1,724,354 research outputs found

    Laporan PKL Muhammad Abdul Hadi

    Full text link
    Laporan PKL Muhammad Abdul Had

    Nilai PKL Muhammad Abdul Hadi

    Full text link
    Nilai PKL Muhammad Abdul Had

    Pemikiran Ekonomi Islam Muhammad Abdul Mannan

    No full text
    Abstract Muhammad Abdul Mannan is one of the contemporary economics currently existing, he is a mainstream flow. According to M. Mannan, who distinguish Islamic economy with other modern economic systems, according to Islamic skeletons, is a means to achieve spiritual and moral prosperity, and moral prosperity. Therefore, he proposed a modification of the conventional economic theory and his device to bring change in orientation value, institutional arrangements, and a goal that can be accomplished. Where in this article describes the thought of Muhammad Abdul Mannan's Islamic paradigm, distribution in Islam, and consumed from the perspective of Islamic economy. Muhammad A. Mannan assesses the concept of development in Islam has excellence in the concept of modern development. In the context of economic development planning, the fiscal policy designs refer to the policy made by the government to direct the economy of a country through expenses and admissions of government (in tax). Keyword : Islamic Economics, Muhammad Abdul Manna

    Motivasi Remaja Bekerja Sebagai Pelayan Warung Kopi Pangku (Suatu studi Deskriptif Warung Kopi Pangku yang ada di daerah Balung)

    No full text
    Perkembangan zaman memang memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan perkembangan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Memang harus diakui bahwa perubahan tatanan nilai semenjak masuknya modernisasi telah merubah pondasi nilai masyarakat, dimana isu-isu kebebasan telah merebak dalam masyarakat bukan hanya pada masyarakat perkotaan tetapi sudah sampai pada masyarakat yang di daerah pinggiran atau pedesaan. Moderniasasi memang mengusung suatu nilai tersendiri, dimana isu gender yang begitu kuat dan adanya nilai-nilai komersialisasi juga ikut membantu perubahan masyarakat. hal ini tentunya mematahkan nilai-nilai lama yang menjadikan seorang laki-laki sebagai tulang punggung keluarga, saat ini perempuanpun sudah mampu go public tidak lagi tergantung pada seorang laki-laki. Perkembangan pola hidup masyarakat ini sesungguhnya merupakan salah satu poin tersendiri dalam suatu pembangunan, sebab semua masyarakat baik laki-laki maupun perempuan mampu berpartisipasi dalam mensukseskan pembangunan nasional, dan pemerintah sebagai pemegang kekuaasaan tertinggi harus lebih cepat menanggapi perkembangan ini, dengan membangun berbagai fasilitas atau infrastruktur yang lebih baik, agar masyarakat mampu berpartisipasi secara maksimal dalam pembangunan. Nilai-nilai komersialisasi ini telah menuntun masyarakat mengikuti mode atau gaya hidup kekinian dan dianggap modern. Kondisi ini telah tertanam dalam masyarakat baik dari kalangan perkotaan maupun didaerah pinggiran, semua kalangan memiliki keinginan untuk hidup sesuai dengan mode kekinian. Namun yang nampak dipermukaan adalah dari kalangan remaja, karena remaja lebih mudah untuk menerima nilai-nilai baru tentunya hal ini berkaitan dengan masa perkembangan kejiwaannya viii warung. Pelayan-pelayan tersebut rata-rata masih remaja, yang seharusnya memiliki kesibukan dibangku sekolah. Maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih mendalam tentang motivasi remaja yang menjadi pelayan warung kopi pangku, sehingga rumusan penelitian “Motivasi Remaja Bekerja Sebagai Pelayan Warung Kopi Pangku” Penelitian ini akan menggambarkan Suatu studi Deskriptif Warung Kopi Pangku yang ada di daerah Balung yang didukung oleh teori yang terkait dengan permasalahan tersebut. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Usaha untuk mendapatakan informasi/ data yang di butuhkan, peneliti menggunakan sumber data primer melalui wawancara dan observasi terhadap berbagai fenomena dan realitas di lapangan. Sedangkan data skunder peneliti menggunakan teknik dokumentasi, antara data primer dan skunder ini tentunya saling keterkaitan dan saling mengisi terhadap kekurangan yang ada. Penarikan kesimpulan tentang Motivasi Remaja Berprofesi Sebagai Pelayan Warung Kopi Pangku. Antara lain, 1)Masalah ekonomi merupakan salah satu sumber motivasinya, kondisi ekonomi yang kekurangan maka remaja-remaja tersebut asal pilih pekerjaan,2. Pergaulan juga termasuk didalamnya, rata-rata remaja yang bekerja di warung kopi pangku karena salah pergaulan,3.Aktualisasi diri. Artinya banyak remaja yang tidak memiliki kesibukan/ wadah untuk mengaktualisasikan dirinya sehingga mencari kesibukan dengan bekerja sebagai pelayan warung kopi pangku.Dengan demikian diharapkan seharusnnya orang tua lebih memperhatikan anak-anak yang masih remaja agar tidak terjerumus kedalam perilaku menyimpang.diharapkan para orang tua tidak membiarkan anak-anak putus sekolah ditingkat dasar atau sekolah menengah pertama. Agar remaja mengenyam berbagai nilai sebagai bekal masa dewasa serta mampu memilah milah mana perilaku yang baik dan tidak.Pemerintah seharus lebih respon terhadap gejala-gejala masyarakat yang dianggap menyimpang dan berusaha meredam merebaknya warung kopi pangku tersebut

