179 research outputs found
Pengaruh Kinerja Lalu Lintas Simpang Bersinyal Jalan Arief Rahman Hakim akibat Bangkitan Perjalanan setelah Beroperasinya Ruas Jalan (Middle East Road) MERR IIC (Ruas Jalan Gununganyar Kota Surabaya)
AbstractThe development of the road network in the city of Surabaya is accompanied by population growth, land use and traffic. Middle East Road (MERR II C) road operation will cause generation and traction so that there will be a decrease in traffic performance at Jl. Arif Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno. The method of signaling intersection analysis uses the 1997 Indonesian Road Capacity Manual. This research stage is to determine the performance of traffic in the current conditions in 2019 and then forecast the predicted traffic in the next 5 years in 2024. From the results of the analysis of the performance of signal traffic intersection Jl. Arif Rahman Hakim - Jl Dr. Ir. H. Soekarno in the current condition in 2019 In the existing condition in 2019 the value of the degree of saturation (DS) of the signaled intersection Jl. Arief Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno at peak hours of 1,315> 0.75, afternoon peak hours 1,369> 0.75, afternoon peak hours 1,534> 0.75 which can be interpreted as having a level of service (LOS) F traffic performance, while traffic forecasting for the next 5 years in 2024 without the management of traffic engineering the value of the degree of saturation (DS) signaled intersection Jl. Arief Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno morning peak hours 1,624> 0.75, afternoon peak hours 1,674> 0.75, afternoon peak hours 1,950> 0.75, which can be interpreted as having a traffic performance level of service (LOS) F. Alternative management of traffic engineering at the intersection needs to change time traffic light signal, widening geometry, traffic management obtained level of service (LOS) C, which means the current is stable, but the speed and motion of the vehicle are controlled, the driver is limited in choosing the speed.Keywords: Signalised Intersection, Degree of Saturation, Management and TrafficEngineeringAbstrakPengembangan jaringan jalan di Kota Surabaya di iringi dengan pertumbuhan populasi, tataguna lahan dan lalu lintas. Operasional ruas jalan Middle East Road (MERR II C) akan menimbulkan bangkitan dan tarikan sehingga akan terjadi penurunan kinerja lalu lintas di simpang Jl. Arif Rahman Hakim – Jl. Dr. Ir. H. Soekarno. Metode analisis simpang bersinyal menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Tahapan penelitian ini untuk mengetahui kinerja lalu lintas pada kondisi saat ini tahun 2019 kemdian peramalan lalu lintas di prediksi 5 tahun mendatang pada tahun 2024. Dari Hasil analisis kinerja lalu lintas simpang bersinyal uJl. Arif Rahman Hakim – Jl Dr. Ir. H. Soekarno pada kondisi saat ini tahun 2019 Pada kondisi eksisting tahun 2019 nilai Derajat Kejenuhan (DS) simpang bersinyal Jl. Arief Rahman Hakim – Jl. Dr. Ir. H. Soekarno pada jam puncak pagi 1.315 > 0.75, jam puncak siang 1.369 > 0.75, jam puncak sore 1.534 > 0.75 yang dapat diartikan memiliki kinerja lalu lintas level of service (LOS) F, sedangkan peramalan lalu lintas 5 tahun mendatang pada tahun 2024 tanpa adanya manajemen rekayasa lalu lintas nilai Derajat Kejenuhan (DS) simpang bersinyal Jl. Arief Rahman Hakim – Jl. Dr. Ir. H. Soekarno jam puncak pagi 1.624 > 0.75, jam puncak siang 1.674 > 0.75, jam puncak sore 1.950 > 0.75, yang dapat diartikan memiliki kinerja lalu lintas level of service (LOS) F. Alternatif manajemen rekayasa lalu lintas di simpang tersebut perlu mengubah waktu sinyal traffic light, pelebaran geometri, manajemen lalu lintas diperoleh level of service (LOS) C yang artinya arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Kata Kunci: Simpang Bersinyal, Derajat Kejenuhan, Manajemen Rekayasa Lalulintas Pengaruh Kinerja Lalu Lintas Simpang Bersinyal Jalan Arief Rahman Hakim akibat Bangkitan Perjalanan setelah Beroperasinya Ruas Jalan (Middle East Road) MERR IIC (Ruas Jalan Gununganyar Kota Surabaya
