1,724,214 research outputs found

    Muhaimin Salut Perjuangan Dahlan-Stem Cell Dokter Dalam Negeri

    Full text link
    Muhaimin mengungkapkan, selain temu kangen, kedatangannya sekaligus ikut merasakan kesedihan yang menimpa Dahlan. Menurut dia, cobaan proses hukum itu kurang tepat untuk Dahlan. sebab, Dahlan telah berjasa banyak bagi bangsa dan negara. Mantan wakil ketua DPR itu juga mendoakan agar Dahlan terus sehat meski menghadapi tantangan. "saya harap beliau tetap berkarya. Salut untuk idealisme dan perjuangannya Pak Dahlan", ucap Muhaimin. Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dibahas. Mulai masalah hukum, politik, hingga kesehatan. Salah satunya tentang stem cell. Dahlan pernah diajak teman sesama menteri untuk menjalani stem cell di jerman. saat itu biayanya 2 miliar. itu belum termasuk biaya tiker pesawat pulang pergi dan hotel. Pada suatu ketika, Dahlan menghadiri presentasi tentang stem cell oleh dokter dari Universitas Airlangga Surabaya. Dari Pemaparan itu diketahui, stem cell di dalam negeri sama dengan yang dilakukan di Jerman. Biayanya tidak sebesar yang dilakukan di Jerman. Mantan Dirut PLN itu sempat mempertegas pemaparan tersebut dengan berdiskusi untuk memastikan bahwa itu sama dengan yang ada di Jerman. Setelah mendapat penjelasan panjang lebar, Dahlan pun yakin. "Akhirnya saya batalkan berangkat ke Jerman. Saya pakai dokter dalam negeri". Tegas Dahlan

    PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAIMIN

    Full text link
    Kurikulum yang digunakan pada berbagai lembaga pendidikan Islam masih bercorak dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum. Orientasi pengajaran masih bertumpu pada penguasaan materi melalui sistem hafalan yang serba verbalistik. Yakni mampu mengucap tapi tidak mengerti maksud tujuannya, apalagi mengamalkannya. Dalam kenyataan nya pendidikan Islam belum mampu menanamkan nilai-nilai ajaran Islam kepada peserta didik yang menimbulkan dekadansi moral dikalangan pelajar. melalui pemikiran Muhaimin diharapkan mampu membawa pelaksanaan pendidikan Islam kearah yang lebih baik, yaitu dengan adanya pembaharuan tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pembaharuan pendidikan Islam menurut Muhaimin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis tentang Pembaharuan pendidikan Islam menurut Muhaimin. Penelitian ini termasuk dalam penelitian Kepustakaan, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah deskriptif kualitatif dan dalam menganalisisnya menggunakan analisis ini (content analysis). Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan gagasan Muhaimin tentang karyanya atau ilmuan lain yang mengupasnya, agar memperoleh gambaran yang utuh. Setelah itu, akan dibahas pembaharuan pendidikan Islam menurut tokoh tersebut dan selanjutnya berusaha melakukan kritik terhadap pemikiran pembaharuan Pendidikan Islam tersebut. Hasil dari penelitian ini antara lain adalah bahwa pembaharuan pendidikan Islam melalui pengembangan kurikulum PAI menurut Muhaimin adalah dengan mengembangkan kurikulum itu sendiri. Ide-ide pengembangannya diawali dari problem-problem yang terjadi di lingkungan sekitar peserta didik yang kemudian dimasukkan ke dalam materi PAI. Selanjutnya, pengembangan kualitas guru PAI dapat dilakukan dengan meningkatkan kompetensi Personal-religius, sosial-religius, pedagogik-religius, dan profesional-religius. Menguliahkan guru PAI ke jenjang yang lebih tinggi disertai dengan memaksimalkan berbagai wadah yang telah ada merupakan langkah yang tepat dalam mengembangkan kualitasnya

