21 research outputs found
Socius
PERUBAHAN MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN\ud
Model Teori dan Pendekatan dari Marvin Haris, AnthonyWallace, dan David C.Mcleland\ud
\ud
Oleh :\ud
Muhammad Basir Said\ud
\ud
\ud
Abstrak\ud
\ud
Artikel ini memuat tentang teori dan pendekatan mengenai proses perubahan masyarakat dan kebudayaan dari tiga ilmuan yakni Marvin Haris, Anthony Wallace, dan David C. McClelland. Marvin Haris melihat prubahan masyarakat dan kebudayaan dimulai dari perangkat kerasnya yang diistilahkan dengan infrastruktur yang bukan dari fenomena sosial yang mengarahkan ke kognisi dan symbol, tetapi dari teknologi, penduduk, dan binatang-binatang yang bisa mempengaruhi berkembang tidaknya suatu struktur sosial dan berubahnya nilai-nilai, ideology yang sudah ada. Anthony Wallace melihat perubahan masyarakat dan kebudayaan pada suatu masyarakat karena adanya tekanan atau kekacauan yang terjadi pada anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan yang dalam keadaan bagaimanapun harus diterima, yang disebutnya dengan mazeway yakni suatu strategi yang ada dalam pikiran individu untuk mengurangi stress. Sedangkan David C. McCLelland melihat perubahan masyarakat dan kebudayaan dari sudut pandang psikologi yakni keterkaitan antara perubahan sosial dengan factor kepribadian. Perubahan terjadi karena adanya motivasi berprestasi dari individu yang didistilahkan dengan ???need of achievement??? atau ???n ach???
PEMAHAMAN MULTIKULTURALISME DALAM HUBUNGAN ANTAR SUKU BANGSA
Keanekaragaman suku bangsa, organisasi-organisasi kemasyarakatan, kelompok-kelompok sosial, warga masyarakat, ketimpangan dan masalah keadilan sosial di suatu Negara Bangsa (nation state) selalu menjadi isu penting. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal yakni (I) menciptakan pendukung bagi terciptanya negara kesatuan sehingga diperlukan suatu upaya untuk senantiasa rnemperhatikannya, (2) memiliki potensi konflik sebagai akibat perbedaan isi, aspirasi dan orientasi politik, (3) konflik pun dapat terjadi sebagai akibat dinamika perubahan sosial ekonomi di suatu daerah. \ud
Sejarah manusia banyak menceritakan bahwa isu kesukubangsaan menjadi isu nasional di banyak Negara dan berdimensi global. Apa yang pernah terjadi di beberapa belahan dunia seperti di Asia, Afrika, dan bahkan di Eropa dan Amerika sudah menjadi sejarah kelabu terhadap kehidupan kesukubangsaan.Keanekaragaman suku bangsa, organisasi-organisasi kemasyarakatan, kelompok-kelompok sosial, warga masyarakat, ketimpangan dan masalah keadilan sosial di suatu Negara Bangsa (nation state) selalu menjadi isu penting. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal yakni (I) menciptakan pendukung bagi terciptanya negara kesatuan sehingga diperlukan suatu upaya untuk senantiasa rnemperhatikannya, (2) memiliki potensi konflik sebagai akibat perbedaan isi, aspirasi dan orientasi politik, (3) konflik pun dapat terjadi sebagai akibat dinamika perubahan sosial ekonomi di suatu daerah. \ud
Sejarah manusia banyak menceritakan bahwa isu kesukubangsaan menjadi isu nasional di banyak Negara dan berdimensi global. Apa yang pernah terjadi di beberapa belahan dunia seperti di Asia, Afrika, dan bahkan di Eropa dan Amerika sudah menjadi sejarah kelabu terhadap kehidupan kesukubangsaan
KAJIAN SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI PADA LINGKUNGAN PEMUKIMAN KUMUH DI KOTA MAKASSAR
ABSTRAK EKOSOSBUDKUM 2008Kawasan kumuh perkotaan menarik untuk diteliti, paling tidak karena tiga hal, yakni berdasarkan dimnesi fisik, dimensi sosial ekonomi dan dimensi moral. Bahkan dimensi kesehatan juga sering menjadi bagian di dalamnya, namun dalam tulisan ini hanya digambarkan begaimana kondisi fisik dan kondisi sosial ekonomi. Kondisi fisik diwujudakan dalam pola tataruang pemukunan kumuh yakni tataruang rumah yang menyatu antara ruang tamu, ruang tidur, dan dapur. Sedangkan kondisi sosial ekonomi digambarkan pada pola hubungan sosial yakni hubungan kerabat dan daerah asal, hubungan pertemanan, hubungan tetangga, dan hubungan dalam kegiatan-kegiatan tertentu yakni gotong royong dan tolong-menolong dalam hal kedukaan dan kesukaan. Kondisi ekonomi lebih banyak menyoroti pada aspek adaptasinya terhadap lingkungan dalam hal pekerjaan, yakni sebagai tukang becak, buruh bangunan, pemulung dan jual-jualan
PERINTISAN MODEL SEKOLAH SEHAT DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN WARGA SEKOLAH DALAM PROSPEK PENDIDIKAN GRATIS DI PROVINSI SULAWESI SELATAN
Sebagai salah satu prasyarat pre-requisite) bagi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang efektif, maka seyogianya masalah kesehatan personal dan kesehatan lingkungan mendapat perhatian yang memadai. Dalam hubungan ini, model sekolah sehat di sekolah dasar harus dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan ???status kesehatan??? warga sekolah, khususnya status kesehatan murid-murid sekolah dasar yang memang masih memerlukan bantuan. \ud
Sekolah sehat meliputi beberapa dimensi penilaian yaitu kesehatan fisik, kesehatan sosial, dan psikis. ini berarti konsep sekolah sehat mengacu pada definisi kesehatan dan Worl Health Organization (WHO) yang menggambarkan kesehatan secara luas sebagai keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Warga sekolah diharapkan memiliki tiga dimenasi sehat yattu : dimensi medis, sosial, dan psikologi yang dapat digolongkan dalam status kesehatan yang normal. Secara ideal ketiga dimensi kesehatan tersebut hams hadir secara bersama untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah di berbagai jenjang.Sebagai salah satu prasyarat pre-requisite) bagi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang efektif, maka seyogianya masalah kesehatan personal dan kesehatan lingkungan mendapat perhatian yang memadai. Dalam hubungan ini, model sekolah sehat di sekolah dasar harus dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan ???status kesehatan??? warga sekolah, khususnya status kesehatan murid-murid sekolah dasar yang memang masih memerlukan bantuan. \ud
Sekolah sehat meliputi beberapa dimensi penilaian yaitu kesehatan fisik, kesehatan sosial, dan psikis. ini berarti konsep sekolah sehat mengacu pada definisi kesehatan dan Worl Health Organization (WHO) yang menggambarkan kesehatan secara luas sebagai keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Warga sekolah diharapkan memiliki tiga dimenasi sehat yattu : dimensi medis, sosial, dan psikologi yang dapat digolongkan dalam status kesehatan yang normal. Secara ideal ketiga dimensi kesehatan tersebut hams hadir secara bersama untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah di berbagai jenjang
Understanding sensitive cultural through daily conversation in urban society in Makassar
This paper aims to describe how sensitive cultural may be a pattern of words and actions that should be played according to social status. This sensitive culture is ideal for each ethnic group supporting the culture. If each does not play it according to its status, it can cause misunderstanding and even conflict. Therefore, the relationship between ethnicity, immigrants, and ethnic minorities needs to be sensitive to indigenous nationalities and dominant cultural understanding. The methodology used in obtaining the data uses a qualitative approach to data collection techniques: observation and interviews. The location of the research is Makassar City, South Sulawesi, Indonesia. The results show that the city of Makassar, which is still dominated by a single ethnic group of the Bugis-Makassar to be ideal in inter-ethnic relations, uses interaction patterns of the pattern of