83 research outputs found

    Vol up / Muhamad Arif Affandi Ami Ardi

    No full text
    Vol Up is an innovative culinary venture established to cater to Malaysia's ever growing love for spicy food. Rooted in the cultural affinity for bold and fiery flavors, VolUp introduces a revolutionary line of spicy chicken with three customizable levels of heat: Level 1 (Mild ), Level 2 (Spicy), and Level 3 (Extra). Malaysia's passion for spicy food is undeniable, with the country ranking 11th globally in per capita spice consumption, averaging 5.57 kilograms per person annually, and 15th in total spice consumption, with 187,000 metric tons consumed in 2021. This cultural love for fiery flavors is further evidenced by the massive popularity of McDonald's spicy chicken offerings. For instance, during a Malaysia Day promotion in 2024, McDonald's Malaysia sold over 700,000 pieces of fried chicken in a single day. Such statistics underscore a thriving demand for high quality spicy products in the fast-food industry, inspiring VolUp to create an unforgettable dining experience for spice enthusiasts. At VolUp, our spicy chicken isn't just food, it 's a sensory adventure designed to delight and challenge all levels of spice tolerance. Each level of heat is carefully crafted using a proprietary blend of premium ingredients and spices, ensuring exceptional flavor profiles at every stage. Whether it's the approachable warmth of Level l, the exciting kick of Level 2, or the fiery thrill of Level 3, VolUp offers a truly customizable culinary journey. VolUp's mission is to elevate the dining experience by turning spiciness into on art form while honoring Malaysia 's deeply rooted love for intense flavors. By topping into this culturally significant market and delivering a product that appeals to the mosses, VolUp is poised to make a fiery and lasting impact in the Malaysian food scene, setting a new standard for the fa st food industry and solidifying its place as a staple for spice lovers across the country

    Computational intelligence technique for DG installation within contingency scenario / Muhamad Saifullah Mahmud Affandi

    No full text
    Distributed Generator (DG) had created a challenge and an opportunity for developing various novel technologies in power generation. DG is installed to improve the voltage profile as well as to minimize losses. DG allocation is a crucial factor in distribution loss management. The optimum DG allocation provides a variety of benefits. This paper presents a computational intelligence technique for DG installation within contingency scenario. A contingency scenario study of DG deployment in the distribution network for reducing real power losses has been considered and evaluated. The Artificial Bee Colony (ABC) algorithm technique for solving the problem of optimal location and sizing of DG on distributed systems is presented. The objective is to minimize transmission power loss under the contingency scenario. This proposed technique will be compared with Evolutionary Programming (EP) algorithm, that usually designed to maximize or minimize the objective function, which is a measure of the quality of each candidate solution. Meanwhile, for ABC algorithm is inspired of the intelligent behavior of bees during the nectar search process. This operational coding was developed in MatLAB and conducted on the test system, that is IEEE 69-bus radial distribution system

    PENGARUH PEMBIAYAAN MURABAHAH DAN ISTHISNA TERHADAP PROFITABILITAS (ROE) PADA PT BANK MUAMALAT TBK.

    No full text
    Muhamad Ilyas Affandi Al-Rasyid (3061311031) Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Pengaruh pembiayaan murabahah dan isthisna terhadap profitabilitas (ROE) pada Pt Bank Muamalat Tbk. (Pembimbing suherman, M.Ak dan Dr. H. Darmo H. Suwiryo, S.E., M.Pd., M.M.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pembiayaan murabahah dan isthisna terhadap profitabilitas yang diukur dengan rasio return on equity (ROE) pada Pt Bank Muamalat Tbk. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel yang akan diambil berasal dari laporan keuangan bulanan pada PT Bank Muamalat Tbk dengan periode 2014-2016.jumlah sampel ini sebanyak 36 sampel. Analisis yang digunakan adalah regresi linie berganda. Analisis ini digunakan untuk menentukan signifikan baik secara parsial maupun simultan. Hasil pengujian secara parsial pembiayaan murabahah menyatakan Thitung 2,268 dan signifikan 0,03<0,05 yang artinya secara parsial pembiayaan murabahah berpengaruh terhadap profitabilitas (ROE). Hasil pengujian secara parsial pembiayaan isthisna Thitung -2,172 dan signifikan 0,03<0,05 yang artinya pembiyaan istisna berpengaruh negative terhadap profitabilitas (ROE). Hasil pengujian secara simultan pembiayaan murabahah dan isthisna Thitung 4,085 dan signifikan 0,02<0,05 yang artinya secara simultan pembiayaan murabahah dan isthisna berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROE)

