20 research outputs found
Pemikiran Mohammad Mahfud MD tentang Politik Hukum Islam di Indonesia
This paper explains the problem of the journey of Islamic law towards positive law in Indonesia in the perspective of legal politics Mahfud MD with the aim of actualizing Islamic law in the present in the Indonesian context. With a normative legal approach, analytical descriptive, this paper concludes that the actualization of Islamic legal politics in the thinking of Mahfud MD can be done through two approaches. The first is the cultural approach that massively Islamic law directly interacts with the culture and traditions that apply and develop in certain societies. Through acculturation of culture, Islamic law can adjust adaptation and dialogue with various social societies with a variety of traditions dynamically without losing theirauthenticity as humanitarian teachings. Both substantive approaches prioritize the spirit of Islamic universalism by not formalizing Islamic law positively both in law, local regulations and so on. Thus the actualization of Islamic law politics Mahfud MD is an offer to the formulation of Islamic law with the positivation of Islamic law in Indonesia through an elaborative approach combining cultural approaches and substantive approaches to real Indonesian law. Keywords: Actualization, Islamic Law, Political Law, Mahfud MD
Hubungan Islam dan Negara dalam Negara Hukum: Analisis Pemikiran Moh. Mahfud MD
The battle between Islam and the state is well-known, as it began during the process of establishing the Indonesian state, resulting in the division of the country into two groups: Islamic nationalists and secular nationalists. Pancasila, according to Mahfud MD, is a collection of factors aimed at resolving divisions. The purpose of this study is to describe how Moh. Mahfud MD views the link between Islam and the state, what his background is, and how the relationship between Islam and the state functions in a state of law. The author compares the viewpoints of many figures on this subject using a qualitative method with a normative approach. According to the study\u27s findings, Moh. Mahfud MD believes that while religion does not rule the state, the state\u27s structure is a creation rather than a product of political science. The reason for Moh. Mahfud MD\u27s ideas is that they bear a resemblance to Nahdatul Ulama, as Mahfud is involved in alumni activities and was formerly a member. Islam and the state in a state of law share a shared goal: both maintain the democratic system in order to protect human rights.Keywords: Islam; State; State of Law; Pancasila AbstrakPerdebatan Islam dan negara sudah tidak asing lagi, mengingat konflik ini dimulai ketika menentukan dasar negara Indonesia yang mengakibatkan perpecahan menjadi dua golongan antara nasionalis Islam dan nasionalis sekuler. Mahfud MD menyatakan bahwa Pancasila merupakan gabungan aspek yang bertujuan untuk mendamaikan perpecahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pandangan Moh. Mahfud MD tentang hubungan Islam dan negara, apa yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD, serta bagaimana hubungan Islam dan negara dalam negara hukum? Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif untuk membandingkan pendapat para tokoh terkait hal ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa Moh. Mahfud MD memandang agama tidak mengatur negara akan tetapi bentuk negara merupakan ciptaan daripada ilmu politik. Hal yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD yaitu adanya kemiripan dengan Nahdatul Ulama dikarenakan Mahfud aktif dalam kegiatan alumni sekaligus pernah menjadi anggotanya. Adapun hubungan Islam dan negara dalam negara hukum mempunyai persamaan yaitu sama-sama menjunjung tinggi sistem demokrasi guna menjunjung tinggi hak asasi manusia.Kata Kunci: Islam, Negara, Negara Hukum, Pancasila
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfud Mahmodin (MD) dalam Kampnye Politik Pemilihan Presiden 2024
Media sosial saat ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam kampanye politik, memberikan platform yang efektif untuk calon presiden dan wakil presiden seperti Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfud Mahmodin. Mereka menggunakan Instagram sebagai sarana kampanye pemilu dengan membagikan berbagai aksi sosial. Tujuan utama kampanye melalui media sosial adalah untuk mencapai audiens yang lebih luas dengan cepat dan efisien, membangun citra positif, serta meningkatkan interaksi dan keterlibatan dengan pemilih. Instagram memungkinkan mereka menampilkan kompetensi, empati, dan gaya kepemimpinan melalui konten visual yang menarik. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi alat untuk menyebarkan informasi, tetapi juga untuk pendidikan politik dan memperkuat hubungan dengan masyarakat, dilakukan secara bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku
Analisis sentimen opini publik di media sosial X terhadap pasangan Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfud MD jelang pilpres 2024 menggunakan metode naïve bayes classifier
Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfudh MD telah dinyatakan sebagai bakal calon presiden 2024. Opini masyarakat menjadi sumber informasi berharga dalam menganalisis sentimen terhadap kedua tokoh ini. Namun, analisis sentimen manual menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga manusia, ketidakstabilan emosi, dan waktu yang diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan machine learning untuk mengklasifikasikan sentimen terhadap Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfudh MD. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja metode Naïve Bayes Classifier dalam klasifikasi sentimen tersebut. Tahapan pemrosesan data meliputi cleansing, case folding, tokenisasi, normalisasi, stopword removal, dan stemming. Dataset yang digunakan terdiri dari 1000 tweet yang telah dilabelkan menggunakan lexicon InSet dengan bantuan mahasiswa Universitas Mulawarman jurusan Sastra Bahasa, menghasilkan tweet positif dan tweet negatif. Data kemudian dibagi menjadi 80% untuk data latih dan 20% untuk data uji. Pembobotan fitur dilakukan menggunakan TF-IDF (Term Frequency-Inverse Document Frequency) sebelum digunakan untuk melatih model Naïve Bayes. Model ini dievaluasi menggunakan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Naïve Bayes Classifier dengan Lexicon Inset memberikan performa dengan accuracy sebesar 89%, precission 89%, recall 89%, dan f1-score 84%. Sementara itu, Naïve Bayes Classifier dengan ahli bahasa memberikan performa dengan accuracy sebesar 99%, precission 99%, recall 99%, dan f1-score 99%. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam analisis sentimen