    AL-QURAN SEBAGAI AL-MUHAIMIN

    Full text link
    Perbincangan Al-Quran sebagai al-muhaimin tidak lain merupakan persoalan perihal salah satu kedudukan Al-Quran atas kitab-kitab terdahulu. Dalam pada itu, para ulama berbeda pendapat terkait dengan pemaknaan kedudukan Al-Quran sebagai muhaimin atas kitab-kitab terdahulu. Beberapa berpendapat bahwa kedudukan Al-Quran dalam arti tersebut tidak lain adalah sebagai saksi atas kitab-kitab terdahulu, sementara beberapa pendapat yang lain mengatakan bahwa dalam arti yang sama Al-Quran menaskh keberadaan kitab-kitab terdahulu. Guna menyelesaikan persoalan tersebut Al-Tabari kemudian menjadi alternatif dalam penelitian ini. Setidaknya terdapat dua alasan kenapa penelitian ini menjadikan Al-Tabari sebagai objek kajian. Pertama, tafsirnya Ja>mi’ Al-Baya>n ’An Ta‘wi>l ‘A<y Al-Qur’an disebut-sebut sebagai salah satu tafsir bil matsur yang paling agung. Kedua, Al-Tabari merupakan salah satu mufasir yang kerap melakukan analisis linguistik dimana analisis tersebut dianggap sebagai salah satu analisis yang cukup otoritatif dalam khazanah tafsir Al-Quran. Namun demikian, bukan berarti kebenaran penafsiran Al-Tabari mutlak. Kebenaran tafsirnya tentu tetap bersifat relatif dan tentatif. Artinya, Al-Tabari juga tidak bisa terlepas dari situasi maupun problem-problem tertentu ketika ia berinteraksi dengan teks Al-Quran. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka hermeneutika filosofis Hans Georg Gadamer kemudian menjadi alternatif sebagai pisau untuk membedah penafsiran Al-Tabari. Adapun beberapa pokok pemikiran hermeneutika Gadamer antara lain adalah kesadaran akan pengaruh sejarah, pra-pemahaman, dan asimilasi horison. Melalui teknik pengumpulan data deskritif-analitik penelitian ini mencoba mendeskripsikan secara sistematis persoalan-persoalan terkait kedudukan Al-Quran sebagai al-muhaimin menurut Al-Tabari serta analisis melalui kerangka berfikir hermeneutikan Hans Georg Gadamer. Penelitian ini pada akhirnya menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pertama, bagi Al-Tabari kata al-muhaimin berasal dari kata Al-Haimanati yang serupa dengan kata Al-Hifdu (menjaga) dan Al-Irtiqab (mengawasi). Al-Tabari berpendapat bahwa kata muhaimin dalam Q.S. Al-Maidah ayat 48 merupakan athaf dari kata musaddiq. Selain itu, Al-Tabari juga berpendapat bahwa kedudukan Al-Quran sebagai muhaimin adalah membenarkan kitab-kitab sebelumnya, sebagai saksi atas kebenaran kitab-kitab sebelumnya bahwa kitab-kitab tersebut datang dari Allah swt, mempercayai keberadaannya, dan menjaga kandungannya. Kedua, dalam kacamata hermeneutika Hans Georg Gadamer pandangan Al-Tabari selaras dengan beberapa riwayat yang dia kutip. Riwayat itu pula yang akhirnya menjadi modal awal Al-Tabari sebelum menafsirkan kata muhaimin dalam Q.S. Al-Maidah ayat 48. Dalam pada itu, analisis linguistik dan adanya kebutuhan akan tafsir bil matsur merupakan asimilasi horison yang menghiasi penafsiran Al-Tabari