    K.H. Choer Affandi dan penggunaan Arab Pegon Sunda dalam karya-karyanya 1980-1994

    No full text
    Skripsi ini merupakan hasil penelitian tentang seorang ulama kharismatik yang mempunyai nama besar di wilayah Jawa Barat khusunya masyarakat Tasikmalaya, yaitu KH. Choer Affandi. Selain mewujudkan aktivitas keulamannya melalui bidang pendidikan dan dakwah, ia juga menggunakan karya-karyanya—yang sebagian besar berbahasa Arab pegon Sunda—sebagai media dakwah dan menjadi rujukan bagi para santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya. Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut pertama, bagaimana biografi K. H. Choer Affandi dan karya-karyanya? Kedua, bagaimana penggunaan Arab pegon Sunda dalam karya-karya K. H. Choer Affandi 1980-1994. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi K. H. Choer Affandi dan karyanya, dimulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, karir, hingga wafat. Kemudian untuk mengetahui penggunaan aksara Arab pegon Sunda dalam karya- karyanya yang menjadi rujukan di pondok pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ini adalah observasi, wawancara serta dokumentasi dan arsip. Ada beberapa tahapan dalam metode ini, pertama tahapan heuristik yaitu pencarian sumber, kedua tahapan kritik yaitu kritik intern dan kritik ekstern, ketiga tahapan interprestasi dan keempat tahapan historiografi. Demikianlah, penelitian yang membahas penggunaan Arab pegon Sunda dalam karya-karya K. H. Choer Affandi pada tahun 1980-1994 ini bisa kita simpulkan ada tiga bagian, yakni sejarah Arab pegon Sunda, memahami penulisan dan aksara Arab pegon Sunda, dan penggunaan Arab pegon Sunda di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya. Dalam sejarah Arab pegon terdapat akulturasi Budaya dan Tradisi sebagai hasil sejarah berabad-abad lalu., terutama ketika tahun 1200 M atau 1300 M seiring masuknya agama Islam. Dalam memahami penulisan dan aksara Arab pegon, skripsi ini menjelaskan simbol-simbol yang bisa dibaca dan jika dirangkai bisa mengandung makna dan penggunaan arab pegon di nusantara tergantung wilayah dan suku . Lalu, penggunaan Arab pegon Sunda di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya oleh K. H. Choer Affandi yang terdidik dan menjadi acuan para santri dengan setengah hasil karyanya menggunakan Arab pegon berbahasa Sunda, diantaranya Kitab Majmu’ah Al-Aqidah jilid I, kitab Taudhih Tijan Addarari, kitab Tajwidul Qur’an, dan kitab Qiyasa

    Computational intelligence technique for DG installation within contingency scenario

    No full text
    Distributed Generator (DG) had created a challenge and an opportunity for developing various novel technologies in power generation. DG is installed to improve the voltage profile as well as to minimize losses. DG allocation is a crucial factor in distribution loss management. The optimum DG allocation provides a variety of benefits. This paper presents a computational intelligence technique for DG installation within contingency scenario. A contingency scenario study of DG deployment in the distribution network for reducing real power losses has been considered and evaluated. The Artificial Bee Colony (ABC) algorithm technique for solving the problem of optimal location and sizing of DG on distributed systems is presented. The objective is to minimize transmission power loss under the contingency scenario. This proposed technique will be compared with Evolutionary Programming (EP) algorithm, that usually designed to maximize or minimize the objective function, which is a measure of the quality of each candidate solution. Meanwhile, for ABC algorithm is inspired of the intelligent behavior of bees during the nectar search process. This operational coding was developed in MatLAB and conducted on the test system, that is IEEE 69-bus radial distribution system

    Entrepreneurship Technology (ENT600) Ergonomic wheelbarrow / Amsyar Wajdi Ismail, Muhamad Helmi Affandi Adnan and Mohammad Zarriq Adzrin Mohd Pooad

    No full text
    The product to be developed is an ergonomic wheelbarrow. The ergonomic wheelbarrow developed to ease the burden of people while carrying load as well as taking care of consumer health. The name of this wheelbarrow seemly matched with the main function because this ergonomic wheelbarrow help to prevent consumer from lower back pain because of carrying heavy load. Ergonomic wheelbarrow will be sold to the three main party. The three main party are Construction Company, Landscape Company and home owner. This is the main target buyer for our product. With the rapid growth of this wheelbarrow use, the product offers tremendous advantages as well as the thousands of other workers assigned the responsibility of carrying loads for any project every day. This product will be positioned as a high-end equipment which enables workers to carry more loads in a time via advancement made to the amount of tires being install for the purpose of improving stability and absorbing shock. There is currently no other company that produces this type of wheelbarrow with the functional features we are going to develop. It will be sold in retail markets with both traditional selling which in physical store and online website. It also will be promote in our company website so buyer can do research which read all description and advantages of our product before buying this ergonomic wheelbarrow. This ergonomic wheelbarrow will be sold in the market with price RM600. This price is reasonable to compare with its function. It 4s because the packages come with the ergonomic wheelbarrow are worth it

    Peran Tutor Pendidikan Masyarakat dalam Meningkatkan Literasi Finansial pada Kelompok Belajar Dewasa (Studi pada masyarakat Desa Tumbang Masukih Provinsi Kalimantan Tengah)

    No full text
    Literasi finansial tidak hanya konsep yang berkaitan dengan keuangan, tetapi lebih kepada bagaimana mengelola keuangan serta ketepatan pengambilan keputusan untuk keberlanjutan unit usaha di masa depan. Pada konteks masyarakat pedesaan seperti Desa Tumbang Masukih, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, literasi finansial masih menjadi tantangan tersendiri. Kekurangan akses terhadap informasi, pendidikan, dan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan seringkali berdampak pada minimnya pemahaman masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan, investasi, dan pengelolaan utang. Namun di sisi lain, peran tutor dalam upaya peningkatan literasi finansial seringkali terabaikan atau kurang dimaksimalkan. Penelitian ini diasumsikan mampu berkontribusi nyata dalam mengembangkan program pendidikan masyarakat yang lebih efektif, terutama dalam upaya meningkatkan literasi finansial pada lingkup masyarakat desa. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif dengan metode studi kasus dan kajian entografis. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa setelah mengikuti program pembelajaran, peserta mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep dasar keuangan, perubahan sikap terhadap pengelolaan keuangan, serta peningkatan keterampilan dalam merencanakan keuangan. Sebagian besar peserta berhasil menerapkan kebiasaan finansial yang lebih bijaksana, seperti menyusun anggaran, menabung secara rutin, dan mengelola pengeluaran dengan lebih efisien. Keberhasilan dalam meningkatkan literasi finansial peserta sangat dipengaruhi oleh kemampuan tutor dalam menyampaikan materi dengan pendekatan yang relevan, menerapkan metode pembelajaran partisipatif, dan memberikan bimbingan personal. Namun, beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu dan tingkat pemahaman awal peserta, perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pelaksanaan program pembelajaran

    MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM MENUMBUHKAN SOCIAL ENTREPRENEURSHIP PADA ALUMNI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI KELURAHAN PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA

    No full text
    Penelitian ini didasari oleh adanya permasalahan yang ditemukan oleh peneliti seputar penyelenggaraan pendidikan bertemakan kewirausahaan di Kelurahan Pahandut sejak tahun 2017 hingga 2020, diantaranya: (1) model pendidikan yang dikembangkan belum mengacu pada realitas di masyarakat; (2) aktivitas kewirausahaan lebih terfokus pada pencapaian kompetensi keterampilan dan kurang mengedepankan aspek pendukung lainnya; dan (3) tidak adanya tindak lanjut program pascapendidikan kewirausahaan. Sasaran dari penelitian ini ialah para alumni program pendidikan kewirausahaan yang berjumlah 50 orang. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimpementasikan model berbasis project based learning sebagai solusi atas permasalahan sosial di masyarakat sekaligus menumbuhkan jiwa social entrepreneurship. Pengembangan konsep model project based learning telah dideskripsikan pada bagian selanjutnya dengan validasi model menggunakan dua analisis, yakni analisis kuantitiatif untuk menemukan fit model serta analisis kualitatif melalui expert judgement dengan para pakar, ahli, dan praktisi pendidikan masyarakat. Adapun dalam proses penelitian ini, peneliti menggunakan metode Soft System Methodology yang mencakup proses identifikasi permasalahan dan penjabaran kondisi faktual, strukturisasi permasalahan berbasis data, perumusan root definitions berbasis CATWOE (Client of customers, Actors, Transformations, World View, Owner, and Environment constraint). Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data berupa angket, observasi, studi dokumentasi, dan tes. Hasil yang diperoleh selama pemberian perlakuan ialah tumbuhnya jiwa social entrepreneurship dari pada alumni pendidikan kewirausahaan yang diindikasikan melalui adanya memberikan solusi inovatif atas permasalahan sosial, mengidentifikasi isu sosial, menciptakan nilai sosial yang lebih baik, penciptaan inovasi dan kesempatan usaha, kemampuan menghasilkan social benefit, dan memberikan keuntungan. This research is based on the problems found by researchers regarding the implementation of entrepreneurship-themed education from 2017 to 2020 in the Pahandut Village, which include: (1) the educational model developed has not referred to the reality in society; (2) entrepreneurial activity is more focused on achieving skill competencies and less prioritizing other supporting aspects; and (3) there was no follow-up to the entrepreneurship post-education program. The target of this research is 50 alumni of the entrepreneurship education program. Furthermore, this research aims to develop and implement a project-based learning-based model as a solution to social problems in society while at the same time fostering a spirit of social entrepreneurship. The development of the project based learning model concept has been described by validating the model using two analyses, namely quantitative analysis to find the fit model and qualitative analysis through expert judgment with experts, experts and community education practitioners. As for this research process, the researcher uses the Soft System Methodology method which includes the process of identifying problems and elaborating factual conditions, structuring data-based problems, and formulating CATWOE-based root definitions (Client of customers, Actors, Transformations, World View, Owner, and Environment constraint). Instruments used as data collection tools are questionnaires, observations, documentation studies, and tests. The results obtained during the treatment were the growth of a social entrepreneurship spirit from alumni of entrepreneurship education which was indicated through providing innovative solutions to social problems, identifying social issues, creating better social values, creating innovations and business opportunities, the ability to generate social benefits, and provide an advantage

