1,720,959 research outputs found
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KERAWANAN PANGAN BERBASIS SMS GATEWAY DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAST (Framework for the Applications of System Thinking) (Studi Kasus di Dinas Pangan Kabupaten Karawang )
Tujuan Penelitian dengan pengembangan Sistem Informasi Kerawaan Pangan adalah 1) Mengetahui lokasi (kecamatan dan desa) yang mempunyai risiko rawan pangan; 2); Memantau keadaan pangan secara berkesinambungan;3). Merumuskan usulan tindakan jangka pendek dan jangka panjang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi FAST (Framework for the Applications of System Thinking). Pada awal-awal pelaksanaannya perencanaan pangan dilandasi oleh informasi yang sangat terbatas. Pemerintah pun menganggap Sistem informasi Kerawanan Pangan penting dan sudah waktunya untuk dikembangkan untuk menunjang usaha pembangunan yang semakin meningkat Pendekatan yang digunakan untuk tujuan tersebut di atas dimulai dengan menyusun suatu rencana usulan proyek pengembangan SIKP dengan dukungan SMS gateway. Hasil penelitian Kabupaten mempunyai kewajiban penanganan urusan ketahanan pangan yang terkait dengan SIKP seperti: 1) Tersedianya informasi situasi pangan dan gizi bulanan dan tahunan; 2) Tersedianya informasi hasil investigasi daerah/desa yang diindikasikan rawan pangan; 3) Tersusunnya rekomendasi kebijakan dan pelaksanaan intervensi bagi penanganan kerawanan pangan dan gizi; 4) Tersedianya laporan dan rekomendasi kebijakan dan perencanaan program yang berkaitan dengan pangan
Analisis Pengaruh Kepahaman Sistem Rujukan Online Peserta BPJS Terhadap Kepuasan Pelayanan BPJS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan, tingkat kepahaman dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan terhadap sistem rujukan online BPJS analisis kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data dari pasien yang dirujuk dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Peryama (FKTP) ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL), dengan hasil yang tervalidasi oleh apliksi SPSS tersebut. Dengan sumbu x adalah kepuasan pasien dan sumbu y adalah kepahaman pasien BPJS tentang sistem rujukan online. Hasil dari penelitian ini didapat tingkat kepuasan peserta BPJS kesehatan tentang sistem rujukan online yang ada di Puskesmas Sukaasari Kabupaten Sumedang cukup puas, dan peningkatan kepuasan akan meningkat ketika kepahaman pasien terhadap sistem rujukan online juga meningkat. Kepahaman pasien terhadap sistem rujukan online yang ada di Puskesmas Sukasari Kabupaten Sumedang kurang memahami, itu karena kurangnya pemaparan secara keseluruhan di wilayah kerja Puskesmas Sukasari
PENERAPAN GAP ANALYSIS PADA PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENlLAIAN KINERJA KARYAW AN (STUDI KASUS PT.XYZ)
Pengelolaan karir karyawan yang jelas dan transparan merupakan salah satu faktor penting yang meningkatkan keharmonisan suasana kerja dan mempererat tingkat kepercayaan dian tara karyawan dan manajemen. Pada prakteknya, pengelolaan karir karyawan sulit dipisahkan dari faktor-faktor subyektiJ pihak manajemen yang berwenang dalam pembuatan keputusan. Untuk mendukung transparansi keputusan, biasanya diperlukan satu sis tern yang dapat mengelola berbagai informasi yang terkait dengan prestasi dan kinerja karyawan dan informasi ini dapat digunakan sebagai bahan masukan yang obyektiJ bagi penentuan pengembangan karir karyawan tersebut. Kehadiran sistem pendukung keputusan di bidang pengelolaan jenjang karir karyawan dapat mempermudah dan mempercepat proses penilaian terhadap karyawan tersebut dan diharapkan dapat mengurangi subyektivitas dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan pengembangan karir karyawan. Salah satu pendekatan dalam mengevaluasi kinerja karyawan yaitu menggunakan gap analysis. Gap analisys atau analis kesenjangan juga merupakan salah satu langkah yang sangat penting dalam tahap perencanaan maupun tahap evaluasi kerja. Metode ini merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan dalam pengelolaan manajemen internal suatu lembaga. Secara harflah "gap" mengidentiflkasikan adanya suatu perbedaan (disparity) antara satu hal dengan hal lainnya. Gap analisys sering digunakan di bidang manajemen dan menjadi salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kllalitas pelayanan (quality ofservice). j\1odel yang dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithalm dan Berry (1995) ini memiliki lima gap (kesenjangan), yaitu : Gap Persepsi Manajemen, Gap Spesiflkasi Kualitas, Gap Penyampaian Pelayanan, Gap Komunikasi Pemasaran dan Gap dalam Pelayanan yang dirasakan. Gap analisys bermanfaat untuk menilai seberapa besar kesenjangan antara kinerja aktual dengan sllatu standar kerja yang diharapkan, mengetahui peningkatan kinera yang diperlukan untuk menutup kesenjangan tersebut, dan menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan terkait prioritas dan biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan. Pendekatan Gap analysis kemudian diterapkan untuk membangun sebuah sistem pendukung keputllsan sederhana yang digunakan un/uk mengevaluasi kinerja karyawan tahunan, dengan mengambil studi kasus di PT XYZ. Sistem dibangun berbasis web untuk memudahkan penggunaan dan interaksidengan pengguna dan sistern ini menggunakan gap analysis untuk menilai kinerja karyawan. Ujicoba sistem menunjukan bahwa sistem
ini mampu memberikan bantu an yang berarti bagi pihak manajemen khususnya bagian personalia untuk menilai dan memberikan umpan balik kinerja bagi para karyawannya
Tinjauan Waktu Tunggu Pendaftaran Rawat Jalan Poliklinik Penyakit dalam Guna Meningkatkan Efisiensi Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka
Pendaftaran ialah proses paling utama ketika kita akan melakukan kegiatan yang masuk pada lembaga, salah satunya ialah lembaga kesehatan. Pada Karya Tulis Ilmiah ini penulis memfokuskan pada pendaftaran rawat jalan dengan objek poli penyakit dalam untuk mengukur ideal waktu tunggu pelayanannya sesuai dengan standar oprasional yang di cantumkan Berdasarkan Keputusan Menteri kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 yang memiliki waktu standar maksimal 60 menit.hal ini di sandarkan pada terlaksananya pengimplementasian rekam medis elektronik di RSUD Cicalengka. Dalam penelitian ini proses pengukuran sampel digunakan dengan teknik Probability Sampling dengan menggunakan model random sampling. Hasil pengukuran setelah keluar hasilnya menununjukan adanya nilai tidak efisien yang mempengaruhi kualitas pelayanan seperti kenyamanan dan kepercayaan pasien saat berobat. Maka dari itu rumah sakit diperlukan melakukan evaluasi kerja untuk menyusun strategi penguraian antrian yang tidak idea
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENERAPAN GAP ANALYSIS PADA PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PT.XYZ)
Pengelolaan karir karyawan yang jelas dan transparan merupakan salah satu faktor penting yangmeningkatkan keharmonisan suasana kerja dan mempererat tingkat kepercayaan diantara karyawan danmanajemen. Pada prakteknya, pengelolaan karir karyawan sulit dipisahkan dari faktor-faktor subyektif pihakmanajemen yang berwenang dalam pembuatan keputusan. Untuk mendukung transparansi keputusan, biasanyadiperlukan satu sistem yang dapat mengelola berbagai informasi yang terkait dengan prestasi dan kinerjakaryawan dan informasi ini dapat digunakan sebagai bahan masukan yang obyektif bagi penentuanpengembangan karir karyawan tersebut.Kehadiran sistem pendukung keputusan di bidang pengelolaan jenjang karir karyawan dapat mempermudahdan mempercepat proses penilaian terhadap karyawan tersebut dan diharapkan dapat mengurangi subyektivitasdalam pengambilan keputusan yang terkait dengan pengembangan karir karyawan.Salah satu pendekatan dalam mengevaluasi kinerja karyawan yaitu menggunakan gap analysis. Gap analisysatau analis kesenjangan juga merupakan salah satu langkah yang sangat penting dalam tahap perencanaanmaupun tahap evaluasi kerja. Metode ini merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan dalampengelolaan manajemen internal suatu lembaga.Secara harfiah "gap" mengidentifikasikan adanya suatu perbedaan (disparity) antara satu hal dengan hallainnya. Gap analisys sering digunakan di bidang manajemen dan menjadi salah satu alat yang digunakanuntuk mengukur kualitas pelayanan (quality of service). Model yang dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithalmdan Berry (1995) ini memiliki lima gap (kesenjangan), yaitu : Gap Persepsi Manajemen, Gap SpesifikasiKualitas, Gap Penyampaian Pelayanan, Gap Komunikasi Pemasaran dan Gap dalam Pelayanan yangdirasakan. Gap analisys bermanfaat untuk menilai seberapa besar kesenjangan antara kinerja aktual dengansuatu standar kerja yang diharapkan, mengetahui peningkatan kinera yang diperlukan untuk menutupkesenjangan tersebut, dan menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan terkait prioritas dan biaya yangdibutuhkan untuk memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.Pendekatan Gap analysis kemudian diterapkan untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusansederhana yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja karyawan tahunan, dengan mengambil studi kasus diPT. XYZ. Sistem dibangun berbasis web untuk memudahkan penggunaan dan interaksidengan pengguna dansistem ini menggunakan gap analysis untuk menilai kinerja karyawan. Ujicoba sistem menunjukan bahwa sistemini mampu memberikan bantuan yang berarti bagi pihak manajemen khususnya bagian personalia untukmenilai dan memberikan umpan balik kinerja bagi para karyawannya
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
