1,721,001 research outputs found

    MEMBANGUN BRAND LOYALTY PADA KONSUMEN MOBILE COFFEE (KOPI KELILING) MODERN: INVESTIGASI PERAN BRAND EXPERIENCE, PRODUCT QUALITY, DAN BRAND REPUTATION

    Full text link
    MUHAMAD RAFLI PUTRA SANTOSA: Membangun Brand Loyalty pada Konsumen Mobile Coffee (Kopi Keliling) Modern: Investigasi Peran Brand Experience, Product Quality, dan Brand Reputation Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman merek (brand experience), kualitas produk (product quality), dan reputasi merek (brand reputation) terhadap kepercayaan merek (brand trust) dalam membentuk loyalitas merek (brand loyalty). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 250 responden yang merupakan konsumen mobile coffee modern di Jakarta. Data dianalisis menggunakan model persamaan struktural (SEM) melalui perangkat lunak AMOS dan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengalaman merek, kualitas produk, dan reputasi merek secara signifikan memengaruhi kepercayaan merek, yang pada gilirannya memengaruhi loyalitas merek. Penelitian ini memberikan wawasan teoretis tentang pengelolaan merek dan implikasi praktis bagi strategi pemasaran di sektor kopi keliling modern. Kata Kunci: Perilaku Konsumen, Mobile Coffee, Pemasaran Berkelanjutan, Konsumen Urban, Loyalitas Merek, Pertumbuhan Pasa

    ANALISIS PELAYANAN JASA KEAGENAN OLEH PT. WASAKA SAMUDERA KARYA

    Full text link
    ABSTRAKSI Pradana, Muhamad Rafli. 2024. “ANALISIS PELAYANAN JASA KEAGENAN OLEH PT. WASAKA SAMUDERA KARYA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Yozar Firdaus Amrullah, S.S., M.Hum., Pembimbing II: Muhammad Choeroni, S.S.T.Pel., M.T. PT. Wasaka Samudera Karya adalah perusahaan pelayaran yang bergerak di bidang keagenan kapal. Pelayanan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan ini ialah pengurusan kedatangan dan keberangkatan kapal (clearance in dan clearance out), sandar dan lepas kapal, pengurusan dokumen, pengurusan sign on dan sign off awak kapal dan mengurus segala kebutuhan kapal termasuk bahan bakar serta isi air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan jasa keagenan di PT. Wasaka Samudera Karya dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh PT. Wasaka Samudera Karya dalam meningkatkan pelayanan jasa keagenan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah standar pelayanan jasa keagenan di PT. Wasaka Samudera Karya sudah sesuai prosedur yang berlaku. Pelayanan jasa keagenan PT. Wasaka Samudera Karya pada saat proses clearance mengalami kehambatan. Upaya yang dilakukan PT. Wasaka amudera Karya dalam meningkatkan pelayanan jasa keagenan adalah melakukan pengawasan dan arahan kepada staf operasional, melakukan sosialisasi dan briefing, melakukan komunikasi dengan pihak KSOP untuk mengetahui informasi tentang maintenance sistem inaportnet

