133,815 research outputs found

    Potpourris - Don Mus.Ms. 1307 : vlc, orch; D

    No full text
    Josef MerkBearb.: Carl Leopold Böhm. - Quelle: manuscript. - Provenienz: Fürstlich Fürstenbergische Hofbibliothek, DonaueschingenPot-pourri | für das | Violoncell | mit Begleitung des ganzen Orchesters | von | J: Merk. | für meinen Schüler Ferdinand Wehrle einge= | richtet und instrumentirt | von | C: Leop: Böhm. | fürstl: Fürstenbergischer KamerMusicku

    Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pemilihan Merk Lampu Merk Pijar Di Wilayah Kotatif Jember

    No full text
    Penelitian tentang perilaku konsumen terhadap pemilihan merk lampu piiar dilaksanakan di wilavah kota administratif Jember selama dua bulan yaitu dari - - tanggai 4 Juli 2000 sampai dengan 4 September 2000. Tuiuan dan kegunaan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan faktor motivasi konsumen yang paling dominan dalam pemilihan lampu piiar dengan merk tertentu, untuk mengetahui derajat hubungan faktor motivasi yang paling dominan tersebut terhadap pemilihan suatu merk lampu pijar dan untuk mengetahui merk larnpu pijar yang paling disukai konsumen di wilayah kota administratif Jember. . Sedangkan kegunaan dari penelitian ini., diharapkan dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi produsen maupun distributor lampu pijar dalam mengambil kebijaksanaan khususnya dalam bidang pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan secara survey yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan wawancara secara langsung maupun menyebarkan daftar . pertanyaan sejumlah i20 lembar, kepada responden dan yang dapat dianalisis sejumlah ]] 5 lembar. Melalui penelitian ini dapat diketahui pengaruh antara perilaku konsumen terhadap pemilihan lampu pijar dengan merk tertentu. Bila dihubungkan dengan faktor-faktor dominan yang dijadikan variabel operasional dalam penelitian ini, yaitu faktor harga, faktor kualitas cahaya, faktor penyebaran produk (ketersediaan barang), faktor jangka waktu pemakaian dan faktor penggunaan energi digunakan test of independency. Sedangkan untuk mengetahui besarnya derajat hubungan yang paling berpengaruh dan faktor-faktor yang dominan tersebut terhadap pernilihan rnerk lampu pijar eli wilayah kota administrtif Jember digunakan uji koefisien kontingensi. Selanjutnva guna mengetahui merk apa yang paling disukai konsumen digunakan analisis indeks sikap. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan test of independency yang telah dilakukan dengan X2 tabel = 18,307, tampak bahwa faktor dominan yang paling berpengaruh dalarn motivasi konsumen adalah faktor penyebaran produk (ketersediaan barang) yaitu sebesar 55,20, lebih besar daripada faktor-faktor dominan lainnya. Sedangkan berdasarkan perhitungan uji koefisien kontingensi, faktor penyebaran produk (ketersediaan ·barang) mempunyai derajar hubungan paling tinggi daripada faktor-faktor lain yaitu sebesar 0,32, yang berarti mempunyai pengaruh yang cukup terhadap motivasi konsumen dalam pemilihan merk lampu pijar di wilayah kota administratif Jember. Selanjutnya berdasarkan analisis indeks sikap konsumen, dimana diperoleh hasil bahwa merk PHILIPS merupakan merk yang paling disukai oleh konsumen karena nilai indeks sikap yang diperoleh sebesar 2,69 lebih tinggi dibandingkan nilai indeks sikap merk yang lain. Ini berarti konsumen lebih bersikap positif terhadap merk tersebut. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka sebaiknya distributor atau toko yang menjual lampu pijar ill \vilayah kota administratif Jember, dalam program pemasarannya memperhatikan faktor penyebaran produk (ketersediaan barang) dan sebaiknya menekankan penawarannya pada merk PHILlPS

    Ageing and the Decay of Beauty: Radiation Hardness of the LHCb Outer Tracker and Time-Dependent CP Violation using Bos ->J/ v o Decays

    No full text
    Merk, M.H.M. [Promotor]Raven, H.G. [Promotor]Tuning, N. [Copromotor

    Perbandingan Mutu Fisik Dan Profil Disolusi Tablet Griseofulvin Merk Dagang Dan Generik

    No full text
    Grisoefulvin merupakan suatu antibiotik yang bersifat fungistatik, secara in vitro efektif terhadap berbagai jenis jamur dermatofit seperti Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum. Produk generik harganya jauh lebih murah sehingga menjadi dasar untuk mengetahui apakah produk generik dengan harga yang lebih murah memiliki kualitas yang sama dengan produk merk dagang. Griseofulvin ini adalah produk obat dengan Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas 2, sehingga laju pelepasan griseofulvin ini menjadi tahap penentu absorbsi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan mutu fisik dan profil disolusi tablet grisoefulvin merek dagang dan generik. Penelitian ini menggunakan 4 produk griseofulvin yang berbeda yaitu 1 produk generik dan 3 produk merk dagang. Setiap produk diuji sifat fisik serta profil disolusi. Evaluasi disolusi dengan menggunakan parameter Q60, dissolution efficiency (DE60) dan faktor kemiripan (F2). Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar Farmakope Indonesia dan kepustakaan lain. Dilakukan uji statistik Kolmogorov-Smirnov, dilanjutkan dengan uji Anava satu jalan dan uji t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk generik dan produk merk dagang memenuhi persyaratan yang ditentukan, baik uji mutu fisik maupun disolusi. Harga Q60 untuk produk generik A (81,92%), produk merk dagang B (83,95%), produk merk dagang C (79,25%), dan produk merk dagang D (83,37%). Hasil DE60 pada produk generik A (80,98%), produk merk dagang B (80,92%), produk merk dagang C (75,71%), produk merk dagang D (81,26%). Hasil uji faktor kemiripan (f2) dengan produk merk dagang D sebagai inovator dengan produk generik A, produk merk dagang B,dan produk merk dagang C sebagai produk uji yaitu 75,31; 81,00; 71,45. Dari hasil statistik menunjukkan antara produk generik dan merk dagang tidak ada perbedaan yang bermakna

