1,720,954 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Kandungan Lirik Lagu “Pambatangan” Karya Fadly Zour Dalam Perspektif Al-Qur’an
Kajian terhadap lirik lagu “Pambatangan” karya Fadly Zour dilakukan dalam perspektif Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Latar belakang kajian ini didasarkan pada fenomena seni budaya Banjar, khususnya lagu daerah, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai media ekspresi nilai-nilai kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Lagu “Pambatangan” dipilih karena secara spesifik memotret realitas sosiologis masyarakat Banjar yang berprofesi sebagai pekerja kayu di sungai Barito, yang sarat dengan pesan ketangguhan, kerja keras, tawakal, serta relasi manusia dengan alam. Dalam kerangka kajian budaya Islam, lagu daerah semacam ini dapat dipahami sebagai bentuk ekspresi Islam periferal, yaitu produk budaya masyarakat Muslim yang tidak secara eksplisit bersifat religius, tetapi tetap merefleksikan nilai-nilai Islam yang bersumber dari ajaran sentral Al-Qur’an. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut serta menganalisis keterkaitannya dengan nilai-nilai universal Al-Qur’an.
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data utama berupa teks lirik lagu “Pambatangan” serta literatur yang relevan dengan tema kajian, seperti karya tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan tema-tema Al-Qur’an dan budaya Banjar. Wawancara digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat pemahaman terhadap konteks makna lirik dan praktik sosial yang melatarbelakanginya, sehingga berfungsi sebagai bentuk triangulasi data. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan memanfaatkan kerangka pemetaan tema-tema besar Al-Qur’an menurut Fazlur Rahman.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa lirik lagu “Pambatangan” merepresentasikan lima dimensi utama yang selaras dengan tema pokok Al-Qur’an perspektif Fazlur Rahman, yaitu: (1) Tuhan (God), yang tercermin dalam keyakinan mutlak terhadap takdir Allah dan sikap tawakal setelah berikhtiar; (2) Manusia sebagai Individu (Man as Individual), yang termanifestasi dalam etos kerja keras (mujâhadah) mencari rezeki halal serta ketangguhan mental menghadapi rintangan alam; (3) Manusia dalam Masyarakat (Man in Society), yang menggambarkan kuatnya
solidaritas sosial (ta’âwun) dan persaudaraan antar pekerja rakit; (4) Alam Semesta (Nature), yang memosisikan sungai sebagai amanah yang harus dikelola secara adaptif tanpa eksploitasi merusak; dan (5) Eskatologi (Eschatology), di mana frasa "sampai ka tujuan" dimaknai sebagai kesadaran akan pertanggungjawaban amal dan tujuan akhir hidup manusia di hadapan Sang Pencipta.
Simpulan kajian ini menegaskan bahwa lagu “Pambatangan” karya Fadly Zour tidak sekadar merepresentasikan aktivitas ekonomi masyarakat sungai, melainkan juga menjadi media kultural yang merefleksikan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Banjar. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani dapat teraktualisasi dalam ekspresi seni budaya lokal sebagai bagian dari dinamika hubungan antara Islam dan budaya dalam masyarakat Musli
Kandungan Lirik Lagu “Pambatangan” Karya Fadly Zour Dalam Perspektif Al-Qur’an
Kajian terhadap lirik lagu “Pambatangan” karya Fadly Zour dilakukan dalam perspektif Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Latar belakang kajian ini didasarkan pada fenomena seni budaya Banjar, khususnya lagu daerah, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai media ekspresi nilai-nilai kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Lagu “Pambatangan” dipilih karena secara spesifik memotret realitas sosiologis masyarakat Banjar yang berprofesi sebagai pekerja kayu di sungai Barito, yang sarat dengan pesan ketangguhan, kerja keras, tawakal, serta relasi manusia dengan alam. Dalam kerangka kajian budaya Islam, lagu daerah semacam ini dapat dipahami sebagai bentuk ekspresi Islam periferal, yaitu produk budaya masyarakat Muslim yang tidak secara eksplisit bersifat religius, tetapi tetap merefleksikan nilai-nilai Islam yang bersumber dari ajaran sentral Al-Qur’an. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut serta menganalisis keterkaitannya dengan nilai-nilai universal Al-Qur’an.
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data utama berupa teks lirik lagu “Pambatangan” serta literatur yang relevan dengan tema kajian, seperti karya tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan tema-tema Al-Qur’an dan budaya Banjar. Wawancara digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat pemahaman terhadap konteks makna lirik dan praktik sosial yang melatarbelakanginya, sehingga berfungsi sebagai bentuk triangulasi data. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan memanfaatkan kerangka pemetaan tema-tema besar Al-Qur’an menurut Fazlur Rahman.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa lirik lagu “Pambatangan” merepresentasikan lima dimensi utama yang selaras dengan tema pokok Al-Qur’an perspektif Fazlur Rahman, yaitu: (1) Tuhan (God), yang tercermin dalam keyakinan mutlak terhadap takdir Allah dan sikap tawakal setelah berikhtiar; (2) Manusia sebagai Individu (Man as Individual), yang termanifestasi dalam etos kerja keras (mujâhadah) mencari rezeki halal serta ketangguhan mental menghadapi rintangan alam; (3) Manusia dalam Masyarakat (Man in Society), yang menggambarkan kuatnya
solidaritas sosial (ta’âwun) dan persaudaraan antar pekerja rakit; (4) Alam Semesta (Nature), yang memosisikan sungai sebagai amanah yang harus dikelola secara adaptif tanpa eksploitasi merusak; dan (5) Eskatologi (Eschatology), di mana frasa "sampai ka tujuan" dimaknai sebagai kesadaran akan pertanggungjawaban amal dan tujuan akhir hidup manusia di hadapan Sang Pencipta.
Simpulan kajian ini menegaskan bahwa lagu “Pambatangan” karya Fadly Zour tidak sekadar merepresentasikan aktivitas ekonomi masyarakat sungai, melainkan juga menjadi media kultural yang merefleksikan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Banjar. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani dapat teraktualisasi dalam ekspresi seni budaya lokal sebagai bagian dari dinamika hubungan antara Islam dan budaya dalam masyarakat Musli
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
