1,720,957 research outputs found

    Pengenalan Inovasi PELITA Sebagai Upaya Percepatan Cakupan Dokumen Akta Kematian di Desa Plumbungan Kabupaten Sragen

    No full text
    Although death certificates are indispensable for a myriad of legal and administrative processes, public cognizance of their significance remains limited. To rectify this, the Sragen Regency's Population and Civil Registration Office has introduced PELITA (Pelaporan Kematian Langsung Terbit Akta), a groundbreaking initiative designed to streamline and expedite the issuance of death certificates. The Diploma IV Program in Demography and Civil Registration Studies at Sebelas Maret University facilitated a socialization campaign in Plumbungan Village to disseminate information about PELITA. A comprehensive approach involving planning, implementation, and evaluation was adopted to foster public comprehension of the procedures and advantages associated with death certificates. The campaign yielded positive results, evincing a heightened public awareness of the importance of death certificates and appreciation for PELITA's user-friendly services. These findings underscore PELITA's potential to augment the coverage of death certificate ownership and, consequently, enhance the overall quality of civil registration services at the village level.Meskipun akta kematian memiliki peran krusial dalam berbagai aspek hukum dan administratif, kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen ini masih rendah. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sragen telah menginisiasi program inovatif bernama PELITA (Pelaporan Kematian Langsung Terbit Akta). Inovasi PELITA bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penerbitan akta kematian. Program Studi Diploma IV Studi Demografi dan Pencatatan Sipil dari Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan sosialisasi tentang inovasi PELITA di Desa Plumbungan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat. Metode sosialisasi melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur dan manfaat akta kematian. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya akta kematian serta apresiasi terhadap kemudahan layanan yang ditawarkan oleh inovasi PELITA. Temuan ini mengindikasikan bahwa inovasi PELITA berpotensi meningkatkan cakupan kepemilikan akta kematian dan secara keseluruhan memperbaiki kualitas pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desa

    Perbaikan syarat penerima bansos sebagai upaya mengurangi kematian bayi di kabupaten Klaten

    No full text
    Penelitian yang dilakukan merupakan lanjutan dari yang sudah dilakukan tahun 2022 tentang faktor yang mempengaruhi angka kematian bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak sebaran penerima bantuan sosial PKH, terhadap angka kematian bayi dengan mengamati persyaratan yang ada dalam kebijakan PKH di Indonesia. Hal tersebut dilakukan dengan diikuti pemberian solusi sehingga dapat menurunkan tingkat penerima PKH yang tidak tepat sasaran. Jenis penelitian berupa korelasi dan expost facto dengan menggunakan pendekatan gabungan mix method. Metode dilakukan berurutan antara data kuantitatif yang didapatkan dari hasil survey pelaksanaan PKH di Klaten dan data kualitatif yang didapat dari hasil wawancara. Sampel yang digunakan adalah Kecamatan Bayat, Trucuk dan Jatinom dengan total seratus responden. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner dengan teknik analisis deskriptif korelasi. Hasil penelitian menemukan bahwa telah terjadi kondisi yang tidak ideal, di mana daerah dengan rata-rata pendapatan keluarga tinggi menerima lebih banyak bantuan sosial PKH dibandingkan daerah yang pendapatan rata-rata keluarganya lebih rendah. Sehingga, solusi yang dapat diberikan adalah melakukan pembaruan data penerima PKH setiap bulannya dengan melibatkan para stakeholder, serta penambahan kriteria yakni jumlah pendapatan yang dimiliki penerima bantuan sosial PKH

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    PEMETAAN DISTRIBUSI VAKSIN MELALUI VERIFIKASI BOTTOM UP BERBASIS DATA KEPENDUDUKAN

    Full text link
    Indonesia sedang dilanda Pandemi Covid-19 yang saat ini kasus positif tercatat semakin meningkat dari hari ke hari. Dilansir dari satuan tugas Covid-19 per 8 Januari 2021 jumlah kasus aktif di Indonesia mencapai 117.704 ribu kasus. Data ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara. Tingginya kasus positif Covid-19 membutuhkan penanganan yang lebih intensif selain sekedar pembatasan kegiatan masyarakat. Vaksinisasi, diharapkan menjadi salah satu upaya yang bisa menekan pengendalian penyebaran virus corona. Vaksin dimaksudkan untuk memberikan kekebalan tubuh masyarakat dalam melawan virus, dengan cara menginduksi sel darah B sehingga memproduksi imunglobin dari tubuhnya.Upaya vaksinasi harus segera di lakukan .rencananya pelaksanaan vaksinasi dilakukan pada Januari 2021. Vaksinasi akan diawali dengan pendataan penerima vaksin dengan memanfaatkan data kependudukan yang dihimpun oleh lembaga pemerintah yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pendataan bagi penerima vaksin yang mengacu pada basis data Dukcapil, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan memiliki potensi masalah tersendiri. Dikarenakan belum terintegrasinya data kependudukan diantara lembaga pemerintah tersebut dan pemerintah hingga saat ini belum memiliki basis data yang di gunakan khusus untuk vaksinasi, tentunya dikhawatirkan akan mempengaruhi efektivitas dan efisiensi program vaksinasi pemerintah, hingga pada akhirnya akan menghambat proses distribusi vaksin kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menciptakan suatu metode yang tepat dan sinkronisasi data antara Dukcapil dan BPJS, dengan maksud agar data kependudukan yang dijadikan acuan menjadi lebih akurat dan terbarukan. Indonesia mempunyai basis data khusus vaksinasi dan bisa di gunakan di waktu yang mendatang. Sehingga proses penyaluran vaksin dapat berjalan tepat sasaran sesuai dengan tujuan vaksinasi yakni pengendalian penyebaran virus dengan menciptakan herd immunity

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore