1,721,070 research outputs found

    HIDROLISA TEPUNG SAGU MENJADI MALTODEKTRIN MENGGUNAKAN ASAM KLORIDA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat maltodekstrin dari sagu dan mengkaji pengaruh waktu hidrolisa terhadap maltodekstrin serta mengamati perubahan fisika dan kimia dari maltodekstrin yang dihasilkan. Sagu adalah butiran atau tepung atau pati yang diperoleh dari batang sagu atau rumbia, yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan maltodekstrin. Maltodekstrin merupakan produk hidrolisa parsial pati sagu dengan menggunakan asam klorida. Proses pembuatan maltodekstrin dilakukan melalui tahap pembentukan dekstrin. Produk yang dihasilkan dianalisa kadar Dekstrosa Ekuivalent (DE), yield dan kadar air. Dari hasil penelitian dan setelah analisa yang dilakukan diketahui kondisi terbaik diperoleh pada suhu 80oC, HCl 9% dan waktu hidrolisa 130 menit yaitu dengan perolehan nilai DE 5,24%, yield 90,84%, dan kadar air 4,8%,. Semakin lama proses hidrolisa, maka nilai DE yang dihasilkan semakin banyak karena pati akan semakin lama terkonversi, perolehan yield yang tinggi dikarenakan semakin lama proses hidrolisa karena pati yang terbentuk semakin banyak sehingga dekstrin yang dihasilkan semakin tinggi

    Pembuatan Asam Asetat dari Air Cucian Kopi Robusta dan Arabika dengan Proses Fermentasi

    Full text link
    Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat, yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Kandungan glukosa dalam air cucian kopi (arabika dan robusta) memungkinkan untuk difermentasi menjadi asam asetat. Dalam proses fermentasiini glukosa akan diubah menjadi alkohol menggunakan ragi roti (Saccharomycescerevisiae) kemudian alkohol akan diubah menjadi asam asetat menggunakan bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik asam asetat berbasis limbah hasil cucian kopi arabika dan robusta. Fermentasi alkohol berlangsung selama 48 jam (anaerob) kemudian dilanjutkan dengan fermentasi asam asetat. Metode penelitian dilakukan dengan memvariasikan waktu fermentasi yaitu 7, 10 dan 14 hari serta jumlah bakteri yaitu 10, 20, 40 dan 60 ml. Analisa yang dilakukan meliputi kadar asam asetat dilakukan secara volumetrik dengan larutan NaOH 0,1 N, yield asam asetat, densitas serta viskositas. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar asam asetat tertinggi pada waktu fermentasi 10 hari dengan jumlah bakteri sebanyak 60 ml yaitu 65,25 g/l untuk kopi arabika dan 62,05 g/l untuk kopi robusta. Yield asam asetat nilai tertinggi pada waktu fermentasi 10 hari dengan jumlah bakteri sebanyak 60 ml yaitu 85,82% untuk kopi arabika dan 78,34 % untuk kopi robusta. Densitas asam asetat nilai tertinggi pada waktu fermentasi 10hari, penambahan jumlah bakteri 60 ml yaitu 1,087 g/ml untuk kopi arabika dan 1,087 untuk kopi robusta. Sementara untuk viskositas diperoleh nilai terbaik padawaktu fermentasi 10 hari dengan penambahan jumlah bakteri 40 ml pada masing-masing jenis air cucian kopi arabika dan robusta yaitu 1,224 Cp Kata Kunci:asam asetat, fermentasi, limbah cair, kopi arabika, kopi robust

    PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG KEPITING

    Full text link
    Cangkang kepiting terkandung senyawa kimia kitin yang dapat dibuat menjadi produk kitosan dengan proses deasetilasi Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi terbaik  untuk pembuatan Kitosan dari cangkang kepiting. Pada penelitian ini limbah canggkang kepiting dimanfaatkan untuk pembuatan kitosan dengan memvariasikan waktu pemanasan  1,5, 2, dan 2,5 jam dengan suhu 100°C dan konsentrasi NaOH 20, 30, dan 40% (%berat) dengan metode yang digunakan adalah ekstraksi padat cair. Kitosan terbaik tergantung pada derajat deasetilasinya. Kitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisis derajat deasetilasinya dengan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat   deasetilasik kitosan paling   tinggi adalah 78,84% yang didapat dari proses deasetilasi menggunakan konsentrasi NaOH 40% dengan waktu pemanasan 2,5 jam, rendemen kitosan tertinggi 64,94%, dan kadar air 8%

    PEMANFAATAN KERTAS HVS BEKAS SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM LIMBAH ARTIFISIAL

    Full text link
    Salah satu pencemar yang berbahaya dalam limbah buangan industri yaitu logam berat timbal (Pb). Adsorpsi sering digunakan karena prosesnya yang sederhana dan efektif untuk mengurangi kadar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas kertas HVS sebagai adsorben, menganalisis pengaruh waktu kontak dan massa adsorben terhadap kapasitas adsorpsi dan %removal serta mekanisme penyerapan melalui pendekatan isotermis adsorpsi Langmuir dan isotermis adsorpsi Freundlich.  Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembuatan adsorben, pembuatan limbah artifisial, dan proses adsorpsi dengan variasi massa adsorben dan waktu kontak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa % removal maksimum yaitu 95,41% pada massa adsorben 1 gr dan kapasitas adsorpsi maksimum yaitu 18.123,4 mg/g pada massa adsorben 0,05 gr, konsetrasi limbah 20 ppm dengan waktu kontak 120 menit. Mekanisme adsorpsi yang terjadi mendekati persamaan isotherm Freundlich dengan nilai R2 = 0,8746, diduga proses penyerapan terjadi secara multilayer. Semakin lama waktu kontak dan semakin banyak massa adsorben dalam konsentrasi limbah yang sama maka semakin rendah kapasitas adsorpsi dan semakin tinggi %removal Pb yang diperoleh

    PENGARUH KOMPOSISI BRIKET BIOMASSA KULIT JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET

    Full text link
    Telah diteliti pemanfaatan limbah biomassa kulit jagung dalam pembuatan briket sebagai energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan briket arang kulit jagung serta pengaruh temperatur karbonisasi dan persentase perekat terhadap kadar air, kadar abu serta nilai kalor briket arang kulit jagung. Kulit jagung yang digunakan terlebih dahulu dijemur serta dikarbonisasi selama 2 jam lalu dicampur dengan perekat yang kemudian dilakukan pencetakan. Hasil analisa Kadar Air terendah sebesar 1,87% serta kadar air tertinggi sebesar 3,24%. Kadar abu tertinggi yaitu 4,37% sementara kadar abu terendah yaitu 2,74% Nilai kalor tertinggi sebesar 5.777,7247 cal/gr nilai kalor terendah sebesar 5.349,1874 cal/gr. Hasil ini menunjukan bahwa briket yang dihasilkan telah memenuhi SNI01-6235-2000 sebagai acuan baku mutu briket arang.Kata Kunci: Arang, Briket, Karbonisasi, Kulit Jagung, Perekat

    UJI MEKANIK KOMPOSIT SERAT DAUN NENAS BERMATRIK RESIN GETAH PINUS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemakaian serat daun nenas terhadap kekuatan tarik komposit berpenguat resin getah pinus pada kondisi beban tarik optimum untukmenghasilkan kekutan tarik pada masing-masing variasi arah serat acak dan ayaman. Penelitian dilakukan secara kontinyu dengan alat mesin uji tarik Multi Testing Machine (MTM). Variabel yang digunakan serat susunan acak dan anyaman dengan   ststandar specimen ASTMD 638-02 tipe 4 dengan dimensi specimen ( p= 110 cm, L = 19 cm, dan tebal t = 5 cm). Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini antara lain pengujian tarik berdasarkan susunan laminat acak, anyaman dan photomakro. Hasil yang didapatkan dalam penilitian ini, susunan manufaktur yang tepat pada komposit serat nanas dengan susunan laminat acak dengan  nilai kekuatan tarik rata-rata  sebesar  148.14 MPa, sedangkan untuk susunan anyaman memiliki kekuatan tarik 112.26. Hasil penilitian ini kekuatan tarik optimasi fraksi volume 20%, 30% dan 40% bermatrik resin getah pinus dapat di ketahui bahwa susunan laminat acak lebih unggul dari susunan anyaman. Hasil photomakro pada penampang patahan komposit serat  nanas terdapat karakteristik patahan yang khas yaitu terdapat serabut serat yang tertarik keluar (Fiber Pull Out)

