4 research outputs found

    Rancang Bangun Mesin Pemisah Ampas Kedelai Untuk Proses Produksi Tahu

    No full text
    ABSTRAK   Wijaya, C. A. & Mahbuby, Moh. 2011. Rancang Bangun Mesin Pemisah Ampas Kedelai Untuk Proses Produksi Tahu. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutijono, M.M., (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes   Kata kunci: tahu, mesin pemisah ampas kedelai, gaya. Tahu dalam proses pembuatannya memerlukan proses yang begitu panjang. Mulai dari merendam kedelai agar kedelai tersebut tidak keras pada waktu digiling sampai dengan penyaringan yang membutuhkan tenaga besar. Sehingga memunculkan ide untuk membuat proses menjadi lebih mudah. Proses yang sangat berat dan memakan waktu adalah penyaringan kedelai. Di dalam proses ini pekerja dipaksa untuk bekerja dalam suhu panas dan tanpa alat pelindung serta menggunakan  kekuatan tubuh yang besar. Sehingga dari keadan seperti ini muncul ide agar merancang alat yang dapat menghindarkan panas dari pekerja sehingga pekerja dapat bekerja dengan nyaman. Cara yang digunakan untuk merancang alat ini adalah dengan penelitian di pabirik-pabrik tahu skala menengah ke bawah karena alat ini di desain sangat murah dan sederhana sehingga produksi alat ini dapat diterima dalam seluruh golongan produsen tahu. Penelitian ini meliputi lama waktu dalam menyaring kedelai dan kondisi penyaringan kedelai yang sangat panas yang nantinya dijadikan  panduan dalam  merancang mesin pemisah seperti dalam perancangan dimensi dan kapasitas mesin. Dari perancangan tersebut dihasilkan sebuah produk mesin pemisah ampas kedelai dengan kapasitas 15 liter. Mekanisme atau cara kerja mesin pemisah ampas kedelai ini adalah dengan cara memasukkan adonan kedelai yang sudah dimasak dan di dalam alat ini nantinya adonan tersebut akan diputar dengan kecepatan 600 rpm sehingga nantinya adonan tersebut akan terpisah antara ampas dan sari kedelainya. Mesin ini menggunakan motor sebesar 0,5 PK dengan kecepatan putaran motor sebesar 1400 rpm

    PERSEPSI SMK NEGERI 6 MALANG DAN SMK NASIONAL MALANG DALAM MENYAMBUT KURIKULUM SMK TAHUN 2013

    No full text
    ABSTRAK   Mahbuby,Moh. 2013. Persepsi SMK Negeri 6 Malang dan SMK Nasional Malang dalam Menyambut Kurikulum SMK Tahun 2013. Skripsi, Jurusan TeknikMesin FT  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Siswanto, M.A, (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M, M.Pd.   Kata Kunci:Kurikulum, Persepsi, Guru   Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam hal ini, persepsi tentang adanya kurikulum 2013 sangat penting dalam membuat konsep pemikiran awal oleh tenaga pengajar dalam hal ini guru.Para Guru harus mengerti kurikulum terbaru meskipun masih dalam tahap perencanaan.Tujuan penelitian ini adalah sebagai bahan refleksi untuk sekolah agar selalu siap dan mengerti akan hal terbaru di dunia pendidikan, yaitu Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini, sasaran dari penelitian ini adalah SMK Negeri 6 Malang dan SMK Nasional Malang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, pengamatan dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini antara Kepala SMK, Wakil Bidang Kurikulum, Kepala Program Keahlian Teknik Pemesinan dan Guru Produktif Teknik Pemesinan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa persepsi tentang Kurikulum 2013. Persepsi tersebut mengarah ke dalam 2 hal yaitu, mendukung dan menolak pelaksanaan kurikulum tersebut. Pada SMK Negeri 6 Malang terdapat 2 informan yang mendukung kurikulum 2013 yaitu Guru Produktif Teknik Pemesinan dan Kepala Program Keahlian Teknik Pemesinan. Kepala Sekolah dan Wakil Bidang Kurikulum menyatakan secara tidak langsung bahwa KTSP masih bisa diterapkan untuk tahun sekarang, sedangkan pada SMK Nasional Malang, Kepala Sekolah dan Wakil Bidang Kurikulum menyatakan bahwa kurikulum memang perlu diubah karena tidak sesuai dengan tuntutan dunia industri. Guru produktif dan Kepala Program Keahlian Teknik Pemesinan menyatakan secara tidak langsung bahwa pemerintah masih belum perlu untuk mengganti KTSP dengan kurikulum 2013. Guru meskipun dalam hal ini memberikan penolakan terhadap kurikulum 2013 tetapi mereka akan tetap melaksanakan kurikulum 2013 tersebut apabila mendapatkan perintah dari pusat. Dalam hal ini mereka memahami tentang konsep kompetensi professional dimana guru harus bias berimprovisasi dalam segala hal dan mendukung semua program pendidikan dari pemerintah

    Implementasi metode the power of two dalam pembelajaran Aqidah Akhlak untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas VIII C SMP Islam Almaarif 01 Singosari Malang

    Get PDF
    ABSTRAK Cita-cita luhur para tokoh bangsa pejuang negara Indonesia adalah mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya lahir dan batin. Pemerintah melalui PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, pada bab II pasal 2 dinyatakan bahwa pendidikan agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan antar umat beragama dan pendidikan agama. Berdasarkan dari kenyataan yang ada pada dunia pendidikan, bahwasanya pendidikan agama kurang maksimal yang menjadikan generasi-generasi muda pada saat ini menjadi tidak terkontrol, sehingga yang melatar belakangi penulis untuk menerapkan metode The Power of Two untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam penelitian ini dapat dirumuskan (1) Bagaimana proses Implementasi metode The Power of Two. (2) Bagaimanakah motivasi belajar siswa dengan penerapan metode The Power of Two.Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu, (1) mengetahui proses penerapan The Power of Two. (2) mengetahui motivasi belajar siswa dengan metode The Power of Two. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi (1) Pendekatan dan Jenis Penelitian: Penelitian ini dilaksanakan dengan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pendekatan ini digunakan untuk menelusuri dari proses pembelajaran upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. (2) Pengumpulan data: Teknik Observasi, Teknik Interview, dan Teknik Dokumentasi. (3) Teknik Analisa Data: Untuk menganalisa data yang bersifat kualitatif penulis menggunakan tekhnik analisa deskriptif. Sumber data dari penelitian ini adalah Guru mata pelajaran Aqidah- Akhlak dan siswa kelas VIII C SMP Islam Almaarif 01 Singosari Malang. Hasil penelitian dari penerapan metode The Power of Two ini tidak bisa dilihat dengan satu/dua siklus saja, akan tetapi empat siklus atau lebih, karena proses pembelajaran berjalan dengan proses kemampuan siswa. Selama empat siklus, peneliti berhasil membangun motivasi siswa dalam belajar. Berdasarkan dari rata-rata nilai yang dijadikan tolak ukur oleh peneliti adalah 90. Ternyata dari 42 siswa /21 kelompok, tidak ada yang mendapatkan nilai dibawah rata-rata. 3 kelompok/6 siswa mendapatkan nilai 90. Dan yang mendapatkan nilai diatas rata- rata sebanyak 18 kelompok/36 siswa. Berdasarkan dari hasil nilai kerja kelompok siswa, proses pembelajaran dengan metode The Power of Two berhasil diterapkan untuk membangun motivasi belajar siswa di kelas VIII C SMP Islam Almaarif 01 Singosari Malang, bidang studi Aqidah-Akhlak. ABSTRACT Noble ideals of the warrior leaders of Indonesia Indonesia is to realize fully human and unseen. Government through the Government Regulation Number 55 Year 2007 on Religious Education and Religious Education, in Section II, Article 2 states that the human form of religious education serves Indonesia who believe and fear of God Almighty and behave noble and able to maintain peace and communal harmony and inter-religious relations religious education. Based on the fact that there is on education, religious education that makes less than the maximum that younger generations do not currently be controlled, so that the background for the authors to apply the method of The Power of Two to enhance students motivation. In this research can be formulated (1) How does the process of implementation of the method The Power of Two. (2) How does students motivation to the application of the method The Power of Two. This research has the objective is, (1) know the process of implementation of The Power of Two. (2) know the students motivation by the method of The Power of Two. The method applied in this research include (1) The approach and type of research: This research was carried out with the kind of research Classroom Action Research (PTK) and using a qualitative descriptive approach, this approach is used to track the learning process of an effort to increase students motivation. (2) Data collection: Observation Techniques, Interview Techniques, and Technical Documentation. (3) Techniques of Data Analysis: To analyze the qualitative data analysis techniques author uses descriptive. Sources of data from this research is teacher-subjects Aqidah-Akhlak and class VIII C Student Islamic School Almaarif 01 Singosari Malang. The results of the implementation of The Power of Two method can not be seen with one/two cycles only, but four cycles or more, because the process of learning to walk with the students ability. For four cycles, the researchers managed to build motivation in learning. Based on the average of the benchmark value by the researchers was 90. Turns of 42 students / 21 group, no one scored below average. Group 3/6 students scored 90. And that scored above the average of 18 kelompok/36 students. Based on the results of the working groups of students, the learning process by the method of The Power of Two successfully applied to build motivation to learn in class VIII C Student Islamic School Almaarif 01 Singosari Malang, field of study Aqidah-Akhlak

    Analisis Penggunaan Gaya Bahasa dalam Film "Milea: Suara dari Dilan" dan Relevansi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA

    Get PDF
    Language style is used as a way for the author to implement ideas or notions that show the personality of the author's soul. Language style even adds a more interesting impression to a text or film because it contains a certain meaning. The aim of this research is to determine the use of comparative language styles and conflicting language styles in the film "Milea: Suara dari Dilan". The method in this research is descriptive qualitative with the research object being a film by Fajar Bustomi and Pidi Baiq entitled "Milea: Suara dari Dilan” and the research subject is the conversation of each actor in the film “Milea: Suara dari Dilan” which contains comparative and contradictory language styles. The data in this research is in the form of the film Milea: Suara dari Dilan, books or libraries, both magazines and the internet which discuss the film Milea: Voice of Dilan and theses and books related to this research. Data from this research was obtained using documentation techniques, listening methods (observation or observation) using note-taking techniques. The data source is from archives/documentation in the form of film archives from research objects carried out by the author. Testing the validity of the data in this study used triangulation techniques. The results obtained from this research are that there are comparison language styles in the form of three types of use of imagery, metaphor, and personification, which includes 25 data. From the research, there are 10 data on the language style of similes, 10 data on the language style of metaphors, and 5 data on the language style of personification. There is also the use of contradiction language styles, namely: the figures of speech found are hyperbole and irony figures of speech with data consisting of 13 figures of speech in the hyperbole style and 3 figures of speech in the style of irony
    corecore