1,720,977 research outputs found
Peran Komunikasi Dalam Proses Pemberdayaan Kelompok Pemuda Migran
Perilaku bermigrasi yang dilakukan oleh masyarakat desa menuju daerah perkotaan tidaklah selalu memberikan dampak positif bagi pelakunya ataupun daerah tujuan bermigrasi itu sendiri. Tidak jarang hal tersebut justru menimbulkan dampak negatif bagi keduanya. Kriminalitas, pengangguran, serta lonjakan jumlah penduduk merupakan salah satu contoh dari perilaku bermigrasi secara berlebihan khususnya bagi daerah perkotaan yang menjadi fokus tujuan bermigrasi bagi masyarakat desa seperti Jakarta. Perilaku ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti keluarga ataupun pertemanan, sehingga banyak migran-migran satu daerah asal yang berkumpul di kota dan membentuk suatu kelompok. Kelompok arisan pemuda migras asal desa rejosari merupakan salah satu contoh kelompok migran yang berada di kota Jakarta. Melalui penelitian ini diketahui bahwa kelompok tersebut memiliki peran sebagai media pemberdayaan secara psikologis para anggotanya, dengan melihat interaksional, intrapersonal serta perilaku masing-masing anggotanya kelompok ini dapat menumbuhkan motivasi dan self efficacy pada diri anggotanya sehingga mereka dapat bertahan dengan keputusan mereka untuk bermigrasi. melalui komunikasi perilaku yang mendukung hal tersebut sangat berperan dalam menciptakan pemberdayaan psikologis pada kelompok ini. Teori konvergensi simbolik melalui analisis tema fantasi memunculkan fantasi-fantasi kelompok yang mengarah kepada tema besar yaitu kebersamaan merupakan bukti bahwa kelompok ini mempunya peran penting bagi kehidupan bermigrasi para anggotanya
Jaringan Komunikasi Pemasaran Kakao Di Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat
Pemasaran yang efektif dan efisien menjadi kunci di dalam meningkatkan
pendapatan petani. Interaksi antar petani akan melibatkan proses berbagi
informasi tentang pemasaran yang sekaligus membentuk jaringan komunikasi
diantara petani kakao. Jaringan komunikasi patut untuk dikembangkan dalam
pemasaran kakao karena dapat memberikan informasi kepada petani tentang harga
jual dan mutu yang diinginkan konsumen dan tujuan pemasaran yang lebih
menguntungkan. Ukuran yang dipakai dalam analisis jaringan komunikasi adalah
centrality yang merujuk kepada bagaimana posisi aktor (node) dalam keseluruhan
jaringan dan melihat seberapa sentral aktor tersebut dalam jaringan. Dalam
penelitian ini pengukuran centrality meliputi degree centrality, closeness
centrality, dan betweeness centrality.
Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan karakteristik individu,
keterdedahan media, dan jaringan komunikasi, 2) menganalisis hubungan antara
karakteristik petani dengan jaringan komunikasi pemasaran kakao,
3) menganalisis hubungan keterdedahan media dengan jaringan komunikasi
pemasaran kakao, dan 4) menganalisis hubungan perilaku komunikasi pemasaran
kakao dengan jaringan komunikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu di kedua
kelompok tani yaitu: umumnya anggota di kedua kelompok tani berada pada
kategori dewasa dengan pendidikan formal rendah, namun memiliki lahan yang
cukup luas dan pengalaman berusahatani tinggi. Rata-rata individu di Kelompok
Tani Tunas Harapan memiliki pengalaman berkelompok yang tinggi sedangkan
pada Kelompok Tani Bunga Harapan tergolong sedang. Tingkat kepemilikan
media, frekuensi, dan durasi penggunaan media tergolong rendah di kedua
kelompok tani. Aktor sentral pada Kelompok Tani Tunas Harapan adalah
pengurus kelompok dan pada Kelompok Tani Bunga Harapan adalah anggota
kelompok. Perilaku komunikasi tentang pemasaran kakao tergolong rendah di
kedua kelompok tani. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji korelasi
rank Spearman menunjukkan karakteristik individu yang berhubungan dengan
degree centrality adalah pendidikan formal dan yang berhubungan dengan
closeness centrality yaitu luas lahan dan pengalaman berkelompok. Keterdedahan
media yang berhubungan nyata dengan degree centrality adalah kepemilikan
media, frekuensi dan durasi menggunakan media dan yang berhubungan dengan
betweeness centrality adalah frekuensi dan durasi menggunakan media. Perilaku
komunikasi pemasaran kakao yang berhubungan nyata dengan degree centrality
yaitu akses pada sumber media dan sumber komersial. Perilaku komunikasi
pemasaran kakao yang berhubungan dengan closeness centrality dan betweeness
centrality adalah akses dengan sumber komersial
Pengaruh Penyajian Visual Dan Gaya Bahasa Pada Video Tentang Pariwisata Di Kabupaten Garut Terhadap Peningkatan Pengetahuan
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang banyak diminati oleh masyarakat dunia, peminatnya ini terus meningkat tiap tahunnya. Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang diminati oleh para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Promosi dalam memasarkan produk pariwisata sangat penting bagi pembangunan masyarakat dan daerah. Promosi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut belum optimal dalam segi penyampaian informasi, banyak khalayak yang masih kurang terpuaskan dengan informasi yang didapatkan dari promosi tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan media promosi yang dapat menarik calon wisatawan dan mampu memberikan informasi yang dapat memuaskan mereka. Promosi tersebut dapat menggunakan media video melalui media sosial untuk memberikan gambaran dan pengetahuan tentang obyek wisata, serta meyakinkan calon wisatawan muda untuk berkunjung ke obyek wisata yang ditawarkan.
Penelitian dirancang dengan metode true experimental dengan desain faktorial 2x2 dan menggunakan pretest posttest control group sehingga terdapat lima kelompok yang dipilih secara acak. Kelompok tersebut terdiri dari empat kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Faktor yang digunakan yaitu penyajian visual yang terdiri dari foto dan infografis, serta gaya bahasa yang terdiri dari gaya bahasa resmi dan percakapan. Tujuan penelitian adalah (1) menguji peraruh penyajian visual dan gaya bahasa melalui video terhadap peningkatan pengetahuan, (2) menganalisis kombinasi pesan yang paling efektif pada media video tentang pariwisata di Kabupaten Garut, (3) menganalisis hubungan karakteristik individu dengan peningkatan pengetahuan. Hasil penelitian adalah (1) penyajian visual dan gaya bahasa melalui video mempengaruhi peningkatan pengetahuan mahasiswa tentang pariwisata di Kabupaten Garut; (2) seluruh kombinasi penyajian visual dan gaya bahasa berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan. Peningkatan pengetahuan responden mengenai pariwisata di Kabupaten Garut dipengaruhi oleh penggunaan video, baik itu menggunakan penyajian visual foto atau infografis dengan gaya bahasa resmi atau percakapan; (3) karakteristik individu tidak berkorelasi dengan peningkatan pengetahuan.
Kesimpulan penelitian adalah perlunya media promosi yang informatif tentang pariwisata di Kabupaten Garut untuk memasarkan dan memberikan pengetahuan, terutama pariwisata sejarah dan budaya agar menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melestarikan budaya Indonesia
Pengaruh Bentuk Visualisasi dan Format Narasi Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Pengolahan Yogurt Rumahan
Tujuan utama pembangunan milenium atau Millenium Development Goals (MDGs) di Indonesia, dengan prioritas pada pengentasan kemiskinan merupakan tekad dan kebijaksanaan pemerintah yang perlu didukung semua instansi dan institusi pembangunan. Agar upaya itu berhasil dengan baik perlu diikuti dengan pengembangan gerakan pemberdayaan keluarga yang dilaksanakan secara intensif. Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Menteng Berkarya merupakan forum kebersamaan yang anggotanya melakukan aktifitas nyata dalam gerakan pembangunan di lingkungannya. Agar gerakan pemberdayaan keluarga ini dapat berjalan lebih efektif dan efisien perlu didukung dengan penggunaan media pembelajaran sebagai sarana transfer pengetahuan dan keterampilan. Atas pertimbangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan pengolahan yogurt, (2) pengaruh bentuk visualisasi dalam penyampaian pesan melalui video terhadap peningkatan pengetahuan pengolahan yogurt, (3) pengaruh format narasi dalam penyampaian pesan melalui video terhadap peningkatan pengetahuan tentang pengolahan yogurt dan (4) pengaruh interaksi antara bentuk visual dan format narasi dalam medium video terhadap peningkatan pengetahuan tentang pengolahan yogurt. Penelitian ini merupakan penelitian True Eksperimental dengan menggunakan pretes-postes Control Group Design dan menggunakan factorial design 2x2. Unit eksperimen adalah 48 orang anggota Posdaya Menteng Berkarya, Kota Bogor. Seluruh unit eksperimen dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 12 orang berjenis kelamin perempuan. Tiap kelompok memperoleh perlakuan berbeda yang ditentukan secara acak. Pengumpulan data primer dilakukan dengan memberikan kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang relevan dengan peubah yang akan diteliti. Kuesioner ini diberikan pada saat sebelum dan setelah tayangan multimedia. Data tentang karakteristik dianalisis dengan distribusi frekuensi. Data tentang skor pretes dan postes dianalisis dengan uji t dua sampel berpasangan (paired sample t-Test). Data perbedaan pengaruh perlakuan media video terhadap peningkatan pengetahuan responden menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of varians). Data untuk nilai tengah yang sama dengan yang tidak sama di antara nilai-nilai tengah peningkatan pengetahuan responden dilakukan dengan Uji Wilayah Berganda Duncan (Duncan’s Mulltiple Range Test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua perlakuan melalui medium video yang diberikan pada tiap kelompok dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang informasi pengolahan yogurt rumahan. Bentuk visualisasi video dan foto pada medium video tidak berbeda nyata dalam mempengaruhi peningkatan pengetahuan responden. Namun dua bentuk visualisasi tersebut memiliki kekuatan yang sama untuk meningkatkan pengetahuan responden tentang pengolahan yogurt. Format narasi formal dan personal tidak berbeda nyata dalam mempengaruhi peningkatan pengetahuan responden. Narasi suara cenderung lebih berfungsi sebagai penunjang tampilan visual untuk lebih mengefektifkan pesan yang disampaikan melalui produk multimedia. Interaksi bentuk visual dan format narasi tidak berpengaruh nyata pada peningkatan pengetahuan responden. Namun dua faktor tersebut saling membantu untuk menjelaskan maksud pesan yang disampaikan, sehingga empat kombinasi perlakuan memiliki kemampuan yang sama untuk meningkatkan pengetahuan responden pengolahan yogurt
Pengaruh Visualisasi Dan Isi Caption Pada Buklet Pembuatan Pupuk Organik Cair Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa Di Kota Bogor
Kota Bogor menghadapi tantangan besar dalam hal kebersihan. Produksi sampah yang berlebihan disebabkan jumlah penduduk Kota Bogor meningkat setiap tahunnya. Jika pada tahun 2006, produksi sampah mencapai 2.185m3/hari, maka sampai akhir tahun 2012 jumlah produksi sampah telah mencapai 2.447 m3/hari. Produksi sampah terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Bogor. Dampak dari produksi sampah yang berlebihan dapat mengganggu kestabilan ekosistem alam serta penurunan kualitas lingkungan. Hal ini berarti ancaman bagi kesehatan masyarakat. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan adalah memberikan pendidikan lingkungan hidup sejak dini kepada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Peran serta warga sekolah dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat untuk menghindari dampak lingkungan yang negatif. Penelitian ini dirancang dengan metode True Experimental dengan desain faktorial 2x2 dan menggunakan Pretest Posttest Control Group sehingga terdapat lima kelompok yang dipilih secara acak dimana empat kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Tujuan penelitian eksperimen ini adalah: 1)Menganalisa jenis visualisasi yang paling efektif pada buklet pembuatan pupuk organik cair, 2)Menganalisa isi caption yang paling efektif pada buklet pembuatan pupuk organik cair, 3)Menganalisa kombinasi pesan yang paling efektif pada buklet pembuatan pupuk organik cair, 4)Menganalisa apakah karakteristik individu berkorelasi dengan peningkatan pengetahuan siswa SD di Kota Bogor. Adapun hasil penelitian eksperimen ini adalah: 1)Foto digital merupakan jenis visualisasi yang paling efektif, 2)Himbauan emosional merupakan himbauan pesan yang paling efektif, 3)Kombinasi pesan yang paling efektif pada buklet pembuatan pupuk organik cair adalah kombinasi antara foto digital dengan himbauan emosional, 4)Karakteristik individu tidak berkorelasi dengan peningkatan pengetahuan siswa SDN Kedung Badak 4 Bogor. Kesimpulan dari penelitian adalah perlu media komunikasi tentang lingkungan hidup yang sesuai untuk siswa sekolah dasar agar mereka mampu memahami pengolahan sampah sisa makanan dari rumah untuk diubah menjadi pupuk organik cair. Pemahaman siswa sekolah dasar terhadap pengolahan sampah di rumah diharapkan mampu meningkatkan kepedulian siswa sekolah dasar terhadap lingkungan terutama di daerah perkotaan
Proses Komunikasi dalam Penetapan dan Pengelolaan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung sebagai Cagar Budaya Nasional
Pemerintah menetapkan kawasan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung
sebagai kawasan cagar budaya pada tahun 2017 berdasarkan SK Mentri
Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 106/M/2017. Kawasan ini ditetapkan
sebagai kawasan yang perlu dilindungi eksistensinya karena bangunan rumah
gadang yang memiliki nilai sejarah dan nilai-nilai budaya didalam kawasan ini
dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. Pemerintah sebagai pihak yang
mencanagkan kebijakan penetapan ini mempunyai peran dalam menumbuhkan
dukungan masyarakat terhadap rencana penetapan dan pengelolaan kawasan
perkampungan ini dan dalam mengelola kawasan, para aktor yang terlibat dapat
memberikan beragam kontribusi sesuai dengan kepentingan nya masing-masing
terhadap perkampungan adat nagari Sijunjung yang dapat mempengaruhi arah
pengelolaan kawasan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung ini. Penelitian ini
bertujuan untuk (1) menganalisis proses komunikasi pada penetapan
Perkampungan Adat Nagari Sijunjung sebagai cagar budaya nasional, (2)
menganalisis pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan kawasan
perkampungan adat Sijunjung sebagai Cagar Budaya Nasional dan (3)
menganalisis proses komunikasi antara stakeholder dalam pengelolaan
perkampungan adat Sijunjung sebagai Cagar Budaya Nasional
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan jenis penelitian
kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan
observasi. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik snowball sampling.