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DI SMP TMI ROUDLATUL QUR’AN METRO
ABSTRAK
Muhammad Arief Rahman Hakim. 2021. Manajemen mutu pendidikan di SMP TMI Roudalatul Qur’an Metro 2021
Penelitian ini bertujuan untuk; a) Menganalisis perencanaan peningkatan mutu pendidik dan kurikulum di SMP TMI Roudlatul Qur’an Metro. b) Menganalisis pelaksanaan peningkatan mutu pendidik dan kurikulum di SMP TMI Roudlatul Qur’an Metro. c) Menganalisis evaluasi peningkatan mutu pendidik dan kurikulum di SMP TMI Roudlatul Qur’an Metro. d) Menganalisis tindak lanjut peningkatan mutu pendidik dan kurikulum di SMP TMI Roudlatul Qur’an Metro
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan pemanfaatan observasi (partisipant observation), wawancara (indept interview), dan pengajian dokumen (dokumen study). Adapun langkah yang ditempuh dalam menganalisis data yaitu dengan cara menyusun data, menghubungkan data, mereduksi penyajian dan kemudian disimpulkan. Sedangkan untuk mencapai kepercayaan data penelitian yang telah dikumpulkan berikutnya di lakukan uji tingkat kepercayaan (Credibilitas) dengan cara perpanjangan keterikatan yang lama, ketekunan pengamatan, melakukan tringulasi, mendiskusikan dengan teman sejawat dan pengecekan anggota.
Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan dilakukan sebelum kegiatan berlangsung, melibatkan Kepala Sekolah SMP TMI Roudlatul Qur’an Metro, Pendidik, staf pegawai, komite dan peserta didik. Pelaksanaan mutu dilakukan dengan pemantapan tujuan, pembagian kerja, pelimpahan wewenang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP TMI Roudlatul Qur’an Metro dan disepakati oleh semua pihak yag terkait. Evaluasi dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMP TMI Roudlatul Qur’an Metro dan selalu dilaksanakan penanaman Sikap dan moral, dengan terus menjaga hubungan diantara semua pihak yang terlibat. Tindak lanjut dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP TMI Roudlatul Qur’an Metro terhadap tenaga pendidik dan kurikulum dengan melakukan supervisi terhadap pendidik dan kurikulum.
Kata kunci: Manajemen mutu, pendidik, kurikulu
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PELATIHAN KERJA, DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL SYIRKAH MUAWWANAH NAHDLATUL ULAMA KRAMAT TEGAL
Muhammad Arief Rahman Hakim, 2024, Pengaruh Tingkat Pendidikan,
Pelatihan Kerja dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan, BMT
SM NU Kramat Tegal.
BMT SM NU Kramat Tegal merupakan Koperasi Simpan Pinjam dan
Pembiayaan Syariah (KSPPS) yang bergerak di bidang pelayanan produk simpan
pinjam yang menyelenggarakan fungsi pinjaman di Kramat Tegal. Peneliti
menemukan fenoma bahwa karyawan tidak dapat mencapai target perusahaan
dikarenakan kurangnya riwayat pendidikan yang tidak sesuai dengan kemampuan
dan perusahaan menaikan jumlah target setiap bulannya kepada karyawan, dimana
hal tersebut mengakibatkan karyawan kesulitan untuk mencapai target dan susah
mencari peluang nasabah baru dikarenakan banyak pesaing sejenis diwilayah
Kramat dan sekitarnya.
Di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini seluruh karyawan bmt sm nu kramat tegal yang berjumlah 40. Metode
pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Uji instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reabilitas, uji asusmsi
klasik meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.
Teknik analisis data yang di gunakan adalah linier berganda.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa: (1). Terdapat pengaruh tingkat
pendidikan terhadap kinerja karyawan dengan di peroleh nilai 4.434 dengan taraf
siginifikasi 0.000<0.05. (2) Terdapat pengaruh signifikan pelatihan kerja terhadap
kinerja karyawan dengan di peroleh nilai 2.424 dengan taraf signifikasi 0.021<0.05.
(3) Terdapat pengaruh signifikan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan
dengan di peroleh nilai 3.432 dengan taraf signifikasi 0.002<0.05. (4). Terdapat
pengaruh signifikan tingkat pendidikan, pelatihan kerja dan pengalaman kerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada bmt sm nu kramat tegal secara
simultan dengan nilai f hitung 14.253 dengan taraf siginifikasi 0.000<0.05.
Kesimpulan dalam penelitian ini (1) Terdapat pengaruh tingkat pendidikan
terhadap kinerja karyawan pada bmt sm nu kramat tegal. (2). Terdapat pengaruh
pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan pada bmt sm nu kramat tegal. (3).
Terdapat pengaruh pengalaman kerja terhadap kinerja karwan pada bmt sm nu
kramat tegal. (4). Terdapat pengaruh secara simultan tingkat pendidikan, pelatihan
kerja, pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan pada bmt sm nu kramat tegal.
Kunci : Tingkat Pendidikan, Pelatihan Kerja, Pengalaman Kerja dan Kinerja
Karyawan
Iklim Sekolah dan Keterhubungan Sosial sebagai Faktor Pembentuk Identitas Kewarganegaraan dan Nasionalisme Siswa SMA
2013. Pendidikan Pengembangan Diri Pada MI Nor Rahman Banjarmasin, Skripsi
Penelitian ini mengemukakan pendidikan pengembangan diri pada MI Nor Rahman Banjarmasin, dengan rumusan masalah, yaitu bagaimana pendidikan pengembangan diri dan faktor apa saja yang mempengaruhi pendidikan pengembangan diri pada MI Nor Rahman Banjarmasin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan pengembangan diri dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan pengembangan diri pada MI Nor Rahman Banjarmasin.
Subjek penelitian ini adalah guru atau wali kelas I, II A dan III A dan Siswa-siswi kelas I, II A dan III A. Objek penelitian ini adalah tentang bentuk pendidikan pengembangan diri yang dilakukan oleh siwa-siwi kelas I, II A dan III A yang dibimbing dan diawasi guru atau wali kelas pada MI Nor Rahman Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumenter. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing dan interpretasi data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pengembangan diri pada MI Nor Rahman Banjarmasin dilakukan setiap pada jam awal pelajaran sebelum pelajaran dimulai yang dilakukan dengan istiqomah terlaksana cukup baik, yang meliputi: bentuk pendidikan pengembangan diri yang dilakukan murid kelas I, II A dan III A yang dibimbing guru atau wali kelasnya ini lebih menekankan pendidikan pengembangan diri membaca Alquran. Proses pendidikan pengembangan diri guru membiasakan belajar Alquran disetiap pagi. Guru menceritakan cerita yang bermakna. Guru memberi hukuman yang sifatnya mendidik kepada setiap murid yang tidak patuh atau melanggar peraturan. Guru memberi penghargaan bagi setiap murid yang sudah baik dalam melakukan bentuk pendidikan pengembangan diri. Guru memberi sikap keteladanan kepada para muridnya. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah guru yaitu latar belakang pendidikan cukup baik. Pengalaman mengajar cukup baik. Jumlah para siswa yang melebihi kapasitas kelas. Hubungan guru dengan murid kurang baik. Motivasi berupa sebuah penghargaan kurang
PENGETAHUAN “PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT” PADA SISWA SDN ANDIR 01 KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG
PENGETAHUAN “PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT” PADA SISWA SDN ANDIR 01 KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG
Rahman Arief Setiawan, Ellis Endang Nikmawati1, Yulia Rahmawati2
Program Studi Pendidikan Tata Boga, Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia
[email protected], [email protected], [email protected]
ABSTRAK
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011 yang salah satu sasarannya adalah institusi pendidikan. Penerapan PHBS di sekolah bertujuan untuk mewujudkan salah satu tujuan pendidikan dasar yaitu menjadikan siswa menjadi manusia yang sehat. Studi pendahuluan yang dilakukan penulis melalui wawancara kepada Kepala Sekolah dan Guru SDN Andir 01 menemukan masih adanya siswa yang belum mengetahui pentingnya PHBS, seperti jajan sembarangan, tidak sarapan dan kurangnya sarana prasarana pendukung PHBS yang mengakibatkan penerapan PHBS di sekolah menjadi kurang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai pengetahuan PHBS pada siswa SDN Andir 01. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Andir 01 dengan sampel siswa kelas 4 dan kelas 5 berjumlah 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (10%) responden memiliki pengetahuan PHBS pada kriteria sangat baik, (26.25%) responden pada kriteria baik, (32.50%) responden pada kriteria cukup dan (31.25%) responden pada kriteria kurang. Pengetahuan responden tentang 6 (enam) indikator PHBS berada pada kriteria cukup, yaitu mencuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun sebesar (52.8%), mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah sebesar (57.75%), olahraga yang teratur dan terukur sebesar (55%), menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan sebesar (65%), menggunakan jamban yang bersih dan sehat sebesar (62.5%), serta membuang sampah pada tempatnya sebesar (58.5%).
Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa SDN Andir 01
KNOWLEDGE OF "CLEAN AND HEALTHY LIFE BEHAVIOR" IN STUDENTS OF SDN ANDIR 01 KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG
Rahman Arief Setiawan, Ellis Endang Nikmawati1, Yulia Rahmawati2
Study Program Of Culinary Education, Department Home Of Economic Education,
Faculty Of Technology And Vocational Education, Indonesia University Of Education
[email protected], [email protected], [email protected]
ABSTRACT
Clean and Healthy Life Behavior is a program of the Ministry of Health of the Republic Indonesia in 2011, one of the target is educational institutions. The application of Clean and Healthy Life Behavior in schools aims to realize one of the basic education goals, it is to make students become healthy human beings. The preliminary study conducted by the author through interviews with the Principal and Teachers of SDN Andir 01 found that there were still students who did not know yet the importance of Clean and Healthy Life Behavior, such as careless snacks, no breakfast and lack of Clean and Healthy Life Behavior supporting facilities at school which resulted in less effective implementation of Clean and Healthy Life Behavior in school. The purpose of this study is to find out information about the knowledge of Clean and Healthy Behavior in students of SDN Andir 01. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The population in this study were all students of SDN Andir 01 with grade 4 and grade 5 students as sample, totaling 80 people. The results showed that as many as (10%) respondents had PHBS knowledge on very good criteria, (26.25%) respondents on good criteria, (32.50%) respondents on sufficient criteria and (31.25%) respondents on less criteria. The respondent's knowledge about 6 (six) Clean and Healthy Life Behavior indicators is in sufficient criteria, respondents' knowledge about hand washing with soap using clean water running by (52.8%), consuming healthy snacks in the school canteen by (57.75%), regular and measured sports by (55%), weigh weight and measure height every month by (65%), using clean and healthy latrines by (62.5%) and disposing of garbage in its place by (58.5%).
Keywords: Knowledge, Clean and Healthy Life Behavior, Students of SDN Andir 01
1 Penulis Penanggung Jawab
2 Penulis Penanggung Jawa
Penurunan Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan Kombinasi Terapi Relaksasi Napas Dalam dan Murrotal
Dampak hiperglikemia pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 menyebabkan terjadinya resiko infeksi, gagal jantung, sroke, dan hipertensi. Kombinasi terapi napas dalam dan murrrotal Ar-Rahman mampu menekan hormon stres dan meningkatkan hormon endorphin kemudian menghambat konversi glikogen yang tersimpan di hati menjadi glukosa sehingga menurunkan glukosa darah sewaktu (GDS). Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan GDS pada pasien DM tipe 2 setelah dilakukan kombinasi terapi napas dalam dan murrrotal Ar-Rahman. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat inap. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien, yang didapatkan secara purposive dan random sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen mp3 murrotal, aerphone, glucometer. Pegukuran GDS sebelum dan sesudah dilakukan kombinasi terapi napas dalam dan murrotal Ar-Rahman selama 20 menit sebelum pemberian terapi obat DM. Pasien telah menandatangi lembar persetujuan. Hasil studi kasus menunjukan rata-rata GDS kedua subjek studi kasus mengalami penurunan setelah diberikan kombinasi relaksasi napas dalam dan terapi murrotal Ar-Rahman sebesar 7,45%. Kombinasi terapi napas dalam dan murrrotal Ar-Rahman mampu menurunan GDS pada pasien DM tipe 2. Diharapkan perawat mampu menerapkan kombinasi terapi napas dalam dan murrrotal Ar-Rahman pada pasien DM tipe 2 untuk menurunkan GDS
Pendugaan laju respirasi pisang barangan menggunakan model arrhenius
The respiration process cannot be separated from horticultural products after harvest. So we need a method to determine the rate of respiration (CO2 production), one of which is the Arrhenius model. The purpose of this study was to predict the CO2 production rate of Barangan bananas using the Arrhenius model. CO2 production of Barangan bananas with different harvesting ages (10 and 11) weeks was measured using the Continuous Gas Analyzer IRA-107 Shimadzu where the banana samples were placed in a respiration chamber, refrigerator for low temperature storage. The measured respiration rate data was then estimated using the Arrhenius model. When the storage temperature increases, the rate of CO2 production will increase. At the harvest age of 11 and 10 weeks the higher the storage temperature, the CO2 production rate will increase. The relationship between CO2 production rate and storage temperature can be solved using the Arrhenius model. The results of the prediction of the Arrhenius model found a coefficient of determination of 0.91-0.94. The k values of 10 weeks of harvest (0.1, 0.24, 0.36) and k of 11 weeks of harvest (0.19, 0.31, 0.49) were calculated using the equation obtained using the Arrhenius model. Value of Ea harvested 33.76 kJ/mol at 10 weeks and 45.83 kJ/mol at 11 weeks. The respiration rate produced at 10 and 11 weeks was different, where the CO2 production rate at 11 weeks at harvest was 77.98 ml/kg.hour with predicted results of 75.76 mm/kg.hour and at 10 weeks at harvest 65.80 ml/kg.hour with a predicted result of 68.21 ml/kg.hour. The results of the Arheniuss model can be used to estimate the CO2 production rate of Barangan bananas during storageProses respirasi tidak dapat dipisahkan dari produk hortikultura setelah panen. Maka diperlukan suatu metode untuk mengetahui laju respirasi (produksi CO2), salah satunya dengan model Arrhenius. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi laju produksi CO2 pisang barangan dengan menggunakan model Arrhenius. Produksi CO2 Pisang barangan dengan umur panen yang berbeda (10 dan 11) minggu diukur dengan alat Continuous Gas Analyzer IRA-107 Shimadzu dimana sampel pisang diletakan dalam respiration chamber, refrigerator untuk penyimpanan suhu rendah. Data laju respirasi yang diukur kemudian dilakukan pendugaan dengan model Arrhenius. Suhu penyimpanan ditingkatkan, maka laju produksi CO2 akan meningkat. Pada umur panen 11 dan 10 minggu makin tinggi suhu penyimpanan, laju produksi CO2 akan meningkat. Hubungan laju produksi CO2 dan suhu penyimpana terbukti dapat dijelaskan dengan model Arrhenius. Hasil dari prediksi model Arrhenius didapati nilai koefisien determinasi 0,91-0,94. Nilai k umur panen 10 minggu (0,1, 0,24, 0,36) dan k umur panen 11 minggu (0,19, 0,31, 0,49) dihitung dengan persamaan yang didapati menggunakan model Arrhenius. Nilai Ea umur panen 10 minggu 33,76 kJ/mol dan umur panen 11minggu 45,83 kJ/mol. Laju respirasi yang dihasilkan minggu 10 dan 11 berberda, dimana laju produksi CO2 Umur Panen 11 minggu 77,98 ml/kg.jam dengan hasil prediksi 75,76 mm/kg.jam dan umur panen 10 minggu 65,80 ml/kg.jam dengan hasil prediksi 68,21 ml/kg.jam. Hasil dari model Arheniuss ini dapat digunakan untuk menduga laju produksi CO2 pisang barangan selama penyimpana
IDENTIFIKASI QUASI-LINEAR CONVECTIVE SYSTEM MENGGUNAKAN RADAR C-BAND DI WILAYAH MAKASSAR
Quasi-Linear Convective System (QLCS) as one of the phenomena that can cause heavy rains, potency of thunderstorm, and destructive strong winds. This research investigated the occurrence of QLCS in December 2018 – May 2019 in the coverage of Makassar weather radar are which has a C-Band-based weather radar monitoring network with CMAX, Central Tracking, Combined Moment, and Vertical Shear products. The aim of this conducted observation is to find out the distribution pattern of spatial-temporal and wind profile of QLCS and its impact related to thunderstorm. The result shows there are 32 identified cases of QLCS in the Makassar weather radar coverage area which has the duration mostly between 30-60 minutes. The dominant location of QLCS formation is founded in the coastal ocean (CO) which the initiation time mostly happened at night (18.00-23.59 local time). The most direction of propagation is east-southeast by 47% with propagation speed of QLCS cells dominated by slow moving by 47%. Vertical Wind Shear (VWS) speed caused by QLCS, 3 of the 4 types of formation of the maximum VWS speed are always when the phase matures. There are 10 of 32 cases (31,25%) of QLCS which identified as its impact related to the occurrence of thunderstorm.
