1,721,013 research outputs found

    PENERAPAN EFEKTIVITAS RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUANG ANGGREK RSUD TUGUREJO SEMARANG

    No full text
    Program Studi Pendidikan Profesi NersJurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangKIAN, Juni 2022Alif Mufti Haq1), Cuciati2), Mugi Hartoyo 2) Coresponden author : CuciatiEmail peneliti utama : [email protected] EFEKTIVITAS RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUANG ANGGREKRSUD TUGUREJO SEMARANGLatar belakang : Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg, dalam pengukuran yang berulang (Kemenkes RI, 2019). Salah satu tindakan non farmakologis pada penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah dengan terapi rendam kaki menggunakan air hangat yang diharapkan dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi pasien. Tujuan : Untuk mengetahui penerapan terapi rendam kaki menggunakan air hangat untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi pasien di ruang Anggrek RSUD Tugurejo SemarangMetode : Studi kasus deskriptif dengan jumlah 3 Pasien sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusiHasil asuhan keperawatan : Setelah menerapkan terapi rendam kaki menggunakan air hangat selama 30 menit sebanyak sebanyak 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan malam selama 3 hari selama 30 menit 1 jam sebelum pemberian obat anti hipertensi secara rutin, didapatkan hasil pada ketiga Pasien mengalami penurunan tekanan darah.Diskusi : Hasil dari studi kasus menunjukkan ketiga pasien mengalami penurunan tekanan darah setelah menerapkan terapi rendam kaki menggunakan air hangat, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur Arifin, 2021 dan Ajeng Nurmaulina, 2021 bahwa terapi rendam kaki menggunakan air hangat efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Rekomendasi : terapi rendam kaki menggunakan air hangat efektif diterapkan pada penderita tekanan darah tinggi (hipertensi). Kata kunci : Hipertensi, rendam kaki menggunakan air hangat, penurunan tekanan darah1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Poltekkes Kemenkes Semarang2) Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang3) Dosen Poltekkes Kemenkes Semaran

    SKRIPSIHUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK

    No full text
    ABSTRAKHUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIKIsnaeni Karima (1), Mugi Hartoyo (2), Sri Utami Dwiningsih (2) 1)Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Semarang2)Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangKoresponden : [email protected] Latar Belakang: Penderita gagal ginjal kronik yang berada pada stadium akhir membutuhkan terapi hemodialisa, dilakukan seumur hidup untuk mengganti fungsi kerja ginjal. Proses hemodialisis yang dilakukan dalam waktu yang lama memberikan dampak dan perubahan fisik, psikologis memunculkan gejala-gejala. Kondisi ini akan memberikan fisiologis dan psikologis stresor pasien yang dapat memepengaruhi kualitas hidup. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan antara lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan pada 38 sampel dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner WHOQoL-BREF. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Mayoritas yang menjalani HD adalah laki-laki (63.16%) dengan usia rata-rata 49 tahun, mayoritas berpendidikan terakhir SD dan SMA (36.84%) dan mayoritas bekerja wiraswasta (34.21%), (52.63%) responden memiliki kualitas hidup yang sedang, lama pasien menjalani HD rata-rata 32 bulan. Terdapat korelasi yang sedang antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan (p value 0.001) dan arah hubungan negatif (r -0.515)Simpulan: Terdapat hubungan yang sedang antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik, semakin lama pasien menjalani hemodialisi maka semakin baik kualitas hidupnya. Perlu adanya motivasi kepada pasien hemodialisa untuk terus menjalani terapi hemodialisa secara teratur dan disiplin seumur hidupnya agar kualitas hidup pasien hemodialisa semakin baik.Kata Kunci: Gagal ginjal kronik, Lama menjalani hemodialisis, Kualitas hidup

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    ANALISA STUDI ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN PADA KLIEN (TINJAUAN PENERAPAN MASSAGE KAKI MENGGUNAKAN CITRONELLA OIL (MINYAK SEREH UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH)

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi dapat dikenal dengan sebutan tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi batas normal. Kondisi ini bila tidak ditangani secara tepat bisa menimbulkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan penyakit lainnya. Penatalaksanaan yang dapat meminimalisir gejala yang dirasakan oleh penderita hipertensi salah satunya dengan massage kaki menggunakan citronella oil (minyak sereh) untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan: Untuk menghilangkan gangguan rasa nyaman pada pasien hipertensi dengan penerapan massage kaki menggunakan citronella oil (minyak sereh). Metode: Penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yang dilakukan pada bulan Mei 2022 di wilayah kerja Rumah Sakit K.R.M.T Wongsonegoro Semarang dengan jumlah sampel sebanyak 3 responden yang berdasarkan atas kriteria inkluasi dan eksklusi. Penerapan terapi massage kaki menggunakan citronella oil dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari di ruang rawat inap. Hasil: Penerapan massage kaki menggunakan citronella oil (minyak sereh) memberikan efek penurunan tekanan darah sistolik dari 160 mmHg menjadi 136 mmHg dan tekanan darah diastolic dari 90 mmHg menjadi 84 mmHg. Kesimpulan: Terjadi penurunan tekanan darah sistolik dan diastolic pada pasien hipertensi setelah diberikan massage kaki menggunakan citronella oil (minyak sereh)

    Asuhan Keperawatan pada Klien Diabetes Mellitus Komplikasi Mata (Retinopati Diabetik) dengan Fokus Studi Resiko Cidera di RSUD Pandan Arang Boyolali.

