2 research outputs found
Sehudin, Muhamad. 2017. Hubungan Persepsi Siswa tentang Ketersediaan Sarana Prasarana Ruang Praktik Otomotif dengan Prestasi Belajar Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,
Peningkatan mutu pendidikan meliputi banyak hal, diantaranya adalah mengenai sarana dan prasarana. Fakta di lapangan menunjukan bahwa masih banyak sekolah yang minim dengan sarana dan prasarananya sehingga mutu pendidikan menjadi rendah. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada ruang praktik otomotif di SMK Negeri 1 Singosari. Peneliti menemukan fakta bahwa sarana prasarana yang tersedia banyak yang terbilang sudah lengkap dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam Permendiknas No. 40 Tahun 2008 tentang standar sarana prasarana untuk SMK/MAK. Namun tidak semua sarana yang tersedia bisa digunakan untuk pembelajaran karena mengalami kerusakan sehingga spesifikasi sarana tersebut semakin rendah dari standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni mendeskripsikan mengenai hubungan persepsi siswa tentang ketersediaan sarana prasarana sebagai variabel bebas (X) dengan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 1, 2, dan 3 di SMK Negeri 1 Singosari. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson untuk menguji hipotesis. Berdasarakan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut:(1) Persepsi siswa tentang ketersedian sarana prasarana ruang praktik otomotif di SMK Negeri 1 Singosari dinyatakan sangat baik. (2) Prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan 1, 2, dan 3di SMK Negeri1 Singosarimemiliki prestasi belajardalamklasifikasibaik. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang ketersediaan sarana prasarana ruang praktik otomotif dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 1, 2, dan 3 pada mata diklat sistem starter dimana didapatkannilai Pearson Correlation sebesar 0.745. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Bagi Sekolah: a) Melengkapi peralatan yang masih belum tersedia b) Melengkapi peralatan yang masih belum memenuhi standar c) Memperbaiki atau mengganti peralatan yang sudah tidak layak pakai. (2) Bagi Guru diharapkan berperan aktifdalam membantu SMK untuk mengembangkan sarana prasarana ruang praktik otomotif. Bagi Siswa dengan persepsi yang baik dan didukung dengan ketersediaan sarana prasarana yang memadai diharapkan mampumemicusiswa untukmemiliki prestasi belajar yang bai
KEPIK KOKSI SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN TEMPAT PERHIASAN
Penulisan ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang konsep penciptaan, visualisasi bentuk dan pembuatan karya seni dengan tema kepik koksi yang dijadikan sebagai sumber inspirasi penciptaan tempat perhiasan. Metode yang digunakan dalam penciptaan tempat perhiasan ini melalui pengumpulan data yaitu meliputi observasi, dokumentasi, studi kepustakaan. Kemudian dilanjutkan ke proses penciptaan desain melalui sket alternatif, sket terpilih dan membuat desain kerja. Pada proses pembentukan karya dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut : persiapan bahan dan alat, penerapan desain, pembentukan karya, perakitan, dan finishing. Teknik yang digunakan dalam proses penciptaan tempat perhiasan adalah teknik kerja bangku, teknik kerja bubut, dan teknik kerja sekrol. Sedangkan finishing menggunakan cat kayu aqua wood finish dengan warna menyesuaikan kepik koksi. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan tempat perhiasan menggunakan kayu mahoni, kayu jati, lem, dan kain bludru sebagai pelapis bagian dalam tempat perhiasan serta pelapis pada bagian alas tempat perhiasan. Sedangkan alat pokok yang digunakan dalam penciptaan karya tempat perhiasan ini meliputi gergaji potong, mesin bubut, dan mesin sekrol. Penciptaan karya seni tempat perhiasan yang dihasilkan berjumlah 15 karya yang terdiri dari 6 tempat perhiasan dengan diameter 10 cm dan 7 berdiameter 15 cm serta 2 berdiameter 20 cm
