1,721,424 research outputs found

    GAYA KEPEMIMPINAN MOHAMMAD HATTA TAHUN 1945-1956

    No full text
    Mohammad Hatta merupakan tokoh penting pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia. Peran dan pemikiran Mohammad Hatta merupakan salah satu yang paling menonjol dari pemimpin bangsa Indonesia lainnya, baik dalam bidang politik, ekonomi dan sosial. Wawasan Intelektual, integritas dan karakter yang dimiliki oleh Mohammad Hatta telah diakui baik kawan maupun lawan politiknya. Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah cara kepemimpinan Mohammad Hatta ketika menjabat wakil Presiden Indonesia tahun 1945-1956. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis gaya kepemimpinan Mohammad Hatta ketika menjabat menjadi wakil presiden Indonesia, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan Mohammad Hatta dan menganalisis nilai-nilai yang dapat diambil dari kepemimpinan Mohammad Hatta untuk dijadikan pedoman bagi pemimpin Indonesia yang akan datang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah untuk mengkaji permasalahan-permasalahan dalam penelitian. Metode sejarah memiliki empat langkah dalam melakukan  penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Gaya kepemimpinan Mohammad Hatta dapat digolongkan kedalam tipe kepemimpinan rasional. Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh Mohammad Hatta tidak begitu saja muncul di dalam dirinya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan Mohammad Hatta. Ada dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.  Sebagai seorang pemimpin Mohammad Hatta banyak meninggalkan nilai-nilai keteladanan. Nilai-nilai keteladanan yang dapat diambil dalam diri Mohammad Hatta diantaranya  adalah sikap cintah tanah air, sikap demokratis dan sikap moralitas.  Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis memilih permasalahan tersebut yang kemudian dirumuskan dalam judul “Gaya Kepemimpinan Mohammad Hatta tahun 1945-1956”.

    GAYA KEPEMIMPINAN MOHAMMAD HATTA TAHUN 1945-1956

    No full text
    Gaya Kepemimpinan Mohammad Hatta Tahun 1945-1956; Alfandaru Gandar Permana ; 100210302031 ; 2014 ; xiii + 84 halaman; Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Mohammad Hatta merupakan sosok pemimpin yang dekat di hati rakyat. Karena perjuangan dan sifat Mohammad Hatta yang merakyat. Mohammad Hatta juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang demokratis. Terlihat ketika masa perjuangan kemerdekaan Indonesia selalu melalui jalur diplomasi. Mohammad Hatta juga dikenal sebagai seorang sosok figur yang jujur karena tidak pernah melakukan praktek Korupsi. Saat ini banyak para pemimpin yang melakukan praktek korupsi. Lupa dengan tugasnya sebagai seorang pemimpin, karena selalu memikirkan kepentingan pribadi. Maka dari itu alangkah baiknya dapat meneladani sosok Mohammad Hatta sebagai seorang pemimpin. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana gaya kepemimpinan Mohammad Hatta ketika menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia?; (2) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi gaya kepemimpin Mohammad Hatta?; (3) Nilai-nilai apa saja yang dapat diambil dari kepemimpinan Mohammad Hatta untuk dijadikan panutan bagi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang?. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah: (1) Menganalisis gaya kepemimpinan Mohammad Hatta ketika menjabat menjadi Wakil Presiden Indonesia; (2) Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi gaya kepemimpin Mohammad Hatta; (3) Menganalisis nilai-nilai apa saja yang dapat diambil dari kepemimpinan Mohammad Hatta untuk dijadikan panutan bagi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagi mahasiswa calon guru sejarah, dapat mengetahui secara jelas mengenai gaya kepemimpinan Mohammad Hatta ketika menjabat menjadi Wakil Presiden Indonesia; (2) Bagi almamater FKIP Universitas Jember, vii penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi; (3) Bagi pembaca, dapat menambah pengetahuan dan pemahan mengenai gaya kepemimpinan Mohammad Hatta ketika menjabat menjadi Wakil Presiden Indonesia; (4) Bagi peneliti lain, sebagai motivasi untuk melakukan penelitian yang sejenis sekaligus pengembangannya Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Sejarah dengan langkahlangkah: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji permasalahan yaitu Pendekatan politikologis dengan menggunakan teori kepemimpinan Max Weber. Sedangkan teknik pengumpulan sumber yang digunakan yaitu Heuristik. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber tertulis atau dokumen. Hasil penelitian ini adalah Gaya kepemimpinan Mohammad Hatta dapat digolongkan kedalam tipe kepemimpinan rasional, ini terlihat ketika Mohammad Hatta menjalankan kewajibannya sebagai Wakil Presiden. Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh Mohammad Hatta tidak begitu saja muncul di dalam dirinya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan Mohammad Hatta. Ada dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang nantinya akan membentuk kepribadian dan karakter Mohammad Hatta. Faktor eksternal yaitu faktor yang membentuk pemikiran Mohammad Hatta serta membuat pandangan Mohammad Hatta tentang politik lebih matang dan tambah berkembang. Sebagai seorang pemimpin Mohammad Hatta banyak meninggalkan nilai-nilai keteladanan. Nilai-nilai keteladanan yang dapat diambil dalam diri Mohammad Hatta diantaranya adalah sikap cintah tanah air, sikap demokratis dan sikap moralitas. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat menyampaikan beberapa saran yaitu dapat menambah wawasan mengenai gaya kepemimpinan Mohammad Hatta. Kita dapat meneladani dan mencontoh sikap-sikap yang diperlihatkan oleh Mohammad Hatta seperti cintah tanah air, sikap demokratis dan sikap moralitas

    PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN MOHAMMAD HATTA

    Full text link
    Pendidikan dalam arti luas adalah kegiatan didik-mendidik yang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Sistem pendidikan yang tidak representatif pada masa kolonial telah melatarbelakangi munculnya pemikiran-pemikiran pendidikan dari kalangan bumiputra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran pendidikan Mohammad Hatta dalam arti luas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Mohammad Hatta bertujuan untuk memerdekakan manusia. Pemikiran tersebut terbagi atas pemikiran pendidikan politik, ekonomi, dan sosial yang diaktualisasikan melalui PNI Baru. Selain itu, pemikiran pendidikan Islam Mohammad Hatta yaitu mengkoherensikan agama dengan ilmu umum, seperti filsafat, sejarah, dan sosiologi guna menghasilkan pemimpin Muslim yang berpikiran merdeka atau tidak hanya berfokus pada satu bidang, serta pendidikan keluarga yang memberikan kemerdekaan bagi ketiga putrinya dalam menentukan masa depan. Selain PNI Baru, Mohammad Hatta juga mengaktualisasikan pemikiran pendidikannya melalui berdirinya Sekolah Tinggi Islam (1945) dan lingkungan keluarga dalam mendidik ketiga putrinya. Kata Kunci: Pendidikan, Pemikiran, Mohammad Hatta

    Mohammad Hatta Indonesian Patriot

    No full text
    xiii,319 hal,;ill,;21 c

    PEMIKIRAN MOHAMMAD HATTA TENTANG DEMOKRASI INDONESIA TAHUN 1928-1960

    No full text
    Latar belakang penelitian ini adalah Mohammad Hatta sebagai seorang tokoh yang memiliki pemikiran serta gagasan yang cemerlang dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan agama. Salah satu gagasan Mohammad Hatta yang muncul pada tahun 1928 sampai dengan tahun 1960 adalah tentang demokrasi Indonesia. Konsep demokrasi dari Mohammad Hatta berbeda dengan demokrasi Barat yang dikritiknya karena melahirkan kekuasaan kapitalisme. Mohammad Hatta mengharapkan bukan hanya demokrasi dibidang politik saja, tetapi dibidang ekonomi harus diperhatikan. Mohammad Hata menjadi peletak dasar konsep keIndonesia yang lebih mendalam yaitu konsep keadilan, keterbukaan, serta demokrasi. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yakni (1) bagaimana kondisi lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik dan pendidikan yang mempengaruhi pemikiran Mohammad Hatta tentang demokrasi Indonesia; (2) bagaimana bentuk-bentuk pemikiran Mohammad Hatta tentang demokrasi Indonesia; (3) bagaimana usaha-usaha Mohammad Hatta untuk mewujudkan pemikirannya tentang demokrasi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah (1) memahami kondisi lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik dan pendidikan yang mempengaruhi pemikiran Mohammad Hatta tentang demokrasi Indonesia; (2) memahami bentuk-bentuk pemikiran Mohammad Hatta tentang demokrasi Indonesia; (3) memahami usaha-usaha Mohammad Hatta untuk mewujudkan pemikirannya tentang demokrasi Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode sejarah mempunyai empat langkah, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi pengetahuan dan antropologi, serta menggunakan teori Hermeneutika. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemikiran Mohammad Hatta tentang demokrasi Indonesia berdasarkan tuga sumber gagasannya yaitu ajaran Islam, azas kekeluargaan/kebersamaan dan sosialisme Barat, serta kondisi lingkungan sosial, budaya, politik, ekonomi, dan pendidikan yang turut mempengaruhinya

    Nilai Karakter Kepedulian Sosial Tokoh Mohammad Hatta

    Full text link
    Nilai karakter kepedulian sosial tokoh Mohammad Hatta. Di dalam penelitian ini terdapat 2 rumusan masalah yaitu bagaimana kepedulian sosial tokoh Mohammad Hatta, bagaimana nilai-nilai karakter kepedulian sosial Mohammad Hatta sebagai sumber belajar sejarah siswa di SMA. Tujuan bagaimana nilai-nilai karakter tokoh Mohammad Hatta dijadikan sebagai sumber belajar sejarah siswa di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder dengan teknik analisis data berupa analisis induksi melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di SMAN 11 Kota Jambi, Perpustakaan Universitas Jambi, Perpustakaan wilayah Provinsi Jambi..   Kata Kunci : Karakter, Kepedulian Sosial Mohammad Hatt

    aktivitas Mohammad Hatta 1950-1957

    No full text
    ABSTRAK Safitri, Dian 2012. Aktivitas Mohammad Hatta pada 1950-1957. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Dewa Agung Gede Agung, M. Hum (2) Drs. Mashuri, M. Hum.   Kata Kunci: Aktivitas, Mohammad Hatta Hatta merupakan tokoh besar yang jasa-jasanya kepada bangsa Indonesia tidak bisa dilupakan begitu saja. Hatta merupakan seorang administrator yang ahli dalam penyelenggaraan negara namun tidak terampil dalam menghadapi massa. Memasuki tahun 1950 kondisi Indonesia terpuruk baik dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial. Jatuh bangunnya kabinet selama periode demokrasi liberal tersebut, sebagai akibat partai-partai yang lebih mementingkan golongannya sendiri untuk memperoleh kekuasaan, daripada memikirkan keadaan negara dan rakyatnya. Alasan pemilihan judul didasarkan pada keadaan Indonesia, terutama dalam pemerintahan yang mengalami kebobrokan seperti dalam masalah korupsi dan demoralisasi. Hampir semua pejabat dan politisi terlibat kasus korupsi dari masa kolonialisme hingga saat ini. Indonesia memerlukan sosok pemimpin yang bisa memimpin Indonesia menjadi lebih baik. Mohammad Hatta adalah seorang pemimpin yang jujur, tidak melakukan tindakan korupsi, memegang teguh prinsip, tegas, terampil berorganisasi, dan pemegang sosialis yang setia yang berpihak pada rakyatnya. Hatta yang hanya menjadi wakil presiden konstitusional pada masa itu, berusaha membangun Indonesia dari keterpurukan meski Hatta tidak mempunyai kekuasaan yang memadai untuk menyelesaikan masalah. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai aktivitas Mohammad Hatta sebagai wakil presiden konstitusional. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana dasar-dasar pemikiran Mohammad Hatta? (2) Bagaimana keadaan politik Indonesia tahun 1950-1957? (3) Bagaimana aktivitas Mohammad Hatta pada 1950-1957 (4) Bagaimana kontribusi penelitian ini pada pendidikan sejarah? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menjelaskan dasar-dasar pemikiran Mohammad Hatta. (2) Untuk menjelaskan keadaan politik Indonesia pada tahun 1950-1957. (3) Untuk menjelaskan aktivitas Mohammad Hatta pada 1950-1957 (4) Untuk menjelaskan kontribusi penelitian ini pada pendidikan sejarah. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Ada lima tahap yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Dalam penelitian ini sumber tertulis yang digunakan berupa data-data arsip, koran yang  diterbitkan pada kurun waktu 1950-an dan buku-buku karangan Mohammad Hatta sendiri sebagai sumber primer. Sumber sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku dan tulisan yang relevan dengan permasalahan di atas. Berdasarkan hasil penelitian ini latar belakang kehidupan Mohammad Hatta  ikut membentuk karakter Hatta misalnya latar belakang pendidikan Hatta yang memperoleh pendidikan di Barat mempengaruhi kebijakan politik, ekonomi, dan sosial yang dilakukan oleh Hatta. Selama menjadi wakil presiden, Hatta memang tidak memiliki kekuasaan untuk melakukan kebijakan yang berarti, namun Hatta berusaha untuk membagun negeri ini ke arah yang lebih baik. Ia melakukan tugasnya dengan baik dengan memberikan arahan, saran, bahkan kritikan kepada pemerintah apabila perlu. Selain aktif dalam pemerintahan menjalankan tugas negara, Hatta juga aktif membangun ekonomi Indonesia dengan terjun langsung ke lapangan mengembangkan koperasi yang dianggap mampu meningkatkan ekonomi Indonesia. Dengan jerih payah dan usaha untuk membangun koperasi akhirnya Hatta berhasil mengembangkan koperasi, namun kemudian koperasi justru menjadi sarang korupsi di Indonesia, koperasi cenderung dianggap sebagai lembaga sosial ketimbang institusi ekonomi. Pada masa Orde Lama koperasi dijadikan alat politik Nasakom. Hatta menggunakan asas demokrasi dalam setiap kebijakan yang diambilnya hal ini terlihat dalam arahan, saran, dan kritik yang diberikan selama menjadi wakil presiden. Dalam bidang militer Hatta tidak ingin adanya dwifungsi militer dan dalam hal pemerataan pembangunan Hatta menyarankan desentralisasi dan otonomi daerah. Hatta juga aktif dalam pendidikan, ia mengajar di beberapa universitas di Indonesia dan memberikan ceramahnya pada mahasiswa yang memerlukan arahan dari Mohammad Hatta baik tentang politik, ekonomi, maupun sosial. Selama menjadi wakil presiden konstitusional Hatta usaha tidak banyak berhasil karena memang Hatta bukan pelaksana pemerintahan. Oleh sebab itu tidak semua apa yang ia pikir, sarankan tercermin dalam pemerintah. Ia sangat menjaga kedudukan konstitusionalnya. Kekecewaan pada pemerintah yang gagal dalam menyelesaikan masalah, partai-partai yang mementingkan golongannya sendiri dan perbedaan pandangan politiknya dengan Soekarno, Hatta akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. Kontribusi terhadap pendidikan sejarah dalam penelitian ini, penulis mencoba menunjukkan pendidikan nilai yang ada dalam diri Mohammad Hatta. Nilai-Nilai Pendidikan dari Sosok Mohammad Hatta antara lain: nilai cinta tanah air (patriotisme), nilai Demokrasi, nilai moral dan nilai-nilai kemanusiaan. Pada penelitian selanjutnya dapat mengulas bagaimana kebijakan politik Hatta dari sudut pandang lain, seperti ekonomi terutama ekonomi koperasi yang dikembangkan Hatta di Indonesia atau aktivitas politik Mohammad Hatta setelah mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden

    Pandangan Politik Mohammad Hatta Pada Tahun Pada Tahun 1945-1956

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana Pandangan politik Mohammad Hatta pada Tahun 1945-1956; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pandangan politik Mohammad Hatta pada tahun1945-1956; (3) nilai-nilai yang terkandung dalam pandagan politik Mohammad Hatta pada tahun 1945-1956. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan metode Herustik, kritik sejarah, interpretasi, dan Historiografi yaitu teknik pencatatan dokumen dengan mengumpulkan data-data penelitian dari sumber tertulis.Penelitian kajian pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kekuasaan karena hubungan antara politik dan kekuasaan tidak dipisahkan hal ini karena seseorang yang sudah terjun dalam politik tentu tujuannya untuk mencapai sebuah kekuasaan. Teori perilaku karena seseorang dalam membentuk perilaku berdasarkan faktor dari lingkungan keluarga, sekolah dan agama. Teori nilai karena nilai merupakan sebuah gambaran perilaku atau tingkah seseorang yang dapat mempengaruhi dalam periaku sosial. Penelitian ini menyimpulkan (1) pandanga politik Mohammad Hatta pada tahun 1945-1956 menganut sistem demokrasi. Demokrasi yang diharapkan oleh Mohammad Hatta yaitu demokrasi kita: demokrasi ekonomi dan pendidikan politik. Konsep ekonomi yang diterapkan oleh Mohammad Hatta adalah konsep ekonomi berdasarkan kerakyatan dengan koperasi yang sebagai instrumennya. Dengan koperasi rakyat seluruhnya dapat ikut serta membangun, berangsur-angsur maju dari yang kecil melalui yang yang sedang sampai akhirnya kelapangan ekonomi yang besar. Gagasan Hatta tentang pendidikan politik secara sistematis untuk rakyat agar tumbuh kesadaran dan tangung jawab besarnya yang kuat dalam memperjuangkan cita-cita bangsa pada saat ini. (2) latar belakang pandangan politik Mohammad Hatta yaitu faktor pendidikan melalui pendidikan dapat meningkatkan kemampuan seseorang baik dalam bidang pengetahuan maupun dalam berperilaku, fakor agama yaitu suatu keprcayaan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk mengatur tatanan kehidupan, faktor ekonomi Mohammad Hatta dibesarakan dari kalangan keluarga pengusaha sehingga pembincangan ekonomi Mohammad Hatta sangat kuat. (3) dalam pandangan politik Mohammad Hatta pada tahun 1945-1956 terdapat nilai-nilai yang bisa dijadikan teladan dan diamalkan dalam kehidupan seperti nilai nasionalisme, nilai kejujuran, nilai moralitas dan nilai demokrati