    No full text
    AbstrakLatar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit menahun yang akan diderita oleh penderitanya seumur hidup. Komplikasi mata yang diakibatkan karena DM akan menyebabkan gangguan penglihatan. Retinopati Diabetik merupakan penyebab utama dari kebutaan baru pada orang-orang yang berusia 20-74 tahun dengan insiden kejadian 40-50%. Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah penderita DM pada populasi penduduk ? 15 tahun adalah sebesar 6,9 persen, dan jumlah kasus retinopati diabetik di RSUD Pandan Arang Boyolali pada tahun 2017 sebanyak 120 jiwa. Tujuan: tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk asuhan keperawatan resiko cidera pada klien diabetes mellitus komplikasi mata (retinopati diabetik) di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode: metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pemaparan kasus dan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Sampling yang digunakan sebanyak 2 responden. Hasil: hasil yang diperoleh setelah 3x24 jam masalah masih mengancam ditandai dengan kadar gula darah masih tinggi, penglihatan kabur, penurunan penglihatan pada satu mata. Saran: Pengelolaan untuk menangani klien diabetes mellitus komplikasi mata (retinopati diabetik) dapat dilakukan pengawasan lebih yang dapat dilakukan keluarga dan kontrol gula darah secara teratur serta redesign lingkungan tempat tinggal dan periksa kesehatan mata agar komplikasi yang terjadi tidak semakin parah.Kata kunci : Diabetes Mellitus, Komplikasi mata (retinopati diabetik), Resiko Cidera, Pengelolaan resiko cidera

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ASMA BRONKHIAL DENGAN FOKUS STUDI BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI PUSKESMAS NGAWEN, KABUPATEN BLORA

    No full text
    Asma adalah suatu penyakit dengan adanya penyempitan saluran pernafasan yang berhubungan dengan tanggap reaksi yang meningkat dari trakea dan bronkus berupa hiperaktivitas otot polos dan inflamasi, hipersekresi mukus, edema dinding saluran pernafasan, deskuamasi epitel dan infiltrasi sel inflamasi yang disebabkan berbagai macam rangsangan. Angka kejadian asma bervariasi di berbagai negara, tetapi terlihat kecenderungan bahwa penderita penyakit ini meningkat jumlahnya, meskipun belakangan ini obat-obat asma banyak dikembangkan. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), penyandang asma di dunia mencapai 100-150 juta orang. Jumlah ini diduga terus bertambah sekitar 180 ribu orang per tahun. Serangan akut asma bronkial dalam berbagai tingkatan beratnya juga merupakan kasus umum di RSUD dr R Soetijono Blora memperlihatkan total 626 kunjungan ke Unit Gawat Darurat (UGD) karena serangan akut asma bronkial (2,9% seluruh kunjungan tahun itu). Sepanjang tahun 2009 hingga pertengahan tahun 2010, serangan akut asma bronkial selalu masuk dalam 10 besar penyakit di UGD RSUD dr R Soetijono Blora. Prevalensi asma di Blora angkanya sekitar 16,4% (Dinas Kesehatan Kabupaten Blora , 2010). Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Dua pasien terlibat dalam asuhan keperawatan pada asma bronkhial, Fokus studi bersihan jalan nafas tidak efektif.Masalah yang muncul yaitu ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan produksi sekret. Didapatkan kedua pasien Tn S dan Ny S mengalami sesak nafas, terdengar suara whezing dan ronchi. Untuk mengatasinya dengan tindakan batuk efektif untuk mengeluarkan sputum yang tertahan pada jalan nafas. Pada tahap evaluasi klien mampu mengeluarkan sputum namun masih terdengar suara wheezing pada Ny S.Untuk selanjutnya pasien melakukan batuk efektif secara rutin dfan diharapkan pasien harus rutin berolahraga serta ikut menjaga agar terhindar dari paparan faktor pencetus penyakitnya

    PEMBERIAN KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERATION FRAKTUR EKSTREMITAS ATAS DI RSUD DR. GONDO SUWARNO KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Latar belakang : Fraktur adalah istilah dari hilangnya kontinuitas tulang baik secara total atau sebagian. Secara umum, fraktur adalah patah tulang yang disebabkan adanya trauma secara fisik. Penyebab patah tulang terbanyak adalah penyakit, kecelakaan kerja atau lalu lintas dan sebagainya. Tindakan reduksi dengan operasi disebut dengan reduksi terbuka yang dilakukan pada lebih dari 60 % kasus fraktur. Gejala umum yang sering dijumpai pada pasien post operasi fraktur extremitas atas umumnya menunjukan gejala nyeri.Tujuan : Mengetahui efektifitas penerapan kompres dingin terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur extremitas atas.Metode : Desain studi kasus dengan penelitian deskriptif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklus, jumlah sample 3 pasien, pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Dilakukan dengan setelah 4 jam pemberian obat analgetik durasi 3 hari selama 30 menit untuk setiap pasien.Hasil asuhan keperawatan : Didapatkan perawatan, hasil Ny. S, Ny. A dan Ny. T yaitu sekala nyeri NRS 3 (ringan), Berdasarkan hasil observasi yang didapatkan dari ketiga pasien maka penulis mengambil kesimpulan setelah di berikan kompres dingin dapat menurunkan intensitas nyeri.Rekomendasi : Penerapan posisi kompres dingin efektif dalam menurunkan intensitas nyeri, serta tidak memberikan dampak negatif dalam penerapannya. Kata kunci : Fraktur; kompres dingin; nyer
    corecore