1,720,971 research outputs found
PENGARUH KERUSAKAN SAND FILTER PADA REVERSE OSMOSIS TERHADAP PRODUKSI AIR TAWAR DI MV. TELFORD 25
ABSTRAKSI
Muhammad Ulul Azmi, 551811216651 T, 2022, “Pengaruh kerusakan sand filter
pada reverse osmosis terhadap produksi air tawar di MV. Telford 25”, skripsi
Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka S. T., M.T,
Pembimbing II: Capt. Eko Murdiyanto, Sp 1, M. Pd., M.Mar.
Reverse Osmosis plant adalah suatu permesinan bantu yang dioperasikan
untuk mengubah air laut menjadi air tawar dengan menggunakan prinsip tekanan.
Tujuan dari perawatan Reverse Osmosis adalah untuk. 1) Untuk mengetahui sebab
mengapa terjadi penurunan produksi air tawar, 2) Untuk mengetahui upaya apa saja
yang harus dilakukan untuk mengatasi penurunan produksi air tawar pada Reverse
Osmosis. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode Deskriptif
Kualitatif dengan teknik SHEL dan USG sebagai metode untuk menentukan
penyebab dan upaya untuk menanggulanginya.
Penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis disebabkan oleh rusaknya
filter pasir yang disebabkan oleh tertahanya pipa outlet filter karena banyaknya
endapan yang ada di filter pasir dikarenakan air laut yang kotor dan kurangnya
perawatan pada filter pasir.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan outlet filter pasir (prioritas 1),
Komunikasi yang buruk (prioritas 2), Air laut kotor (prioritas 3), Kurang
berjalannya planned maintenance sistem (PMS) diatas kapal khusnya pada reverse
osmosis (prioritas 4). Saran untuk menunjang kelancaran operasional kapal adalah
Meningkatkan kesadaran para crew akan pentingnya melaksanakan pembersihan
dan perawatan komponen Reverse Osmosis secara berkala. Dan Sebaiknya
perusahaan segera melengkapi dan mencarikan manual book yang sesuai dengan
permesinan yang ada di kapal agar seluruh crew tidak mengalami kesulitan dalam
melaksankan perawatan permesinan
PENGARUH GIRO WADIAH DAN GIRO MUDHARABAH TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH YANG TERDAFTAR DI BEI
Skripsi dengan judul “Pengaruh Giro Wadiah dan Giro Mudharabah Terhadap Profitabilitas Bank Syariah yang Terdaftar di BEI” ini ditulis oleh Muhammad Ulul ‘Azmi. NIM. 12401183266, pembimbing Dr. Syafrudin Arif Marah Manunggal, M.S.I.
Profitabilitas sebuah perusahaan akan menggambarkan tingkat efektifitas kinerja keuangan bank, menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Pengukuran rasio ini penting dilaksanakan untuk mengetahui stabilitas keuangan suatu perusahaan. Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan menggunakan Return on Asset (ROA). Semakin besar nilai ROA suatu bank maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut, dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan aset. Profitabilitas atau keuntungan merupakan tujuan semua jenis usaha atau perusahaan, termasuk dalam kegiatan perbankan. Kajian dalam penelitian ini penting dilaksanakan untuk mengetahui kondisi terbaru kinerja keuangan Bank Syariah yang terdaftar di BEI, mengenai pengaruh Giro Wadiah dan Giro Mudharabah terhadap Profitabilitas Bank Syariah yang terdaftar di BEI.
Pendekatan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif, dengan jenis penelitian
asosiatif. Sumber data yang akan diolah atau diuji dalam penelitian adalah dari
laporan keuangan triwulan Bank Syariah yang terdaftar di BEI periode 2018 2020. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non probability sampling. Dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 48 sampel. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi.
Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel giro wadiah (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank syariah yang terdaftar di BEI dan juga menunjukkan bahwa variabel giro mudharabah (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank syariah yang terdaftar di BEI. Akan tetapi melalui uji f atau uji simultan menunjukkan bahwa secara bersama-sama giro wadiah dan giro mudharabah memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank syariah yang terdaftar di BEI. Mengacu dari hasil pengujian tersebut maka dalam peningkatan profitabilitas Bank Syariah tidak hanya bertumpu pada satu produk perbankan saja, namun memaksimalkan berbagai produk pembiayaan yang ada di Bank Syariah. Dengan tujuan akhir dapat menambah atau menjaga rasio profitabilitas perusahaan.
Kata Kunci : Giro Wadiah, Giro Mudharabah, Profitabilita
MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN SAND FILTER PADA REVERSE OSMOSIS TERHADAP PRODUKSI AIR TAWAR DI MV. TELFORD 25
Abstrak - Reverse Osmosis plant adalah suatu
permesinan bantu yang dioperasikan untuk mengubah air
laut menjadi air tawar dengan menggunakan prinsip tekanan.
Tujuan dari perawatan Reverse Osmosis adalah untuk. 1)
Untuk mengetahui sebab mengapa terjadi penurunan
produksi air tawar, 2) Untuk mengetahui upaya apa saja yang
harus dilakukan untuk mengatasi penurunan produksi air
tawar pada Reverse Osmosis. Metode yang digunakan dalam
skripsi ini adalah metode Deskriptif Kualitatif dengan teknik
SHEL dan USG sebagai metode untuk menentukan penyebab
dan upaya untuk menanggulanginya.
Penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis
disebabkan oleh rusaknya filter pasir yang disebabkan oleh
tertahanya pipa outlet filter karena banyaknya endapan yang
ada di filter pasir dikarenakan air laut yang kotor dan
kurangnya perawatan pada filter pasir.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan outlet filter pasir
(prioritas 1), Komunikasi yang buruk (prioritas 2), Air laut
kotor (prioritas 3), Kurang berjalannya planned maintenance
sistem (PMS) diatas kapal khusnya pada reverse osmosis
(prioritas 4). Saran untuk menunjang kelancaran operasional
kapal adalah Meningkatkan kesadaran para crew akan
pentingnya melaksanakan pembersihan dan perawatan
komponen Reverse Osmosis secara berkala. Dan Sebaiknya
perusahaan segera melengkapi dan mencarikan manual book
yang sesuai dengan permesinan yang ada di kapal agar
seluruh crew tidak mengalami kesulitan dalam melaksankan
perawatan permesinan
Eksistensi dan pengujian ketetapan majelis permusyawaratan rakyat Republik Indonesia dalam hierarki peraturan perundang-undangan: pasca UU No.12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan
Pokok permasalahan dalam penelitian adalah mengenai eksistensi Ketetapan MPR dalam hierarki peraturan perundang-undangan dengan di masukkannya kembali Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hierarki peraturan perundangundangan Indonesia yang kedudukannya berada di atas Undang-Undang dan dibawah Undang-Undang Dasar, sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Perundang-undangan menimbulkan berbagai permasalahan hukum baru salah satunya adalah tentang pengujian Ketetapan MPR/S apabila diduga bertentangan dengan Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945. Belum adanya pengaturan mengenai lembaga yang secara yuridis berwenang terhadap pengujian Ketetapan MPR/S tersebut menimbulkan kekosongan hukum dan ketidakpastian hukum. Keberadaan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga negara yang berfungsi menangani perkara tertentu di bidang ketatanegaraan, kususnya dalam rangka menjaga konstitusi agar dilaksanakan secara bertanggung jawab sesuai dengan kehendak rakyat dan cita-cita demokrasi dapat menjadi pilihan sebagai lembaga yang berwenang menguji konstitusionalitas Ketetapan MPR apabila diduga bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