    ANALISIS MODAL KERJA PETANI CABAI MERAH BESAR DI KECAMATAN SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    Usahatani cabai merah besar merupakan salah satu usahatani yang memiliki peranan penting dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Penggunaan sumber modal kerja yang tepat mampu memaksimumkan keuntungan para petani. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan keuntungan dan meminimalkan risiko kerugian sangat penting dilakukan pengelolaan modal kerja yang optimal dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber pendanaan yang dipilih petani cabai merah besar di Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah triangulasi dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive dan bersifat snowball sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini melalui empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para petani cabai merah besar di Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi menggunakan sumber pendanaan modal kerja sendiri, koperasi dan tengkulak. Sumber pendanaan modal kerja yang sering digunakan adalah sumber pendanaan modal kerja campuran. Komposisi modal kerja campuran yaitu modal sendiri lebih sedikit dibandingan dengan modal asing

    Pemikiran Ekonomi Muhammad Abdul Mannan

    No full text
    Muhammad Abdul Mannan adalah salah satu tokoh ekonomi kontemporer yang eksis saat ini, beliau sendiri tergolong aliran mainstream. Menurut M. Mannan, yang membedakan ekonomi Islam dengan sistem ekonomi modern lainnya, menurutnya, dalam kerangka Islam, kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi adalah sarana untuk mencapai tujuan spiritual dan moral, dan kemakmuran ekonomi adalah sarana untuk mencapai tujuan spiritual. dan tujuan moral.Oleh karena itu, ia mengusulkan modifikasi teori ekonomi Neo-Klasik konvensional dan perangkatnya untuk membawa perubahan dalam orientasi nilai, pengaturan kelembagaan, dan tujuan yang dapat dicapai.. Dimana dalam artikel ini menjelaskan pemikiran Muhammad Abdul Mannan tentang paradigma Islam, distribusi dalam Islam, dan konsumsi dari sudut pandang ekonomi Islam. Muhammad A. Mannan menilai konsep pembangunan dalam Islam memiliki keunggulan dibandingkan konsep pembangunan modern. Dalam konteks perencanaan pembangunan ekonomi, desain kebijakan fiskal mengacu pada kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk mengarahkan perekonomian suatu negara melalui pengeluaran dan penerimaan pemerintah (dalam bentuk pajak)

    PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUL MANNAN TENTANG PRODUKSI DI BUKU ECONOMIC ISLAMIC THEORY AND PRACTICE

    Full text link
    Skripsi dengan judul “PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUL MANNAN TENTANG PRODUKSI DI BUKU ECONOMIC ISLAMIC THEORY AND PRACTICE” ditulis dengan latar belakang bahwa Produksi merupakan urat nadi kegiatan ekonomi. Dalam kehidupan ekonomi tidak akan pernah ada kegiatan konsumsi, distribusi ataupun perdagangan barang dan jasa tampa diawali proses produksi. Dalam istiah ekonomi, produksi merupakan suatu proses (siklus) kegiatan-kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi (amal, modal, tanah) dalam waktu tertentu. Dalam system Ekonomi Islam, defenisi produksi tidak jauh dengan apa yang disebutkan di atas hanya di dalam ekonomi Islam barang yang ingin diproduksi dan proses produksi serta proses distribusi harus sesuai dengan nilai-nilai syari’ah. Adapun rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Muhammad Abdul Mannan tentang produksi, apa faktor-faktor produksi menurut perspektif Muhammad Abdul Mannan dan bagaimana analisis pemikiran Muhammad Abdul Mannan tentang Produksi. Sedangkan tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemikiran Muhammad Abdul Mannan tentang produksi, untuk mengetahui apa factor-faktor produksi menurut perspektif Muhammad Abdul Mannan dan untuk mengetahui bagaimana analisis pemikiran Muhammad Abdul Mannan tentang Produksi. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu penelitian kepustakaan (library research) dan data primer dalam penulisan ini adalah literature dari Muhammad Abdul Mannan dalam bukunya Teori dan Praktek Ekonomi Islam Serta pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu deskriptif analitik Menurut Muhammad abdul mannan Produksi berarti menciptakan manfaat, seperti juga konsumsi adalah pemusnahan produksi itu sendiri. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun dapat menciptakan benda, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi lebih berguna, disebut “dihasilkan” . Faktor produksi adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk menghasilkan produksi. Faktor-faktor produksi menurut mannan yaitu Tanah, tenaga kerja, modal dan organisasi. Dalam kajian ekonomi khususnya tentang Produksi Muhammad Abdul Mannan dalam sistem produksi lebih menekankan pada konsep kesejahteraan ekonomi yang terdiri dari peningkatan pendapatan yang diakibatkan oleh meningkatnya produksi dari barang yang bermanfaat melalui pemanfaatan sumber-sumber daya secara maksimum (baik manusia maupun benda) serta melalui partisipasi dari jumlah maksimum orang dalam proses produksi. Penekanannya pada kualitas, kuantitas, pemaksimalan dan partisipasi dalam proses produksi yang memberikan fungsi yang berbeda dalam proses produksi. Jadi tidak ada lagi perusahaan yang hanya sebagai pemasok komoditas, tetapi juga sebagai wali-bersama dengan Negara, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Pendapat Muhammad abdul mannan tentang produksi dalam sistem ekonomi Islam selaras dengan prinsip ekonomi yang menghendaki sistem perekonomian yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah

    Studi Analisis Terhadap Pendapat Muhammad Abdul Mannan Tentang Asuransi

    Full text link
    Perkembangan asuransi dalam sejarah Islam sudah lama terjadi. Istilah yang digunakan tentunya berbeda-beda, tetapi masing-masing memiliki kesamaan, yaitu adanya pertanggungan oleh sekelompok orang untuk menolong orang lain yang berada dalam kesulitan. Asuransi yang terdapat pada negara-negara di dunia ini bermacam-macam, hal ini terjadi karena bermacam-macam pula sesuatu yang diasuransikan. Sebagai perumusan masalahnya yaitu bagaimana pendapat Muhammad Abdul Mannan tentang asuransi ditinjau dari perspektif ekonomi Islam? Bagaimana aktualisasi pendapat Muhammad Abdul Mannan dengan asuransi Islam di Indonesia? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Sumber primernya yaitu data primer yaitu buku karya Muhammad Abdul Mannan yang berjudul: Teori dan Praktek Ekonomi Islam. Sedangkan sebagai data sekunder yaitu kitab atau buku yang mendukung data primer. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis data kualitatif, yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung. Oleh karena itu analisis ini hendak menggambarkan atau menguraikan pendapat Muhammad Abdul Mannan tentang asuransi dalam pandangan ekonomi Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Muhammad Abdul Mannan membolehkan asuransi dalam prakteknya sekarang ini. Terdapat kesalah pahaman, bahwa asuransi itu tidak Islami. Umat Islam harus menghindar dari suatu resiko yang tidak diharapkan, dan asuransi membantu tercapainya tujuan ini. Terdapat sekelompok orang yang tak dapat membedakan antara asuransi dengan perjudian. Mereka menyamakan asuransi dengan spekulasi. Dengan asuransi, orang yang menjadi tanggungan dari seorang yang meninggal dunia terlebih dahulu dapat menerima keuntungan lumayan untuk sejumlah kecil uang yang telah dibayar almarhum sebagai premi. Hal ini seperti sejenis perjudian. Perbedaan antara asuransi dan perjudian adalah fundamental, karena dasar asuransi adalah kerja sama yang diakui dalam Islam. Sebagai aktualisasi dari pendapat Muhammad Abdul Mannan, maka di Indonesia berdiri dua jenis asuransi, yaitu asuransi Syari'ah umum (asuransi kerugian) dan asuransi Syari'ah keluarga (asuransi jiwa). Asuransi Syari'ah umum adalah bentuk asuransi Syari'ah yang memberi perlindungan dalam menghadapi bencana atau kecelakaan atas harta milik peserta asuransi Syari'ah. Sedangkan yang dimaksud dengan asuransi Syari'ah keluarga adalah bentuk asuransi Syari'ah yang memberikan perlindungan dalam menghadapi musibah kematian dan kecelakaan atas diri peserta asuransi Syari'ah. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa yang diasuransikan dalam asuransi Syari'ah umum adalah harta yang dimiliki peserta asuransi, sedangkan yang diasuransikan dalam asuransi syari'ah keluarga adalah diri atau jiwa peserta asuransi itu sendir