    KOMUNIKASI ARTIFAKTUAL PADA VIDEO DEKLARASI ABDUL MUHAIMIN ISKANDAR

    Full text link
    Abdul Muhaimin Iskandar was faced with exposure to an issue that actually had surfaced long ago, so that it became a concern for the Indonesian people themselves. Exposure to the issue of corruption in durian cartons so that the hashtag #capreskardusduren suddenly went viral on social media Twitter, PKB's vote share dropped drastically in the 2009 election so that it dropped to seventh place, and also heated up the feud regarding Abdul Muhaimin Iskandar's lack of ethics to the late Gus Dur which heated up after being exposed by Zannuba Arrifah Chafsoh Wahid or known as Yenny Wahid, daughter of the late Gus Dur. From these challenges, it is certainly not an easy step for Abdul Muhaimin Iskandar to win the presidential election in 2024. In Abdul Muhaimin Iskandar's declaration video, the role of nonverbal messages used has a significant role in supporting verbal messages conveyed to Indonesian people, both regarding vision and mission, as well as work programs to fight propaganda launched by his political opponents. In this thesis research, there are 2 problem formulations, namely: 1. What are the forms of artifactual communication used by Abdul Muhaimin Iskandar in his declaration video, 2. How does Abdul Muhaimin Iskandar construct positive images into artifactual communication in his declaration video. In exploring this thesis research, researchers used a method in the form of a descriptive qualitative method with the type of research using Ferdinand De Saussure's semiotic analysis which consists of two components of the signifier and the signified. Apart from using semiotic analysis, the researcher also conducted research to examine what forms of artifactual communication were used by Abdul Muhaimin Iskandar in his video declaration using an artifactual communication approach. While the research steps are as follows: determine research methods, collect data, and analyze data to obtain research results. The results of this thesis research show that Abdul Muhaimin Iskandar uses artifactual communication which he uses in a practical form so as to produce dimensions of information about emotions, behavior and differentiation, while to construct positive images into artifactual communication Abdul Muhaimin Iskandar uses the low fashion category

    Pemikiran Pendidikan Islam Muhaimin

    Full text link
    ABSTRAK Dunia pendidikan, khususnya lembaga pendidikan seperti sekolah/madrasah turut bertanggung jawab di dalam mengantarkan putra putri terbaik bangsa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepaada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satu solusi untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan pengembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah. Adapun tujuan penelitian ini, Pertama, memetakan gagasan Muhaimin mengenai Pemikiran Pendidikan Islam. Kedua, memetakan Pengembangan pendidikan Islam di sekolah/madrasah menurut Muhaimin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis kritis, jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah (historical research), dan dikategorikan sebagai penelitian histori of ideas, atau intellectual history, dan prosedur pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga tahap yakni; tahap orientasi, tahap eksplorasi dan tahap studi terfokus. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwasanya, pendidikan Islam menurut Muhaimin dipandang sebagai sebuah aktifitas dan sebagai sistem yang bertujuan menjadikan manusia beriman dan bertaqwa kepada allah SWT. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan strategi dan metode pembelajaran yang bernuansa saintifik. Sedangkan model pengembangan pendidikan Islam menurut Muhaimin ada 3 yaitu: model dikotomis, model mekanisme dan model organisme. Dalam pengembangan pendidikan agama Islam, salah satu strategi pengembangan PAI di sekolah/madrasah dengan konsep 5 C; causes, change agency, change target, channel dan change strategy ABSTRACT The world of education, especially educational institutions such as schools/madrasah, is also responsible for delivering the nation's best sons and daughters to become human beings who have faith and are devoted to Allah SWT and have noble morals in their personal, social, national and state lives. One solution to achieve this goal is to develop Islamic religious education in schools/madrasah. The objectives of this research are, first, to map Muhaimin's ideas regarding Islamic Educational Thought. Second, mapping the development of Islamic education in schools/madrasah according to Muhaimin. This research uses a qualitative approach with descriptive critical analysis methods, this type of research is historical research, and is categorized as history of ideas research, or intellectual history, and the data collection procedure is carried out in three stages, namely; orientation stage, exploration stage and focused study stage. Based on the research results, it was concluded that according to Muhaimin, Islamic education is seen as an activity and as a system that aims to make people believe and be devoted to Allah SWT. To achieve this goal requires learning strategies and methods that have a scientific nuance. Meanwhile, according to Muhaimin, there are 3 models for developing Islamic education, namely: dichotomous model, mechanism model and organism model. In developing Islamic religious education, one of the strategies for developing PAI in schools/madrasas is with the 5 C concept; causes, change agency, change target, channel and change strategy. مستخلص البحث إن عالم التعليم، وخاصة المؤسسات التعليمية مثل المدارس، مسؤول أيضًا عن إخراج خيرة أبناء وبنات الأمة ليصبحوا بشرًا مؤمنين مخلصين لله سبحانه وتعالى، يتمتعون بأخلاق نبيلة في حياتهم الشخصية والاجتماعية والوطنية والوطنية. حياة الدولة أحد الحلول لتحقيق هذا الهدف هو تطوير التعليم الديني الإسلامي في المدارس/المدارس الدينية. أهداف هذا البحث هي، أولاً، رسم خريطة لأفكار مهيمن فيما يتعلق بالفكر التربوي الإسلامي. ثانياً، رسم خريطة لتطور التعليم الإسلامي في المدارس/المدارس حسب مهيمن. يستخدم هذا البحث منهجًا نوعيًا مع أساليب التحليل النقدي الوصفي، وهذا النوع من الأبحاث هو بحث تاريخي، ويتم تصنيفه كأبحاث تاريخ الأفكار، أو التاريخ الفكري، ويتم إجراء جمع البيانات على ثلاث مراحل، وهي؛ مرحلة التوجيه ومرحلة الاستكشاف ومرحلة الدراسة المركزة. وبناءً على نتائج البحث، خلص مهيمن إلى أن التعليم الإسلامي يعتبر نشاطًا ونظامًا يهدف إلى جعل الناس يؤمنون بالله سبحانه وتعالى. لتحقيق هذا الهدف يتطلب استراتيجيات وأساليب التعلم التي لها فارق علمي. وفي الوقت نفسه، يرى مهيمن أن هناك ثلاثة نماذج لتطوير التربية الإسلامية، وهي: النموذج الثنائي، والنموذج الآلي، ونموذج الكائن الحي. في تطوير التعليم الديني الإسلامي، تتمثل إحدى استراتيجيات تطوير التعليم الديني الإسلامي في المدارس/المدارس الدينية في مفهوم 5C؛ الأسباب، ووكالة التغيير، وهدف التغيير، والقناة، واستراتيجية التغيير

