10 research outputs found
Mathius Merang's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Mathius Merang's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Mathius Merang's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Pengaruh limbah pengompasan media tanam jamur merang (Volvariella Volvaceae) terhadap pertumbuhan dan produsi Kacang hijau (Phaseolus radiatus L)
ENDA_NG KUMALAWATI. 3201930899. Pengaruh Limbah Pcngomposan Media Tanana Jamur Merang (Volvariella Volvaceae) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi. Kacang Hijau (Phase°lur Radiaius. 1,) Di bawah binabingan. KOEN PRSENO dan ENDAH DWI HASTUTI.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah pengomposan media tanam janaur merang terhadap pertumbuhan dan produksi polong kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan di Kabupaten Slernan, Yogyakarta pada bulan November 1997 - Januari 1998.
Penelitian ini menagunakan ra.ncangan acak lengkap dengan faktor tunggai yaitu perlakuan penyiranaan berbagai tingkatan konsentrasi hmbah pengonaposan media tanain jamur naerang yang meliputi Po (konsentrasi 0%), P1 (konsentrasi 20%), P2 (konsentrasi 40%), P3 (konsentrasi 60%), P4 (konsentrasi 80%). Sedangkan parameter pertunabuhan dan produksi yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, bobot basalt dan bobot kering tanaman clan biji, Data hasil penelitian diuji lebih lanjut dengan Wilayah Ganda Duncan dengan taraf kepercayaan 5%,
Hasil penelitian memperhbatkan bahwa limbah memberikan pengaruh menurunkan laju pertumbuhan dan produksi polong kacang hijau. Pertumbuhan dan produksi polong terendah dicapai. pada perlakuan limbah dengan konsentrasi 80%
This document is Undip Institutional Repository Collection. The author(s) or ...._,Ier(s) agree that UNDIP-IR may, without changing the content, translate the
submission to any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or copyright owner(s) also agree that UNDIP-IR may keep more than one copy of th)s submission for purposes of security, back-up and preservation. ( http://eprints.undip.ac.id
TANGGUNG JAWAB JOINT OPERATING BODY (JOB) PERTAMINA- TALISMAN JAMBI MERANG TERHADAP PERLINDUNGAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM KEGIATAN PENGEBORAN MINYAK
Dimas Swandito Adi NIM E0008321. 2013. (RESPONSIBILITY JOINT
OPERATING BODY (JOB) PERTAMINA-TALISMAN JAMBI MERANG
ABOUT PROTECTION OF ENVIRONMENT FOR ACTIVITY OIL
DRILLING)
. Faculty of Law,SebelasMaret University
This discussionaims to determine theresponsibility of the company JOB
Pertamina-Talisman Jambi Merang in practicerunning the Upstream Oil and
Gasin accordancewithUndang-undang Nomor 22Tahun2001 aboutOiland Gas, in
carrying out theresponsibilities of environmentalprotectionis alsoregulated
inUndang-undangNomor 32 Tahun 2009 about the Management and Protection of
the Environment.
This research is a normative legal or legal research library, which is
perskriptif and applied. In this study an approach is the approach to carry out the
Act, the historical approach. Legal materials used in this study are the primary
legal materials and secondary legal materials, primary legal materials is in
accordance with the approach of Undang-undangNomor 22 Tahun 2001 about Oil
and Gas,Undang-undangNomor 32 Tahun 2009 about Management and
Protection of Environment, PP.No. 27Tahun 1999, about analisis Regarding
Evironmental impact, PP No.19 Tahun 1999 concerning Pollution Control, PP No.
41Tahun 1999 On the Air Pollution Control, Regulation PP No.82 Tahun 2002 on
Management of water Quality and water Pollution Control. Secondary materials
researchers used material law journals, articles, documents, and other sources.
Based on the results of the discussion that has been conducted by the
author, it can be concluded that at JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang are in
accordance with the implementation of Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001
about Oil and Gas. Then the responsibility of the company Upstream Oil and Gas
activities JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang also enforce the
implementation of Exploration and Exploitation activities and also health, Safety
and Environmental Protection in accordance of analisisis Regarding
environmental impact (EIA) atUndang-undang Nomor 32Tahun 2009 About
Management and Protection of Environment.
keywords : Responsibility JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang about
Protection of Environment
Dimas SwanditoAdi, NIM E0008321. 2013
Pembahasaninibertujuanuntukmengetahuitanggungjawabperusahaan JOB
Pertamina-Talisman Jambi Merang dalam penerapannya menjalankan kegiatan
Usaha Hulu Migassesuai dengan Undang-undangNomor 22 Tahun 2001 Tentang
Minyakdan Gas Bumi, dalam melaksanakan tanggung jawab
perlindunganlingkunganhidup yang diatur juga padaUndang-undangNomor 32
Tahun 2009 Tentang Pengelolaan dan PerlindunganLingkunganHidup.