Analisis data dilakukan dengan pemetaan stakholder (Reed et al 2009) dan
analisis proses komunikasi dengan metode SPEAKING (Dell Hymes). Penelitian
dilakukan dari bulan maret sampai dengan Juni 2019.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penetapan Perkampungan Adat
Nagari Sijunjung sebagai cagar budaya nasional dapat terlaksana karena adanya
proses komunikasi yang dilakukan oleh pihak pemerintahan terhadap masyarakat
perkampungan adat. Hal ini juga didukung oleh adanya sistem adat yang
mengatur pengambilan keputusan pada masyarakat. Dialog bisa menjadi jalan
untuk menyatukan kepentingan yang dalam hal ini kepentingan konservasi dan
pariwisata untuk ekonomi. Dalam pengelolaan perkampungan adat nagari
Sijunjung terlihat beragam kepentingan dari stakholder yang terlibat sehingga
menimbulkan beragam kebijakan yang diterapkan di perkampungan adat nagari
Sijunjung ini. Ada upaya diantara stakholder dalam menjembatani berbagai
kepentingan yang dimiliki melalui proses komunikasi pada pertemuan-pertemuan
yang dilakukan diantara stakeholders, dalam proses komunikasi tersebut tampak
adanya pengelolaan yang sejalan antara kebijakan konservasi dan kebijakan
toursm (wisata) di kawasan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung
Efektifitas Komunikasi Pt Xyz Dan Representasi Sosial Nelayan Dalam Pemberlakuan Zona Terlarang Di Sekitar Anjungan Migas
Pada kegiatan produksi minyak dan gas bumi di perairan, diberlakukan area
zona terlarang radius 500 m dari anjungan migas, yang bertujuan untuk keamanan
dan keselamatan semua kegiatan yang dilakukan di laut. Sosialisasi tentang
pemberlakuan zona terlarang telah dilakukan, namun nelayan masih melakukan
penangkapan ikan di area zona terlarang di sekitar anjungan migas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis model komunikasi PT XYZ
pada sosialisasi pemberlakuan zona terlarang di sekitar anjungan migas dan
komponen-komponen komunikasi yang mempengaruhi efektifitas komunikasi,
menganalisis efektifitas komunikasi, menganalisis representasi sosial tentang
larangan mendekati anjungan operasi migas, menganalisis hubungan karakteristik
nelayan, intensitas komunikasi dan representasi sosial nelayan, serta menganalisis
hubungan representasi sosial nelayan dan efektifitas komunikasi. Penelitian
dilakukan pada salah satu desa pesisir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Pengumpulan data dengan metode survai menggunakan kuesioner sebanyak 100
responden. Penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling.
Korelasi antara karakteristik nelayan, intensitas komunikasi dan representasi
sosial dan korelasi antara karakteristik nelayan, representasi sosial nelayan dan
efektifitas komunikasi dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan
Chi square. Pengolahan data menggunakan SPSS 22 for Windows. Sementara
model komunikasi, aktor yang berkomunikasi, pesan yang dikomunikasikan, dan
saluran komunikasi dianalisis secara kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi adalah model
komunikasi linier dan interaksional. Terdapat perbedaan tingkat pendidikan, kelas
sosial, dan bahasa pada fasilitator sosialisasi tatap muka dengan komunitas
nelayan yang menjadi penghalang dalam proses komunikasi. Penggunaan bahasa
setempat belum sepenuhnya digunakan dalam materi sosialisasi. Kelengkapan
materi pesan belum lengkap, serta belum ada pendekatan emosional dan rasa takut
pada isi pesan. Penggunaan media radio sudah tidak efektif karena sebagian besar
nelayan sudah tidak memiliki radio. Komunikasi belum efektif (belum dapat
merubah tindakan nelayan agar patuh terhadap larangan menangkap ikan di area
zona terlarang). Terdapat 4 tipologi representasi sosial tentang larangan mendekati
anjungan operasi migas. Tipe dominan representasi sosial adalah Tipe II yang
beranggapan bahwa larangan mendekati anjungan operasi migas adalah untuk
melindungi nelayan. Pengalaman sebagai nelayan berhubungan nyata dengan
representasi sosial Tipe 4 (norma yang harus dipatuhi). Representasi sosial Tipe I
(ancaman bagi jiwa) dan Tipe IV (norma yang harus dipatuhi) berhubungan nyata
dengan kepatuhan nelayan pada larangan mendekati anjungan operasi migas
Jaringan Komunikasi Pemasaran Kakao di Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat
Effective and efficient marketing is a key in increasing farmers income. Interaction between farmers would involve the sharing of information about marketing and creating a communication network among cocoa farmers. Communication networks should be developed in cocoa marketing because it can provide information to farmers about the price and quality that consumers needs and more profitable marketing purposes. The measure of this study used analysis of communication networks which is ‘centrality’. Centrality refers to the position of actors (nodes) in the overall network and see how centrals actors in the network. Centrality measurements used in this study are degree centrality, closeness centrality, and betweeness centrality. The purposes of this study were 1) to describe the individual characteristics of farmers, media exposure by farmers, and communication network 2) to analyze the correlation between farmers characteristic and communication network analysis and 3) to analyze the correlation between media exposure and communication network analysis. The result of this study showed that 1) the variable of farmer characteristics such as age was relatively adult, formal education was relatively low, the area of land cultivated was relatively moderate, farming experience was relatively high, and group experiences is relatively high on Tunas Harapan group and moderate on Bunga Harapan group. The variable of media exposure such as media ownership, frequency, and duration of media use was relatively low. The central actor on Tunas Harapan group was the group leader while the central actor on Bunga Harapan group was the group member. 