    Analisis pendapat Muhammad Abdul Mannan tentang zakat mesin industri

    Full text link
    Seiring perkembangan zaman, banyak masalah sosial-ekonomi yang timbul dalam masyarakat yang tidak dapat diselesaikan melalui zakat, karena pemahaman zakat masih sempit dan tekstual hanya tertentu pada harta-harta yang sudah ditetapkan oleh syara’. Seperti halnya pembahasan zakat dalam kitab-kitab klasik, disana hanya ada pembahasan zakat yang selalu diulang-ulang seperti yang ditulis oleh penulis lain, diantaranya adalah: zakat harta perdagangan, harta pertanian, emas dan perak, tanaman dan buah-buahan. Sedangkan dimasa sekarang kontroversi mengenai zakat adalah tentang arti istilah harta benda, dikemukakan bahwa kini zakat dikeluarkan untuk segala jenis harta benda yang tidak diketahui dimasa permulaan islam. Benda-benda seperti mesin perindustrian, sewa bangunan, perdagangan, dan profesi kini dikenakan zakat. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pendapat Muhammad Abdul Mannan tentang zakat mesin industri. 2) Analisis dasar pertimbangan hukum Muhammad Abdul Mannan dalam menetapkan zakat mesin industri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dimana data yang dipakai adalah data kepustakaan. Data primer yang dipakai dalam penelitian ini adalah Teori dan Praktek Ekonomi Islam karya Muhammad Abdul Mannan. Metode analisis yang digunakan penulis adalah metode normative analisis yaitu menggambarkan dan menganalisis sebuah buku yang berkaitan tentang zakat dan hukum zakat dengan menggunakan norma-norma dalam fiqh mu’amalah. Hasil dari penelitian ini adalah Pemikiran Muhammad Abdul Mannan mengenai zakat atas mesin industri yang harus dikeluarkan adalah harta kekayaan dagang atau asset yang diinvestasikan perusahaan untuk dieksploitasi guna mendapakan keuntungan, beliau tegas menyatakan wajib untuk dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%. Pertimbangan hukum yang dipakai dalam menetapkan zakat atas mesin-mesin industri, diambil dari Al-Qura’an, hadis, atau ijmak dari para sahabat, tabi’n serta para ulama salaf, dan juga analogi dan asumsi. Sehingga dalam menetapakan zakat ini, beliau memiliki landasan yang cukup kuat. Tetapi dalam pernyataan beliau kurang rinci dalam menjelaskan bagaimana penghitungan zakat mesin-mesin industri. Bentuk ijtihad yang digunakan beliau adalah ijtihad intiqa’i yakni memilih satu pendapat dari beberapa pendapat yang terkuat dikalangan madzhab atau pemikiran lain yang dikemukakan oleh para ulama baik klasik maupun kontemporer

    Tan Sri Professor Dr. Muhammad Abdul Rauf: on good character

    Full text link
    Tan Sri Professor Dr. Muhammad Abdul Rauf served as the IIUM’s first Rector from 1983 to 1988. He was an epitome of the IIUM, a towering yet humble scholarly figure of the budding garden that was soon to bloom into a “Garden of Knowledge and Virtue”. A global academic and humanitarian, he strove to be the best that he could ever be and contributed as much as he ever could for humanity, bridging between the East and the West – in Malaysia, the Arab world, in the Western lands and in Africa – wherever he was, with mercy (Raḥmah).Muhammad Abdul Rauf, like the IIUM, the first international Islamic university of the contemporary world for which he served and represented as her first Rector, was truly beyond global. Comparable to the numerous devout Muslim scholars and intellectuals of earlier eras carrying the message of Raḥmatan li’l-‘Ālamῑn (Mercy to all the Worlds) of the blessed Prophet Muhammad (ṣ‘aw), Muhammad Abdul Rauf was indeed universal (al-‘ālamῑn). He passed away on December 11th, 2004, at the age of 87
    corecore