Penelitianinimerupakanpenelitianhukumnormatifataupenelitianhukumkepu
stakaan, yang bersifat perskriptif dan terapan.Dalam penelitianin imelakukan
suatu pendekatan adalahpendekatanUndang-undang, pendekatanhistoris. Bahan
hukum yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bahan hukum primer danbahan
hokum sekunder, bahan hukum primer yaitusesuaidenganpendekatanUndang-
undangNomor 22 Tahun 2001 Tentang Migas,Undang-undang 32 Tahun 2009,
TentangPengelolaandanPerlindunganLingkunganHidup, PP No.27 Tahun 1999,
mengenaiAmdal, PP No.19 Tahun 1999 TentangPengendalianPencemaran, PP
No.41 Tahun 1999 TentangPengendalianPencemaranUdara, PP No.82 Tahun
2002 TentangPengelolaanKualitas air danPengendalianPencemaran air. Bahan
sekunder peneliti memakai bahan jurnal hukum, artikel, dokumen, dansumber
lainnya.
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan penulis, dapatdiambil
kesimpulan bahwa pada JOBPertamina-Talisman Jambi Merang sudahsesuai
pelaksanaanya denganUndang-undangNomor 22 Tahun 2001 TentangMinyakdan
gas. Kemudianpadatanggungjawabperusahankegiatan Usaha Hulu Migas JOB
Pertamina-Talisman Jambi Merang juga sudah melaksanakan aturan
pelaksanaanya dari kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi dan juga
kesehatan,KeselamatanKerjadanPerlindunganLingkunganHidupsesuaidarianalisisi
sMengenaidampaklingkungan (amdal) padaUndang-undangNomor 32 Tahun
2009Tentang Pengelolalaan dan PerlindunganLingkunganhidup.
Kata kunci :TanggungJawab JOB Pertamina-Talisman Jambi
MerangterhadapPerlindunganLingkunganHidu
Mustahil yang Menjadi yang Terutama Ditinjau Teori Motivasi Kebutuhan Abraham Maslow
Abraham Maslow menjelaskan teori motivasi manusia seperti kebutuhan fisik, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sehingga inilah yang menjadi sebagian dasar orang-orang dalam mengikut Yesus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkoreksi motivasi mahasiswa/i di STT Jaffray Makassar, khususnya bagi angkatan 2018 jurusan teologi dalam mengikut Yesus. Metode tanya jawab inilah yang digunakan dalam penelitian, dan menggunakan cerita Alkitab Injil Yohanes 6:25-59, yang menjadi dasar penghubung, pelajaran, penerapan, perubahan, dan penutupan dalam penelitian. Hasil penelitian dari 37 mahasiwa/i ada sekitar 14 orang yang memberi pendapat dalam motivasinya ketika mengikut Yesus terutama dalam ibadah, seperti mencari uang dari hasil pelayanan, ketemu teman, menjauhi perkerjaan rumah, dan lain-lain tanpa menjadikan Yesus sebagai tujuan utama dalam hidup untuk memperoleh hidup kekal. Melalui penelitian ini masih ada beberapa orang yang motivasinya salah dalam mengikut Yesus, sehingga hal inilah yang perlu dikoreksi agar orang dapat memahami dan mengikut serta menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat yang hidup
PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM METABUSULFIT DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK JAMUR MERANG KERING
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Natrium metabisulfit
berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, residu sulfit, kecerahan,
organoleptik warna dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein terlarut
dan organoleptik aroma.Suhu pengeringan berpengaruh nyata terbadap kadar air,
kadar abu, kadar protein terlarut, residu sulfit, organoleptik wama dan
bcrpengaruh tidak nyata terhadap organoleptik aroma
Analysis of the Implementation of Total Productive Maintenance (TPM) Using Overall Equipment Effectiveness (OEE) : (Case Study of PT. Pertamina Hulu Rokan Jambi Merang)
Basically, the control of maintenance/maintenance can be determined according to business needs and operating conditions. However, changes may occur and require adjustment from time to time. So every part of the maintenance needs to organize the system effectively. In this regard, it is important for management to pay attention to analyzing the implementation of Total Productive Maintenance (TPM) on maintenance work. At the SKN Plant which is the Central Gas Plant there are several gas processing processes, one of which is the Amine System or CO2 Removal which functions to reduce the level of CO2 contained in gas production. In the Amine System or CO2 removal process there are several equipment to support the process One of these is the Amine Circulation Pump (SK 25 P 05 A/B) which runs continuously alternately unit A and unit B. To maintain the pump's performance, the company performs maintenance by implementing a Total Productive Maintenance (TPM) system. The extent to which the effectiveness of the implementation of the TPM system carried out by Pertamina Hulu Rokan Jambi Merang, the author will analyze using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) approach to the Amine Circulation Pump (SK 25 P 05 A/B). The formulation of the problem in this research is the application of Total Productifities Maintenance (TPM) on the Amine Circulation Pump (SK 25 P 05 A/B) in the CO2 removal process (Amine System) using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) approach with the aim of knowing the level of reliability of the pump. Amine Circulation (SK 25 P 05 A/B) in the CO2 removal process (Amine System) using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) approach. The results of this study are the average Overral Equipment Effectiveness value at PT Pertamina Hulu Rokan Jambi Merang on the amine circulation pump engine SK 25 P05 A/B from January-December is 56.68%. Based on the analysis of Overall Equipment Effectiveness, the current maintenance system is not optimal because it is not in accordance with the standards set by JIPM of > 85%
