1,720,961 research outputs found
PENGARUH IKLIM KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KOMITMEN KARIR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR BKD KABUPATEBN BIMA
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Iklim Kerja Dan Pengembangan Karir Terhadap Komitmen Karir Dengan Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor BKD Kabupaten Bima. Variabel dependen yang digunakan adalah Komitmen Karir, variabel independen adalah Iklim Kerja pengembangan karir. Jenis penelitian ini adalah asosiatif kausal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Sensus sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 43 orang responden yang berstatus Pegawai Negeri Sipil. Hasil penelitian ini adalah adalah (1) Iklim Kerja dan pengembangan karir berpengaruh langsung secara signifikan terhadap komitmen karir dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening, baik secara parsial (individu) maupun secara simultan (bersama-sama) pada pegawai di Kantor BKD Kabupaten Bima. (2) Pengembangan karir berpengaruh langsung positif dan siginifikan dan tidak langsung tidak positif dan signifikan terhadap komitmen pada pegawai di Kantor BKD Kabupatn Bima. (3) Kepuasan kerja berpengaruh langsung terhadap komitmen karir pada pegawai di Kantor BKD Kabupatn Bima. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, penelitian ini menunjukkan bahwa Iklim Kerja dan Pengembangan Karir mempengaruhi Komitmen Karir dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel Intervening pada pegawai dikantor BKD Kabupaten Bima.Dari hipotesis pertama yang diajukan, terdapat hubungan antara Iklim Kerja pada pegawai dikantor BKD Kabupaten Bima. yang secara positif mempengaruhi kepuasan kerja pegawai. Semakin kondusif iklim kerja akan mempengaruhi pegawai meningkatkan kepuasannya. Penciptaan iklim kerja yang positif perlu dilakukan mengingat penyelesaian tugas pekerjaan memerlukan dukungan dari lingkungan yang ada di sekitarnya sehingga pegawai akan mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kepuasan tercipta disaat pegawai mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dengan hasil yang memuaskan yang pada akhirnya membuat pegawai mendapatkan respon positif dari atasan. Pada hipotesis kedua terlihat adanya hubungan positif antara Pengembangan Karir dengan kepuasan kerja pegawai. Pengembangan karir mampu menjawab permasalahan yang berkaitan dengan masa depan Pegawai. Kata Kunci : Iklim Kerja, Pengembangan Karir, Komitmen Karir, Kepuasan Kerj
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI IKAN NILA SYSTEM KOLAM DI KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ikan nila system kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, dan 2) Menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi produksi ikan nila system kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan unit analisis pelaku usaha budidaya ikan nila system kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Metode penentuan daerah sampel dilakukan secara purposive sampling, penentuan jumlah responden dilakukan dengan quota sampling sebanyak 30 responden. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara langsung kepada responden, dan observasi. Analisis data menggunakan model analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor luas kolam (X1), jumlah benih (X2), jumlah pakan (X3), dan tenaga kerja (X4) secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila system kolam. Secara parsial variabel luas kolam (X1), jumlah pakan (X3), dan tenaga kerja (X4) berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila system kolam, sedangkan variabel jumlah benih (X2) tidak berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila system kolam. (2) Faktor yang paling dominan terbesar mempengaruhi produksi ikan nila system kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah adalah jumlah pakan (X3) dan faktor yang paling dominan terendah mempengaruhi produksi ikan nila sistem kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah adalah jumlah benih (X2)
PENGARUH IKLIM KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KOMITMEN KARIR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR BKD KABUPATEBN BIMA
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Iklim Kerja Dan Pengembangan Karir Terhadap Komitmen Karir Dengan Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor BKD Kabupaten Bima. Variabel dependen yang digunakan adalah Komitmen Karir, variabel independen adalah Iklim Kerja pengembangan karir. Jenis penelitian ini adalah asosiatif kausal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Sensus sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 43 orang responden yang berstatus Pegawai Negeri Sipil. Hasil penelitian ini adalah adalah (1) Iklim Kerja dan pengembangan karir berpengaruh langsung secara signifikan terhadap komitmen karir dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening, baik secara parsial (individu) maupun secara simultan (bersama-sama) pada pegawai di Kantor BKD Kabupaten Bima. (2) Pengembangan karir berpengaruh langsung positif dan siginifikan dan tidak langsung tidak positif dan signifikan terhadap komitmen pada pegawai di Kantor BKD Kabupatn Bima. (3) Kepuasan kerja berpengaruh langsung terhadap komitmen karir pada pegawai di Kantor BKD Kabupatn Bima. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, penelitian ini menunjukkan bahwa Iklim Kerja dan Pengembangan Karir mempengaruhi Komitmen Karir dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel Intervening pada pegawai dikantor BKD Kabupaten Bima. Kata Kunci : Iklim Kerja, Pengembangan Karir, Komitmen Karir, Kepuasan Kerj
TINGKAT PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PELAKSANAAN PEMILU LEGISLATIF 2014 DPRD SAMPANG
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi politik pemilih pemula di desa Ketapang Timur dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 DPRD Sampang dan faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 DPRD Sampang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan variabel tingkat partisipasi politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014. Populasi yang ada dalam penelitian ini berjumlah 582 pemilih pemula. Sedangkan sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi yaitu di ambil 20% dari populasi yang ada atau sebanyak 116 responden. Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari penelitian di lapangan maka dapat di temukan tingkat partisipasi politik pemilih pemula di desa Ketapang Timur dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 DPRD Sampang di kategorikan sebagai partisipasi politik aktif, sebab dilihat dari jumlah responden sebanyak 86,21% pemilih pemula yang ikut berpatisipasi pada saat pemungutan suara secara langsung untuk mencoblos dengan total skor sebanyak 93,11% yang dikategorikan sangat berperan atau partisipasinya dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan dari prosentase sebanyak 13,79% pemilih pemula tidak ikut mencoblos. Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 di desa Ketapang Timur karena ada kesadaran, kepercayaan dan keyakinan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 DPRD Sampang. Pemilih pemula ingin mencari sosok wakil rakyat yang bisa membawa perubahan-perubahan yang ada di daerah tersebut. Kata kunci: partisipasi politik, pemilih pemula, pemilihan umum legislatif Abstract This study aimed to describe the level of political participation of voters in Ketapang Timur village with the implementation of the legislative elections Parliament Sampang in 2014 and factors that influence political participation voters in legislative elections Parliament Sampang in 2014. The method used in this research is quantitative descriptive with variable levels of political participation of voters legislative elections in 2014. Existing population in this study amounted to 582 voters. While the sample is selected in this study were part of the population that is taken 20% of the population, or as many as 116 respondents. Based on data obtained from research in the field, it can be found levels of political participation voters in Ketapang Timur village with implementation of the legislative elections Parliament Sampang in 2014 with categorized as active political participation, as seen from the number of respondents is 86.21% voters who participate at the time of voting directly for voting with a total score of 93.11% were categorized as very instrumental or participation in the very high category. While the total percentage of 13.79% of voters do not come to vote. Factors affecting voters political participation in the implementation of the legislative elections in 2014 in the village of Ketapang Timur because there is awareness, trust and confidence to participate in the implementation of the legislative elections in 2014 Parliament Sampang. Voters want to find a figure representative of the people who can bring changes in the area. Keywords: political participation, new voters, general electio
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
