132,330 research outputs found

    Designing a Postcode System for Arbil City Iraq

    No full text
    Abstract—Today, as a result of developing and expanding cities, postal systems need to be devised to include a more robust sense of adaption and expansion for the growing city. An issue surrounding most current postcode systems such as the American Zip code and the UK postcode is the lack of direction and distance from a given point such as a city or urban centre. The aim of this study is to design a postcode system based on a sense of direction and distance from the central of an area. This paper presents a new method of postcode design that provides a sense direction by using a diagonal division with area classification numbers according to the main directions (North, South, East and West). As such, a postal region is divided into several zones by using the outward section of the proposed postcode to form a sense of distance from a central point. This proposed arrangement will be beneficial for developing countries that have the desire to start designing their own postcode system and will facilitate the improvement of postal delivery for developed countries

    MeSH term explosion and author rank improve expert recommendations

    No full text
    Information overload is an often-cited phenomenon that reduces the productivity, efficiency and efficacy of scientists. One challenge for scientists is to find appropriate collaborators in their research. The literature describes various solutions to the problem of expertise location, but most current approaches do not appear to be very suitable for expert recommendations in biomedical research. In this study, we present the development and initial evaluation of a vector space model-based algorithm to calculate researcher similarity using four inputs: 1) MeSH terms of publications; 2) MeSH terms and author rank; 3) exploded MeSH terms; and 4) exploded MeSH terms and author rank. We developed and evaluated the algorithm using a data set of 17,525 authors and their 22,542 papers. On average, our algorithms correctly predicted 2.5 of the top 5/10 coauthors of individual scientists. Exploded MeSH and author rank outperformed all other algorithms in accuracy, followed closely by MeSH and author rank. Our results show that the accuracy of MeSH term-based matching can be enhanced with other metadata such as author rank

    Fungsi remedial dan developmental kebajikan masyarakat: Satu kajian kes di Slim River / Muhamad Suhaimi Muhamad Sukur

    No full text
    Kebajikan Masyarakat menjalankan peranan yang amat berguna dalam pembangunan, di samping menyumbangkan segala tugas-tugas yang bertujuan untuk perubahan struktur dan pembangunan institusi. Dengan itu, Kebajikan Masyarakat ditafsirkan dengan pelbagai fungsi dan antara yang utama ialah fungsi Pemulihan (remedial) dan fungsi Pengembangan (developmental). Bab pertama merupakan la tarbelakang kajian yang menjelaskan bidang kajian, tujuan k ajian, kepentingan kajian, kaeadah, masalah - masalah kajian d an juga rangka analisis. Bab d ua pula melihat sejarah perkembangan kebajikan masyarakat selepas perang duania ke dua sehingga tahun 1990an. Dalam tempoh masa ini Jabatan Kebajikan Masyarakat telah diletakkan dibawah pelbagai jabatan dan kementerian. Sementara itu dalam bab tiga, menghuraikan proses permohonan bantuan kebajikan oleh klien. Apa yang menjadi asas perbincangan ialah cara permohonan yang dilakukan oleh klien, proses temuduga, temurancang, lawatan ke rumah dan seterusnya penentuan jenis kes oleh Pembantu Kebajikan Masyarakat. Bab empat pula, menghuraikan program-program yang bertunjangkan fungsi remedial. Penelitian utama kepada fungsi remedial yang dibincangkan ialah perkhidmatan sokongan, perkhidmatan perlindungan d an gantian. Bab lima pula membincangkan fungsi developmental yang terdapat dalam kes-kes yang dikaji daripada Pejabat Kebajikan Masyarakat Slim River. Bab enarn rnerupakan bab yang terakhir yang menyimpulkan perbincangan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Important criteria for measuring heritage building condition

    No full text
    The excellence condition of a heritage building lies not only in the appearance of its individual elements, but also in the integrity of all its components, considered as unique criteria of the specific construction technology of its time and place. However, these criteria are varied and not specific. Therefore, this study aimed to identify and rank the important criteria for measuring the condition of heritage buildings in Malaysia. Data obtained through questionnaire and analyzed using Average Index (AI) in order to establish the important criteria. Samples were selected from a panel of experts in the field of heritage buildings management including industry players and academicians. The established criteria will be used as components to develop a new method of heritage building condition determination model in Malaysia