    Teknologi pencahayaan/ Muhaimin

    No full text
    viii, 207 hal.: ill.; 24 cm

    Tipologi pemikiran pendidikan Islam perspektif Muhaimin dan kontribusinya dalam perkembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang

    Full text link
    ABSTRAK Muhaimin adalah seorang tokoh dalam pembaruan pendidikan Islam yang memiliki kapakaran di bidangnya. Dia juga merupakan salah satu Guru Besar dalam bidang ilmu pendidikan Islam. Konsep pemikirannya condong pada pendidikan Islam, dia banyak memberikan sumbangsih pemikiran dan pandangan tentang pendidikan Islam, dia mampu membandingkan tentang kajian pemikiran pendidikan Islam, banyak karya-karya yang dia terbitkan dalam mewarnai pemikiran pendidikan Islam srta dia mampu mentipologikan pemikiran pendidikan Islam yang berkembang. Sehingga dari konsep pemikirannya Muhaimin banyak memberikan kontribusi dalam perkembangan pendidikan secara umum dan pendidikan Islam secara khusus. Untuk itulah peneliti memberikan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana konsep pemikiran pemikiran pendidikan Islam perspektif Muhaimin; (2) Bagaimana tipologi pemikiran pendidikan Islam perspektif Muhaimin; (3) Bagaimana kontribusi pemikiran Muhaimin terhadap pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian library research atau penelitian kepustakaan. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Sumber data primer adalah buku-buku karya Muhaimin tentang pendidikan Islam dan hasil wawancara dengan Muhaimin dan data sekunder adalah menganalisis buku-buku literatur yang mendukung pembahasan skripsi ini. Dalam analisis, penulis menggunakan content analisis yakni pemahaman secara konsepsional yang berkelanjutan didalam deskripsi, artinya melakukan analisis terhadap makna yang terkandung dalam keseluruhan pemikiran Muhaimin tentang pemikiran pendidikan Islam guna mendapatkan suatu kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis dapatkan menunjukkan bahwa konsep pemikiran Muhaimin menekankan pada proses transformasi dan internalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai (nilai ilahi dan nilai insani) pada diri anak didik melalui penumbuhan dan pengembangan potensi fitrahnya (menumbuhkan, mengembangkan, memelihara dan menjaga potensi laten) serta menyelamatkan potensi tersebut (terlindungi dalam koridor Islam dan tetap berada di atas jalan yang benar yang diridhai oleh Tuhan), dan menyiapkan mereka untuk hidup di masa depan. Konsep pemikiran Muhaimin dalam pemetaan kelima tipologi yang dia jabarkan menunjukkan atas kecondongannya pada teori Kognitivisme. Dimana teori ini memiliki asumsi filosofis, yaitu the way in which we learn. Pengetahuan seseorang diperoleh berdasarkan pemikiran. Kontribusi riil pemikiran Muhaimin tentang pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terbentuk dalam konsep tarbiyah ulu al-Albab dan konsep kurikulum yang dia rintis sejak dulu dan sampai sekarang tetap teraktualisasikan dengan modifikasi yang ada sesuai dengan perkembangan pendidikan dan teknologi di masyarakat. ABSTRACT Muhaimin is a leader in education reform Islam that has expertise in his field. He was also one of the Professors in Islamic education. The concept of lean thinking on Islamic education, he has a lot to contribute ideas and views on Islamic education, he was able to compare assessment about Islamic education, many of his works which he published in the coloring of Islamic educational and he is able to perform typology in growing Islamic education thought. By the the concept of his thought, Muhaimin contribute a lot in the development of education in general and Islamic education in particular. For this reason researchers give the formulation of the problem as follows: (1) How does the concept of Islamic education thought from the perspective of Muhaimin; (2) How does the typology of Islamic educational thought from Muhaimin perspective, (3) How to contribute ideas Muhaimin of Islamic education in the State Islamic University (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. This study uses a research library research or library research. The authors collected data using the method of documentation and interviews. The primary data sources are books about Islamic education Muhaimin works and interviews with Muhaimin and secondary data were analyzed literature books that support the thesis of this discussion. In the analysis, the author uses content analysis of the conceptual understanding that is sustainable in the description, it means doing an analysis of the meaning contained in the overall Muhaimin thought about the idea of Islamic education in order to get a conclusion. The results show that the writers get ideas Muhaimin concept emphasizes the process of transformation and internalization of knowledge and values (the divine and human values) in their students and development potential of nature (to grow, develop, maintain and protect the potential latent) as well as the potential saving (in the corridor of protected Islam and remained on the right path is blessed by God), and prepare them for life in the future. The concept of mind mapping Muhaimin fifth typology in which he suggests describe the thoughts that tend to Cognitivism theory. Where this theory has philosophical assumptions, namely „the way in the which we learn’. someone knowledge is obtained based on the thought. Muhaimin thinking about the real contribution of Islamic education at the State Islamic University (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang formed in the tarbiyah concept of ulu al-Albab and curriculum concepts that he pioneered long ago and remains actualized with the modifications that are applicable to the development of education and technology in society

    KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (ANALISIS ISI PEMIKIRAN PROF. DR. H. MUHAIMIN, M.A.)

    Full text link
    ABSTRAK Yaqin, Ngainul. Nomor Induk Mahasiswa. 17201153116. 2019. Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Analisis Isi Pemikiran Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A.). Skripsi. Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung. Pembimbing: Dr. Hj. Elfi Mu’awanah, S. Ag., M. Pd. Kata kunci: Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Muhaimin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi pada wajah pendidikan Indonesia lebih khusus pada pendidikan agama Islam. Pendidikan agama Islam memiliki tiga domain yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga kurikulumnya pun berbeda pula. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana kurikulum pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan informal perspektif Muhaimin? (2) Kurikulum pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan formal perspektif Muhaimin? (3) Kurikulum pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan non formal perspektif Muhaimin? Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian studi literatur dengan metode analisi data deskriptif yaitu mendeskripsikan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh Muhaimin mengenai pengembangan pendidikan Islam. Kemudian dilanjutkan dengan (content analysis) yaitu melakukan analisis secara mendalam terhadap makna yang terkandung dalam keseluruhan makna yang terkandung dalam keseluruhan gagasan Muhaimin yang kemudian ditarik kesimpulannya yang bersifat umum. Setelah penulis megadakan penelitian dengan menggunakan beberapa metode di atas dapat disimpulkan, (1) Menurut Muhaimin kurikulum pendidikan agama Islam dalam pendidikan informal bersifat pendidikan keluarga dan lingkungan yang mempunyai program, tetapi yang diprogramkan bukan isi yang akan disampaikan kepada peserta didik, tetapi konteksnya. Jadi, isi programnya bersifat insidental dan lebih bersifat kasus, sehingga tidak wajar diprogramkan. Yang diprogram adalah lingkungannya, situasinya, iklimnya, dan yang semacamnya. (2) Kurikulum pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan formal menurut Muhaimin terdiri atas beberapa aspek, yaitu: aspek Al-Qur’an dan Hadis, keimanan/akidah, akhlak, fiqih (hukum Islam), dan aspek tarikh (sejarah). Meskipun masing-masing aspek tersebut dalam praktiknya saling terkait (mengisi dan melengkapi), tetapi jika dilihat secara teoritis masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. (3) Muhaimin berpendapat bahwa kurikulum pada lembaga pendidikan formal tidak memiliki standar yang baku. Karena pendidikan non formal menurut Muhaimin berfungsi untuk: 1) melakukan penyesuaian; 2) menghindari keterulangan; dan 3) menjaga kesinambungan

