2 research outputs found

    Mesin Penghancur dan Pengayak Pasir

    No full text
    ABSTRAK   Faishal, Mochammad, Andre. 2012 Permadi, Abing. 2012. Mesin Penghancur dan Pengayak Pasir. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : ( I ) Drs., H. Putut Murdanto, S.T., M.T. dan (II) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd. Kata Kunci : Mesin Penghancur dan Pengayak Pasir, Motor listrik, dan Pengecoran Perkembangan Teknologi semakin meningkat dari masa ke masa, oleh sebab itu banyak orang yang mengembangkan teknologi menjadi semakin lebih baik. Dalam praktik pengecoran Sand Casting Universitas Negeri Malang. Proses penghancuran dan pengayakan pasir masih menggunakan peralatan yang membutuhkan tenaga lebih, karena mesin pengayak di laboratorium teknik Universitas Negeri Malang tidak dilengkapi penghancur pasir. Jika mesin dinyalakan, mesin bergerak maju dan menimbulkan getaran yang sangat besar. Oleh karena itu, beberapa orang perlu memegang mesin ayakan pasir. Hal tersebut membuat waktu dan tenaga terbuang dengan percuma. Pemanfaatan teknologi sangat tepat digunakan untuk memberikan solusi terhadap peningkatan keefektifitasan pengolahan pasir cetak. Salah satunnya adalah pembuatan mesin penghancur dan penganyak pasir. Pentingnya pembuatan mesin penghancur dan pengayak pasir adalah untuk lebih mengoptimalkan fungsi dan efisiensi dalam melakukan praktik pengecoran mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Prinsip kerja mesin ini adalah  menggunakan dua poros, poros pertama berputar dengan kecepatan tinggi dan poros kedua merubah gerak putar menjadi gerak maju mundur secara perlahan. Poros pertama berputar dengan kecepatan tinggi guna piringan yang ada di poros bisa menumbuk pasir dan menjadikannya halus karena pasir berupa gumpalan. Poros kedua yang dengan pengurangan kecepatan yang tepat dengan menggunakan pully, poros akan bergerak secara perlahan untuk menggerakan ayakan/saringan agar mesin tidak bergoyang dan diam di tempat. Pasir dikeluarkan melalui empat corong, corong pertama adalah hasil pasir yang sudah dihancurkan tetapi belum diayak, corong kedua adalah pasir yang sudah diayak oleh ayakan pertama, corong ketiga adalah pasir yang sudah diayak oleh ayakan pertama dan ayakan kedua, corong ke empat adalah pasir yang sudah diayak dengan semua pengayak. Mesin penghancur dan pengayak pasir merupakan mesin yang berdimensi tidak  besar dengan panjang 660mm, lebar 610mm dan tinggi 1400mm, yang mudah disimpan di tempat lab pengecoran Universitas Negeri Malang Jurusan Teknik Mesin serta bisa dipindahkan dengan mudah. Mesin penghancur dan pengayak pasir ini digerakan dengan motor listrik 1 HP dengan putaran 1450 rpm. Cara menghidupkan mesin menggunakan tombol ON/OFF pada mesin. Mesin penghancur dan pengayak pasir ini mempunyai kapasitas mesin 5kg/menit atau dalam waktu satu jam bisa mengayak pasir sebayak 300kg

    Pengaruh Sikap Belajar dan Penguasaan Materi Mata Pelajaran Produktif Peserta Didik terhadap Hasil Praktik Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Pasuruan

    No full text
    ABSTRACT engaruh Sikap Belajar dan Penguasaan Materi Mata Pelajaran Produktif Peserta Didik terhadap Hasil Praktik Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 PasuruanUji Kompetensi Kejuruan (UKK) merupakan evaluasi hasil belajar peserta didik selama belajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan bisa dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran di sebuah SMK. Tujuan dilaksanakan uji kompetensi adalah sebagai indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan, sedangkan bagi stakeholder uji kompe-tensi dijadikan informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. Uji kompetensi siswa dilaksanakan sesuai dengan kompetensi keahliannya dan dilaksanakan sebelum ujian nasional.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat pengaruh antara sikap belajar dan penguasaan materi mata pelajaran produktif terhadap hasil praktik UKK. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ini menggu-nakan jenis penelitian explanasi. Apabila ditinjau dari tingkat explanasinya ter-masuk dalam penelitian tingkat explanasi asosiatif yaitu untuk menemukan ada tidaknya pengaruh, dan apabila ada, seberapa besar pengaruh variabel bebas ter-hadap variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan doku-mentasi pada seluruh variabel dengan populasinya adalah seluruh peserta didik jurusan teknik pemesinan kelas XII di SMK Negeri Pasuruan.  Berdasarkan hasil analisis hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesim-pulan hasil penelitian sebagai berikut : (1) pengaruh sikap belajar terhadap hasil praktik UKK sebesar 9,8587%; (2) pengaruh pengua
    corecore