7 research outputs found
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Sikap Responsif Anak
Sikap responsif seorang anak terhadap ibunya merupakan salah satu sikap yang akan terbentuk melalui pola pengasuhan. Pola asuh tidak terlepas dari karakterstik dalam diri orang tua, terlebih ibu. Karakteristik tersebut memberi warna dalam pola asuh yang diterapkan pada anak. Berdasarkan hal tersebut, studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara karakteristik ibu dengan sikap responsif pada anak. Studi ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode online survey dan wawancara yang disertai observasi. Subjek studi sebanyak 88 responden. Sikap responsif anak dilihat dari reaksi yang kuat selama berinteraksi dengan ibu maupun bertutur atau berceloteh dengan ibu atau pengasuh. Sebagian besar responden berusia 18-35 tahun (64,8%), memiliki pendidikan yang rendah dan menengah (85,2%), dan tidak bekerja (84,1%). Hasil uji chi square dan regresi logistik sederhana menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik antara status pekerjaan ibu dengan sikap responsif anak, dimana anak dari ibu yang bekerja memiliki kemungkinan lebih besar untuk bersikap responsif, baik dilihat dari reaksi yang kuat selama interaksi (OR=3,9; 95% CI=0,998-15,013; p<0,05) maupun bertutur kata dalam 5 detik setelah perkataan ibu (OR=3,5; 95% CI=0,995-12,081; p<0,05). Pada penelitian ini, tidak terbukti adanya hubungan antara usia ibu (p=0.803) dan pendidikan ibu (p=0.066) dengan sikap responsif anak. Dari hasil studi ini, disarankan bagi ibu yang bekerja untuk mengatur waktu supaya tetap kondusif dalam mengasuh anak karena status ibu bekerja mempengaruhi sikap responsif anak
PENINGKATAN KAPASITAS MAHASISWA DALAM BIDANG AI DAN KEAMANAN SIBER UNTUK MENCEGAH ANCAMAN DI DUNIA DIGITAL
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa di bidang kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber melalui pelatihan dan workshop yang dirancang berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 55 Tahun 2015. Program ini menyasar mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dari mitra, yang masih memiliki keterbatasan dalam pengetahuan serta keterampilan praktis terkait ancaman digital. Metode pelaksanaan menggabungkan pelatihan langsung, pembelajaran berbasis proyek, dan e-learning mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pre-test dan post-test peserta, penyelesaian proyek mini berbasis unit kompetensi, serta kepuasan tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan. Selain dampak langsung, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komunitas belajar keamanan siber di kampus mitra dan peningkatan kesadaran digital peserta. Kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan pemahaman awal diatasi melalui pendekatan bertahap dan alternatif media pembelajaran. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan keamanan digital dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut secara berkelanjutan
PREDIKSI HARGA CRYPTOCURRENCY DENGAN METODE LINIER REGRESI
Cryptocurrency merupakan mata uang digital yang saat ini sedang naik daun. Namun, harga cryptocurrency sangat fluktuatif dan sulit diprediksi. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode yang dapat memprediksi harga cryptocurrency dengan akurat. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode linier regresi. Dalam penelitian ini akan di lihat prediksi harga Cryptocurenncy dengan menggunakan metode linear regresi. Metode linier regresi merupakan metode yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel dependen (variabel yang ingin diprediksi) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel yang digunakan untuk memprediksi). Dalam kasus ini, harga cryptocurrency akan menjadi variabel dependen yang akan diprediksi, sedangkan variabel independen yang akan digunakan adalah harga cryptocurrency pada periode sebelumnya, volume transaksi, dan indeks harga pasar (market cap). Dalam penelitian ini dilakukan pengaplikasikian metode linier regresi, pertama-tama dilakukan pengumpulan data harga cryptocurrency, volume transaksi, dan indeks harga pasar selama beberapa periode. Kemudian, data tersebut diolah dengan menggunakan software statistik seperti SPSS atau Excel. Hasilnya adalah model linier regresi yang dapat digunakan untuk memprediksi harga cryptocurrency pada periode selanjutnya. Hasil dari penelitian ini adalah model linier regresi yang dapat memprediksi harga cryptocurrency dengan akurasi sebesar 91,46%. Dengan demikian, metode linier regresi dapat digunakan sebagai alternatif untuk memprediksi harga cryptocurrency
Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Saos Cili Di MARDI Negeri Melaka
Kewirausahaan merupakan salah satu solusi strategis dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Negeri Melaka, Malaysia, terdapat potensi besar dalam industri makanan khususnya saus cili, yang memiliki permintaan tinggi di kalangan masyarakat lokal. Artikel ini membahas pelaksanaan program pelatihan kewirausahaan pembuatan saus cili yang diadakan oleh Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) Negeri Melaka. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam memproduksi saus cili sebagai produk wirausaha. Metodologi yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ABCD yang meliputi tahap Asessment (penilaian kebutuhan peserta), Building (pembangunan keterampilan), Carrying Out (pelaksanaan langsung), dan Demonstration (demonstrasi hasil). Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berhasil mengembangkan keterampilan teknis dalam proses pembuatan saus cili dan memiliki pengetahuan mengenai strategi pemasaran produk. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam membangun keterampilan wirausah
Perlindungan Hukum terhadap Modal Simpanan Anggota Koperasi
Tulisan ini mengkaji perlindungan hukum terhadap simpanan anggota koperasi. Sebagai badan hukum, koperasi memgang peran penting dalam perekonomian dengan menyediakan layanan keunagan bagi anggotanya. Namun tetapi seringkali perlindungan simpanan para anggota koperasi tidak memadai. Sehingga menimbulkan resiko serta sengketa. Tulisan ini mengukapkan bahwa sekalipun terdapat perlindungan hukum, perlindungan ini tidak sepenuhnya menjamin keamanan serta kepastian simpanan anggota. Sealin itu tantangan seperti tidak pahamnya akan hak hak diantara anggota turut menyebabkan terjadinya sengketa diantara anggota.oleh karena itu memperkuat perlindungan ini sangat penting tidak hanya bertujuan untuk melindungi investasi setiap anggota namun juga bertujuan untukmeningkatkan kepercayaan pada lembag koperasi sebagai bentuk yang Kembali dapat diandalakan dalam perekonomian di Indonesia
PENGEMBANGAN MEDIA (HISLINE) HISTORY TIMELINE BERBASIS MOBILE LEARNING MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG
PENGEMBANGAN MEDIA (HISLINE) HISTORY TIMELINE BERBASIS MOBILE LEARNING MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNGMei Eka Anggraini Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang 65145Email: [email protected] Abstrak: Tujuan dari pengembangan dan penelitian ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis mobile learning dalam bentuk aplikasi berupa timeline dengan materi pergerakan nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran history timeline berbasis mobile learning dari Sugiyono. Berdasarkan hasil validasi ahli media dan ahli materi diperoleh hasil persentase dari ahli materi 90% dan ahli media 90%. Dari uji coba produk di kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, kelompok kecil diperoleh persentase 95,8%. Sedangkan uji coba kelompok besar diperoleh persentase 93,15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media (hisline) history timeline berbasis mobile learning materi pergerakan nasional ini layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah di dalam maupun diluar kelas. Kata Kunci: media pembelajaran, history timeline, mobile learning, pergerakan nasional.Abstract: The purpose of this research and development is to create an application mobile-based learning media product with the topic of Indonesia national movement. Method used in this research and development of mobile-based history timeline learning media is taken from Sugiyono. Result obtained from material expert validation is 90% and media expert validation is also 90%. From the test done in SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, small group obtained percentage of 95.8%, while large group obtained percentage of 93.15%. Therefore it can be concluded that mobile-based hisline (history timeline) learning media: Indonesia national movement is valid to be used as learning media in and outside classes. Keywords: learning media, history timeline, mobile learning, and national movement.Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dengan pendidikan, manusia mampu mempersiapkan suatu aktivitas untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Hasil pendidikan dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kehidupan manusia, sehingga manusia menjadi lebih bermartabat (Soemanto, 2006:165). Melalui pendidikan berbagai aspek kehidupan dapat dikembangkan melalui proses belajar dan pembelajaran. Pendidikan di sekolah akan dinilai baik ketika dapat dilihat dari proses pembelajaranya. Dalam proses pembelajaran diharapkan supaya tercapainya indikator belajar yang menyeluruh. Untuk tercapainya indikator secara menyeluruh, dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran oleh para guru (Gafur, 2012:107). Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menyiapkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Seorang guru supaya mampu memilih media pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas, sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara maksimal. Dalam penggunaan media pembelajaran, guru supaya bisa menarik perhatian siswa sehingga siswa bisa menerima pembelajaran dengan baik. Menurut Sudjana & Rivai (2010:2) media pembelajaran dapat mempertinggi proses pembelajaran siswa, yang kemudian dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti pada tanggal 1 Agustus 2018, diperoleh gambaran bahwa guru matapelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu masih menggunakan pendekatan ekspositori dengan metode ceramah. Observasi ini dilakukan di kelas X TEI 2 dan X TIT 3 dengan guru pengampu matapelajaran sejarah yaitu Ibu Nita Ismawati, S.Pd. Pada observasi ini peneliti mengamati pembelajaran dengan melihat media apa saja yang pernah digunakan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi ini diketahui bahwa guru tidak menggunakan media apapun. Dalam penyampaian materi Ibu Nita Ismawati, S.Pd hanya memanfaatkan papan tulis dan LKS. Namun pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS secara terus-menerus memiliki dampak dan kekurangan yaitu banyak dari siswa yang merasa bosan dan kurang menarik perhatian siswa. Hal inilah yang menyebabkan sebagian siswa kurang antusias bahkan mengobrol dan ramai ketika pembelajaran sejarah sedang berjalan. Pemanfaatan atau penggunaan media pembelajaran sebagai alat komunikasi untuk memotivasi belajar siswa, serta memperjelas informasi pengajaran dengan memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting dan memberikan variasi dalam mengajar agar kemauan siswa dalam menerima materi pelajaran dapat terserap dengan baik. Permasalah diatas dapat diatasi dengan penggunaan media yang tepat. Media pembelajaran dapat membantu siswa lebih bersemangat dalam menerima materi pelajaran. Selain itu penggunaan media yang tepat dapat memperjelas pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, peneliti bekerja sama dengan guru untuk melakukan tindakan dalam mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk timeline. Penggunaan media timeline diharapakn dapat menimbulkan daya tarik sehingga dapat memotivasi siswa untuk senang belajar dan untuk memberikan hasil pembelajaran yang lebih baik. Media timeline ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada siswa untuk memperjelas konsep-konsep abstrak serta mempertinggi daya serap belajar sehingga diharapkan materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa. Pengembangan media timeline ini menggunakan program Appy Pie dengan alasan program ini memiliki fitur-fitur yang menarik. Pengembangan ini berupa media pembelajaran timeline dalam bentuk aplikasi yang bisa digunakan di smarthphone atau yang biasa disebut dengan mobile learning. Mobile learning atau m-learning adalah model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan konsep pembelajaran menggunakan m-learning memiliki manfaat yaitu ketersediaan materi ajar yang dapat diakses setiap saat dimana saja dan kapan saja (Ally, 2009:10). Media pembelajaran sejarah berupa History Timeline ini dikembangkan untuk mempermudah pembelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu. Pengembangan media ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk membantu proses pembelajaran sejarah di kelas. Alasan pengembangan media (Hisline) History Timeline berbasis mobile learning adalah daya tarik yang disampaikan, sehingga akan memudahkan pemahaman siswa dalam belajar sejarah. Pengembangan media pembelajaran ini diperuntukkan bagi siswa kelas X SMK dengan materi Pergerakan Nasional sesuai dengan K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan media History Timeline berbasis mobile learning pada matapelajaran sejarah dan untuk mengetahui bagaimana media History Timeline berbasis mobile learning dalam pembelajaran sejarah materi Pergerakan Nasional kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Manfaat yang dapat diperoleh dari pengembangan media History Timeline berbasis mobile learning ini bagi siswa adalah dapat memperoleh hasil belajar yang baik dengan menggunakan media ini, selain itu diharapkan dapat meningkatkan daya Tarik dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi. Sedangkan bagi guru penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran sejarah. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan profesionalitas guru sejarah dalam memperkaya pengetahuan dan inovasi dalam proses pembelajaran sejarah di kelas, terlebih lagi dalam penggunaan media History Timeline berbasis mobile learning pada matapelajaran sejarah. METODEPenelitian ini menggunakan model penelitian menurut Sugiyono. Menurut Sugiyono (2015:407) metode penelitian dan pengembangan atau research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode penelitian dan pengembangan adalah cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan model pengembangan ini meliputi(1) potensi dan masalah,(2) pengumpulan data,(3) desain produk,(4) validasi desain,(5) uji coba pemakaian,(6) revisi produk,(7) uji coba produk,(8) revisi desain,(9) revisi produk, dan(10) produk massal.Penelitian ini menerapkan 9 tahap tanpa menggunakan produk massal. Uji coba produk pengembangan dilakukan kepada ahli materi, ahli media, dan siswa. Setelah diujikan lalu dilakukan revisi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan karakteristik siswa sebagai pengguna media. Wawancara dilakukan kepada guru pengampu matapelajaran Sejarah dan siswa. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket untuk penyempurnaan media pembelajaran. Angket terdiri dari data verbal dan data numerik. Angket berisi pernyataan tentang aspek-aspek yang berada dalam media pembelajaran Hisline. Setelah tahap uji coba produk berhasil dilakukan selanjutnya yaitu tahapan uji coba pemakaian. Tahapan uji coba dilakukan ketika tahap uji coba peoduk berhasil, baik dengan adanya revisi ataupun tidak. Uji coba pemakian “Media Pembelajaran (Hisline) History Timeline Berbasis Mobile Learning Materi Pergerakan Nasional” dilakukan pada lingkup yang lebih kecil atau kelompok kecil dan lingkup yang lebih luas atau kelompok besar. Tujuan uji coba pemakaian ini untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap produk melalui instrumen berupa angket. Adapun pengujian dalam kelompok kecil cukup menggunakan instrumen berupa angket sedangkan untuk pengujian pada kelompok besar ini dilakukan dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning dengan menggunakan pre test dan post test. Adapun model penelitian dan pengembangan ini berpedoman dari Sugiono, yaitu sebagai berikut:x(Sugiono, 2014:303)Keterangan:O1 = Nilai pret-estO2 = Nilai post-testX = PerbandinganPenilaian ini digunakan dengan membandingkan hasil tes O1 dan O2. Apabila O2 bernilai lebih besar dari pada O1, maka media pembelajaran tersebut efektif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab kemudian diisi dengan lengkap dikembalikan kepada peneliti. Instumen angket berupa lembar angket validasi yang diberikan kepada validator ahli materi, validator ahli media serta diberikan kepada siswa. Angket yang digunakan terdiri dari penilaian berupa pernyataan, kritik dan saran mengenai produk yang dikembangkan. Penilaian tersebut dianalisis melalui kriteria dan skor perhitungan sebagai berikut: Tabel 1. Skor Perhitungan Angket Kriteria Kode Skor Jika sangat setuju SS 5 Jika setuju ST 4 Jika ragu-ragu RG 3 Jika tidak setuju TS 2 Jika sangat tidak setuju STS 1 Sumber: Sugiyono (2016:166) Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui validitas produk pengembangan yaitu metode kuesioner atau angket. Dalam penelitian ini kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memberi tanda (√) pada kolom yang telah disediakan. Pengumpulan data dari tes berupa pemberian soal pre test dan post test kepada peserta didik bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan produk media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning Soal pre test terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan soal post test yang terdiri dari 10 pilihan ganda dan 5 soal essay atau uraian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah teknik analisis data secara kualitatif dan teknik analisis data secara kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data verbal berupa catatan, komentar, kritik dan saran dari ahli materi dan media, O1 O2 menyeleksi data verbal dan menganalisis data dan merumuskan kesimpulan analisis sebagai dasar revisi. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan skor yang didapat dari angket validasi ahli materi dan ahli media serta angket dari peserta didik. Adapun rumus yang digunakan dalam teknik analisis data kuantitatif dalam produk media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning menurut Arikunto (2004:19) dalam mengolah data angket dibagi menjadi dua, mengolah data per item dan mengolah data secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut.a. Rumus mengolah data per itemKeterangan:P : PresentaseX : Jawaban dalam 1 itemX1 : Jawaban ideal dalam 1 item100% : Konstantab. Rumus mengolah data keseluruhanKeterangan:P : PresentaseX : Jawaban keseluruhanX1 : Jawaban keseluruhan skor dalam satu item 100% : KonstantaSetelah dihitung hasil validasinya, selanjutnya adalah meilihat kriteria tingkat validitas produk dengan suatu strandar kriteria yang telah dibuat. Adapun tabel kriterian dalam menentukan tingkat validitas produk dengan bepedoman pada kriteria yang dibuat Arikunto (2004:19) adalah sebagai berikut: Tabel 2 Kriteria Kelayakan Media Pembelajaran Rentangan Tingkat Persentase Kriteria Keterangan81% -100% Valid Tidak Revisi61% - 80 % Cukup Valid Tidak Revisi41% - 60% Kurang Valid Revisi≤ 40% Tidak Valid Revisi(Sumber: Arikunto, 2004:19)Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat diperoleh keterangan bahwa produk dinyatakan valid dan tidak memerlukan revisi apabila nilai validasi ≥ 61%, sedangkan apabila nilai validasi ≤61% maka produk memerlukan revisi sebelum digunakan dalam pembelajaran. Hasil tes digunakan untuk menganalisis efektivitas produk, yaitu mengenai hasil pre test dan post test dari materi pergerakan nasional pada saat sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning. Adapun cara menghitungnya, peneliti menghitung hasil rata-rata dari pre test dan post test kemudian menghitung selisihnya. HASILPenyajian Data Uji CobaPenyajian data hasil uji coba produk ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penyajian data hasil uji coba ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Hasil uji coba ahli diperoleh dari ahli validasi materi dan validasi media. Kemudian hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh dari siswa kelas X SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Media yang dikembangkan adalah media hisline berbasis mobile learning dengan materi K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, politik, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda. Materi pokok yang dikemas adalah lahirnya pergerakan nasional di Indonesia. Untuk mengembangkan produk hisline sebagai media pembelajaran ini subjek uji coba adalah siswa SMK Negeri 3 Boyolangu kelas X TEI 2 sebagai kelompok kecil dan X TIT 3 sebagai kelompok besar dengan alokasi waktu 3x45 menit. Uji coba yang dilakukan oleh peneliti adalah menyebar angket kepada siswa tentang keefektififan penggunaan produk media pembelajaran, menyebar soal pre test dan post test untuk mengukur hasil belajar siswa. Data yang disajikan adalah hasil data angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket uji coba kelompok kecil, angket uji coba kelompok besar, hasil nilai pre test dan post test. Adapun data yang disajikan sebagai berikut: Tabel 3 Data Hasil Uji Validasi Materi (Sumber: Hasil Validasi Ahli Materi, 2018) No Indikator Penilaian X Xi % Kriteria Kelayakan1. Materi relevan dengan kompetensi dasar (KD) 4 5 80% Cukup Valid2. Isi materi mencakup pengetahuan yang diperlukan siswa 5 5 100% Valid3. Penyajian materi dalam media pembelajaran cukup jelas 4 5 80% Cukup Valid4. Susunan materi disajikan secara sistematis dan urut 5 5 100% Valid5. Materi sesuai dengan tingkatan siswa 4 5 80% Cukup Valid6. Teknis penulisan kalimat pada materi mudah dipahami 5 5 100% Valid7. Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa 5 5 100% Valid8. Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang komunikatif 5 5 100% Valid9. Gambar yang disajikan relevan dengan materi 4 5 80% Cukup Valid10. Gambar yang disajikan memiliki kebermanfaatan dalam menambah pengetahuan siswa 4 5 80% Cukup Valid Jumlah 45 50 90% Valid Tabel 4 Data Hasil Uji Validasi Media (Sumber: Hasil Validasi Ahli Media, 2018) Tabel 5 Data Hasil Uji Coba Produk Kelompok Kecil No Indikator Penilaian X Xi %1. Saya dapat memahami petunjuk dalam menggunakan media pembelajaran Hisline 49 50 98%2. Saya mudah memahami bahasa yang ada pada media pembelajaran 49 50 98%3. Saya suka desain dalam media pembelajaran Hisline 44 50 88%4. Saya merasa media ini membantu dalam memperoleh informasi tentang Pergerakan Nasional Indonesia 50 50 100%5. Saya dapat menggunakan media pembelajaran ini untuk belajar secara mandiri 50 50 100%6. Saya merasa mudah dalam pengoperasian Hisline sebagai media pembelajaran 50 50 100%7. Saya dapat memahami isi materi yang ada dalam media pembelajaran 47 50 94%8. Saya merasa jelas dengan tampilan gambar yang disajikan 47 50 94%9. Saya suka dengan font yang digunakan dalam media pembelajaran Hisline 45 50 90%10. Hisline memberikan motivasi bagi saya untuk lebih tertarik belajar Sejarah Indonesia 48 50 96%Jumlah 479 500 95,8% (Sumber: Hasil Uji Coba Produk Kelompok Kecil, 2019) No Indikator Penilaian X Xi % Kriteria Kelayakan1. Media pembelajaran Hisline menarik dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah 4 5 80% Cukup Valid2. Petunjuk penggunaan dalam media pembelajaran jelas dan mudah untuk dipahami 5 5 100% Valid3. Jenis dan ukuran font pada media pembelajaran sudah baik dan jelas 4 5 80% Cukup Valid4. Pengoperasian media pembelajaran Hisline tidak terjadi error 4 5 80% Cukup Valid5. Button menu dalam media pembelajaran tidak ada yang bermasalah 5 5 100% Valid6. Konsep penyajian gambar dalam media pembelajaran mudah dipahami 5 5 100% Valid7. Media pembelajaran Hisline memiliki variasi warna dalam desain tampilan 4 5 80% Cukup Valid8. Media pembelajaran dapat digunakan untuk belajar secara mandiri 5 5 100% Valid9. Media pembelajaran Hisline yang ditampilkan memiliki kebermanfaatan dalam menambah pengetahuan siswa 4 5 80% Cukup Valid10. Tampilan media pembelajaran Hisline menarik secara keseluruhan 5 5 100% Valid Jumlah 45 50 90% ValidTabel 6 Data Hasil Uji Coba Produk Kelompok Besar No Indikator Penilaian X Xi %1. Saya dapat memahami petunjuk dalam menggunakan media pembelajaran Hisline 157 165 95,15%2. Saya mudah memahami bahasa yang ada pada media pembelajaran 158 165 95,75%3. Saya suka desain dalam media pembelajaran Hisline 149 165 90.30%4. Saya merasa media ini membantu dalam memperoleh informasi tentang Pergerakan Nasional Indonesia 157 165 95,15%5. Saya dapat menggunakan media pembelajaran ini untuk belajar secara mandiri 159 165 96,36%6. Saya merasa mudah dalam pengoperasian Hisline sebagai media pembelajaran 149 165 90.30%7. Saya dapat memahami isi materi yang ada dalam media pembelajaran 156 165 94,54%8. Saya merasa jelas dengan tampilan gambar yang disajikan 153 165 92,72%9. Saya suka dengan font yang digunakan dalam media pembelajaran Hisline 149 165 90.30%10. Hisline memberikan motivasi bagi saya untuk lebih tertarik belajar Sejarah Indonesia 150 165 90,90% Jumlah 1537 1650 93,15% (Sumber: Hasil Uji Coba Produk Kelompok Besar, 2019) Tabel 7 Data Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Kecil No Nama Siswa Nilai Aspek X Xi % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101. Muhammad Chusnul 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 47 50 94%2. Muhammad Khoirul 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%3. Muhammad Fadhil 5 4 3 5 5 5 4 5 3 3 42 50 84%4. Fuad Yusuf Efendi 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 47 50 94%5. Jarot Tri Atmaja 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 49 50 98%6. Hafiz Yohan Rifa’i 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 46 50 92%7. Irhamsyah Maulana 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%8. Joko Prasetyo 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%9. Muhammad Jevry 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%10. Muhamad Ainun 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 48 50 96%Jumlah 479 500 958% Rata-rata 95,8 (Sumber: Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Kecil, 2019) Tabel 8 Data Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Besar No Nama Siswa Nilai Aspek X Xi % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101. Muhammad Arjun 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 45 50 90%2. Muhammad Hisyam 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 47 50 94%3. Muhammad K. 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 43 50 86%4. Muhammad Rivaldo 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%5. Muhammad Rizky 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 50 80%6. Muhammad Zakin 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 49 50 98%7. Muhammad Zamzami 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 48 50 96%8. Najwa Tanya Nurul 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 47 50 94%9. Nur Wahyudhi 5 5 4 5 4 4 5 4 4 4 44 50 88%10. Nydia Nathasya 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 45 50 90%11. Pipo Kandaka 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%12. Pratama Fadhil 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%13. Raden Deny Abdul 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%14. Rahul Agus Setyawan 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 47 50 94%15. Ricotryno Denta 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%16. Ridho Dirgantara 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 45 50 90%17. Riko Hermawan 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4 46 50 92%18. Risky Ramadani 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%19. Rizdatul Qomariyah 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%20. Rizki Dwi Kurniawan 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%21. Rizky Arsya Ananda 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 44 50 88%22. Ruhan Restu Gusti 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%23. Ryan Reynald Wijaya 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 50 80%24. Satria Afif Fahmi 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 46 50 92%25. Satriya Dewantoro 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%26. Shafa`Ul Janan 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%27. Soni De