    ANALISA KINERJA RUAS JALAN MUHAMAD YAMIN DI SAMARINDA

    No full text
    Jalan Muhamad Yamin di Samarinda merupakan jalan Lokal yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak di batasi. Jalan Muhamad Yamin di Samarinda ini termasuk kategori jalan kelas III C. Perkembangan berbagai aspek kehidupan saat ini meningkatkan aktifitas pergerakan masyarakat. Hal tersebut berdampak pada perkembangan sarana dan prasarana transportasi yang memfasilitasi pergerakan yang terjadi. Jalan merupakan salah satu prasarana dalam perhubungan darat yang berfungsi memberikan pelayanan pada arus lalu lintas. Atas dasar inilah, maka di lakukan penelitian bagaimana kinerja kendaraan yang melalui ruas jalan Muhamad Yamin di Samarinda terhadap perkembangan arus yang terjadi dari waktu ke waktu. Adapun dalam Analisa Kinerja Ruas Jalan Muhamad Yamin ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), yang di uraikan berdasarkan Formulir UR-1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan Hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan ringan. Dalam penelitian Analisa Kinerja Ruas Jalan Muhamad Yamin ini dilakukan survei jam puncak selama 3 minggu, minggu pertama pada simpang RRI Samarinda, minggu kedua pada Simpang Smarainda Square minggu ke tiga dan ke empat pada simpang Unmul dan simpang Pramuka. Survey ini dilakukan pada jam 06.00 Pagi s/d 22.00 malam . Setelah dilakukan perhitungan terhadap data yang ada, pada simpang RRI Samarinda segmen 1 jam puncak terjadi pada hari Sabtu, di dapat Volume lalu lintas sebesar 2949,10 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,90, Kecepatan, 40 km/jam, Waktu tempuh 0,008120 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat D. Mendekati arus tidak stabil dimana hampir seluruh pengemudi dibatasi volume pelayanan berkaitan dengan kapasitas yang dapat di tolelir (diterima). pada simpang samarinda Square segmen 2 jam puncaknya terjadi pada hari selasa, di dapat Volume lalu lintas sebesar 3114,00 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,95, Kecepatan 37 km/jam, waktu tempuh 0,006540 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat E. Volume lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitasnya. Arus yang tidak stabil dengan kondisi yang sering berhenti. Pada simpang, Unmul segmen 3 jam puncaknya terjadi pada hari Sabtu, di dapat Volume lalu lintas sebesar 3049,70 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,93, Kecepatan 39 km/jam, waktu tempuh 0,012743 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat E. Volume lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitasnya. Arus yang tidak stabil dengan kondisi yang sering berhenti. Kemudian pada simpang Pramuka segmen 4 jam puncaknya terjadi pada hari Senin, di dapat Volume lalu lintas sebesar 2816,10 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,86, Kecepatan 41 km/jam, waktu tempuh 0,010975 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat D. Mendekati arus tidak stabil dimana hampir seluruh pengemudi dibatasi volume pelayanan berkaitan dengan kapasitas yang dapat di tolelir (diterima)

    Implementasi pasal 148 PP Nomor 44 Tahun 1993 terhadap kendaraan dan pengemudi (studi kasus di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan)/oleh Muhamad Rifki Kurniawan

    No full text
    abstrak (A) Nama : Muhamad Rifki Kurniawan (B) Judul : Implementasi Pasal 148 PP Nomor 44 Tahun 1993 Terhadap Kendaraan dan Pengemudi (Studi Kasus di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan) (C) Halaman Muka : ix + 84 + (lampiran) + 2008 (D) Kata Kunci : Implementasi Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 (E) Isi: Angkutan Barang merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat penting bagi masyarakat, hal ini dikarenakan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan mobilisasi barang dari suatu tempat ke tempat lain, baik disebabkan faktor kebutuhan pokok, perdagangan, pendidikan, dan lain-lain. Untuk memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor, maka diperlukan suatu uji berkala terhadap angkutan mobil barang yang dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali, oleh karena itu Pemerintah dan DPR membuat suatu undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan salah satu peraturan pelaksananya yaitu Pasal 148 Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi yang menyatakan bahwa setiap kendaraan bus, mobil barang, kendaraan khusus, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan umum yang dioperasikan dijalan wajib uji berkala, dan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. Namun yang terjadi di wilayah Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, sering ditemui angkutan mobil barang yang tak memperpanjang masa uji berkala. Hal yang menjadi permasalahan adalah apakah pasal 148 PP No 44 tahun 1993 terimplementasi?. Penulis meneliti permasalahan tersebut menggunakan metode penelitian hukum normatif yang ditambah dengan data dari hasil wawancara. Data penelitian memperlihatkan salah satu penyebab tidak terlaksananya peraturan tersebut adalah lemahnya sanksi yang diberikan aparat Dinas Perhubungan Lampung Selatan ketika melakukan penertiban. Sebaiknya aparat penegak hukum lebih serius dalam menindak tegas angkutan mobil barang yang tak memperpanjang masa uji berkala. (F) Daftar Acuan : (32) (1981-2008). (G) Pembimbing Tatang Ruchimat, S.H., M.H. (H) Penulis Muhamad Rifki Kurniawa

    "Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"

    No full text
    Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.

    A. D. Fricke, author

    No full text
    Black and white photograph of author, A. D. Fricke

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore