1,721,045 research outputs found
Assessment of coastal vulnerability index using [remote sensing] and [geographical information system] / Muhamad Husni Othman
The main objective of the present study is to develop a coastal vulnerability index (CVI) for the Pahang coastline that starting from Cherating to Tanjung Agas, Kuala Pahang. That area has been divided into 18 regions that called as a management unit. This study incorporated six variables to assess the CVI for the study area. These six variables consist of geomorphology, shoreline change rate, coastal slope, average tides range, significant wave height and sea level rise. The ranking is on a linear scale from 1 to 5 in order of increasing vulnerability; value 1 represents the lowest risk ranking assigned to the coastline whereas value 5 ranks the coastline with the highest risk. A total of 85.4 km of coastline was evaluated and of this, 18.9% of the mapped shoreline is classified as being extreme vulnerability, 42.7% of Pahang Coast shoreline is classified as high vulnerability and 12.1% as moderate vulnerability. The implementation of the Management Plan would dependent on the co-operations of the government departments and agencies, private sector and the publi
PENGEMBANGAN SISTEM SMART PARKING BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) DENGAN DETEKSI RUANG KOSONG
Muhamad Husni Nasuha, 2025. “Pengembangan Sistem Smart Parking Berbasis Internet Of Things Dengan Deteksi Ruang Kosong.” Laporan Skripsi Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem parkir pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendeteksi ruang parkir kosong secara real-time, mencatat kendaraan masuk dan keluar, serta mengelola data parkir secara otomatis. Sistem ini dirancang untuk mengatasi permasalahan keterbatasan lahan parkir di perkotaan dan membantu pengguna menemukan slot parkir dengan lebih cepat dan efisien.
Metode penelitian yang digunakan adalah prototyping, dengan membangun sistem menggunakan dua mikrokontroler ESP32. ESP32 pertama digunakan untuk membaca sensor ultrasonik (HC-SR04) dan mengirim status slot parkir ke server, sedangkan ESP32 kedua mengelola proses pemindaian kartu RFID untuk akses gerbang masuk dan keluar. Data dikirimkan ke server Flask yang bertindak sebagai pusat logika, kemudian disimpan dan dikelola di Firebase Realtime Database.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dapat mendeteksi slot kosong dengan akurasi yang baik, mencatat waktu masuk dan keluar kendaraan, serta mengontrol servo gerbang secara otomatis. Firebase mampu menangani komunikasi data secara real-time dengan respon cepat, dan sistem ini berhasil melewati pengujian black box dengan semua fitur berfungsi sesuai harapan.
Kata Kunci: Sistem Parkir Pintar, ESP32, HC-SR04, RFID, Firebase, IoT, Flask, Monitoring Real-Time
Muhamad Husni Mubarok, S.Pd, M.IKom, Daftar Hadir Kuliah, Realisasi Perkuliahan, Daftar Nilai Mata Kuliah Komunikasi Massa Kelas 2A8
Muhamad Husni Mubarok, S.Pd, M.IKom, Daftar Hadir Kuliah, Realisasi Perkuliahan, Daftar Nilai Kuliah Komunikasi Massa, Kelas 2A4
Mubarok, Muhamad Husni. Berita Acara, Nilai dan Presensi Penulisan Kreatif dan Storytelling 2020-1. Fakultas Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Berita Acara, Nilai dan Presensi Perkuliahan Genap 2019-2020
Perancangan pembahagian harta semasa hidup dalam Islam: konsep dan kepentingannya
Perancangan terhadap pembahagian harta semasa hidup adalah aspek yang harus
dipraktikkan dengan lebih meluas. Melalui perancangan pembahagian harta ia mampu
menjaga kepentingan pemilik dan bakal penerima-penerima harta sama ada semasa hidup
mahupun selepas kematian. Memahami dasar perancangan pembahagian harta berasaskan
al-Quran dan hadis mampu memberi panduan kepada orang Islam dalam memahami keperluan
dan kepentingan merancang harta semasa hidup. Oleh itu, artikel ini akan mengupas
antaranya konsep perancangan harta semasa hidup, kedudukan dan nilai-nilainya dalam
Islam dan kepentingannya. Melalui kupasan tersebut, ia mampu memberikan impak terhadap pembahagian harta orang Islam yang seharusnya melihat aspek perancangan semasa hidup adalah sesuatu yang amat penting untuk dipraktikkan dengan lebih meluas. Apatah lagi
dengan pelbagai isu yang berlaku berkaitan pembahagian harta di kalangan orang Islam
pada masa kini yang memerlukan kepada penyelesaian secara komprehensif dan sistematik. Di akhir penulisan ini, penulis menerangkan bahawa melalui perancangan pembahagian harta yang dibuat semasa hidup tanpa perlu menunggu kepada kematian mampu untuk mengurangkan beberapa permasalahan yang berlaku di kalangan orang Islam berkaitan
dengan soal pembahagian harta
Kepentingan dan keperluan perancangan harta dalam Islam: penilaian menurut perspektif Maqasid Syariah
Perancangan harta merupakan salah satu proses pengurusan harta yang dilakukan semasa seseorang masih hidup bagi tujuan kepentingan dan kemudahan pemilik harta di kalangan umat Islam khususnya dan masyarakat Malaysia umumnya akan menyebabkan isu dibangkitkan akan terus berpanjangan dan menjadi polemik dalam kalangan masyarakat Malaysia terutamanya Muslim. Oleh itu, artikel ini bertujuan membincangkan kepentingan dan keperluan perancangan harta dalam Islam di samping menjelaskan kedudukan perancangan harta dalam perspektif Maqasid Syariah bese (al-Nadawi,1999,) rta nilai-nilai yang perlu ada dalam perancangan harta dalam Islam. Hasil perbincangan mendapati bahawa seseorang individu hendaklah mempunyai perancangan terhadap semua harta yang dimilikinya untuk memastikan bahawa harta tersebut dapat dinikmati secara berterusan sama ada untuk kepentingan dan kebajikan diri sendiri mahupun orang lain selain dapat memenuhi Maqasid dalam aspek mancapai matlamat pemeliharaan terhadap harta. Dalam hal ini, pelbagai aspek dan langkah yang harus diberi perhatian dalam membuat rancangan terutama dalam konteks pembahagian harta. Maka,adalah menjadi satu kewajiban untuk setiap individu untuk memahami tentang ilmu perancangan harta agar ainya benar-benar membantu seseorang itu untuk mengagihkan hartanya berlandaskan hokum syarak yang mana dapat menerima faedah dan ganjaran baik untuk kehidupan di dunia mahupun di akhirat sepertimana yang telah dijanjikan oelh Allah SWT
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
