1,721,037 research outputs found
Bimbingan spiritual kiai Muhammad Mahbub Zaki di masyarakat perumahan Graha Pesona Jatisari (analisis metode dakwah)
Dewasa ini pemahaman tentang ilmu agama sangat mudah dijangkau oleh semua aspek, namun hanya beberapa golongan saja yang dapat mehamami dengan benar makna yang terkandung di dalamnya, dan tanpa panduan seorang guru suatu ilmu yang dikaji bisa jadi dapat menjerumuskan orang yang mengkajinya ke jalan yang salah, karenanya umat manusia betul-betul mebutuhkan orang-orang yang dapat memberikan pemahaman kepada mereka tentang agama mereka, membimbing mereka ke jalan yang kokoh dan benar dengan mengajak mereka kepada pemahaman tauhid. Banyak faktor yang menjadi penyebab berhasil atau tidaknya seorang dai dalam mempengaruhi mad’u, tidak di pungkiri seorang dai tetap memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan dakwah yang dilakukanya. Kemasan dakwah yang menarik, pola pikir masyarakat awalnya acuh terhadap agama dan seorang dai, namun setelah melihat paket dakwah yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi menarik, yang ditawarkan berhasil menjadi stimuli yang mampu menggelitik persepsi masyarakat, dan pada akhirnya mereka merespon secara positif.
Diketahui banyak masyarakat perumahan Jatisari yang masih awam atau belum paham akan pengetahuan agama dan kondisi masyarakat yang haus akan ilmu agama. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat sangat mudah terbuka oleh siapapun dai yang datang untuk berdakwah tanpa mengetahui latar belakangnya. Jika dai tersebut tidak bisa memahamkan secara gambling ilmu yang telah diajarkannya bisa berdampak buruk pada pemahaman masyarakat, karena masyarakatakan dengan mudah memiliki asumsi sendiri terkait ilmu yang telah disampaikan, alih-alih memberi pemahaman yang benar justru akan membawa masyarakat kepada pemahaman yang sesat, disinilah Kiai Muhammad Mahbub Zaki untuk melakukan dakwah. Dakwah yang dilakukan beliau dengan menggunakan metode ceramah dan perkataan yang lemah lembut, sopan santun, dan rendah hati. Sehingga mengakibatkan banyak jamaah yang suka mengikuti pengajian Jamaah Istiqomah yang di pimpin oleh Kiai Muhammad Mahbub Zaki..
Rumusan masalah dalam peelitia ini adalah: (1) Bagaimana Bimbingan Spiritual Kiai Mahbub Zaky di Masyarakat Perumahan Graha Pesona Jatisari dan (2) Bagaimana Analisis Metode Dakwah terhadap Bimbingan Spiritual Kiai Mahbub Zaky di Perumahan Graha Pesona Jatisari. Untuk menjawab rumusa masalah diatas penulis menggunakan penelitia kualitatif deskriptif. Sedangkan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Dalam hal ini sumber data primer diperoleh dari wawancara kepada masyarakat Perumahan Jatisari. Adapun sumber data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, penelitian sebelumnya, hasil survey, dan dokumentasi. Untuk metode pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitia ini meunjukan bahwa: (1) Analisis bimbingan spiritual Kiai Muhammad Mahbub Zaky di masyarakat Perumahan Graha Pesona Jatisari adalah sebagai fungsi penyaluran dan bimbingan religiusitas, fungsi ini menyangkut bantuan kepada jamaah dalam memilih sesuatu yang sesuai dengan keinginannya baik masalah pendidikan maupun pekerjaan sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Tujuan bimbingan spiritual yang telah dilakukan adalah agar seseorang atau Jamaah Istiqomah mempunyai suatu pilihan dalam menentukan keputusan dalam menangani permasalahan di dalam hidupnnya. Untuk menghasilkan suatu perubahan, perbaikan, dan kecerdasan spiritual dan potensi Ilahiah. (2) Analisis metode dakwah terhadap bimbingan spiritual Kiai Mahbub Zaky di Perumahan Graha Pesona Jatisari, yaitu : (a) Metode mauidhoh hasanah, yaitu biasa digunakan dalam kegiatan kajian keagamaan, ceramah, wawancara terkait persoalan klien, member wejangan-wejangan terhadap jamaah dan lainnya secara face to face. (b) Metode bil hikmah, Metode ini biasa digunakan untuk menghadapi orang-orang, maupun permasalahan yang diadukan dengan cara yang arif dan adil. (3) Metode bil mujadalah, dalam hal ini adanya diskusi jamaah istiqomah untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi dengan cara diskusi yang mengarahkan dan membimbing
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Sommaire
Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Pauty Edmond. Sommaire. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 175
Sommaire
Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Pauty Edmond. Sommaire. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 175
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAI SISWA SMA TUNA RUNGU DISEKOLAH LUAR BIASA B (SLB B) NGUDI HAYU SRENGAT BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pelaksanaan Pembelajaran PAI Siswa SMA Tunarungu
di Sekolah Luar Biasa B (SLB B) Ngudi Hayu Srengat Blitar” ini ditulis oleh
Muhammad Mahbub, NIM.17201153313, Pembimbing Nuryani, S.Ag, M.Pd.I
Kata Kunci : Pendidikan Agama Islam, Anak Tunarungu
Setiap anak termasuk anak tunarungu khususnya di SLB-B Ngudi Hayu
Srengat Blitar berhak mendapatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan yang sama
seperti anak normal lainnya. Dengan mengijinkan mereka belajar dan berinteraksi
dengan lingkungan sekitar dapat menambah wawasan mereka dan
mengembangkan kecakapan komunikasi dengan orang lain. Selain itu, pendidikan
agama juga sangat penting sebagai pondasi keagamaan agar dalam menjalani
kehidupan, anak didik termasuk juga anak tunarungu mempunyai benteng yang
kuat serta bisa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa serta berahlakhqul karimah.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses
pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa SMA Tuna Rungu di Sekolah Luar
Biasa B (SLB B) Ngudi Hayu Srengat Blitar? 2) Bagaimana faktor pendukung
dan penghambat pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam SMA
Tunarungu di SLB B Ngudi Hayu Srengat Blitar? 3) Bagaimana evaluasi
pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam SMA Tunarungu di SLB B
Ngudi Hayu Srengat Blitar?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang proses
pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta hasil setelah pendidikan Agama
Islam disampaikan pada anak-anak tunarungu. Skripsi ini bermanfaat bagi Kepala
SLB-B Ngudi Hayu Srengat Blitar, sebagai sumbangan pemikiran dalam rangka
pembinaan dan peningkatan mutu pengajaran, bagi guru PAI SLB-B Ngudi Hayu
Srengat Blitar dalam peningkatan mutu pendidikan agama Islam pada anak
Tunarungu. Bagi para pembaca/peneliti lain sebagai bahan masukan atau referensi
yang cukup berarti bagi penelitian lebih lanjut.
Penelitian ini berdasarkan lokasi sumber datanya termasuk katagori penelitian
lapangan, dan ditinjau dari segi sifat-sifat data termasuk dalam penelitian
kualitatif, berdasarkan pembahasannya termasuk penelitian deskriptif. Metode
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan mulai dari reduksi data, penyajian data, dan menarik
kesimpulan. Untuk mengujikan keabsahan data dilakukan triangulasi, pembahasan
teman sejawat dan Auditing.
Hasil penelitian: (1) Proses pendidikan agama Islam pada anak tunarungu di
SLB-B Ngudi Hayu Srengat hampir sama dengan sekolah reguler tapi dalam
pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik. (2)
Faktor pendukung dalam pendidikan agama Islam di SLB-B Ngudi Hayu Srengat
yaitu: dukungan dari orang tua serta kesabaran dan ketelatenan guru dalam
mengajar siswa. Sedangkan yang menjadi faktor pengambat adalah: anak yang
kadang tidak masuk sekolah karena kesibukan orang tua serta kesulitan
xvii
komunikasi yang dialami oleh guru PAI dalam menyampaiakan materi karena
memang kurangnya kemampuan dalam penggunaan bahasa isyarat. (3) Evaluasi
dilakukan dengan cara memonitoring praktek ibadah anak tunarungu, karena
melihat bagaimana tingkat keberhasilan dari praktek ibadah anak tunarungu
sangat dipengaruhi dengan keadaan dan pembiasaan oleh lingkungan sekitarnya,
terutama orang tua dan guru. Maka kerjasama antara keluarga dan sekolah sangat
penting dalam mengembangkan kemampuan anak tunarungu dan perilaku
beribadahny
6. Bāb al-Khalā
Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Ghalib Kamil Osman, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Sayed Metoualli, Pauty Edmond. 6. Bāb al-Khalā. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 153
Sommaire
Greg Robert Hyde, Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Verrucci Ernesto, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Sayed Metoualli, Pauty Edmond. Sommaire. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 121
- …