Burnscar analysis using normalized burning ratio (NBR) index during 2015 forest fire at Merang-Kepahyang peat forest, South Sumatra, Indonesia
GAMBARAN POLA MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS NUTRISI PADA REMAJA SMA DI SMA KRISTEN CITRA BANGSA DI KOTA KUPANG
The background of the author doing this research is because of the problem of nutritional status in adolescents, namely how the description of diet, physical activity and nutritional status of teenagers at Citra Bangsa Christian High School in Kupang City. Then this study aims to analyze the description of diet, physical activity, and nutritional status in Citra Bangsa Christian High School Teenagers in Kupang City. The research method conducted by the author is survey research using descriptive research methods. This research was conducted at the Citra Bangsa Christian High School in Kupang City and the informants in this study were students or writers who conducted research in collecting the data needed. The authors conducted research using interview techniques by using questionnaires to obtain answers from students regarding information about diet, physical activity, and nutritional status in adolescents systematically. From the results of research conducted by the author on the description of eating patterns, physical activity, and nutritional status in adolescents, which shows that from 140 respondents, 31 respondents (22.1%) have a high eating pattern, 99 respondents (77.7%) have a high dietary pattern. eat enough by answering questions, and 10 respondents (7.1%) have a poor diet. While in the physical activity section of 140 respondents, 46 respondents (32.9%) had a high level of physical activity, 61 respondents (43.6%) had a moderate level of activity, and 33 respondents (23.6%) had a high level of physical activity. which is lacking. And on the nutritional nutritional status of 140 respondents, 36 respondents (25.7%) had a "thin" nutritional status, 92 respondents (65.7%) had a "Normal" nutritional status, and 12 respondents (8.6%) had a nutritional status. Nutrition "Fat", while the nutritional status of obesity was not obtained.
Keywords: Diet, Physical Activity, Nutritional StatusLatar belakang penulis melakukan penelitian ini karena melihat dari masalah status nutrisi pada remaja yaitu bagaimana gambaran pola makan, aktivitas fisik dan status nutrisi terhadap remaja SMA Kristen Citra Bangsa di Kota Kupang. Kemudian penelitian ini bertujuan Untuk menganalisa gambaran pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada Remaja SMA Kristen Citra Bangsa di Kota Kupang. Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian survey dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini penulis lakukan di sekolah SMA Kristen Citra Bangsa Kota Kupang dan informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa atau penulis yang melakukan penelitian dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan penulis melakukan penelitian menggunakan Teknik wawancara dengan cara menggunakan kuesioner untuk mendapatkan jawaban dari siswa mengenai informasi tentang pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada remaja secara sistematis. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang gambaran pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada remaja yang menunjukkan bahwa Dari 140 responden didapatkan 31 responden (22,1%) memiliki pola makan yang tinggi, 99 responden (77,7%) memiliki pola makan yang cukup dengan menjawab pertanyaan, dan 10 responden (7,1%) memiliki pola makan yang kurang. Sedangkan pada bagian aktivitas fisik dari 140 responden didapatkan 46 responden (32,9%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi, 61 responden (43,6%) memiliki tinggkat aktivitas sedang, dan 33 responden (23,6%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang. Dan pada status nutrisi nutrisi dari 140 responden didapatkan 36 responden (25,7%) memiliki status nutrisi “Kurus”, 92 responden (65,7%) memiliki status nutrisi “Normal”, dan 12 responden (8,6%) memiliki status Nutrisi “Gemuk”, sedangkan status nutrisi obesitas tidak didapatkan.
Kata Kunci: Pola Makan, Aktivitas Fisik, Status Nutris
