1,721,120 research outputs found
Mahar sebagai satu bentuk jaminan sosio-ekonomi wanita : kajian di Tawau, Sabah / Hasbi Haji Muh. Ali
Mahar merupakan sejumlah wang atau harta yang berhak diterima oleh isteri daripada
suaminya dengan sebab pernikahan. Pensyariatan mahar dalam Al-Qur’an bukan sahaja
telah merubah sistem mahar pada zaman pra-Islam, bahkan menunjukkan kepentingan
dan kelebihan mahar berbanding pemberian-pemberian perkahwinan yang lain yang disandarkan kepada adat dan budaya setempat semata-mata. Permasalahannya, masyarakat dilihat telah terkeliru dengan meletakkan keutamaan kepada adat pemberian hantaran berbanding pemberian mahar sehinggakan sanggup membelanjakan belasan ribu ringgit demi memenuhi adat hantaran tersebut. Hal ini berkemungkinan kerana persepsi masyarakat yang hanya menganggap mahar sekadar pemberian yang bersifat ritual perkahwinan semata-mata. Masyarakat juga berkemungkinan tidak mengetahui
potensi dan peranan mahar dengan lebih luas berbanding dengan peranan hantaran yang kebiasaannya digunakan untuk menampung perbelanjaan kenduri perkahwinan. Panduan kadar mahar yang dilihat sudah terlalu rendah dan tidak meraikan keadaan semasa juga menyebabkan seolah-olah mahar tidak dapat memberi manfaat yang besar kepada wanita, melainkan sebatas pelengkap dalam majlis pernikahan sahaja. Justeru, kajian ini bertujuan menjelaskan kedudukan mahar menurut Islam dan masyarakat Melayu, falsafah di sebalik pensyaritan mahar dengan memfokuskan kepada potensi mahar
sebagai satu bentuk jaminan sosio-ekonomi wanita. Di samping itu, kajian ini juga bertujuan mengenalpasti adakah mahar yang diterima berfungsi sebagai satu bentuk jaminan sosio-ekonomi wanita di Tawau, Sabah. Metod kepustakaan dan metod temubual merupakan metod utama pengumpulan data, sementara metod deskriptif digunakan dalam penganalisaan data. Justeru, dapatan kajian menunjukkan bahawa mahar gagal berfungsi sebagai satu jaminan sosio-ekonomi wanita dalam perkahwinan perceraian dalam skop amalan mahar di Tawau, Sabah terutamanya pada saat-saat sukar seperti kematian suami atau perceraian
ANALISIS PENYEBAB HUBUNGAN SINGKAT PADA BOW THRUSTER DI MV. CRYSTAL JADE
INTISARI
Muh Ali Thoyyibin, (2022) NIT. 541711206417.T, “Analisis penyebab
hubungan singkat pada bow thruster di MV. Crystal Jade”, Program
Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T, M.T dan
Pembimbing II: Slamet Riyadi, M.Si., M.Mar.
Bow thruster System adalah pesawat bantu untuk manouvering kapal
waktu akan sandar atau akan meninggalkan dermaga, yaitu dengan
memanfaatkan putaran propeller yang memberikan gaya axial/ gaya
dorong melintang pada haluan kapal.
Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptif
kualitatif serta menggunakan teknik analisis data swot dan fishbone sebagai
metode untuk menentukan faktor permasalahan dan event-event yang ada
pada permasalahan. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah
faktor apa yang menyebabkan gangguan pada bow thruster, apa dampak
yang ditimbulkan, dan apa upaya yang dilakukan terhadap masalah yang
ada.
Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penyebab
hubungan singkat pada bow thruster adalah timbulnya korosi pada pipa
penyangga yang menyebabkan kabel terkelupas sehingga terjadi gesekan
yang menimbulkan hubungan singkat. Dampak dari terjadinya hubungan
singkat pada bow thruster adalah terganggunya proses manouvering di atas
kapal. Upaya mengatasi hubungan singkat pada bow thruster adalah
dengan mengganti kabel instalasi yang terkelupas dengan kabel baru atau
memberi pelindung pada kabel instalasi bow thruster
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kecamatan Tawaeli Kota Plau
ABSTRAK
ISTIA MUH. ALI. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kecamatan Tawaeli Kota Palu (di bawah bimbingan Nurdin Rahman dan Rasyika Nurul).
Peminatan Gizi Kesehatan Masyarakat
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Tadulako
Skripsi, Mei 2017
Kurang Energi Kronis (KEK) adalah kurangnya asupan energi yang ditandai dengan ukuran LiLA < 23,5 cm. Pada tahun 2015 dan 2016 prevalensi kejadian bumil KEK tertinggi di Kota Palu terdapat di wilayah Puskesmas Tawaeli sebesar 41,28% dan 38,26%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, asupan protein, pantangan makan, penyakit infeksi dan usia dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kecamatan Tawaeli Kota Palu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II dan III sebanyak 75 orang yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi (p = 0,000), asupan protein (p = 0,000), usia (p = 0,023) berhubungan dengan kejadian KEK, sedangkan pantangan makan (p = 0,086) dan penyakit infeksi (p = 0,157) tidak berhubungan dengan kejadian KEK. Untuk menanggulangi risiko KEK sebaiknya dilakukan deteksi dini risiko KEK dengan melakukan pengukuran LiLA pada trimester awal kehamilan dan pemberian penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang cukup secara kuantitas dan kualitas.
Kata Kunci : Asupan Energi, Asupan Protein, KEK, Pantangan Makan
ABSTRACT
ISTIA MUH. ALI. Factors that Related to Chronic Energy Deficiency (CED) Problem in Pregnant Mother in Tawaeli Community Health Centers Tawaeli District Palu City (under the guidance of Nurdin Rahman and Rasyika Nurul).
Public Health Nutrition Department
Public Health Study Program
Faculty of Medicine and Health Science
Tadulako University
Thesis, May 2017
Chronic Energy Deficiency (CED) is a lack of energy intake that marked by MUAC < 23,5 cm. In the year 2015 and 2016 the highest CED prevalence of pregnant mother in the Palu City located in the Tawaeli Community Health Centers were 41,28% and 38,26%. This research aims to find out the relationship between energy intake, protein intake, food taboos, infectious diseases and age with CED of pregnant mother in the Tawaeli Community Health Centers. The type of this research conducted is quantitative used Cross Sectional Study approach. The sample in this research were trimester pregnant women II and III as many as 75 people by total sampling. The results of the research were tested statistically by Chi Square test on the level of trust 95% (p < 0,05). The results showed that energy intake (p = 0,000), protein intake (p = 0,000), age (p = 0,023) related to CED. While food taboos (p = 0,086) and infectious diseases (p = 0,157) were not related to CED. To mitigate CED risk should be done early detection of CED risk by MUAC measurement in early trimester of pregnancy and giving counsel about the importance of consuming enough food in quantity and quality.
Key Words : Energy Intake, Protein Intake, CED, Food Taboos
ABSTRAK
ISTIA MUH. ALI. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kecamatan Tawaeli Kota Palu (di bawah bimbingan Nurdin Rahman dan Rasyika Nurul).
Peminatan Gizi Kesehatan Masyarakat
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Tadulako
Skripsi, Mei 2017
Kurang Energi Kronis (KEK) adalah kurangnya asupan energi yang ditandai dengan ukuran LiLA < 23,5 cm. Pada tahun 2015 dan 2016 prevalensi kejadian bumil KEK tertinggi di Kota Palu terdapat di wilayah Puskesmas Tawaeli sebesar 41,28% dan 38,26%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, asupan protein, pantangan makan, penyakit infeksi dan usia dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kecamatan Tawaeli Kota Palu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II dan III sebanyak 75 orang yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi (p = 0,000), asupan protein (p = 0,000), usia (p = 0,023) berhubungan dengan kejadian KEK, sedangkan pantangan makan (p = 0,086) dan penyakit infeksi (p = 0,157) tidak berhubungan dengan kejadian KEK. Untuk menanggulangi risiko KEK sebaiknya dilakukan deteksi dini risiko KEK dengan melakukan pengukuran LiLA pada trimester awal kehamilan dan pemberian penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang cukup secara kuantitas dan kualitas.