    ANALISIS SIFAT MEKANIK KOMPOSIT MATRIK POLYESTER DIPERKUAT SERAT DAUN NANAS PADA BUCKET MESIN DEKORTIKATOR

    Full text link
    Muhamad Rafli Rizqian Nurpratama,2023” Analisis Sifat Mekanik Komposit Matrik Polyester Diperkuat Serat Daun Nanas Pada Bucket Mesin Dekortikator”. Skripsi Teknik Mesin Universitas Pancasakti Tegal. Seiring dengan perkembangan teknologi, salah satu aspek yang kian tumbuh dengan hadirnya penemuan baru yang diberbagai macam aspek. Untuk mencapai hasil yang maksimasl harus membuat inovasi baru. Salah satu komponen yaitu komposit. Serat Nanas adalah serat alam yang bisa dijadikan salah satu campuran untuk pembuatan material komposit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penambahan fraksi berat serat nanas 10%, 15% dan 20% pada komposit dengan tiga kali percobaan untuk tiap variasi fraksi berat serat nanas dan resin polyester bening fraksi berat 80%, 85% dan 90%. Benda uji dibuat dengan metode Hand Lay Up menggunakan cetakan dari kaca dan alumunium. Dari hasil data yang diperoleh dari uji tarik menggunakan Universal Testing Machine dimana pada fraksi raw (resin polyester murni tanpa campuran) mempunyai kekuatan tarik 36.21 MPa, lebih tinggi dari variasi fraksi berat 10% serat nanas yaitu 12.51 MPa. Lebih tinggi dari penambahan fraksi berat serat nanas 15% yaitu 12.1 MPa. Hasil lebih tinggi dari 20% serat nanas yaitu 8.2 MPa. Penambahan fraksi berat serat nanas pada komposit resin polyester bening memberikan pengaruh yang signifikan pada kekuatan impact dimana pada penambahan variasi fraksi berat serat nanas 15% memiliki kekuatan impact paling tinggi yaitu 0.0106 J/mm2 , lebih tinggi dari 10% serat nanas yaitu 0.0096 J/mm2 , dan lebih tinggi dari 20% serat nanas yaitu 0.0093 J/mm2 , yang paling rendah yaitu raw(resin tanpa campuran dengan hasil 0.009 J/mm2 , penambahan fraksi berat komposit melebihi dari hasil raw dan akan lebih baik lagi hasilnya ketika pengaplikasian serat yang lebih merata. Kata Kunci : Komposit, serat nanas , polyester , tarik, impac

    PROBLEMATIKA KEBIJAKAN EUTHANASIA TERHADAP TINDAK PIDANA PERAMPASAN NYAWA PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH (Studi Pasal 461 Dan 462 Kebijakan Undang-Undang No.1 Tahun 2023)

    Full text link
    MUHAMAD RAFLI JAUHARI, 126103203255, Problematika Kebijakan Euthanasia Terhadap Tindak Pidana Perampasan Nyawa Perspektif Maqasid Syariah, Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing: DR. Kutbuddin Aibak, S.Ag., M.H. Kata Kunci: Kebijakan Eutanasia, Tindak Pidana, Perampasan Nyawa, Maqasid Syariah Euthanasia masih menjadi masalah yang rancu terutama dalam pengualifikasiannya. Apakah semua jenis Euthanasia termasuk kedalam Pasal 461 dan 462 KUHP atau ada jenis Euthanasia yang masuk kedalam pasal lain. Di Indonesia permohonan euthanaisa pernah terjadi seperti pada kasus Siti Zulaeha dan Ny Again yang diajukan oleh masing-masing suami dari kedua pasien tersebut lantaran sudah putus asa karena penyakit yang diderita pasien. Meskipun permohonan tersebut ditolak akan tetapi timbul banyak polemik terkait permohonannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualifikasi Euthanasia dalam pasal 461 dan 462 KUHP, Untuk mengetahui problematika apa saja dalam pasal tersebut, dan untuk mengetahui Tinjauan maqasid syariah terhadap Pasal 461 dan 462 KUHP dalam islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana problematika kebijakan euthanasia euthanasia dalam pasal 461 dan 462 UU No. 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana perampasan nyawa? 2). Bagaimana Problematika kebijakan euthanasia dalam pasal 461 dan 462 UU No. 1 Tahun 2023 tentang tidak pidana perampasan nyawa Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (Library Research) yang bersifat normatif. Dengan cara menganalisis Undang-Undang No. 1 tahun 2023 tentang KUHP bagian perampasan nyawa dan disusun mulai dari tahap editing, verifikasi, sampai penutup yang ada kaitannya dengan pembahasan ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Euthanasia yang masuk kedalam Pasal 461 KUHP adalah Euthanasia aktif dan pasal 462 KUHP adalah fasilitator euthanaisa sedangkan Euthanasia lain masuk kedalam Pasal 358 KUHP yang termasuk kepada delik utama pembunuhan. Sedangkan dalam tinjauan Maqasid Syariah Euthanasia termasuk dosa besar dan menyalahi 5 prinsip maqasid syariah

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore