37 research outputs found

    Pengetahuan gizi seimbang calon pengantin di beberapa kantor urusan agama (KUA) Jakarta Barat

    No full text
    Latar belakang. Calon pengantin (catin) merupakan kelompok yang perlu diperhatikan dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Salah satu hal yang perlu dipahami oleh mereka adalah mengenai Pedoman Gizi Seimbang. Pengaruh kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu sejak janin sampai anak berumur dua tahun, tidak hanya terhadap perkembangan fisik, tetapi juga terhadap perkembangan kognitif yang nantinya berpengaruh terhadap kecerdasan dan ketangkasan berpikir serta produktivitas kerja. Kekurangan gizi pada masa ini juga dikaitkan dengan risiko terjadinya penyakit kronis pada usia dewasa, yaitu penyakit jantung, hipertensi, stroke dan diabetes. Agar tidak terjadi masalah kurang gizi pada 1000 HPK, maka calon pengantin perlu menerapkan pedoman gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan. Menganalisis perbedaan pengetahuan gizi seimbang pada calon pengantin berdasarkan status sosial yang berbeda. Metode. Penelitian dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebon Jeruk dan Palmerah, Jakarta Barat pada bulan Agustus-Oktober 2018 dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 56 calon pengantin laki-laki dan 56 calon pengantin wanita. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar calon pengantin memiliki pengetahuan gizi seimbang yang kurang dengan skor rata-rata 47.589±13.882 pada catin laki-laki dan 48.482±14.614 pada catin wanita. Hasil uji t test independen menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan gizi catin berdasarkan tingkat pendidikan dan pendapatan (pv ≤ 0.05). Namun tidak terdapat perbedaan pengetahuan gizi catin berdasarkan jenis kelamin (pv > 0.05). Kesimpulan. Terdapat perbedaan pengetahuan mengenai gizi seimbang berdasarkan tingkat pendidikan dan pendapatan pada calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kebon Jeruk dan Palmerah, Jakarta Barat

    Perbedaan densitas energi konsumsi dan densitas asupan zat gizi berdasarkan status gizi guru di Jakarta Barat

    No full text
    Latar Belakang: Prevalensi makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh penduduk usia >10 tahun di DKI Jakarta adalah makanan manis 61,4%, berlemak 47,8 % dan makanan asin 20,3%. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan untuk mengonsumsi makanan padat energi (densitas energi tinggi) yang dapat menyebabkan status gizi lebih. Tujuan: menganalisis perbedaan densitas energi konsumsi dan densitas asupan zat gizi berdasarkan status gizi pada guru. Metode: Desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini yang berjumlah 37 orang guru. Analisis data dengan menggunakan uji mann whitney. Hasil: Status gizi lebih (41.2%) di SDN Duri Kepa 01 Pagi dan 10 orang (50%) di SDN Duri Kepa 11 Pagi Jakarta Barat, tidak terdapat perbedaan densitas asupan zat gizi protein (p=0,750), kalsium  (p=0,455), zat besi (p=0,819)., vitamin A (p=0,749)., vitamin C (p=0,307) dan ada perbedaan densitas energi konsumsi berdasarkan status gizi (p=0,017). Kesimpulan : Adanya perbedaan yang signifikan antara densitas energi konsumsi berdasarkan status gizi pada guru di SDN Duri Kepa 01 dan 11 Pagi Jakarta Barat. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada densitas asupan protein, kalsium, zat besi, vitamin A dan Vitamin C berdasarkan status gizi.Background:The highest prevalence of food consumed by the population >10 years old in Jakarta is sweet food 61.4%, fat 47.8% and salted food 20.3%. These data indicate a tendency to consume energy-dense foods (high energy density) can lead to more nutritional status. Objective: to analyze the difference of energy and nutrient density intake based on nutritional status. Methods:  Cross-sectional research design. The sample of this study is 37 teachers. Data analysis is using mann whitney test. Result: The result showed nutritional status of respondent with obesity (41,2%) in SDN Duri Kepa and 10 people (50%) in SDN Duri Kepa 11. There were no differences in intake of nutrient density intake of protein (p=0,750), calcium (p=0,455), iron (p=0,819), vitamin A (p=0.749), vitamin C (p=0,307) based on nutritional status and there was difference in energy density intake based on nutritional status (p = 0,017).Conclusion: There was difference in energy density intake based on nutritional status of teachers at SDN Duri Kepa 01 dan 11 Pagi in West Jakarta. There were no differences in nutrient density intake of protein, calcium, iron, vitamin A, and vitamin C (p=0,307) based on nutritional status

    Pelayanan Gizi kepada Masyarakat melalui Konsultasi Gizi Online di Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Masalah gizi di Indonesia saat pandemi Covid-19 meningkat kembali. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan yang dimiliki masyarakat untuk mengakses ke fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan alternatif yang dapat digunakan sebagai wahana mengedukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencoba membantu mencegah semakin meningkatnya masalah gizi pada masyarakat saat pademi melalui konsultasi gizi online. Kegiatan ini dilakukan selama sepekan dengan 11 orang konsultan gizi. Klien/masyarakat pengguna aplikasi merasa puas dan terbantu dengan adanya kegiatan ini terutama dalam mengatasi masalah gizi. Tidak ada kendala selama pelaksanaan kegiatan, namun butuh waktu untuk dapat memperkenalkan aplikasi konsultasi gizi online kepada masyarakat. Metode ini penting dilakukan oleh petugas kesehatan, khususnya ahli gizi agar dapat terus memberikan pelayanan dan memperhatikan status kesehatan masyarakat

    A framework to manage the re-organisation necessary in becoming an e-business : business-to-business e-commerce.

    No full text
    Bibliography: leaves 187-202.This thesis focuses on the development of a management framework that allows organisations to gradually evolve into a full-fletched B2B e-business. Every manager considering the implementation of a B2B e-business system as part of his business plan, need a rigorous approach for the successful implementation thereof. The successful planning and managing of e-business investments are of the utmost importance to sustain and create more shareholder value for the future. The main hypothesis stated by the author is that a framework is required to guide managers with the re-organisation necessary throughout the life cycle (including planning, implementation and sustaining) of a B2B e-business model. The author believes that this framework will contribute to organisations enhancing competitive position and thus, unlocking more shareholder value

    Batalha as a sacred place

    No full text
    Article digitised using: Suprascan 1000 RGB scanner, scanned at 400 dpi; 24-bit colour; 100% Image derivating - Software used: Adobe Photoshop CS3 - Image levels, crop, deskew Abbyy Fine Reader No.9 - Image manipulation + OCR Adobe Acrobat 9 (PDF)Before attempting to evaluate the monastic complex at Batalha, known as Mosteiro da Santa Maria da Vitria, as a sacred place the author considers the expressive aim of Gothic cathedrals, of which this edifice exemplifies the late Gothic style. Because the author believes that historical research ought also to provide lessons for the present the research is concluded with a speculation on the reasons for the almost total absence of articulations of the concept of sacredness in twentieth-century architecture.Voordat die kloosterkompleks te Batalha wat as die Mosteiro da Santa Maria da Vitria bekend staan, bespreek word, word 'n bespreking gewy aan die ekspressiewe doel van Gotiese katedrale, waarvan die gebou onder bespreking die laat-Gotiese styl verteenwoordig. Aangesien die outeur die oortuiging huldig dat geskiedkundige navorsing ook lesse vir die hede behoort in te hou, word die navorsing afgesluit met 'n spekulasie oor die redes vir die bykans totale afwesigheid van argitektuur waarin die konsep van heiligheid geartikuleer word.http://explore.up.ac.za/record=b171913

    COOKIES SUMBER KALIUMBERBASIS TEPUNG PISANG (Musa paradisiaca), TEPUNG MAIZENA (Zea mays), DAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.)

    No full text
    Hypertension is a condition where systolic blood pressure greater than 140 mmHg and diastolic blood pressure greater than 90 mmHg. One of the factors that can prevent hypertension is potassium deficiency. Foods that contain high potassium are bananas and mung beans. These foods can be developed as raw ingredients for making cookies for people with hypertension. In addition, cornstarch is used as a carbohydrate source which is commonly used in the making of snacks. The objective of this study is to determine the effect of adding banana flour and cornstarch to cookie’s nutritional and organoleptic content. The addition of mung beans is the same for all formulations. An experimental study with four formulations which are F0, F1, F2 and F3. This study involved 25 semi-trained panelists and 30 consumer panelists for organoleptic testing. Data analysis using ANOVA and Duncan test. Based on the ANOVA test results, there were significant differences in preference, quality and nutritional value between the four formulations. The selected cookie formulation is F2 with a ratio of 80% banana flour and 20% cornstarch which contains 442 kcal, protein 4.28 g, fat 16.82 g. 68.5 g carbohydrates, 0.25 g fiber and 4016 mg potassium per 100 g cookies

    CERMIN EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP HIGIENE PERSONAL PENJAMAH MAKANAN

    No full text
    Background: Personal hygiene is the basic principle of foodservice. Poor personal hygiene practices can lead to increase risk of microbial contamination in food. The personal hygiene of Islamic boarding schools’ food handlers are still low related to lack of knowledge. It caused by various factors, such as knowledge, attitudes, education, length of work, and habits on processing foodObjective: To examine the effect of mirroring education on the personal hygiene’s knowledge and attitudes of Islamic boarding school food handlers’ in Jombang.Methods: A pre-experimental study with a pretest-posttest group design. Total sampling were 41 food handlers in Islamic boarding school in Jombang. Data were analyzed by Paired Sample T-test and Wilcoxon test.Results: The age distribution of the respondents were 2,4% as the oldest age (58 years old) and 7,3% as the youngest age (17 years old), 26 respondents (63,4%) had working period 4 years and 22 people (53,7%) with low education. Knowledge and attitude about personal hygiene before and after education were significantly different (p=0, 01), also There were differences in knowledge and attitude about personal hygiene before and one week after education (p=0,01).Conclusion: Mirroring education can improve personal hygiene’s knowledge and attitudes of food handlers

    Hubungan Tingkat Kecukupan Protein Hewani dan Kalsium, Tingkat Stres, Serta Kebiasaan Olahraga Terhadap Derajat Nyeri Dismenore Primer Siswi SMAN1 Kota Sukabumi

    No full text
    Latar Belakang: Masa remaja disebut juga masa pubertas karena dalam periode ini terjadi pematangan organ reproduksi yang ditandai dengan adanya menstruasi. Keluhan yang sering dialami remaja putri saat mengalami menstruasi yaitu dismenore primer. Hasil studi pendahuluan pada tahun 2020 di SMAN1 Kota Sukabumi didapatkan hasil permasalahan yaitu 96.1% siswi mengalami dismenore primer dengan kategori nyeri ringan 28,6%, nyeri sedang 47,3%, dan nyeri berat 19,9%. Dismenore primer dapat menimbulkan kondisi tidak nyaman, menurunkan produktivitas, konsentrasi belajar dan aktivitas sehari-hari. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecukupan protein hewani dan kalsium, tingkat stres, serta kebiasaan olahraga terhadap derajat nyeri dismenore primer pada siswi SMAN1 Kota Sukabumi. Metode: Penelitian berjenis kuantitatif, menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel diambil dari kelas 12 IPA berjumlah 62 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik acak sederhana (Simple Random Sampling). Pengambilan data melalui wawancara menggunakan google Form dan Zoom. Instrument yang digunakan yaitu SQ-FFQ, DASS, wong baker Pain Scale, dan kuisioner kebiasaan olahraga. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α= 0,05. Hasil: Adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan kalsium terhadap derajat nyeri dismenore primer pada siswi SMAN1 Kota Sukabumi (p0,05). Kesimpulan: Responden dengan tingkat kecukupan kalsium yang cukup dapat mengurangi derajat nyeri dismenore primer. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan kalsium untuk mencegah nyeri menstruasi