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PRODUKSI GAS HIDROGEN DARI AIR LAUT DENGAN METODE ELEKTROLISIS MENGGUNAKAN ELEKTRODA TEMBAGA DAN ALUMUNIUM (Cu DAN Al)

    Full text link
    Abstrak. Hidrogen merupakan salah satu energi terbarukan yang mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan energi terbarukan lainnya.  Salah satu metode yang menjanjikan untuk menghasilkan gas hidrogen adalah dengan metode elektrolisis air laut yang sumbernya tidak terbatas. Metode lektrolisis pada penelitian ini menggunakan arus listrik searah atau DC (Power Supply) dan air laut dengan volume elektrolit 1000 ml, waktu elektrolisis 2, 4, 6 dan 8 menit dengan menggunakan elektroda Tembaga (anoda) dan Alumunium (katoda) pemilihan jenis reaktor berbentuk silinder volume 1500 ml, kondisi operasi 30oC dan 1 atm. Adapun yang menjadi variabel bebas yaitu tegangan 5, 10, 15, 20 dan 25 volt. Dengan variasi waktu hasil kajian menunjukkan bahwa tegangan sangat berpengaruh terhadap penguraian air laut menjadi gas hidrogen. Hasil flow rate gas hidrogen yang paling tinggi di dapat pada tegangan 20 volt dengan waktu 6 menit sebesar 1,8182 cc/det (6545,52 ml/jam). Hasil kajian waktu elektrolisis terhadap penguraian air laut menjadi gas hidrogen tidak berpengaruh signifikan, waktu elektrolisis 6 dan 8 menit pada tegangan 20 dan 15 volt menunjukkan hasil gas hidrogen yang tinggi. Kata kunci : Hidrogen, flow rate, elektroda, energi

    Pengaruh Fraksi Volume Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Polyester Bqtn Type 157-Ex Yang Diperkuat Serat Abaca

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah membuat prototype komposit polimerberpenguat serat abaca variasi fraksi volume 20%, 30% dan 40%. Jenis lapisanserat disusundalam cetakan arah memanjang (0º) dengan orientasi laminat acak,spesimen uji dibuat menggunakan metode hand lay up dengan cetak tekan (pressmolding) dan menggunakan cetakan kaca ketebalan 5 mm. Pengujian tarik merujuk pada Standart ASTM D 638-02. Untuk mengetahui jenispatahan hasil ujitarik digunakan foto makro serta mengetahui bentuk patahan danpolakegagalan yang terjadi pada spesimen komposit . Hasil pengujian kekuatantarik yang paling optimal terdapat pada volume fraksi40% dengan nilai rata-ratasebesar σ = 151,96MPa, regangan tarik ε = 1.96%. dan kekuatan tarik terendahpada Vf = 20% rata-rata dengan nilai sebesar σ = 67.27MPa, regangan tarik yangmeningkat sebesar ε = 2.35 %, Modulus elastisitas rata-rata dengan harga terendahpada Vf = 20% yaitu 303.7 MPa dan untuk nilai modulus elastisitas tertinggiterdapat pada Vf = 40% sebesar 485.6 MPa. Penampang patahan kompositdiklasifikasikan sebagai jenis patah slitting in multiple area sehingga dapatdisimpulkan bahwa komposit plastik berpenguat serat abaca memiliki potensiyang cukup besar untuk diaplikasikan sebagai material struktural
    corecore