    KONSEP PENDIDIKAN ISLAM STUDI PEMIKIRAN MUHAIMIN

    Full text link
    ABSTRAK Pendidikan Islam di indonesia sendiri saat ini telah banyak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, hal ini tidak terlepas dari kerja keras intelektual muslim, para ulama, dan tokoh-tokoh Islam. Pendidikan Islam yang selanjutnya akan dikaji ini adalah berasarkan pemikiran tokoh pendidikan yang berasal dari Indonesia yaitu Muhaimin. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana konsep pendidikan Islam menurut Muhaimin?. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidikan Islam menurut Muhaimin. Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian kepustakaan (Library Reseach), yaitu penelitian yang menggunakan buku- buku sebagai sumber data dengan fokus penelitian pada Konsep Pendidikan Islam Studi Pemikiran Muhaimin. Sumber data primer dalam penelitian ini bersumber dari karya dari pemikiran Muhaimin, yaitu Pemikiran pendidikan Islam kajian filosofis dan kerangka dasar operasionalnya, Karya Muhaimin dkk dan Rekonstruksi Pendidikan Islam, Karya Prof. Dr. Muhaimin, MA. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kepustakaan. Kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Terdapat beberapa kritikan atau problem pendidikan islam, diantaranya meliputi beberapa aspek : a)Aspek Foundational Problems yaitu paradigma yang mengembangkan pendidikan Islam pada aspek kehidupan ukhrawi yang terpisah dengan kehidupan duniawi, atau aspek kehidupan rohani yang terpisah dengan kehidupan jasmani: b) Aspek Structural Problems; c) Aspek Operational Problems. Pada aspek tujuan pendidikan Islam terlihat pada gagasannya yang menghendaki agar lulusan pendidikan Islam tidak kalah dengan lulusan pendidikan yang belajar di sekolah-sekolah yang sudah maju, bahkan lulusan pendidikan Islam mutunya lebih baik dari lulusan sekolah-sekolah yang sudah maju. Pembaharuan pendidikan agama Islam melalui pengembangan Kurikulum dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu pendidikan agama Islam sebagai fenomena dan pendidikan Islam sebagai aktifitas. Peningkatan guru pendidikan agama Islam dapat dilakukan dengan mengembangkan kompetensi kepribadian-religius, sosial-religius, pedagogik-religius, dan profesional-religius pada dirinya. Model pendekatan dalam pembelajaran PAI dikembangkan untuk menentukan strategi pembelajaran yang akan dilakukan. Pengembangan model pendekatan dalam pembelajaran harus mempertimbangkan karakteristik materi pelajaran yang akan disampaikan dan mempertimbangkan perkembangan usia peserta didik. Adapun dalam pengembangannya jangan hanya bertumpu pada model pendekatan pembelajaran yang telah ada. Keyword: Konsep, Pendidikan Islam, Muhaimi

    Teknologi pencahayaan/ Muhaimin

    No full text
    viii, 207 hal.: ill.; 24 cm
    corecore