71 research outputs found

    STRATEGI GURU DALAM MEMBINA AKHLAK AL-KARIMAH SISWA (Studi Multisitus di MA Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung Dan MA Raden Paku Trenggalek)

    No full text
    ABSTRAK Muhammad Fajar Abrori, NIM. 1756144034, " Strategi Ustadz dalam Membina Akhlak al-Karimah Siswa (Studi Multisitus di MA Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung dan MA Raden Paku Trenggalek)”, Program Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Tulungagung, Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I, dan Dr. Ngainun Naim, M.H.I. Kata Kunci: Strategi Ustadz, Akhlak al-Karimah Akhlak merupakan masalah yang cukup besar di Indonesia. Pembinaan terhadap akhlak perlu ditingkatkan karena banyak yang tidak berhasil. Maka dari itu, guru atau ustadz wajib mempunyai strategi untuk membina siswa dalam berakhlak yang baik. Fokus penelitiannya adalah 1) Bagaimana strategi pembelajaran ustadz dalam membina akhlak al-karimah siswa di MA Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung dan MA Raden Paku Trenggalek 2) Bagaimana strategi keteladanan ustadz dalam membina akhlak al-karimah siswa di MA Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung dan MA Raden Paku Trenggalek. 3) Bagaimana srategi pembiasaan ustadz dalam membina akhlak al-karimah siswa di MA Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung dan MA Raden Paku Trenggalek. Tujuan penelitian: untuk mengetahui, mendeskripsikan dan memahami 1) Strategi pembelajaran ustadz dalam membina akhlak al-karimah siswa di MA Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung dan MA Raden Paku Trenggalek 2) Strategi keteladanan ustadz dalam membina akhlak al-karimah siswa di MA Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung dan MA Raden Paku Trenggalek. 3) Srategi pembiasaan ustadz dalam membina akhlak al-karimah siswa di MA Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung dan MA Raden Paku Trenggalek. Metode penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis multi situs, lokasinya di MA Darul Hikmah dan MA Raden Paku, sumber datanya informan, peristiwa, lokasi dan dokumen, datanya primer dan sekunder, teknik pengumpulan datanya dengan observasi, interview, dan dokumentasi. Analisis data dengan analisis kasus tunggal dan analisis lintas situs, sedangkan pengecekan keabsahan datanya dengan menggunakan kreadibilitas, dependenbilitas, transfarbilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian: 1) Jika guru mendidik anak didik secara aqliyah, dan juga menanamkan nilai-nilai kepada anak didik dalam kegiatan pembelajaran sehari hari, maka kegiatan dan model pendidikannya mempunyai ciri khas masing masing 2) Jika guru harus menjadi teladan dalam menanamkan akhlak karimah kepada peserta didik untuk menumbuhkan kesadaran berakhlak, maka guru harus mempunyai akhlak yang baik, dan 3) Jika pembiasaan yang dilakukan oleh guru pendidikan Islam dalam menanamkan akhlak mahmudah, maka guru harus melakukan pembiasaan kegiatan keagamaan

    PEMBERIAN DARK CHOCOLATE BAR PER ORAL TERHADAP KADAR PUNCAK (Cmax), WAKTU PUNCAK (Tmax), WAKTU PARUH (t½) DAN BERSIHAN TEOBROMIN PADA SUKARELAWAN SEHAT

    No full text
    Cokelat merupakan salah satu olahan yang dapat berbentuk sebagai makanan dan juga minuman. Kreasi pengolahan biji kakao tersebut terus dikembangkan, begitu pula terhadap perkembangan pengolahan cokelat. Kini, cokelat yang dipasarkan dapat ditemukan dengan berbagai bentuk, campuran dan tingkat kemanisan. Masing-masing dari produk olahan memiliki komposisi yang berbeda-beda. Diantara keempat olahan produk tersebut yang memiliki kadar kakao tertinggi adalah dark chocolate. Dark chocolate mengandung antioksidan (flavonoid dan polifenol) dan vitamin (terutama vitamin E). Dark chocolate juga kaya akan mineral seperti kalsium, kalium, zat besi dan terutama magnesium alami. Selain itu dark chocolate juga mengandung dua derivat metilsantin yaitu kafein (1,3,7-trimetilsantin) dan teobromin (3,7 dimetilsantin), akan tetapi pada dark chocolate kandungan teobromin lebih banyak jika dibandingkan dengan kandungan kafein. Teobromin dalam tubuh dapat memberikan beberapa efek bagi kesehatan. Kadar teobromin dalam plasma ditentukan oleh faktor-faktor farmakokinetik. Parameter farmakokinetik meliputi kadar puncak (Cmax), waktu puncak (Tmax), waktu paruh (t½) dan bersihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pemberian dark chocolate bar terhadap farmakokinetik teobromin pada sukarelawan sehat. Parameter farmakokinetik yang diteliti adalah kadar puncak (Cmax), waktu puncak (Tmax), waktu paruh (t½) dan bersihan. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan individu, masyarakat ataupun institusi sebagai salah satu cara implementasi suatu zat atau obat. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel plasma pada sukarelawan sehat. Pengambilan sampel dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Dark chocolate bar yang digunakan adalah cokelat dengan netto 60 gram yang diproduksi oleh Pusat Penelitian Biji Kopi dan Kakao Jember. Alat yang digunakan untuk memperoleh data penelitian ini adalah Informed Consent, High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan sampel plasma sukarelawan sehat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan bentuk Time-Series Design. Setelah data terkumpul, dilanjutkan dengan membuat kurva kadar teobromin per satuan waktu. Kemudian menghitung nilai kadar puncak (Cmax), waktu puncak (Tmax), waktu paruh (t1/2) dan bersihan teobromin. Hasil penelitian yang telah didapatkan menunjukkan nilai parameter farmakokinetik dari teobromin. Waktu puncak (Tmax) teobromin pada plasma adalah pada jam ke 2,501. Pada waktu puncak tersebut maka didapatkan pula kadar puncak (Cmax) teobromin dalam plasma. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar puncak teobromin dalam plasma adalah 4,714 mg/L. Waktu paruh (t1/2) yang didapatkan adalah 4,880 jam. Hasil dari perhitungan bersihan sesuai dengan data analisis adalah 14,2 ml/kg/jam. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan parameter farmakokinetik teobromin dalam plasma setelah mengkonsumsi dark chocolate bar per oral. Dengan mengetahui profil atau parameter farmakokinetik teobromin di dalam plasma akan diperoleh banyak informasi yang bermanfaat terutama untuk terapi penyakit tertentu, menentukan drug of choice dan menagemen pemberian terap

    IMPLEMENTASI NILAI NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH (ASWAJA) DALAM PEMBELAJARAN SISWA DI MTS DARUSSALAM KADEMANGAN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Implementasi Nilai-Nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) Dalam Pembelajaran Siswa di MTs Darussalam Kademangan Blitar” ini ditulis oleh Muhammad Sayyidul Abrori, NIM 2811133144, Pembimbing Dr. H. Syamsun Ni’am, M. Ag. NIP 19730214 200003100 1. Kata Kunci : Implementasi, Nilai-Nilai Aswaja, Pembelajaran Siswa Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemerosotan akhlak. Hal ini sering terjadi pada anak usia sekolah menengah pertama atau Madrasah Tsanawiyah. Anak pada usia ini condong bergaul dengan teman sebayanya dan mudah terpengaruh oleh teman sejawatnya, bahkan mulai tumbuh keinginan untuk tampil beda agar mendapat perhatian dari anggota atau dari orang – orang di sekitarnya. Pengaruh negatif teman terhadap perilaku anak pada usia ini dampaknya cukup besar. Karena itu mereka memerlukan pendidikan agama yang termasuk di dalamnya terdapat nilai-nilai Aswaja guna membentuk akhlak yang mulia. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah 1) Bagaimana Implementasi Nilai Tawasut dalam Pembelajaran Siswa di MTs Darussalam Kademangan Blitar? 2) Bagaimana Implementasi Nilai Tasamuh dalam Pembelajaran Siswa di MTs Darussalam Kademangan Blitar? 3) Bagaimana Implementasi Nilai Tawazun dalam Pembelajaran Siswa di MTs Darussalam Kademangan Blitar?. Dalam metode ini digunakan metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan wawancara, ovservasi dan juga dokumentasi. Analisis data menggundakan triangulasi data yang meliputi data reduction (penolakan data). Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi nilai-nilai ASWAJA dalam pembelajaran siswa di MTs Darussalam Kademangan Blitar yang menekankan cerminan nilai-nilai Aswaja diwujudkan dalam bentuk kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran dengan pembekalan teori , aktifitas ritual (amaliah-amaliah) dan pengajaran akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian Implementasi nilai-nilai Aswaja di MTs Darussalam Kademangan Blitar tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif. Skripsi ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang dapat dijadikan sebagai masukan untuk mengantisipasi permasalahan pendidikan Islam sekarang dan yang akan datang. Dengan study ini juga diharapkan dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dibidang pendidikan Islam khususnya pada diri penulis dan umumnya kepda para pembaca. Untuk mengetahui aktualisasi serta relevansi tentang implementasi nilai-nilai ASWAJA dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini

    UJI BIOAVAILABILITAS DAN VOLUME DISTRIBUSI TEOBROMIN SETELAH PEMBERIAN DARK CHOCOLATE BAR PER ORAL PADA SUKARELAWAN SEHAT

    No full text
    Metilxantin, yang terdiri dari kafein, teobromin, dan teofilin, merupakan salah satu dari tiga senyawa terbanyak yang terkandung dalam cokelat, dengan jumlah yang tertinggi adalah teobromin. Teobromin merupakan zat aktif yang memiliki sifat lebih lemah daripada kafein, berefek diuretik yang lemah, relaksan otot polos bronkus, dan stimulan yang lemah pada sistem saraf pusat. Efek teobromin bergantung pada besarnya dosis. Telah diketahui bahwa semakin tinggi dosis teobromin maka menimbulkan efek negatif pada sistem saraf pusat, seperti disforia. Hingga saat ini, masyarakat mengonsumsi cokelat sacara luas, bebas, dan tanpa aturan tertentu. Fenomena tersebut menjadi tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui bioavailabilitas dan volume distribusi teobromin setelah konsumsi dark chocolate bar per oral, pada akhirnya dapat menentukan keamanan cokelat yang dikonsumsi. Jenis penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan bentuk One- Shot Case Study.Penelitian ini menggunakan tiga sukarelawan sehat yang mengonsumsi dark chocolate bar dengan berat 70 gram. Masing-masing sukarelawan diambil darahnya sebanyak enam kali dengan cara pungsi vena pada vena mediana cubiti, pertama pada jam ke-0 sebelum sukarelawan mengonsumsi dark chocolate. Selanjutnya dilakukan pengambilan pada jam ke-11/2, 3, 6, 10, dan 24 setelah dark chocolate habis dikonsumsi oleh sukarelawan. Darah disimpan dalam heparin tube, kemudian dilakukan sentrifugasi sehingga didapatkan plasma. Plasma yang didapat dilakukan preparasi terlebih dahulu sebelum diinjeksikan ke dalam instrumen High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata konsentrasi teobromin pada jam ke-0, 11/2, 3, 6, 10, dan 24 berturut-turut adalah 0,271; 4,009; 4,497; 3,556; 2,675; 0,955 dalam mg/L. Kadar teobromin dalam dark chocolate bar yang digunakan dalam penelitian ini adalah 301,379 mg/70 gram. Bioavailabilitas dan volume distribusi teobromin yang didapatkan adalah 0,69 dan 0,566 L/kg. Sehingga pemberian satu batang dark chocolate bar yang digunakan dalam penelitian ini masih dalam batas aman untuk dikonsumsi

    PENGARUH KONSUMSI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP DAYA TAHAN OTOT DIUKUR DENGAN ONE MINUTE SIT UP TEST

    No full text
    Minum kopi sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang, bahkan di beberapa negara minum kopi sudah menjadi tradisi. Lebih dari 400 miliar cangkir kopi dikonsumsi setiap tahun dan masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan meminum kopi satu sampai dua cangkir setiap harinya. Jika dulu kopi rata-rata digemari orang tua, kini peminum kopi terbanyak ialah orang berusia 18-39 tahun. Olahraga merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Salah satu komponen yang diperhatikan dalam olahraga adalah performa otot yang terdiri dari kekuatan otot dan ketahanan otot. Ketahanan otot adalah kemampuan kerja otot atau sekelompok otot dalam jangka waktu tertentu. Salah satu pengukuran daya tahan otot yang dapat dilakukan adalah sit up. Tes sit up ini khususnya untuk mengukur daya tahan otot pada otot perut. Akhir-akhir ini dalam dunia latihan kebugaran, para olahragawan sering mengonsumsi kopi untuk meningkatkan performa latihan dan menghambat terjadinya kelelahan. Di dunia perdagangan dikenal beberapa golongan kopi, tetapi yang paling sering dibudidayakan hanya kopi arabika, robusta, dan liberika. Diantara ketiga kopi tersebut, kopi robusta memiliki nilai kafein tertinggi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsumsi kopi robusta (Coffea canephora) terhadap daya tahan otot yang diukur dengan one minute sit up test. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan individu dan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi kopi dengan kadar kafein tertentu dan meminimalkan dampak negatif yang timbul. Jenis penelitian ini adalah uji klinis (clinical trial) yaitu penelitian dengan rancangan eksperimental terhadap manusia untuk membandingkan efek akibat intervensi antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah uji klinis rancangan silang (cross over design clinical trial). Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa Universitas Jember. Besar sampel dari penelitian ini adalah 30 mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak dengan metode pengundian. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol yang diberi plasebo yaitu diberi 20 ml perisa kopi moka dan 130 ml air, sedangkan kelompok kedua adalah kelompok perlakuan yang diberi 4 gram kopi robusta dan 150 ml air. Setelah periode washing out selama satu minggu, kedua kelompok saling bertukar peran kelompok kontrol akan menjadi kelompok perlakuan dan sebaliknya. Hasil dari penelitian ini berdasarkan T-test yang dilakukan terhadap nilai rata-rata repetisi one minute sit up test setelah dilakukan pengukuran pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diperoleh nilai p < 0,05, yaitu 0,000. Pada perbandingan tersebut artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata repetisi one minute sit up test kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hal ini karena kafein yang terkandung dalam kopi robusta meningkatkan cyclic 3’5’ Adenosine Monophosphate (c-AMP) dengan menghambat phospodiesterase di otot dan sel lemak. c-AMP dikenal efektif dalam mengontrol metabolisme glikogen dan lipolisis perifer. Kafein menghambat aktivitas cyclic nucleotide phosphodiesterase yaitu enzim yang membantu pemecahan c-AMP. Hal ini menyebabkan peningkatan lipolisis dengan meningkatkan kadar c-AMP sehingga terjadi peningkatan asam lemak selama latihan dan menyebabkan efek penghematan glikogen pada latihan daya tahan otot jangka panjang

    PENGARUH KONSUMSI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP DAYA TAHAN OTOT BICEPS PADA LATIHAN BEBAN MENGGUNAKAN METODE BICEPS ARM CURL

    No full text
    Olahraga kebugaran otot dewasa ini merupakan olahraga yang marak dan terkenal di masyarakat. Otot sebagai salah satu komponen yang dapat menghasilkan gerakan dalam latihan beban membutuhkan komponen-komponen untuk menghasilkan performa yang tinggi. Performa otot yang tinggi tersebut ditentukan oleh kekuatan dan daya tahan otot. Daya tahan otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan kontraksi berulang selama waktu tertentu hingga mencapai kelelahan. Untuk mendukung performa dalam olahraga angkat beban, olahragawan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman suplemen seperti minuman berenergi. Namun dalam dunia latihan kebugaran saat ini, olahragawan sering mengonsumsi kopi sebagai pengganti minuman berenergi yang selain mudah didapat dan murah, juga berguna untuk meningkatkan performa latihan dan menghambat terjadinya kelelahan. Ada banyak varietas biji kopi, namun yang utama dalam budidaya kopi di berbagai negara hanya beberapa varietas yaitu kopi arabika, robusta, dan liberika. Arabika merupakan kopi tradisional dan dianggap paling enak rasanya, sedangkan robusta memiliki kafein yang lebih tinggi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsumsi kopi robusta (Coffea canephora) terhadap daya tahan otot biceps pada latihan beban menggunakan metode biceps arm curl. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan individu dan masyarakat untuk menggunakan kopi sebagai suplemen sebelum melakukan latihan beban untuk meningkatkan performa otot. Penelitian ini merupakan uji klinik (clinical trial) dengan metode quasi eksperimental. Uji klinik yaitu suatu bentuk penelitian dengan rancangan eksperimental terhadap manusia untuk membandingkan efek akibat intervensi antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah uji klinis rancangan silang (cross over design clinical trial). Pada rancangan ini setiap subjek studi diberlakukan sebagai eksperimen maupun sebagai kontrol. Pada penelitian ini dilakukan single blind study dimana peneliti mengetahui mana yang plasebo mana yang obat, tetapi subjek penelitian tidak mengetahuinya. Besar sampel dari penelitian ini adalah 30 mahasiswa Universitas Jember yang dibagi menjadi dua kelompok secara simple random sampling dengan metode undian yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dimana masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang. Kelompok kontrol diberi plasebo yaitu diberi segelas perisa kopi moka yang terdiri dari 20 ml perisa kopi moka dan 130 ml air, sedangkan kelompok perlakuan diberi segelas kopi robusta yang terdiri dari 4 gram kopi robusta dan 150 ml air. Setelah periode washing out selama satu minggu kedua kelompok saling bertukar peran, kelompok kontrol akan menjadi kelompok perlakuan dan sebaliknya. Data yang diperoleh berupa jumlah repetisi biceps arm curl yang berhasil dilakukan oleh sukarelawan hingga mencapai kelelahan. Rata-rata repetisi kelompok kontrol dan perlakuan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik uji T (Tpaired test). Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata repetisi pada kelompok yang tidak mengonsumsi kopi robusta adalah 13,8 ± 5,95; sedangkan rata-rata repetisi pada kelompok yang mengonsumsi kopi robusta adalah 16,5 ± 6,79. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata repetisi yang signifikan (analisis data menggunakan T-paired test dengan nilai p < 0,05) pada latihan beban dengan menggunakan metode biceps arm curl yang berhasil dilakukan oleh kelompok yang tidak mengonsumsi kopi robusta dengan kelompok yang mengonsumsi kopi robusta. Pada kelompok yang mengonsumsi kopi robusta memiliki nilai rata-rata repetisi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengonsumsi kopi robusta

    Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Pandangan Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Implikasinya Terhadap Pengembangan PAI Di Perguruan Tinggi Umum

    No full text
    This abstract contains aboutthe Islamic concept of science according to al-Attas that the biggest challenge facing Muslims isthe challenge of knowledge spread throughout the Islamic world by Western civilization.Islamization of knowledge means Islamizing or purifying Western product science which has been developed and used as a reference in the development discourseIslamic education system in order to obtain a "typical Islamic" science. Al-Attas defines science as a meaning that comes into the soul along with the coming of the soul to the meaning and producing the desire and will of self. Al-Attas defines the meaning of education as a process of planting something into human beings and then affirms that something that is implanted is a science, and the purpose in seeking this knowledge is contained in the concept of ta\u27dib.While the aim of Islamic education is to instill virtue in "human self" as an individual and as part of society. Islamic education is capable Ideally, Naquib wants to print a good human being universally (al-insan al-kamil). The implication in the development of Islamic education in PTU is that Islamic education is directed at producing quality human resources, quality in the intellectual field and the most fundamental are moral and religious values

    Strategi Pemasaran Lembaga Pendidikan untuk Meningkatkan Jumlah Peserta Didik di PG/TK Samarinda

    No full text
    Educational institutions authorized to manage education which used in this institutions, included manage learning methods, learning materials, student activities, and introduced to society. A while ago educational institutions as a produce education service only seen as seller’s market, prospective students compete to enroll in school without much competition with other institutions. The marketing strategy is needed in introducing educational institutions that is to inform effective and efisien to people about education services so people can attract to study in this institutions. This study aims to know the factors that influence marketing strategy in educational institutions and to know what the best marketing strategy to use in PG/TK Islam Bunayya Samarinda. This study use qualitative research methods with field research. The methods are indepth interview, observation and documentation. The data analysis used SWOT analysis. This study results are 1) implementation of marketing strategy that used by PG/TK Islam Bunayya Samarinda are direct and indirect methods, 2) internal factors consist of strengths are the teachers, services and communication, tution fee, and curriculum, then for the weaknesses are double work, education background of teachers, location, parking area. External factors consist of opportunities are muslim majority, expectation to study in the next study, cooperation with others institutions, alumnus supports, and people perceptions about Islam school, 3) marketing strategy that can be used in PG/TK Islam Bunayya Samarinda is stable growth strategy

