140 research outputs found

    Corrigendum for: Patorani local knowledge system in fisheries resources conservation education in Galesong District South Sulawesi

    No full text
    We sincerely express our apology for the changes in the author list in the article entitled Patorani local knowledge system in fisheries resources conservation education in Galesong District South Sulawesi. This article was published on DOI: 10.17977/um017v28i12023p52-63, with the authors list consisting of Hasriyanti, Rusdi, Alonge Titus Adeyemi, Michel E. D. Chaves, and Erman Syarif. However, Michel E. D. Chaves issue a complaint regarding his involvement during the research and paper completion. He did not agree to the inclusion of his name in the author list. We have contacted the corresponding author for confirmation. Besides, the co-author has also confirmed the mistake in the writing of one of the author’s names, Alonge Titus Adeyemi, which should be Titus Adeyemi Alonge. The corresponding author has submitted a letter of author contribution signed by Hasriyanti, Rusdi, Titus Adeyemi Alonge, and Erman Syarif. The original article has been revised, and reasonable effort should be made to remove all references to this article

    PENDIDIKAN KARAKTER PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BARA KARYA FEBRIALDI RUSDI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SMK

    No full text
    This research is entitled Character Education of the Main Character in the Novel Bara by Febrialdi Rusdi as an Alternative Teaching Material in Class XII Vocational High School. This article aims to (1) find out the main character in the novel "Bara" by Febrialdi Rusdi, (2) to explain the relevance of character education in the novel "Bara" by Febrialdi Rusdi, if it is used as teaching material in SMK. This study uses a qualitative descriptive method because the data in this study are in the form of words, phrases, and sentence quotes, and do not prioritize numbers. One of the efforts to develop character education that can be developed is through novel appreciation learning. Literary learning is the novel as a type of literary work that has a function that can create a sense of concern for the work produced by the author. The teaching of novels in schools must be adapted to the needs and conditions of students, in reviewing the novel "Bara" by Febrialdi Rusdi, learning character education in characters and their relevance as teaching materials in SMK is an interesting and important research. Character education is a process of forming human character, character education aims to improve the quality of implementation and educational outcomes that lead to the achievement of character and ethical formation of students as a whole and integrated

    Education of the Character of the Main Characters in the Novel Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya by Rusdi Mathari (Analysis of Literature Psychology)

    No full text
    This research aims to describe how the character in the main character and also the structure of his personality, especially about character education in the novel by Rusdi Mathari entitled "Feeling Smart, Stupid Only Tak Have" which was analyzed using the literary psychology approach of Sigmund Freud (Id, Ego, Superego), character education itself is the basis for starting a stage of individual learning. The method used in this study is a qualitative descriptive method using a critical discourse analysis approach, which is an approach that leads that knowledge is obtained from social interaction. The data source used is one of the novels by Rusdi Mathari, the data used are the words and sentences used by the author to describe the main character taken in terms of character education. The main character in this novel is an old village resident who is considered by the residents as an insane parent, namely Cak Dlahom, but the assessment of the surrounding residents is different from what the author describes in his writing.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan karakter tokoh utama dan struktur kepribadiannya, khususnya dalam hubungan dengan pendidikan karakter dalam novel karya Rusdi Mathari yang berjudul “Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya” yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud (Id, Ego, Superego), pendidikan karakter merupakan landasan untuk memulai suatu tahap belajar individu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, yaitu merupakan pendekatan yang mengarah bahwa pengetahuan didapatkan dari interaksi sosial. Sumber data yang digunakan adalah salah satu novel karya Rusdi Mathari, data yang digunakan merupakan kata-kata dan kalimat yang digunakan penulis untuk mendeskripsikan tokoh utama yang diambil dari segi pendidikan karakternya. Tokoh utama dalam novel ini merupakan seorang penduduk kampung tua yang dianggap warga sebagai orangtua kurang waras yaitu Cak Dlahom, akan tetapi penilaian warga sekitarnya berbeda dengan apa yang penulis gambarkan dalam tulisannya

    Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Rohani Islam untuk Menyiapkan Generasi Anti Radikalisme pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Makassar Perspektif Pendidikan Agama Islam