Kata Kunci : Asupan Energi, Asupan Protein, KEK, Pantangan Makan
ABSTRACT
ISTIA MUH. ALI. Factors that Related to Chronic Energy Deficiency (CED) Problem in Pregnant Mother in Tawaeli Community Health Centers Tawaeli District Palu City (under the guidance of Nurdin Rahman and Rasyika Nurul).
Public Health Nutrition Department
Public Health Study Program
Faculty of Medicine and Health Science
Tadulako University
Thesis, May 2017
Chronic Energy Deficiency (CED) is a lack of energy intake that marked by MUAC < 23,5 cm. In the year 2015 and 2016 the highest CED prevalence of pregnant mother in the Palu City located in the Tawaeli Community Health Centers were 41,28% and 38,26%. This research aims to find out the relationship between energy intake, protein intake, food taboos, infectious diseases and age with CED of pregnant mother in the Tawaeli Community Health Centers. The type of this research conducted is quantitative used Cross Sectional Study approach. The sample in this research were trimester pregnant women II and III as many as 75 people by total sampling. The results of the research were tested statistically by Chi Square test on the level of trust 95% (p < 0,05). The results showed that energy intake (p = 0,000), protein intake (p = 0,000), age (p = 0,023) related to CED. While food taboos (p = 0,086) and infectious diseases (p = 0,157) were not related to CED. To mitigate CED risk should be done early detection of CED risk by MUAC measurement in early trimester of pregnancy and giving counsel about the importance of consuming enough food in quantity and quality.
Key Words : Energy Intake, Protein Intake, CED, Food Taboo
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Sistem Kendali Level pada Miniatur Kendalian Industri dengan Bahan Baku Padatan
Muh Ali Suaib,Yuzar Setiawan. Sistem Kendali Level pada Miniatur Kendalian Industri dengan\ud
Bahan Baku Padatan. (diawasi oleh Rhiza S. Sadjad dan Andani Ahmad).\ud
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat pemodelan kendalian (plant) atau model Simulink\ud
dari kendalian menggunakan software Matlab dan mengamati hasilnya, yang dapat dibandingkan\ud
dengan hasil dari replika miniatur industri yang dibuat sesuai dengan bentuk nyata dari suatu\ud
industri pabrik.\ud
Hasil penlitian dapat direalisasikan rancangan miniatur Kendalian Proses industri berbahan\ud
baku padat yang teridiri dari 2 bak silo, 2 kiln, 1 cooler dan 2 conveyor yang nantinya\ud
merupakan titik tolak untuk membangun sistem kendali proses miniatur industri. Dapat\ud
dilakukan pengukuran level pada kedua silo. Model matematik yang dibangun dengan\ud
menggunakan fasilitas SIMULINK pada program MATLAB, merupakan bagian-bagian\ud
kendalian dari dua buah silo, 2 belt dan cup-conveyor, 2 buah kiln dan 1 buah cooler yang pada\ud
penelitian ini hanya sebagai waktu tunda. Hasil simulasi dari simulink dengan program Matlab\ud
digunakan untuk memverifikasi dengan hasil pengukuran yang dilakukan dengan beberapa\ud
skenario untuk level pada silo serta pengendalian hingga proses berjalan normal. Adapun\ud
skenario pada saat diberi gangguan dari kondisi normal dengan memperbesar katup yang semula\ud
dari kondisi normal sebesar 2,40 liter utntuk 600 detik menjadi 3,40 liter per 600 detik, dengan\ud
kondisi awal pada silo1 terisi 4 liter material bahan sedangkan silo2 terisi 5 liter bahan. Pada\ud
kondisi tersebut sistem tidak berjalan normal oleh karena itu dibuatlah suatu pengendali yang\ud
bertujuan untuk mengembalikan sistem yang terganggu menjadi kembali stabil atau normal,\ud
dengan menyesuaikan keadaan dari gangguan yang diberikan
- …