    Pengaruh Program Latihan Olahraga dan Edukasi Gizi Terhadap Komposisi Tubuh, Lingkar Perut dan Lingkar Panggul pada Wanita Usia Produktif di Depok

    No full text
    Data prevalensi obesitas di seluruh dunia meningkat dua kali lipat antara tahun 1980 dan 2014. Meningkatnya obesitas tidak lepas dari gaya hidup, seperti menurunnya aktivitas fisik. Edukasi gizi baik melalui penyuluhan, konseling ataupun berbagai metode lainnya merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah masalah gizi. Program latihan olahraga dan edukasi gizi adalah cara yang tepat untuk melihat seberapa besar pengaruh terhadap status gizi di pusat kebugaran khusus wanita seperti di Duadua Studio Depok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh program latihan olahraga dan edukasi gizi terhadap komposisi tubuh, lingkar perut dan lingkar panggul pada peserta olahraga di pusat kebugaran Duadua Studio Depok. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik longitudinal dengan sampel berjumlah 34 orang. Analisis data menggunakan Uji t-paired. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan dari program latihan olahraga dan edukasi gizi terhadap komposisi tubuh dan lingkar perut (p<0,05). Namun, tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap lingkar panggul (p>0,05). Terdapat pengaruh program latihan olahraga dan edukasi gizi terhadap komposisi tubuh dan lingkar perut. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap lingkar panggul pada peserta olahraga di pusat kebugaran di Duadua Studio Depok. Pada penelitian selanjutnya perlu menggunakan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, hal tersebut dapat menjadikan kelompok pembanding pada saat penelitia

    Analisis Nilai Gizi dan Daya Terima Es Krim Sari Kedelai dan Tepung Ampas Kelapa dengan Pewarna Alami Bunga Telang Sebagai Makanan Selingan Untuk Anak Usia Sekolah

    No full text
    Es krim merupakan salah satu makanan yang sangat popular didunia. Hidangan ini digemari oleh segala umur terutama anak-anak. Es krim yang dibuat dari sari kedelai dan tepung ampas kelapa akan memiliki warna yang kurang menarik sehingga perlu ditambahkan pewarna alami. Salah satu pigmen alami yang berpotensi untuk digunakan sebagai pewarna alami adalah antosianin yang berasal dari bunga telang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai gizi, aktivitas antioksidan dan daya terima, pada es krim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dan terdapat 4 formula yang akan diujikan dengan perbandingan tepung ampas kelapa dan bunga telang 20g : 10g, 15g : 15g, 10g : 20g. Uji daya terima dinilai oleh 30 panelis tidak terlatih, dengan menggunakan skala gambar. Data hasil uji kandungan nilai gizi dan organoleptik duji dengan statistik ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan modifikasi tepung ampas kelapa dan bunga telang signifikan mempengaruhi rasa dan warna es krim (p <0,05) tetapi tidak berpengaruh pada aroma dan tekstur (p <0,05). Berdasarkan hasil uji organoleptik formulasi yang paling disukai adalah F2 dengan nilai karbohidrat sebesar 12,64 g, protein 4,73 g, lemak 3,78 g, serat kasar 0,15 g, kadar air 78,17 g, kadar abu 0,68 g, aktivitas antioksidan 282108,3350 mg/L, angka lempeng total 5.8 x104 koloni/g. Kesimpulan dari penelitian ini pada uji uji organoleptik tidak menunjukkan perbedaan nyata pada setiap pengujian. Sedangkan pada uji nilai gizi, serat kasar, antioksidan menunjukkan adanya perbedaan nyata pada setiap pengujian
    corecore