Keywords: QLCS, Weather Radar, VWS, ThunderstormsQuasi-Linear Convective System (QLCS) merupakan suatu fenomena sistem cuaca konvektif yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan lebat, petir, dan angin kencang yang sifatnya merusak. Penelitian ini mengambil kasus kejadian QLCS Desember 2018 – Mei 2019 di cakupan radar cuaca Makassar yang memiliki jaringan pengamatan radar cuaca berbasis C-Band dengan produk CMAX, Central Tracking, Combined Moment, dan Vertical Shear. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui pola sebaran spasial, temporal, profil angin QLCS dan dampak QLCS terkait kejadian petir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola QLCS di wilayah cakupan radar cuaca Makassar teridentifikasi 32 kasus QLCS dengan durasi terbanyak pada 30-60 menit. Lokasi pembentukan QLCS dominan di Coastal Ocean dengan waktu inisiasi terbanyak saat malam hari pada rentang waktu 18.00-23.59 Local Time. Arah propagasi terbanyak ke arah timur-tenggara sebanyak 47% dengan kecepatan propagasi sel QLCS didominasi oleh slow moving sebesar 47%. Kecepatan angin Vertical Wind Shear (VWS) ditemukan 3 dari 4 jenis pembentukan QLCS yaitu broken line, back building, broken areal, embedded areal, bahwa kecepatan VWS maksimum saat fase matang. Dampak QLCS yang dikaitkan dengan terjadinya petir, hanya 10 dari 32 kasus (31.25%) yang dapat menimbulkan petir.
Kata kunci: QLCS, Radar cuaca, VWS, Peti
PERSEPSI ANCAMAN DONALD TRUMP DALAM PENETAPAN KEBIJAKAN ZERO TOLERANCE TERKAIT ISU IMIGRAN DI AMERIKA SERIKAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi ancaman Presiden Donald Trump dalam penetapan kebijakan Zero Tolerance terkait isu imigran di Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM), apalagi AS merupakan negara yang mengakui Universal Declaration of Human Rights (UDHR). Penetapan kebijakan ini juga tidak sejalan dengan gagasan bahwa AS merupakan negara imigran. Tindakan Trump tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, baik eksternal maupun internal AS. Meski menuai banyak penolakan, Trump tetap menjalankan kebijakannya. Penelitian ini menggunakan konsep persepsi ancaman (threat perception) untuk menjelaskan persepsi ancaman Donald Trump. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis menggunakan data sekunder. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan Zero Tolerance yang diterbitkan oleh pemerintah AS dipengaruhi oleh persepsi ancaman secara individu oleh Presiden Donald Trump. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan menggunakan konsep sosial budaya yang dikemukakan oleh Janice Gross Stein. Melalui penelitian ini, dapat dilihat bahwa persepsi ancaman Donald Trump dipengaruhi oleh nilai-nilai yang sudah ada di masyarakat AS, yaitu supremasi kulit putih, sentimen anti-Meksiko, serta nativisme.
Kata Kunci: Amerika Serikat, Donald Trump, Persepsi Ancaman, Sociocultural, Zero Toleranc
- …