    Sejarah seni rupa

    No full text
    37 p.; 32 cm

    PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN BAHAN AJAR PADA TUTOR PAUD TUNAS MULIA, PASAR REBO, JAKARTA TIMUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membantu para tutor dalam meningkatkan kemampuan menyusun bahan ajar bagi para tutor di PAUD Tunas Mulia, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Melalui penelitian penerapan model blended learning ini diharapkan para tutor mampu meningkatkan kapasitas serta kemampuannya dalam menyusun bahan ajar, baik yang berbasis elektronik maupun konvensional. Adapun perumusan masalah pada penelitian ini yaitu terkait dengan upaya peningkatan kemampuan menyusun bahan ajar melalui penerapan model blended learning pada tutor PAUD Tunas Mulia, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Teori yang dipergunakan sebagai dasar penelitian ini ialah teori Andragogi, yaitu suatu pendidikan pendekatan orang dewasa yang menempatkan individu sebagai subjek dari sistem pendidikan. Penelitian ini juga ditunjang dengan teori blended learning, yaitu sebagai suatu model pembelajaran yang menggabungkan metode tatap muka dengan komunikasi virtual berbasis digital. Sedangkan teori lain yang menjadi landasan pada penelitian ini adalah teori terkait penyusunan bahan ajar, dimana bahan ajar dikatakan sebagai seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian riset aksi yang dilakukan dengan pendekatan one-group, pretes-psttest design, dimana perlakuan yang dilakukan terdiri atas dua siklus dengan menerapkan model blended learning yang telah dirancang oleh peneliti. Penelitian ini dilaksanakan terhitung dari bulan Juni sampai dengan September 2013. Obyek pada penelitian ini ialah para tutor yang berjumlah 10 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen angket, observasi, serta tes hasil belajar, atau yang biasa disebut dengan multi instruments. Teknik analisis data yang digunakan jenis penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan data serta kuantitatif yaitu penyajian secara persentase. Hasil dari penelitian ini diperoleh melalui hasil pre test dan post test terhadap para tutor tersebut, maka diperoleh nilai rata-rata uji pemahaman dan penguasaan materi meningkat sebesar 39,42% antara sebelum perlakuan dengan siklus 1, serta mengalami kenaikan dari 52% menjadi 72,5% pada siklus 2. Secara praktek pun para tutor telah mampu menunjukkan kemajuan yang signifikan, yaitu dengan mampu menyusun bahan ajar baik konvensional maupun yang berbasis komputer. Melalui penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model blended learning terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyusun bahan ajar pada tutor di PAUD Tunas Mulia, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Hal ini berarti bahwa tujuan dari penelitian ini telah “tercapai”. Kata kunci: blended learning, tutor, bahan ajar, andragogi Abstract This study aims at helping tutors improve their ability to prepare learning materials at Tunas Mulia Early Childhood Education Center (ECE-C) in Pasar Rebo, East Jakarta. Through this implementation of blended learning model study, it is expected that the tutors would be able to increase their capacity and ability in preparing both electronic and conventional learning materials. The problem formulated in this study is related to efforts of improving ability to prepare learning materials through the implementation of blended learning model at Tunas Mulia ECE-C in Pasar Rebo, East Jakarta. The theory used as the basis of the study is the theory of Andragogy, which is an adult education approach placing individuals as the subjects of education system. In addition, the study was supported by blended learning theory; a learning model that combines face-to-face method with digital-based virtual communication. Besides, other theories used in the study are theories related to learning materials preparation, in which learning materials are mentioned to be a set of materials systematically arranged either in writing or not that could create an environment/atmosphere that allows students to learn. The study was conducted with action research method carried out with the approach of one-group, pretest-posttest design, in which the given-treatment consisted of two cycles by applying blended-learning model that has been designed by the researcher. This study was conducted commencing from June to September 2013. The objects of the study were 10 tutors in total. Data collection was accomplished through questionnaires, observations, and learning test results, or commonly called multi-instruments. The technique of data analysis used is qualitative analysis technique by describing quantitative data; the percentage presentation. The results of the study were obtained through the pretest and posttest given to the tutors. It was shown that the average score of comprehension and mastery of materials increased by 39.42% between the pre-treatment with cycle 1 and there was also an increase from 52% to 72, 5% in 2nd cycle. Moreover, at practical level, the tutors have been able to show significant progress; able to prepare learning materials, both conventional and computer-based.The study concluded that the implementation of blended learning model has been proven to be able to increase the tutors’ ability in preparing learning materials as Tunas Mulia ECE-C in Pasar Rebo, East Jakarta. In other words, the objectives of the study have been successfully achieved. Keyword: blended learning, tutors, learning materials, andragog
    corecore