    The Majelis youth : charisma and routinisation within an Islamic movement

    No full text
    The phenomenon of Majelis youth among Indonesian urban Muslims has emerged in the last three decades, starting in the late 1990s. They become followers of local charismatic leaders called Habibs, the descendants of the Prophet Muhammad. By conducting semi-structured interviews with 33 participants, this thesis focuses on the contribution of followers in the construction and routinisation of the charisma of Habib Munzir Al Musawa (1973–2013), the founding leader of the Majelis Rasulullah movement, Jakarta. By synthesising current perspectives on charisma, pioneered by Max Weber and later discussed mainly by New Religious Movements scholars, this study argues that the contribution of followers to constructing and maintaining charisma is based on obedience to both the original charisma and the successors. The findings suggest that the followers consider the charisma of Habib Munzir to be connected to the Prophet Muhammad by his blood, by his authority in Islamic knowledge (isnad) and by his mystical insight, but also by a connection to his charismatic guru (teacher) Habib Umar bin Hafidz. This leads followers to believe that Habib Munzir gains baraka (blessing) from Habib Umar by practising khidmah (devotion) to his guru. Emulating the practice of khidmah to gain the baraka of Habibs, followers have played significant roles in the construction and routinisation of the charisma of Habib Munzir. By fulfilling the necessary responsibilities of the charismatic community during the life of the origin charisma and as the office staff during the period of routinisation, close followers become the engine of charisma for this movement. This indicates that their crucial roles have changed from supporting a charismatic individual to institutionalising charisma and maintaining the movement. Meanwhile, aiming to maintain the movement, some ordinary followers took an agentic role in the communities during the routinisation period by reorganising the dispersed followers and recruiting new members. This role is possible because there is some free space: the changing situation of the relationship between followers and the next leaders during the period of routinisation allows community leaders to be creative by developing new agendas to pursue the needs of the group. Beyond the two groups, close followers in the centre and ordinary followers in the communities are individual lay followers. During the process of institutionalising charisma, these spread lay followers show their commitment to the Majelis movement by attending the large events of the Majelis

    Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Evaluasi Safety Instrumented System Berdasarkan Perhitungan RAMS+C Pada Oil Treating Plant PT. Saka Indonesia Pangkah Limited - Hazard And Operability Study (HAZOP) And Safety Instrumented System Evaluation Based On RAMS+C Measurement At Oil Treating Plant PT. Saka Indonesia Pangkah Limited

    No full text
    PT. SIPL merupakan salah satu perusahaan produksi minyak dan gas di indonesia. Oil treating plant merupakan serangkaian proses untuk menstabilkan crude oil agar sesuai spesifikasi konsumen. Untuk menjaga stabilisasi hasil produksi minyak, maka plant harus memiliki tingkat pengamanan yang baik serta analisis potensi bahaya yang akurat guna menghindari kegagalan operasi. Analisis potensi bahaya dilakukan dengan metode HAZOP. SIS digunakan untuk menerapkan satu atau lebih fungsi keselamatan oleh instrumentasi. Evaluasi SIS dilakukan dengan membandingkan nilai SIL dan LCC aktual dengan hasil rancangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa potensi bahaya pada plant adalah high risk dan moderate risk. Nilai SIL dan LCC aktual adalah SIL 0 dan USD 731922,59. Nilai SIL dan LCC rancangan adalah SIL 1 dan USD 559043,13. Terdapat perbedaan hasil antara aktual dan rancangan. Sehingga evaluasi SIS adalah pengurangan nilai failure rate dan jumlah instrumen final element pada beberapa loop pengendalian. Hal ini berdampak adanya peningkatan nilai SIL menjadi SIL 1 dan berkurangnya nilai LCC sebesar USD 172879,46. ======================================================================================================== PT. SIPL is one of the oil and gas production companies in Indonesia. Oil treating plant is a series of processes to stabilize crude oil to match the specifications of consumers. To maintain the stabilization of oil production, the plant must have a good level of safety and accurate potential hazard analysis to avoid operational failure. Hazard potential analysis is done by HAZOP method. SIS is used to apply one or more safety functions by instrumentation. SIS evaluation is done by comparing the actual SIL and LCC values with the design result. The results of the research found that the potential hazards in the plant is high risk and moderate risk. The actual SIL and LCC values are SIL 0 and USD 731922,59. SIL and LCC design values are SIL 1 and USD 559043,13. There is a difference between the actual results and the design. So the evaluation of SIS is the reduction of the value of the failure rate and the number of final element instruments in some control loop. This resulted in an increase in SIL value to SIL 1 and reduced LCC value of USD 172879,4
    corecore