2)Farmer characteristic correlated with degree centrality was formal education and farmer characteristics correlated with closeness centrality were the area of land cultivated and experience of the group. 3) Media exposures correlated with degree centrality were media ownership, the frequency of media use and the duration of media use then media exposure of farmer correlated with betweeness centrality were the frequency of media use and duration of media use
Photovoice as a Participatory Extension Approaches Method in Expressing Youth Views of Agricultural Work
This study aims to: 1) reveal the views of youth regarding agricultural issues through photovoice and 2) evaluate photovoice as a Participatory Extension Approaches (PEA) method. This study uses the photovoice method. The premise of photovoice is to empower people through documentary photography. Photovoice is a method of placing cameras in the hands of people whose voices are often silenced by the power elite. The subjects of this study were grouped into two, namely main informants and supporting informants. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews and focus group discussions. The results showed that photovoice is a method that empowers youth by increasing the ability of youth to express their views, thoughts, concerns and hopes regarding agricultural issues which are described through agricultural potential, farming problems and agricultural work. The application of the Participatory Extension Approaches method through the photovoice method is the most appropriate method in the community empowerment process, because in the process of making it aware of the problems and potentials that exist in people\u27s lives, which not only makes the community the object of change, but also as the agent of change
PENGARUH VISUALISASI DAN ISI CAPTION PADA BUKLET PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA DI KOTA BOGOR
(The Effect of Visualisation and Caption Content in the Booklet of Liquid Organic Fertilizer Making toward The Improvement of Knowledge for Students in Bogor City) ABSTRAK Pendidikan lingkungan hidup diharapkan mampu mendorong pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup karena warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif. Shobeiri et al. (2013) menyatakan bahwa pendidikan lingkungan yang difokuskan pada siswa sekolah merupakan strategi jitu untuk melakukan intervensi pada tahap perkembangan dari kehidupan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah agar siswa berperan aktif di lingkungan sekitarnya dalam mengurangi tumpukan sampah sisa makanan dari rumah tangga yang mencapai 68% dari tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir/TPA (Pemkot Bogor 2012). Melalui media buklet berisi kombinasi perlakuan antara foto digital dan isi caption diharapkan mampu menyampaikan pesan tentang proses pembuatan pupuk organik cair . Isi caption yang menggunakan himbauan rasional dan himbauan emosional diharapkan mampu memberikan kesan yang mendalam bagi siswa dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pengelolaan sampah organik di rumah. Kata kunci : pendidikan lingkungan hidup, visualisasi foto digital, isi caption, himbauan emosional, himbauan rasional ABSTRACT Environmental educationis expected to encourage knowledge and awareness of the school community in the environmental preservation efforts due to their involvement in the school activities toward a healthy environment and avoiding negative environmental impacts. Shobeirietal. (2013) stated that environmental education focused on students is a proven strategy to intervene whom in youth to be aware of environmental sustainability. The purposeof this study wa sto have students play an active rolein reducing heap of house hold waste in their surrounding environment which reach 68% piles of the waste in land fills (Bogor City Government, 2012). A medium of booklet containing combination of treatments between digital photo and caption of contents was expected to deliver a message about the process of making liquid organic fertilizer. Captions of contents using rational and emotional appeals were expected to provide a deeper impression for students so that the students\u27 knowledge on the management of household organic waste would increase. Keywords: environmental education, visualization of digital photos, caption contents, rational and emotional appeal
- …
