1,720,960 research outputs found
PEMANFAATAN LIMBAH PERKEBUNAN DAN EFEKTIF MIKROORGANISME SEBAGAI SUMBER HARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) DI LAHAN SAWAH IRIGASI
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mempelajari dan mendapatkan jenis limbah perkebunan sebagaisumber hara yang yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi padi (Oryzasativa L.) di lahan sawah irigasi dalam rangka pengembangan inovasi teknologi budidaya tanaman yangmudah, murah dan berkelanjutan yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia tanpa menurunkanproduksi. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan sawah petani yang terletak di desa Sumber AgungKecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU-Timur). Penelitian berlangsung daribulan Januari sampai dengan bulan Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (SplitPlot Design) dengan masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Sebagai perlakuan petak utamaadalah pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan, dengan tiga taraf perlakuan , yaitu: 1). O0=Tanpa pemberian kompos (kontrol), 2). O1= Kompos blotong (limbah tebu), dan 3). O2= Kompos tandankosong kelapa sawit (tankos). Perlakuan anak petak adalah pemberian berbagai dosis takaran pupuk EM-4dengan empat taraf perlakuan, yaitu: 1). E0= 0 ml /l air (kontrol), 2). E1= 10 ml/l air , 3). E2= 15 ml /l airdan 4). E3= 20 ml/l air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis kompos limbahperkebunan dan pemberian EM-4 berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati.Kombinasi pemberian kompos blotong (20 ton/hektar) dan pemberian larutan EM4 pada takaran 20 cc/l airmemberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi di lahan sawah irigasi,dengan hasil panen rata-rata mencapai 9,80 ton gabah kering/hektar
APLIKASI PUPUK ORGANIK PLUS BATUBARA TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)
Batubara muda dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dengan cara mengekstraksi batubara menjadi senyawa asam humat. Asam humat berperan sebagai bahan pembawa karena memiligi gugus makromolekul polielektrolit dengan gugus fungsional terdiri dari –COOH, -OH fenolat dan –OH alkoholat, sehingga memiliki peluang untuk berikatan dengan ion basa dari mineral pupuk, bahan organik, dan mineral alami dan menambah unsur hara makro dan mikro. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pupuk organik plus batubara terhadap pertumbuhan dan produksi Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor perlakuannya Takaran Pupuk Organik Plus Batubara (P) terdiri dari P0 = Kontrol (pupuk kimia takaran anjuran), P1 = 250 kg/ha, P2 = 500 kg/ha, P3 = 750 kg/ha, P4 =1000 kg/ha, P5 = 1250 kg/ha, P6 = 1500 kg/ha, P7 = 1750 kg/ha dan P8 = 2000 kg/ha. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa takaran pupuk organik plus batubara 1050 kg/ha memberikan pengaruh pertumbuhan dan produksi yang terbaik terhadap tanaman jagung manis dibandingkan dengan takaran pupuk organik plus yang lainnya, berdasarkan peubah yang diamati antara lain tinggi tanaman (205,88 cm), jumlah daun (9,20 helai), panjang tongkol (18,36 cm), diameter tongkol (5,25 cm), berat tongkol per tanaman (290,28 g), berat tongkol per petak (4,67 kg), dan berat brangkasan kering (249,33)Lignite can be used as fertilizer by extracting coal into humic acid compounds. Humic acid acts as a carrier because it has a macromolecule group of polyelectrolyte with functional groups consisting of -COOH, -OH phenolate and -OH alcoholate, so as to have an opportunity to bind to alkaline ions from mineral fertilizers, organic matter and natural minerals and add macro nutrients and micro. The aim of this research is to know the response of organic fertilizer plus lignite to growth and production of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt). This study used Randomized Block Design (RAK) with 9 treatments and repeated 3 times. The treatment factor of Organic Plus Plus Couple Fertilizer consisted of P0 = Control (chemical fertilizer recommended dosage), P1 = 250 kg/ha, P2 = 500 kg/ha, P3 = 750 kg/ha, P4 = 1000 kg/ha, P5 = 1250 kg/ha, P6 = 1500 kg/ha, P7 = 1750 kg/ha and P8 = 2000 kg/ha. The results showed that organic fertilizer plus 1050 kg / ha gave the best growth and production effect on sweet corn compared with organic fertilizer plus other, based on observed variables such as plant height (205,88 cm), number leaves (9,20 strands), length of tuna (18.36 cm), tuna diameter (5.25 cm), cob weight per plant (290.28 g), cob weight per plot (4.67 kg), and weight dry stover (249.33
PENGARUH TAKARAN PUPUK ORGANIK PLUS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) DI LAHAN LEBAK
Pengaruh Takaran Pupuk Organik Plus terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) di Lahan Lebak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran pupuk organik plus yang terbaik pada tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan kampus C Universitas Muhammadiyah Palembang, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini telah berlangsung dari bulan Juni sampai dengan bulan September 2014. Penelitian inii menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). dengan 7 perlakuan yang diulang 4 kali dengan 8 tanaman contoh. Sebagai faktor perlakuan yaitu : F0 = Kontrol (pupuk kimia anjuran), F1 = 250 kg/ha, F2 = 500 kg/ha, F3 = 750 kg/ha, F4 = 1000 kg/ha, F5 = Dosis 1250 kg/ha, F6 = 1500 kg/ha . Peubah yang diamati yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Cabang Produktif (cabang), Jumlah Polong Per Tanaman, Jumlah Polong Hampa Per Tanaman, Berat Isi Polong per Tanaman, Bobot 100 Biji (g), Berat Produksi per Petak(g), Berat Berangkas Kering. Berat produksi per Hektar pada takaran 750 kg/ha yaitu 1,34 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa takaran 750 kg/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai
PENGARUH JENIS DAN TAKARAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI POLYBAG PADA PRE NURSERY
Pengaruh Jenis dan Takaran Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacg) Pada Fase Pre Nursery. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan jenis dan takaran pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada Stadia pre nursery di polybag. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Kampus C, Universitas Muhammadiyah Palembang. Dusun 1, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan Mei 2015 sampai dengan bulan Agustus 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan diulang 3 kali, adapun faktor perlakuan yang digunakan adalah Jenis Pupuk Organik (O), O1 = Pupuk Kandang Kotoran Ayam, O2 = pupuk kandang Kotoran Sapi, O3 = pupuk kandang Kotoran kambing, O4 = Pupuk Jerami Padi dan Takaran Pupuk Organik (T), T1 = 10 ton/ ha, T2 = 20 ton/ ha, T3 = 30 ton/ ha. Peubah yang diamati tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar primer (cm), jumlah akar primer (helai), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap peubah yang diamati seperti Tinggi tanaman dan berat basa berangkasan dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, panjang akar primer, jumlah akar primer dan berat kering berangkasan. Takaran pupuk organik berpengaruh tidak nyata setiap peubah yang di amati, sedangkan interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati
PEMBERIAN PUPUK NITROGEN DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) STADIA PRE NURSERY
Pemberian Pupuk Nitrogen Dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Stadia Pre Nursery. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk nitrogen dan pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang dapat menghasilkan pertumbuhan terbaik pada penelitian kelapa sawit stadia pre nursery. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Agroteknologi Fakultas Pertaniaan Universitas Muhammadiyah Palembang di Kampus C desa pulau semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Dimulai pada bulan Mei sampai July 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 20 kombinasi yang diulang sebanyak tiga kali dan 3 tanaman contoh.Adapun perlakuan sebagai berikut : dosisi pupuk Nitrogen (N), N0 = Tanpa pupuk, N1 = 1 g Urea/polybag, N2 = 2 g Urea/polybag, N3 = 3 g Urea/polybag. Takaran pupuk Kompos TKKS K0 = Kontrol, K1 = 150 g kompos TKKS/polybag, K2 = 300 g kompos TKKS/polybag, K3 = 450 g kompos TKKS/polybag, K4 = 600 g kompos TKKS/polybag..Peubah yang diamati dalam penelitian adalah Tinggi tanaman (cm), Panjang akar (cm), Jumlah daun (helai), Berat kering tanaman (g), dan Berat kering akar (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberiaan pupuk nitrogen dengan takaran 2 g urea/polybag danpemberian pupuk kompos TKKS dengan takaran 450 g kompos TKKS/polybag menghasilkan pertumbuhan terbaik tanaman kelapa sawit di stadia pre nursery
PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK DAN SISTEM TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.)
Pengaruh Jenis Pupuk Organik dan Sistem tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu(Saccharum officinarum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh jenispupuk organik dan sistem tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) dilapangan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan kampus C Universitas MuhammadiyahPalembang, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi SumateraSelatan. Penelitian ini telah berlangsung dari bulan juni sampai dengan bulan Agustus 2015. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) fakorial. Yang disusun dengan 9 kombinasi yang diulang3 kali. Sebagai perlakuan pupuk organik (O), O1 : kotoran ayam, O2 : Blotong dan O3 : Bokasi dan perlakuansistem tanam (S), S1 : 140 cm overlape 100 %, S2 : 140 cm overlape 50 % dan S3 : 140 cm overlape 25 %.Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, jumlah daun (helai), panjang akar(cm),jumlah akar (helai) dan diameter batang (cm). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuanpupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap waktu keluar tunas, tinggi tanaman, jumlah anakandanjumlah daun. nyata terhadap panjang akar,jumlah akar dan diameter batang.sedangkan perlakuan sistemtanam berpengaruh sangat nyata terhadap waktu keluar tunas dan diameter batang. nyata terhadap tinggitanaman,jumlah daun dan,jumlah akar. tidak nyata terhadap jumlah anakan dan panjang akar. Pemberianpupuk organik kotoran ayam memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu, Perlakuansistem tanam 140 cm overlape 100 % memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman tebu,Interaksi pemberian pupuk organik kotoran ayam dan sistem tanam 140 cm overlape 100 % memberikanhasil terbaik pada pertumbuhan bibit tanaman tebu
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