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan Pelaksanaan pendidikan karakter di SMK Negeri 4 Makassar, Pelaksanaan Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Kegiatan Rohani Islam (Rohis) di SMK Negeri 4 Makassar, Potensi Radikalisme di SMK Negeri 4 Makassar, Pelaksanaan Integrasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam Kegiatan Rohani Islam di SMK Negeri 4 Makassar Persfektif Pendidikan Agama Islam dan Bagaimana NilaiNilai Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Rohani Islam (Rohis) untuk menyiapkan Generasi Anti Radikalisme di SMK Negeri 4 Makassar ? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pola integrasi nilai-nilai pendidikan karakter di SMK Negeri 4 Makassar melalui Kegiatan Rohani Islam yang dikontrol langsung oleh pihak guru Pendidikan Agama Islam, manajemen sekolah dan kegiatannya ditangani oleh organisasi Remaja Pencinta Mushollah (RPM). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara umum masih menerapkan pola pembelajaran yang sama dengan yang diterapkan di keumuman sekolah-sekolah lain yaitu dilakukan melalui usaha-usaha untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap materi-materi pembelajaran Mengenai kebijakan khusus ataupun inovasi model dan strategi integrasi dalam pembelajaran belum ada namun dilaksanakan melalui kegiatan Rohani Islam (Rohis) Implikasi penelitian ini membuktikan bahwa pola integrasi nilai-nilai pendidikan karakter yang dilakukan adalah dengan membangun keseimbangan antara aspek spiritual dan aspek social pada setiap kegiatan yang dilaksanakan. Serta memperdalam kajian dan pemahaman terhadap setiap nilai-nilai karakter yang diwajibkan untuk dimiliki berdasarkan regulasi pendidikan nasional. Efektifitas dan capaian keberhasilan penerapan integrasi nilai-nilai pendidikan karakter Dalam hal pembentukan karakter, yang ditandai dengan kedalaman pemahaman akan nilai-nilai karakter dan sikap yang ditunjukkan, siswa yang tergabung di organisasi Remaja Pencinta Mushollah (RPM) memiliki keunggulan yang sangat besar disbanding siswa lainnya dan efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter di SMK Negeri 4 Makassar

    PENGARUH SELF-DIRECTED LEARNING DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

    No full text
    . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-directed Learning (SDL) dan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa SMA Negeri 9 Maros. Self-directed Learning (SDL) membantu siswa untuk mempersiapkan segala kebutuhan belajarnya secara mandiri. Sedangkan disposisi matematis adalah apresiasi terhadap matematika yang membantu siswa untuk tekun dan ulet serta selalu merasa tertarik untuk belajar matematika.Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 9 Maros tahun ajaran 2017/2018 dengan total 638 siswa. Sebesar 180 sampel diambil menggunakan teknik disproportionated stratified random sampling, dengan ukuran sampel tiap tingkatan kelas sebesar 60 sampel. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen skala bertingkat Self-rating Scale of Self-directed Learning(SRSSDL), angket disposisi matematis, dan tes hasil belajar matematika. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistic 24.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat SDL siswa berada pada kategori sedang, disposisi matematis siswa berada pada kategori tinggi, dan hasil belajar siswa berada pada kategori rendah. SDL dan disposisi matematis secara simultan berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa SMA Negeri 9 Maros, dimana sebesar 18,66% dari hasil belajar matematika dapat dijelaskan oleh variabel SDL dan disposisi matematis secara bersama-sama. Secara parsial, variabel SDL mempengaruhi hasil belajar sebesar 5,38% dan variabel disposisi matematis mempengaruhi hasil belajar sebesar 4%. Setiap penambahan satu skor pada SDL akan memberikan peningkatan sebesar 0,164 terhadap hasil belajar matematika. Sedangkan penambahan satu skor disposisi matematis akan memberikan peningkatan sebesar 0,281 terhadap hasil belajar. Kata Kunci : Self-directed Learning, Disposisi Matematis, Hasil Belajar Matematik

    ABSTRAK

    No full text
    MUH. MURSAL ASSIDIQ S (I 211 09 251). Pengaruh Alelopati Bunga Tahi Ayam (Lantana camara) terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Sentro (Centrosema pubescens). Dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir.H. Muh. Rusdi, M.Sc sebagai Pembimbing Utama dan Dr. Ir. Syamsuddin Nompo, MP sebagai Pembimbing Anggota.\ud \ud ABSTRAK\ud \ud Bunga tahi ayam (Lantana camara) merupakan tanaman perdu yang banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis, bunganya yang menarik dan beraneka warna mulai dari putih, merah muda, jingga, kuning, dan ungu membuat tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias baik yang ditanam dalam pot atau taman. Tanaman ini memiliki efek alelopati dengan menghambat perkecambahan biji, pemanjangan akar, dan pertumbuhan beberapa spesies tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alelopati bunga tahi ayam terhadap perkecambahan dan pertumbuhan sentro. Penelitian tahap I dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 kali ulangan dan penelitian tahap II dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 3 dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu kadar tepung daun Lantana camara (0%, 2% dan 4%) dan faktor kedua yaitu lama inkubasi (0 hari, 20 hari dan 40 hari). Pada penelitian tahap I hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak air daun Lantana camara berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap perkecambahan biji sentro. Hasil uji kontras menunjukkan kontrol vs Alelopati (daun, batang dan akar), daun vs batang dan akar vs batang sangat berpengaruh nyata sedangkan daun vs akar tidak berpengaruh nyata. Pada penelitian tahap II hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap luas daun sentro dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman sentro tapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap panjang akar sentro. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa kontrol berbeda nyata dengan kadar tepung 4% daun Lantana camara pada luas daun sentro. Pada tinggi tanaman sentro, kontrol berbeda sangat nyata dengan kadar tepung 4% Lantana camara. Sedangkan pada panjang akar, kontrol tidak berbeda nyata dengan kadar tepung 2% dan 4% daun Lantana camara. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak air daun Lantana camara dengan konsentrasi yang tinggi menghambat persentase laju perkecambahan biji sentro dibanding dengan ekstrak air batang dan akar. Kadar tepung daun Lantana camara mempersempit luas daun dan menghambat tinggi tanaman tetapi tidak menghambat panjang akar sentro.\ud \ud \ud Kata Kunci : Lantana camara, Alelopati, Centrosema pubescens, perkecambahan, pertumbuhan. \ud MUH. MURSAL ASSIDIQ S (I 211 09 251). Bunga Tahi Ayam residues\ud influence (Lantana camara) on Germination and Growth Sentro (Centrosema\ud pubescens). Under the guidance of Prof. Dr. Ir.H. Muh. Rusdi, M.Sc as President\ud and Dr Supervisor. Ir. Shamsuddin Nompo, MP as Supervising Member.\ud \ud ABSTRAK\ud \ud Bunga tahi ayam (Lantana camara) is a herbaceous plant that grows in many tropical and subtropical areas, flowers are attractive and colorful ranging from white, pink, orange, yellow, and purple makes this plant is often grown as an ornamental plant grown either in pots or garden. This has the effect of plant residues to inhibit seed germination, root elongation, and growth of some plant species. This study aimed to determine the effect of residues interest chicken droppings on Sentro germination and growth. The first phase is designed according to Completely Randomized Design (CRD) which consists of 10 treatments and 3 replications and phase II studies are designed according to Completely Randomized Design (CRD) with factorial 3 x 3 and 3 replications. The first factor is Lantana camara ground leaf levels (0%, 2% and 4%) and the second factor is a lenght incubation (0 days, 20 days and 40 days). In the phase I study results of variance showed that treatment of Lantana camara leaf water extract was highly significant (P <0.01) on seed germination Sentro. Contrast test results show that the control vs. allelopathy (leaves, stems and roots), leaves vs. stems and roots vs. stems very real effect while leaves vs. roots had no significant effect. In the Phase II study results of variance showed that the treatment significantly (P <0.05) and the Sentro leaf area was highly significant (P <0.01) on plant height Sentro but not significantly different (P> 0.05) on Sentro root length. The LSD showed that significantly different from control levels of 4% starch in leaves of Lantana camara leaf area Sentro. Sentro on plant height, controls highly significant with 4% starch content of Lantana camara. Whereas the root length, not significantly different from control levels of starch 2% and 4% leaves of Lantana camara. It can be concluded that the aqueous extract of leaves of Lantana camara with a high concentration inhibits the rate of seed germination percentage Sentro compared with water extract of stems and roots. Levels of Lantana camara leaf powder narrow leaf area and plant height but did not inhibit inhibit root length Sentro.\ud \ud Keywords: Lantana camara, Allelopathy, Centrosema pubescens, germination,\ud growth

    PENGARUH ALELOPATI BUNGA TAHI AYAM (Lantana camara) TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIJI SENTRO (Centrosema pubescens)

    No full text
    MUH. MURSAL ASSIDIQ S (I 211 09 251). Pengaruh Alelopati Bunga Tahi Ayam (Lantana camara) terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Sentro (Centrosema pubescens). Dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir.H. Muh. Rusdi, M.Sc sebagai Pembimbing Utama dan Dr. Ir. Syamsuddin Nompo, MP sebagai Pembimbing Anggota.\ud \ud ABSTRAK\ud \ud Bunga tahi ayam (Lantana camara) merupakan tanaman perdu yang banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis, bunganya yang menarik dan beraneka warna mulai dari putih, merah muda, jingga, kuning, dan ungu membuat tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias baik yang ditanam dalam pot atau taman. Tanaman ini memiliki efek alelopati dengan menghambat perkecambahan biji, pemanjangan akar, dan pertumbuhan beberapa spesies tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alelopati bunga tahi ayam terhadap perkecambahan dan pertumbuhan sentro. Penelitian tahap I dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 kali ulangan dan penelitian tahap II dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 3 dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu kadar tepung daun Lantana camara (0%, 2% dan 4%) dan faktor kedua yaitu lama inkubasi (0 hari, 20 hari dan 40 hari). Pada penelitian tahap I hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak air daun Lantana camara berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap perkecambahan biji sentro. Hasil uji kontras menunjukkan kontrol vs Alelopati (daun, batang dan akar), daun vs batang dan akar vs batang sangat berpengaruh nyata sedangkan daun vs akar tidak berpengaruh nyata. Pada penelitian tahap II hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap luas daun sentro dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman sentro tapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap panjang akar sentro. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa kontrol berbeda nyata dengan kadar tepung 4% daun Lantana camara pada luas daun sentro. Pada tinggi tanaman sentro, kontrol berbeda sangat nyata dengan kadar tepung 4% Lantana camara. Sedangkan pada panjang akar, kontrol tidak berbeda nyata dengan kadar tepung 2% dan 4% daun Lantana camara. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak air daun Lantana camara dengan konsentrasi yang tinggi menghambat persentase laju perkecambahan biji sentro dibanding dengan ekstrak air batang dan akar. Kadar tepung daun Lantana camara mempersempit luas daun dan menghambat tinggi tanaman tetapi tidak menghambat panjang akar sentro.\ud \ud \ud Kata Kunci : Lantana camara, Alelopati, Centrosema pubescens, perkecambahan, pertumbuhan.\ud MUH. MURSAL ASSIDIQ S (I 211 09 251). Bunga Tahi Ayam residues\ud influence (Lantana camara) on Germination and Growth Sentro (Centrosema\ud pubescens). Under the guidance of Prof. Dr. Ir.H. Muh. Rusdi, M.Sc as President\ud and Dr Supervisor. Ir. Shamsuddin Nompo, MP as Supervising Member.\ud \ud ABSTRAK\ud \ud Bunga tahi ayam (Lantana camara) is a herbaceous plant that grows in many tropical and subtropical areas, flowers are attractive and colorful ranging from white, pink, orange, yellow, and purple makes this plant is often grown as an ornamental plant grown either in pots or garden. This has the effect of plant residues to inhibit seed germination, root elongation, and growth of some plant species. This study aimed to determine the effect of residues interest chicken droppings on Sentro germination and growth. The first phase is designed according to Completely Randomized Design (CRD) which consists of 10 treatments and 3 replications and phase II studies are designed according to Completely Randomized Design (CRD) with factorial 3 x 3 and 3 replications. The first factor is Lantana camara ground leaf levels (0%, 2% and 4%) and the second factor is a lenght incubation (0 days, 20 days and 40 days). In the phase I study results of variance showed that treatment of Lantana camara leaf water extract was highly significant (P <0.01) on seed germination Sentro. Contrast test results show that the control vs. allelopathy (leaves, stems and roots), leaves vs. stems and roots vs. stems very real effect while leaves vs. roots had no significant effect. In the Phase II study results of variance showed that the treatment significantly (P <0.05) and the Sentro leaf area was highly significant (P <0.01) on plant height Sentro but not significantly different (P> 0.05) on Sentro root length. The LSD showed that significantly different from control levels of 4% starch in leaves of Lantana camara leaf area Sentro. Sentro on plant height, controls highly significant with 4% starch content of Lantana camara. Whereas the root length, not significantly different from control levels of starch 2% and 4% leaves of Lantana camara. It can be concluded that the aqueous extract of leaves of Lantana camara with a high concentration inhibits the rate of seed germination percentage Sentro compared with water extract of stems and roots. Levels of Lantana camara leaf powder narrow leaf area and plant height but did not inhibit inhibit root length Sentro.\ud \ud Keywords: Lantana camara, Allelopathy, Centrosema pubescens, germination,\ud growth

    prinsip metode kualitatif dalam pengentasan kemiskinan.

    No full text
    Pengembangan model evaluasi berbasis kualitatif dalam dekade terakhir telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses evaluasi kebijakan baik dari level praktek penyelenggaraan Negara maupun bagi kepentingan akademik. Posisi pelaksana kebijakan di tingkat lapangan seringkali menemukan kesulitan dalam menerapkan prinsip dan pendekatan analisis kualitatif dalam proses kebijakan tertentu. Phenomena ini dialami oleh pelaku kebijakan sosial di mana entitas birokrasi di Kota Parepare belum efektif menggunakan pendekatan tersebut. Meskipun temuan awal mengindikasikan adanya peran penting penggunaan instrument kualitatif dalam evaluasi kebijakan subsidi dengan karakteristik partisipasi dan peran kelompok sasaran, namun kenyataannya belum efektif digunakan dalam proses penyempurnaan program, penentuan jenis program hingga pada tahapan penetapan penerima manfaat. Metode yang digunakan adalah analisis studi kasus terhadap pola pemanfaatan pendekatan kualitatif dalam proses evaluasi kebijakan subsidi. Pemilihan subjek kajian ditentukan melalui metode purposive masing-masing pelaksana maupun evaluator, sementara dari sisi penerima manfaat untuk menjaring data subjek yang dimasukkan sebagai komponen pembentukan model evaluasi kualitatif. Model evaluasi yang dikembangkan kemudian digunakan untuk memahami konteks kebijakan subsidi dan sasaran kebijakan tersebut untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku kebijakan pengentasan kemiskinan di Kota Parepare belum memiliki pemahaman yang seragam terkait dengan penggunaan metode kualitatif dalam evaluasi kebijakan kemiskinan. Format dan model evaluasi yang dikembangkan dengan memasukkan komponen partisipasi penerima manfaat umumnya belum banyak memberikan efek positif penggunaan instrument kualitatif dalam menganalisis dan mengevaluasi kebijakan pengentasan kemiskinan. Ke tiga aspek proses evaluasi kebijakan mulai dari tahapan penentuan penerima manfaat, penentuan jumlah dan waktu penyerahan bantuan hingga tahap pelibatan masyarakat penerima dalam mengawasi proses pemberian bantuan sosial di mana para pelaksana kebijakan belum dapat memanfaatkan format evaluasi berbasis kualitatif secara utuh. Hanya pada saat penentuan masyarakat penerima manfaat yang umumnya dapat diyakini memiliki relevansi yang signifikan, di mana akses masyarakat pada tahapan ini cukup terbuka dan sesuai dengan prinsip metode kualitatif dalam pengentasan kemiskinan
    corecore