1,720,976 research outputs found
PENGGUNAAN BAHAN PENGISI (FILLER) FLY ASH, DITINJAU DARI PARAMETER MARSHALL PADA LAPISAN ASPAL BETON (LASTON)
ABSTRAK Ichwanto, Muhammad Aris. 2011. Penggunaan Bahan Pengisi (filler) Fly Ash Terhadap Parameter Marshall Pada Lapis Aspal Beton (Laston). Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Pranoto, S.T., M.T., dan Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T. Kata kunci : filler, fly ash, parameter marshall, laston Diperlukan alternatif campuran-beraspal (Laston) yang dapat diterapkan sehingga mampu mengatasi dan mengurangi kerusakan-kerusakan akibat melemahnya daya ikat aspal terhadap butiran agregat dan filler, baik karena suhu, cuaca, mutu aspal dan agregat, maupun metode pelaksanaan dilapangan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengganti bahan dasar filler alternatif yang memiliki fungsi sama dengan kualitas yang lebih baik yaitu dengan menggunakan Fly ash (abu terbang). Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui sifat dan karakteristik aspal; (2) Mengetahui penggunaan fly ash sebagai filler dengan kadar 0%, 80%, 85%, 90%, 95%, 100% mempunyai perbedaan terhadap karakteristik marshall pada campuran aspal beton (laston). Dalam penelitian ini metode penelitian dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahapan pemilihan bahan, tahapan persiapan dan pembuatan benda uji, serta tahapan penelitian dan analisis data. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa: (1) Dengan bertambahnya kadar fly ash maka nilai stabiltas dan nilai Marshall Quotient campuran aspal akan semakin tinggi. Dari uji statistik menunjukan bahwa ada perbedaan nilai stabilitas dan nilai Marshall Quotient pada Lapisan Aspal Beton (Laston) yang signifikan pada kadar fly ash 90%, 95%, 100%; (2) Selain itu bertambahnya kadar fly ash mengakibatkan nilai flow akan naik, namun pada kadar 85% kembali turun seiring bertambahnya kadar fly ash. Namun uji statistik menunjukan bahwa tidak ada perbedaan penggunaan bahan pengisi (filler) fly ash terhadap nilai flow pada Lapisan Aspal Beton (Laston); (3) Sedangkan bertambahnya kadar fly ash menyebabkan nilainya persentase VIM dan VMA semakin turun, serta uji statistik menunjukan bahwa ada perbedaan nilai VIM dan VMA yang signifikan pada kadar penambahan fly ash 80%, 95%.
REFORM OF VOCATIONAL EDUCATION IN CHINA (EFFECT FOR CHINA’S ECONOMIC GROWTH)
Abstract: Nowdays, the guideline of education reform in China is the official document: National Plan for Medium and Long-term Education Reform and Development. This plan started 2010 and is supposed to direct education reform in China until 2020. Since the plan has been implemented,this article is going reviewed national document’s to portrait the vocational education reform in China nowdays and evaluate the impact on economic development of the implementation of vocational education.At the end of 10th five-year plan, the rural students enrolled in secondary vocational school will reach 3.5 million. These schools will cultivate practical talents for rural areas in China. Reform in vocatinal education in China has significantly influece on China’s economic growth, specially on agriculture and industries sectors.Keywords: reform, vocational education, economic growt
Perbandingan Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Surface Jalan Arteri pada Proyek Jalan Lingkar Kota Bangkinang dengan Metode Pelaksanaan Pekerjaan Run Way Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Propinsi Riau.
ABSTRAK Muhammad Aris I, 2010. Perbandingan Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Surface Jalan Arteri pada Proyek Jalan Lingkar Kota Bangkinang dengan Metode Pelaksanaan Pekerjaan Run Way Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Propinsi Riau. Proyek Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ir. Henri Siswanto, M.T. Kata kunci : metode pelaksanaan surface, jalan arteri, dan run way. Surface adalah bagian konstruksi dari jalan raya yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Sementara pada landas pacu (run way) bandara, pekerjaan surface sangat menentukan kualitas dan keselamatan penerbangan. Apakah ada perbedaan metode pelaksanaan pada proyek jalan raya dan landas pacu bandara. Tujuan studi lapangan ini adalah: (1) mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan surface pada proyek jalan lingkar kota Bangkinang dengan pekerjaan run way bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru; (2) mengetahui perbedaan metode pelaksanaan pekerjaan surface pada proyek jalan lingkar kota Bangkinang dengan pekerjaan run way bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Hasil dari studi lapangan menyebutkan bahwa: (1) urutan pelaksanaan pekerjaan surface pada jalan lingkar kota Bangkinang dan pekerjaan Run Way Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru adalah percobaan lapangan (trial mix), kesiapan kerja, pembuatan dan produksi campuran beraspal, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan campuran aspal, quality control; (2) pada pekerjaan surface jalan lingkar kota Bangkinang pekerjaan trial mix tidak dilaksanakan; (3) agregat yang digunakan pada pekerjaan overlay run way bandara Sultan Syarif Kasim II melalui proses pembersihan sedangkan pada proyek jalan lingkar kota Bangkinang tidak; (4) jam kerja pada proyek jalan lingkar kota Bangkinang pekerjaan dimulai pukul 08.00-17.00 WIB sedangkan pada pekerjaan overlay run way bandara Sultan Syarif Kasim II dibatasi yaitu mulai pukul 21.00-05.00 WIB; (5) adanya tes kerataan pada pekerjaan overlay run way bandara Sultan Syarif Kasim II, sedangkan pada pekerjaan surface jalan lingkar kota Bangkinang tidak ada tes kerataan. Berdasarkan hasil studi lapangan ini, disarankan: (1) pada proyek jalan lingkar kota Bangkinang hendaknya pekerjaan trial mix dilaksanakan sebelum memulai pekerjaan jalan; (2) agregat yang akan digunakan pada proyek jalan lingkar kota Bangkinang sebagai campuran aspal hendaknya dalam keadaan bersih; (3) proses pemadatan hendaknya urut dan utuh, yaitu pemadatan awal, pemadatan antara, dan pemadatan akhir; (4) untuk quality control pada proyek jalan lingkar kota Bangkinang hendaknya meliputi core drill, ketebalan perkerasan, ekstraksi, kepadatan, serta kerataan permukaan jala
Panduan pembuatan kompos secara mandiri: pemanfaatan kotoran kambing / Muhammad Aris Ichwanto ... [et al.]
Panduan pembuatan kompos secara mandiri: pemanfaatan kotoran ayam / Muhammad Aris Ichwanto ... [et al.]
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Panduan pembuatan kompos secara mandiri: pemanfaatan kotoran sapi / Muhammad Aris Ichwanto ... [et al.]
Modul tata cara pembuatan pupuk organik kotoran hewan / Muhammad Aris Ichwanto ... [et al.]
Panduan pemasaran secara online: melalui market place Shopee / Muhammad Aris Ichwanto ... [et al.]
- …
