendeskripsikan struktur cerita Wawacan Budiman berdasarkan fakta ceritanya, yaitu tokoh, alur, latar dan pupuh yang digunakan. Serta analisis tanda/unsur semiotika yang terdiri atas ikon, indeks, dan simbol. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif analisis, yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis seluruh data yang ada pada naskah wawacan tersebut. Sementara teknik yang digunakan adalah teknik studi dokumentasi. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah naskah Wawacan Budiman. Wawacan ini ditulis dengan menggunakan aksara Pégon dan ditransliterasi dengan menggunakan tulisan aksara Latin. Serta kata-kata yang menunjukkan ciri bahasa lama ditulis berdasarkan bahasa Sunda yang digunakan sekarang. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa unsur struktur cerita wawacan yang termasuk dalam fakta cerita, yaitu: 1) Tokoh dan wataknya. Tokoh utama dalam Wawacan Budiman adalah Raja Budiman dan Raja Napsu; 2) Alur yang digunakan adalah alur maju; 3) Latar dalam Wawacan Budiman ada 29 latar yang terbagi menjadi tiga bagian: (1) latar tempat 11 (37,93%), (2) latar waktu 11 (37,93%) dan, (3) latar suasana 7 (24,14%); serta 4) pupuh yang digunakan dalam Wawacan Budiman seluruhnya ada 8 kanto dari 7 pupuh yang terdiri dari 265 pada. Persentasenya adalah sebagai berikut: Pangkur 62 pada (23,40%), Dangdanggula 21 pada (7,92%), Durma 47 pada (17,74%), Magatru 23 pada (8,68%), Pucung 51 pada (19,24%), Sinom 40 pada (15,10%), dan Kinanti 21 pada (7,92%). Dari hasil analisis pupuh, terungkap kesalahan-kesalahan yang meliputi kesalahan penggunaan guru wilangan dan guru lagu. Selain itu, hasil analisis unsur semiotik yang terdapat dalam Wawacan Budiman seluruhnya ada 82 tanda, yang digolongkan menjadi 3 bagian: 1) yang termasuk tanda ikon ada 13 (15,85%) yang meliputi ikon imaji (53,85%), ikon diagram (15,38%), dan ikon metafora (30,77); 2) yang termasuk tanda indéks ada 24 (29,27%) dan terbagi menjadi empat kriteria (aktualisasi 3,125%, kelakuan 81,25%, gejala alam 3,125%, dan gejala fisik 12,5%), serta 3) yang termasuk tanda simbol ada 45 macam (54,88%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa tanda yang paling banyak ditemukan adalah tanda simbol
Pengaruh Store Image dan Store Location terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Toko Budiman di Bukittinggi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh store image dan store location terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Budiman di Bukittinggi. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 110 orang responden di Bukittinggi. Pengolahan data pada penelitian ini dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji koefisien determinasi, dan uji t melalui program SPSS 16 (Statistical Program for Social Science). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Responden terbanyak dalam penelitian ini adalah wanita dengan rata-rata 63,6% sedangkan responden laki-laki dengan rata-rata36,4%, (2)Store image mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen Toko Budiman di Bukittinggi, dimana konsumen berbelanja mempertimbangkan store image yang terdiri dari merchandise, atmosphere, price, sales personel, dan service, (3) Adanya pengaruh store location terhadap keputusan pembelian konsumen Toko Budiman di Bukittinggi dimana konsumen memutuskan untuk berbelanja mempertimbangkan store lociation yang terdiri dari visibility, accebility, dan parking.
Kata Kunci :Store Image, Store Location, dan Keputusan Pembelia
The use of B-Lynch Technique and Lasso-Budiman Technique to Control Postpartum Hemorrhage in Uterine Atony
Objective: To evaluate the use of B-Lynch Technique and Lasso
Budiman Technique as conservative way to control post partum
hemorrhage due to uterine atony.
Method: The cross-sectional retrospective study in Department
of Obstetrics and Gynecology, Tangerang General Hospital, Banten,
year 2005 - 2008 and Department of Obstetrics and Gynecology,
Wonosobo General Hospital, Central Java, year 2003 - 2008.
Results: Total 38 post partum hemorrhage cases managed conservatively using B-Lynch technique and Lasso-Budiman technique. Twenty-six cases were done at Wonosobo General Hospital using B-Lynch technique, with 1 failure case and hysterectomy was done with good result. No complications has been reported for the rest 25 successful cases. Twelve cases were done at Tangerang General
Hospital, using Lasso-Budiman technique, 1 failure reported, continue
to hysterectomy. Among 11 successful cases, 2 complications
were found. Ssecondary amenorrhea after performing Lasso-Budiman
technique due to uterine sinechia were reported.
Conclusion: The B-Lynch technique and Lasso-Budiman technique,
both are simple, easy, and effective to control post partum
hemorrhage due to uterine atony. If failed, hysterectomy is the last
choice. These techniques are also effective methods to conserve
uterus and fertility.
[Indones J Obstet Gynecol 2010; 34-4: 195-8]
Keywords: postpartum hemorrhage, conservative methode, BLynch
technique, Lasso-Budiman techniqu
Prosedur terjemahan bahasa istana dan bahasa klasik dalam terjemahan intralingual Hikayat Bayan Budiman
Berdasarkan amalan penterjemahan, makalah ini membincangkan prosedur terjemahan bahasa istana dan bahasa klasik dalam terjemahan intralingual Hikayat Bayan Budiman berdasarkan panduan pemindahan bahasa yang digagaskan oleh Za\u27ba (1934). Terjemahan intralingual merupakan terjemahan yang dilakukan dalam bahasa yang sama. Bentuk terjemahan boleh melibatkan pengungkapan semula atau parafrasa atau pentafsiran lambang verbal dengan makna lambang yang lain dalam bahasa yang sama. Za\u27ba dalam bukunya Ilmu Mengarang Melayu (1934) menggariskan beberapa panduan pemindahan bahasa yang sesuai dijadikan panduan kepada penterjemah dalam menangani cabaran yang timbul sebelum dan semasa proses terjemahan dilakukan. Dalam penterjemahan bahasa istana, penterjemah cenderung menggunakan prosedur terjemahan parafrasa, neutralisasi, nota kaki dan beberapa prosedur terjemahan lain dalam menangani cabaran terjemahan bahasa Melayu klasik kepada bahasa Melayu moden. Penterjemah juga turut menyuaipadankan panduan terjemahan yang diberikan oleh Za\u27ba dengan kaedah terjemahan komunikatif yang diutarakan oleh Newmark (1988) dalam melakukan terjemahan. Cabaran yang dikenal pasti dalam menterjemah bahasa istana dan bahasa klasik dalam Hikayat Bayan Budiman adalah untuk mengekalkan kesesuaian unsur sintaksis bahasa Melayu moden tanpa mengabaikan keindahan bahasa yang menjadi nadi dalam teks bahasa Melayu klasik. Selain itu, aspek stailistik dan keindahan gaya penulisan bahasa Melayu klasik turut cuba dikekalkan dan diperkenalkan dalam teks sasaran. Cabaran yang diketengahkan dan juga cadangan penyelesaian yang dikemukakan oleh penterjemah diharapkan mampu memberi panduan dalam penterjemahan bahasa istana dan terjemahan intralingual bahasa Melayu dan turut membantu menggalakkan perkembangan terjemahan intralingual di Malaysia
- …
