5 research outputs found
الموضوع و الأشخاص في مسرحية مسمار جحا لعلى أحمد باكثير
Tema dan Tokoh Dalam Drama Mismaaru Juha Karya Ali Akhmad Baktsir
Ali Akhmad Baktsir adalah seorang sastrawan kelahiran Surabaya keturunan Arab Hadlromaut, dia lahir pada 21 Desember 1910. salah satu karya beliau adalah drama Mismaaru Juha. Drama ini berkisah tentang gerakan revolusi yang dipelopori oleh Juba clan Himad. Mereka membuat kata sandi berupa Mismaar (palm) untuk menggerakkan rakyat Mesir (Kuffah dan Baghdad) dalam melawan penindasan yang dilakukan penguasa asing. Gerakan revolusi diungkapkan dengan cara yang lucu melalui tokoh Juba tapi lelucon tersebut mempunyai maksud-maksud tertentu. Sehingga pada akhimya gerakan revolusi tersebut berhasil menurunkan penguasa asing dari jabatannya. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini berkisar tentang apa yang dimaksud dengan Drama Mismaaru Juha Karya Ali Akhmad Baktsir, tema yang ada dalam Drama Mismaaru Juha Karya Ali Akhmad Baktsir, dan siapa tokoh yang ada di dalam Drama Mismaaru Juha Karya Ali Akhmad Baktsir. Berkenaan dengan itu, dalam pembahasan ini penulis menggunakan salah satu drama karya Ali Ahmad Baktsir yang berjudul Mismaaru Juha sebagai objek pembahasan dan kajian unsur-unsur intrinsik sebagai alat analisa. Selain itu penulis menggunakan beberapa metode yang meliputi pengambilan data secara langsung dan tidak langsung, kemudian penulis mengambil kesimpulan serta mengungkapkan data dalam bentuk Metode Induktif dan Metode Deduktif. Akhimya penulis menyimpulkan bahwa drama Mismaaru Juha adalah drama komedi yang terdiri dari 6 episode yang bertemakann gerakan revolusi, sedangkan tokoh-tokoh dalam drama Mismaaru Juha ada 20 tokoh clan setiap tokoh mempunyai karakter yang berbeda-beda seperti pintar, bijaksana, lucu, sabar, baik, cerewet, dan otoriter
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Mobile Learning Pada Mata Pelajaran Pengolahan Citra Digital Bermuatan Project Based Learning untuk Menumbuhkan Kreativitas Siswa Kelas XI SMK di Malang
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada tiga SMK di Malang. Peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi Pengolahan Cira Digitalkarenapembelajaranmasihkonvensional.Sehingga siswa memerlukan media penunjang lain berupa bahan ajar interaktif berbasis mobile. Pengembangan bahan ajar interaktif berbasis mobile learning denganmuatanproject based learning dapat menjadi salah satu solusi untuk menangani permasalahan yang terjadi dan membantu siswa untuk memahami materi Pengolahan Citra Digital. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah merancang dan mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis mobile learning pada mata pelajaran Pengolahan Citra Digital bermuatan project based learning pada siswa Kelas XI jurusan Multimedia di SMK serta menguji kelayakan bahan ajar sebagai suplemen pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah model ADDIE, Langkah-langkahdalam model pengembangan ADDIE yaitu1) Analysisdenganmelakukananalisiskebutuhan, analisiskarakteristiksiswadananalisistujuanpembelajaran; (2) Designdenganmenentukanstrategipembelajaran, topikbahan ajar danmembuatdesainstory board; (3) Developmentdenganmelakukan pengembangan produkkemudianvalidasiolehahlimateridanahli media; (4) Implementation denganmengimplementasikanproduk yang telahdikembangkan (5) Evaluasi yang dilakukanpadasetiaptahapsebelumnya.Teknik pengumpulan data menggunakan menggunakan lembar validasi oleh ahli media, lembar validasi oleh duaahli materi, angketuji coba kelompokkecil, angketujicobakelompokbesar, dan angketkreativitas yang dimasukkan kedalam angketujicobaproduk. Validasi media dari ahli media diperolehskorsebesar 93.96%, validasi materi dari 2 ahli sebesar 88,96% dan 86,67%, uji coba kelompok kecil 88,47% dan uji coba kelompok besar 90,53%. Berdasarkanhasilvalidasidanujicoba yang telahdilakukan, dapat dinyatakan bahwaprodukaplikasi bahan ajar Pengolahan Citra Digital sebagai bahan ajar interaktif berbasis mobile learning pada mata pelajaran Pengolahan Citra Digital termasuk dalam kategori sangat layak. Artinya aplikasi bahan ajar ini dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Prodduk penelitian inisudahdiajukanpadaDepartemen HAKI dansudahmemperolehsertifikatdengannomor 000123933
Pendidikan Kewarganegaraan Digital sebagai Respon terhadap Cyberbullying di Indonesia
This study aims to analyze the integration and implementation of Digital Citizenship Education (DCE) in Indonesia's national curriculum as a preventive measure against the increasing cases of cyberbullying among teenagers. The study was conducted through a literature review of curriculum policy documents and relevant journal articles. The results show that cases of cyberbullying in Indonesia continue to increase, especially among young people who use social media. Although the government has strengthened regulations through revisions to the Electronic Information and Transactions Law, law enforcement has not been effective enough without the support of digital values and ethics education in schools. An analysis of the Merdeka Curriculum reveals that PKD is not yet a separate subject, but is integrated into certain subjects such as Informatics, Religious Education and Morality, and Pancasila Education, and is implemented across the curriculum. This integration is still implicit and focuses on digital literacy. Therefore, it is necessary to develop a systematic and applicable PKD learning model, emphasizing four main elements in preventing cyberbullying, namely digital communication, digital literacy, digital etiquette, and digital law. These four elements are important in shaping the character of digital citizens who are smart, ethical, and responsible.
Keywords: Digital Citizenship Education, Cyberbullying, Indonesia
Pelatihan Manajemen Wakaf Produktif pada Nadzir di Lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo
Mitra dalam kegiatan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) ini adalah Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta. adapun permasalahan yang dihadapi mitra meliputi beberapa hal. Pertama, Kurangnya pengetahuan teoritis (aspek hukum, sejarah, dan potensi aset) wakaf, Minimnya kemampuan praktis dalam pengelolaan aset wakaf secara produktif dan profesional di para nadzir daerah Kulon Progo. Minimnya informasi dan pendampingan pengelolaan aset wakaf produktif..Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 17 dan 18 Juli 2022 dan tanggal 18 dan 19 september 2022. Adapun metode yang digunakan untuk mencapai tujuan program PPM dibagi dalam 4 tahap, yaitu; 1) Tahap persiapan terkait kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan assessment dan FGD 2) Tahap pelatihan untuk manajerial nadzir, 3) Pendampingan atau pembinaan untuk merencanakan pengembangan aset wakaf 4) Evaluasi untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan yang telah dilaksanakan, meliputi evaluasi proses, akhir, dan evaluasi tindak lanjut
Budidaya Lebah Trigona Sp. Upaya Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Dusun Tretes Sekitar Khdtk Pujon Hill
Lebah Trigona sp. merupakan jenis lebah yang menghasilkan madu klanceng dan mudah dibudidayakan di Indonesia. Salah satu daerah yang berpotensi untuk dapat dibudidayakan yaitu di Dusun Tretes yang terletak pada kondisi lahan pegunungan berada disekitar kawasan hutan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja pada sektor pertanian dan peternakan yang memanfaatkan sumberdaya dalam kawasan KHDTK Pujon Hill. Produk budidaya lebah berupa madu klanceng bertujuan untuk meningkatkan aktivitas harian serta perekonomian masyarakan dusun Tretes. Mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan pada lahan kosong, kebun atau lahan-lahan kering sehingga mengalihkan perhatian masyarakat beraktivitas dalam kawasan hutan. Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi dengan pihak dusun Tretes dimana melibatkan ketua dusun Tretes serta Kepala Desa Bendosari sebagai tahap awal perizinan kegiatan dilaksanakan. Selanjutnya pelaksanaan sosialisasi dan pembekalan budidaya lebah yang telah kami pelajari dari peternak lebah professional dan proses meonitoring budidaya lebah
