1,720,954 research outputs found
Amalan isteri memberi nafkah kepada suami: Kajian di Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Wilayah Riau, Indonesia / Muhammad Amirul Hasbi
Nafkah merupakan tangggungjawab suami terhadap isteri, kerana adanya ikatan perkahwinan yang sah. Isteri wajib taat kepada suami, mengatur rumah tangga, memelihara dan mendidik anak-anaknya. Begitu pula, suami berkewajipan memenuhi keperluan, dan memberi belanja kepada isteri sesuai dengan kemampuannya. Walaupun begitu, di Desa Sari Galuh isteri yang memberikan nafkah kepada suami dan amalan ini sudah diamalkan bertahun-tahun sehingga saat ini. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis amalan isteri memberikan nafkah kepada suami perspektif undang-undang perkahwinan di Indonesia. Fokus utama kajian ini ialah faktor-faktor yang menyebabkan isteri memberikan nafkah kepada suami dan kesan buruk bagi masyarakat yang ada di Desa Sari Galuh. Kajian ini menggunakan kaedah temu bual mendalam dengan para responden yang terdiri dari ketua adat, ketua kampung dan isteri-isteri yang memberikan nafkah kepada suami. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan data yang dikumpul dan diperolehi. Hasil kajian mendapati bahawa isteri terpaksa memberikan nafkah kepada suami kerana sebahagian mereka masih mempercayai adat yang dibawa oleh nenek moyang mereka yang mewajibkan isteri memberikan nafkah kepada suami. Akibatnya suami menjadi malas dan tidak mahu bekerja mencari nafkah dan memberikan impak buruk kepada masyarakat lainnya. Selain itu, kurangnya kefahaman masyarakat Desa Sari Galuh tentang hukum Islam terutama tentang tanggungjawab suami isteri sehingga mereka lebih mempercayai yang dibawa oleh nenek moyang mereka. Oleh yang demikian, pengetahuan tentang tanggungjawab suami isteri perlu diperjelaskan kepada masyarakat Desa Sari Galuh agar mereka mengamalkan sesuai dengan al-qur’an dan sunnah
PELAKSANAAN ZAKAT FITRAH DI MASJID NURUSH SHADRI KELURAHAN TUA KARYA KECAMATAN TAMPAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM
Skripsi ini berjudulʻʻPelaksanaan Zakat fitrah Di Masjid Nurush Shadri
Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Ditinjau Menurut Hukum
Islam.Pembahasan ini dilatar belakangi oleh banyaknya panitia amil zakat
menerima dari pada fakir miskin,sehingga penulis merasa tertarik untuk
melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan tersebut .
Adapun rumusan masalah nya adalah bagaimana pelaksanaan zakat fitrah
di masjid Nurush Shadri Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan dan
bagaimana tinjauan Hukum Islam tentang pelaksanaan zakat fitrah di masjid
Nurush Shadri Keluruhan Tuah Karya Kecamatan Tampan. Penulisan ini
bertujuan mengetahui bagaimana pelaksanaan Zakat Fitrah Di Masjid Nurush
Shadri Kelurahan tuah Karya Kecamatan Tampan dan Mengetahui bagaimana
tinjauan Hukum Islam terhadap pelaksanaan zakat fitrah di Masjid Nurush Shadri
Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan tersebut.
Didalam melakukan penelitian ini,penulis menjadikan panitia amil zakat
sebagai populasi sekaligus penulis jadikan sampel yang berjumlah 13
orang.Metode digunakan adalah Total Sampling.(Pengambilan sampel secara
keseluruhan .
Setelah penulis melaksanakan penelitian lebih lanjut,maka penulis
mengambil kesimpulan,didalm Pelaksanaan zakat fitrah selain fakir miskin di
bagikan ,panitia amil zakat juga membagikan kepada amil,fisabilillah,ibnu
sabil,dan muallaf. Panitia Amil zakat membagikan kepada amil lebih banyak dari
pada fakir miskin ,panitia amil zakat beranggapan bahwa mereka berhak
menerima lebih banyak karna mereka meluangkan waktu dan tidak mengerjakan
pekerjaan nya sehari hari melainkan untuk menjadi panitia amil zakat. Panitia
amil zakat memberikan nya sebagai upah kerja sebagaimana ia bekerja dalam
kehidupannya sehari –hari, sehingga banyak amil zakat menerima dari pada fakir
miskin.Didalam Hukum Islam amil zakat tidak boleh melebih setengah dari harta
zakat yang dikumpulkan yang diperuntukkan untuk amil zakat padahal zakat
fitrah Di utamakan pembagian kepada fakir miskin .Jumhur ulama sepakat bahwa
zakat fitrah diprioritaskan kepada fakir miskin karna merekalah yag sangat
membutuhkan pada waktu hari raya idul fitri
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