    MeSH term explosion and author rank improve expert recommendations

    No full text
    Information overload is an often-cited phenomenon that reduces the productivity, efficiency and efficacy of scientists. One challenge for scientists is to find appropriate collaborators in their research. The literature describes various solutions to the problem of expertise location, but most current approaches do not appear to be very suitable for expert recommendations in biomedical research. In this study, we present the development and initial evaluation of a vector space model-based algorithm to calculate researcher similarity using four inputs: 1) MeSH terms of publications; 2) MeSH terms and author rank; 3) exploded MeSH terms; and 4) exploded MeSH terms and author rank. We developed and evaluated the algorithm using a data set of 17,525 authors and their 22,542 papers. On average, our algorithms correctly predicted 2.5 of the top 5/10 coauthors of individual scientists. Exploded MeSH and author rank outperformed all other algorithms in accuracy, followed closely by MeSH and author rank. Our results show that the accuracy of MeSH term-based matching can be enhanced with other metadata such as author rank

    Perbandingan Mutu Fisik Dan Profil Disolusi Tablet Glibenklamida Merk Dagang Dan Generik

    No full text
    Glibenklamida merupakan suatu antidiabetika oral yang banyak digunakan pada pengobatan Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) ringan sampai sedang. Produk generik glibenklamida harganya jauh lebih rendah daripada produk merk dagang. Glibenklamida merupakan obat dengan BCS kelas 2, dimana laju pelepasan glibenklamida menjadi tahap penentu absorbsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan mutu fisik dan profil disolusi tablet glibenklamida generik dan merk dagang. Metode penelitian ini adalah non eksperimental dengan rancangan acak pola searah. Pada penelitian ini menggunakan 5 produk tablet glibenklamida yang berbeda yaitu 2 produk generik dan 3 produk merk dagang. Setiap produk diuji sifat fisik dan profil disolusi. Evaluasi disolusi menggunakan parameter Q45, dissolution efficiency dan faktor kemiripan (f2). Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar Farmakope Indonesia edisi III, edisi IV dan kepustakaan lain yang sesuai, setelah itu dilanjutkan dengan uji statistik Kolmogorov-Smirnov yang dilanjutkan dengan uji Anava satu jalan kemudian dilanjutkan uji t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua produk generik dan produk merk dagang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, baik uji mutu fisik tablet maupun uji disolusi. Harga Q45 untuk produk generik A dan B yaitu 139,70% dan 143,47%, untuk produk merk dagang C, D dan E yaitu 154,56%, 153,68% dan 144,26%. Harga DE45 pada produk generik A dan B yaitu 77,40% dan 81,23%, untuk produk merk dagang C, D dan E yaitu 87,18%, 88,06% dan 78,43%. Hasil uji faktor kemiripan (f2) untuk beberapa produk yang menunjukkan ekivalensi yaitu produk merk dagang D sebagai produk inovator dengan produk generik A, B dan produk merk dagang C, E sebagai produk uji yaitu 52,32; 57,00; 57,97; 50,96. Hasil statistik untuk DE45 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara produk generik dengan produk merk dagang

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    "Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"

    No full text
    Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.

    A. D. Fricke, author

    No full text
    Black and white photograph of author, A. D. Fricke

    UJI SIFAT FISIK DAN DISOLUSI TABLET SIPROFLOKSASIN 500 mg GENERIK DAN MERK DAGANG (Studi Disolusi dalam larutan HCl 0,01 N)

    No full text
    Obat generik masih dipertanyakan kualitasnya dibandingkan merk dagang, padahal memiliki mutu yang sama. Penggunaan merk dagang yang memiliki harga yang lebih mahal terkadang hanya bisa dibeli pasien separuhnya misalnya antibiotik siprofloksasin, hal ini tentu saja menyebabkan terapi menjadi tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mutu antara tablet siprofloksasin 500 mg sediaan generik dengan sediaan merk dagang. Tablet Siprofloksasin yang diuji terdiri dari 4 produk generik dan 4 merk dagang. Setiap produk obat diuji sifat fisiknya meliputi: keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan disintegrasi. Uji disolusi dengan menggunaan 900 mL medium HCl 0,01 N, dihitung nilai Q30 dan DE60. Hasil yang diperoleh dianalisa menggunakan Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tablet Siprofloksasin generik A, B, C, D dan merk dagang E, F, G, H tidak memiliki perbedaan bermakna. Semua sifat fisik tablet juga memenuhi persyaratan, kecuali kekerasan tablet. Meskipun demikian masih dapat diterima karena pada uji disintegrasi dan disolusi tablet memenuhi persyaratan. Profil disolusi ke-8 tablet yang diuji menunjukkan hasil yang sama dimana nilai Q30 berturut-turut yaitu 93,19; 94,91; 104,62; 105,09; 112,02; 89,71; 108,93; 101,39% dan untuk nilai DE60 memenuhi persyaratan untuk semua tablet generik dan merk dagang. Kesimpulan yang diambil adalah delapan produk sediaan tablet Siprofloksasin (4 generik A,B,C,D dan 4 merk dagang E,F,G,H) yang diuji tidak memiliki perbedaan sifat fisik dan memiliki kemiripan profil disolusi. Kata kunci : Siprofloksasin, generik, merk dagang, uji sifat fisik, profil disolus
    corecore