the dominant ethnic culture or ethnic original. Thus, it should be understood by all ethnic groups who live in the city, whether its status as indigenous or tribal settlers, so that the inter-ethnic relations be harmonious. Makassar, a multi-ethnic city, is still dominated by ethnic Bugis-Makassar. At the same time, the original ethnic and cultural patterns become ideal interaction patterns in the city. As for ethnic immigrants, for example, ethnic Toraja, Mandar, Java, Ambon, Papua New Guinea, NTT, NTB, Batak, Padang, Chinese, Arabic, Padoe, and others, must understand its status as an immigrant minority, must be adaptive and be accepted in its interaction with the ethnic dominant. Therefore, as ethnic immigrants in the exchange must follow the pattern of interaction patterns in one\u27s ideals by the dominant ethnic group, whether it be words or actions, said eg Iye, iyo, ba, iya, tabe, kita, kau, daeng, katte. Besides that, there are also rude words, namely tai laso or tai baro, nassundala’, and suntili’. It is undoubtedly susceptible when there are ethnic immigrants who do not language and act as the dominant culture because it can be considered not adaptive or do not respect an indigenous culture as a manifestation of the ideal of the dominant ethnic groups
Aneka Ragam Pengetahuan Lokal dan Kreatifitas yang Mendukung Agroepreneur Ramah Lingkungan di Sulawesi Selatan
-
???PANGNGAROAN??? (Studi Tradisi Penguburan Mayat Orang Mamasa di Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat)
Mikael Minanga, 2012. ???Pangngaroan???. Studi tradisi penguburan mayat orang Mamasa di kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat. Skripsi. Jurusan Antropologi Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas Hasnuddin. Pembimbing (I) Drs. Yahya, MA. Pembimbing (II) Dr. Muhammad Basir Said, MA.\ud
???Pangngaroan??? studi tradisi penguburan mayat orang Mamasa di Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa Sulawewsi Barat, merupakan suatu prosesi upacara ritual kematian (Rambu Solo???). Yang dilakukan oleh masyarakat sebelum mengenal Agama (Kepercayaan Leluhur/Aluk Tomatua) dan masyarakat yang sudah mengenal agama (Kepercayaan Kristen Protestan). \ud
Prosesi upacara Ritual ???Mangngaro??? adalah tradisi budaya mengeluarkan jasat leluhur dari kubur atau Liang untuk dibungkus ulang atau dalam bahasa mamasa dibalun. Ritual ini merupakan pelengkap upacara kematian atau Rambu Solo??? bagi si peninggal yang diupacarakan khusus atau dipandan,\ud
Dalam penelitian ini mengacu kepada beberapa faktor pendukung ???Pangngaroan??? seperti: nilai-nilai dan pandangan hidup, (kelahiran, kehidupan, kematian dan pa???rapuan / kekeluargaan, dan Longko???- Siri???/ rasa malu/tenggang rasa), dan persekutuan dengan leluhur.\ud
Dari paparan data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa ???Mangngaro??? adalah merupakan Natzsar (utang piutang kepada orang yang sudah meninggal yang belum dilunasi) dan wajib untuk dilunasi bagi keluarga yang ditinggalkan oleh sipeninggal, natzar itu belum terselesaikan apabila belum melakukan upacara prosesi ritual Mangngaro. Apabila mayat itu belum Diaro (dikeluarkan) dan dibawah ke Ratte (tanah datar) belum resmi upacaranya, sehingga menjadi kewajiban bagi fihak kelurganya untuk melaksanakan upacara prosesi ritual ???Mangngaro???, Sebagai prosesi terakhir dari keseluruhan rangkaiaan dalam upacara Rambu Solo???, yang masyarakat Mamasa sebut Aluk Tomate (ritual upacara kematiaan)
STANDAR PELAYANAN MINIMAL : Kajian Asessment Kinerja dan Kesiapan Daerah Dalam Mengimplementasikan Standar Pelayanan Minimal di Kabupaten Kolaka Utara
Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan salah satu pendekatan dalam pelayanan publik yang telah di adopsi dalam undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.*