    KAJIAN PEMIKIRAN MOHAMMAD HATTA TENTANG DEMOKRASI DI INDONESIA : STUDI LITERATUR PEMIKIRAN MOHAMMAD HATTA

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran kaum muda di Indonesia saat ini akan pemikiran-pemikiran para pendiri bangsa dan implementasi demokrasi di Indonesia saat ini yang banyak tidak sesuai dengan ide awal para pendiri bangsa saat ini, khususnya Mohammad Hatta. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pemikiran-pemikran demokrasi menurut Mohammad Hatta serta implementasinya di kebijakan-kebijakan yang diterapkan di pemerintahan Indonesia saat ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian historis, yaitu meliputi pengumpulan sumber atau heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Sedangkan untuk pengumpulan data, penulis melakukan teknik studi literatur yaitu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan kajian penulis. Temuan penelitian ini adalah: (1) pemikiran Mohammad Hatta mengenai demokrasi. (2) pemikiran Mohammad Hatta mengenai demokrasi yang dirumuskan kedalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (3) implementasi pemikiran Hatta di dalam praktik kehidupan politik di Indonesia. Keadaan Indonesia saat ini masih jauh dari yang dicita-citakan para pendiri bangsa, salah satu penyebabnya adalah ketidak seriusan pemerintah dalam memperbaiki hal yang paling esensial dalam bernegara, yaitu kualitas pendidikan. Sejak dulu, Hatta percaya kunci untuk memperbaiki kualitas bangsa dalam bernegara adalah melalui pendidikan, karena itu penting bagi negara saat ini untuk bukan saja meningkatkan kuantitas pendidikan dengan membangun banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, tapi juga harus meningkatkan kualitas pendidikan agar keberhasilan demokrasi seperti yang kita cita-citakan selama in dapat terwujud.,---This research motivated by the weakning of Indonesian youth today of the thoughts from their own founding fathers and the implementation of democracy that Indonesian government that not exactly fit with the founding fathers’s idea when they built this nation, particularly Mohammad Hatta. The problems which described on this script was Mohammad Hatta thought concerning democracy and also in the implementation on policies that Indonesian government do today. This research is a qualitative reseach with historical method, which is a method that covers source gathering or heuristics, source critics, interpretation and historiography. For the source gathering, the writer used the way of literature study which explores the relevant sources for the research. Futhermore, these are what researcher found during the research: (1) Mohammad Hatta thought concerning democracy. (2) Mohammad Hatta thought concerning democracy that formulated into Pancasila and dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (3) Mohammad Hatta thought that implemented to political policies today. Indonesian today is not as good as what the founding fathers’s had in their mind at that time, one of the reason why is because the government never really serious to fix the essensial problem that we always had, which is to improve our education quality. Mohammad Hatta always believed that education is the main key to improve the quality of our nation, therefore, it’s so important for the government not only to increase the quantity of our schools by building schools and colleges, but they also need to increase the quality of our education and so democracy could be succeded as we all always wanted

    Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun : Gagasan & Pemikiran

    No full text
    Dr. Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia telah memberikan teladan berkoperasi yang baik melalui bukunya ini, Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun. Mohammad Hatta dengan tuntas mengupas pedoman, falsafah, dan dasar praktis berkoperasi. Inilah warisan pemikiran visioner Mohammad Hatta yang mengandung nilai-nilai luhur berkoperasi yang layak dipedomani dan ditiru para penggiat koperasi, pecinta koperasi, pelaku UMKM, serta para pelajar dan pemuda-pemudi seluruh Indonesia.356 hlm; 14x23 c
    corecore