35,373 research outputs found
Dan Ford reading at George Mason University, September 29, 2006
Reading by Dan Ford at George Mason University, September 29, 2006
Introduction to Dan Beachy-Quick
From a poetry reading at George Mason University 29 March 2006
Dan Mason, stage comedian
Dan Mason, stage comedianTo order a reproduction, inquire about permissions, or for information about prices see:
http://www.lib.washington.edu/specialcollections/services/reproduction/reproduction
Please cite the Order NumberScanned at 600ppi with an Epson 20000 flatbed scanner. Image then rotated, cropped, level-adjusted, and sharpened using Photoshop CS3. Converted to a JPEG2000 image upon ingest into CONTENTdm
KUALITAS HASIL PENERJEMAHAN INDIVIDU DAN PENERJEMAHAN KELOMPOK (Studi Kasus Proses dan Hasil Penerjemahan Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan Universitas Sebelas Maret Surakarta)
Dewasa ini, menerjemahkan bukanlah aktivitas baru lagi khususnya bagi
mereka yang berkecimpung di bidang akademis karena sebagian besar referensi
yang digunakan sebagai buku penunjang menggunakan bahasa asing (baca =
Inggris). Disadari atau tanpa disadari pada saat membaca referensi-referensi
tersebut sebenarnya mereka telah melakukan aktivitas menerjemahkan karena
mereka mencoba untuk mentransfer makna yang ada dalam teks sumber ke bahasa
sasaran (Indonesia) untuk bisa memahami makna yang terkandung dalam buku-
buku referensi tersebut.
Lebih lanjut, pada saat aktivitas menerjemahkan tersebut berlangsung,
mereka tidak peduli apa saja yang telah terjadi pada saat menerjemahkan
referensi-refensi yang mereka baca karena dalam benak mereka hanya terfokus
pada menerjemahkan teks referensi-referensi untuk memahami dan mengetahui
maksud dari teks referensi-referensi yang dibaca dalam bahasa mereka.
Padahal banyak hal yang sebenarnya terjadi pada saat menerjemahkan
seperti proses pencarian padanan yang sesuai dan tepat, proses pengambilan
keputusan, proses penyusunan kembali kalimat terjemahan mereka, dsb; sehingga
mereka bisa mencapai harapan untuk memahami dan mengetahui maksud dari
teks referensi tersebut.2
Sebagai contoh kasus diambil dari salah satu program studi yang
terdapat pada program Pascasarjana UNS yang referensinya menggunakan bahasa
Inggris seperti program studi Linguistik minat utama Penerjemahan. Mereka, para
civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan hampir
setiap harinya harus berhadapan dengan referensi-referensi berbahasa Inggris. Di
sini, mereka mentransfer makna yang terkandung dalam buku referensi tersebut ke
dalam bahasa sasaran dan tanpa disadari mereka telah melakukan aktivitas
menerjemahkan yang disertai oleh proses penerjemahan yang berlangsung di
dalam otak.
Contoh kasus di atas diadopsi karena penelitian ini difokuskan pada
civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan
Pascasarjana UNS dengan beberapa pertimbangan diantaranya yaitu kemampuan
penguasaan dan pemahaman kebahasaan yang mereka miliki seperti pengetahuan
kebahasaan (linguistik) yang meliputi semantik, pragmatik, sosiolinguistik,
analisa wacana dan analisa perbandingan (contrastive analysis). Selain itu, para
penerjemah
juga
memiliki
pengetahuan
tentang
penerjemahan.
Dengan
kompetensi lebih yang dimiliki civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat
Utama Penerjemahan tersebut, peneliti mencoba untuk menggali lebih dalam
proses penerjemahan yang berlangsung selama penugasan dan kualitas terjemahan
yang mereka hasilkan.
Dalam penelitian ini, peneliti tidak hanya melihat proses dan produk dari
penerjemahan individu akan tetapi mencoba untuk membandingkan bentuk
penerjemahan tersebut dengan penerjemahan kelompok baik dari segi proses3
maupun produknya. Pertimbangan untuk membandingkan kedua bentuk
penerjemahan tersebut karena pada umumnya penerjemahan dilakukan secara
individu dan jarang sekali penerjemahan dilakukan secara berkelompok. Di
samping itu, sejauh ini penelitian-penelitian yang sering dilakukan terfokus pada
penerjemahan yang dilakukan oleh orang per orang (individu) daripada
penerjemahan yang dilakukan secara kelompok. Pada penerjemahan individu,
proses yang berlangsung benar-benar secara monolog mulai dari pengambilan
keputusan untuk menentukan strategi dan teknik penerjemahan, kemudian
penentuan makna yang sesuai, selanjutnya merangkai dan menyusun kembali
kalimat terjemahannya. Semuanya murni bergantung pada penerjemah itu sendiri
tanpa ada pertimbangan ataupun masukan dari pihak lain.
Bagaimana
dengan
penerjemahan
kelompok?
Apakah
proses
penerjemahan yang berlangsung pada penerjemahan kelompok sama dengan
proses penerjemahan yang dilakukan secara individu atau perorangan? Tentunya
proses yang terjadi bisa jadi berbeda dengan penerjemahan individu karena pada
saat menerjemahkan, mereka menemukan istilah-istilah yang mungkin tidak
diketahui maknanya atau mungkin dimengerti maknanya tetapi sulit untuk
diungkapkan dalam bahasa sumbernya, mereka tidak hanya dapat menemukan
maknanya dalam kamus serta memikirkan sendiri makna yang tepat dan sesuai
seperti yang dialami oleh penerjemah individu, melainkan mereka bisa bertukar
pikiran dan pendapat untuk memecahkan permasalahan sehingga mampu
memperoleh solusi yang tepat. Dengan kata lain, proses penerjemahan yang
berlangsung dalam penerjemahan kelompok terjadi secara dialog.4
Kemudian, setelah proses penerjemahan dengan penentuan strategi
penerjemahan yang tepat pastinya berpengaruh pada teknik penerjemahan seperti
contoh berikut ini
Data 004 TETS
Teks BSu Teks Bsa Individu Teks BSa Kelompok
At last all his money Semua uangnya sudah Suatu hari, semua
was gone and the habis. Dia hanya uangnya habis dan
shoemaker had only memiliki selembar kulit tukang sepatu itu hanya
enough leather left to yang cukup untuk memiliki bahan kulit
make one pair of shoes. membuat sepasang yang cukup untuk
sepatu. membuat sepasang
sepatu.
Kedua teks terjemahan di atas yaitu terjemahan individu dan kelompok memiliki
teknik penerjemahan yang berbeda. Teks terjemahan individu menggunakan dua
teknik terjemahan yaitu teknik penerjemahan literal dan teknik transposisi. Teknik
transposisi bisa diidentifikasi dari perubahan bentuk kalimat yaitu pada teks BSu
merupakan kalimat kompleks berubah menjadi dua kalimat simpleks pada teks
BSa. Teknik penerjemahan literal bisa dilihat dari struktur teks terjemahan
individu yang memiliki kesamaan dengan struktur yang terdapat pada teks Bsu,
sedangkan teknik penerjemahan yang terdapat pada teks BSa kelompok
merupakan teknik amplifikasi. Teknik ini tampak dari adanya informasi tambahan
pada teks BSa yang tidak terdapat pada teks BSu. Penambahan informasi tersebut
dapat diidentifikasi dari penambahan keterangan waktu suatu hari.
Meskipun jenis penerjemahnya berbeda yaitu penerjemah individu dan
penerjemah kelompok dan dengan penerapan strategi yang berbeda pula, tidak5
semua teknik penerjemahan yang dihasilkan juga berbeda semua. Ada beberapa
kalimat pada teks BSa pada terjemahan individu yang memiliki jenis teknik
penerjemahan yang sama dengan terjemahan kelompok. Di samping itu, ada pula
teks BSa pada terjemahan kelompok yang memiliki teknik penerjemahan sejenis,
seperti contoh kasus berikut ini
Data 01 TCLA
Teks BSu Teks Bsa Individu Teks BSa Kelompok
Translation Kompetensi Kompetensi
Competence and Penerjemahan dan Penerjemahan dan
Language Awareness Kesadaran Bahasa. Pengetahuan Bahasa.
Kedua teks terjemahan di atas yaitu teks BSa Individu dan teks BSa Kelompok
menggunakan teknik penerjemahan yang sama yakni teknik penerjemahan literal.
Teknik penerjemahan literal tersebut bisa dilihat dari struktur kedua terjemahan
yang dihasilkan oleh masing-masing penerjemah. Terjemahan tersebut memiliki
struktur yang sama dengan struktur yang terdapat pada teks BSu. Meskipun
memiliki teknik penerjemahan yang sama, namun kedua terjemahan tersebut juga
memiliki tingkat kesepadanan yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan
pada pemilihan istilah. Awareness oleh penerjemah individu diterjemahkan
sebagai
kesadaran
namun
oleh
penerjemah
kelompok
istilah
tersebut
diterjemahkan menjadi pengetahuan. Istilah yang tepat untuk menggantikan
istilah awareness adalah pengetahuan karena dalam kamus Oxford awareness
berarti having knowledge of somebody or something; interested in and knowing
about something.6
Penelitian berikutnya adalah untuk melihat kualitas terjemahan dari
kedua bentuk penerjemahan tersebut. Bagaimana kualitas terjemahan yang
dihasilkan oleh kedua penerjemah dengan pertimbangan penerapan strategi
penerjemahan yang berbeda dan teknik penerjemahan yang ada? Kedua bentuk
penerjemahan, penerjemahan kelompok dan penerjemahan individu, mungkin
akan menghasilkan terjemahan yang berbeda termasuk dari segi kualitas
terjemahannya apabila dilihat dari segi kesepadanan, keberterimaan, dan
keterbacaan, meskipun para penerjemah memiliki kompetensi atau keahlian yang
sama atau hampir sama. Belum tentu terjemahan yang dikerjakan secara
kelompok memiliki kualitas yang baik dibanding dengan penerjemahan yang
dilakukan secara individu. Begitu juga sebaliknya, bisa jadi teks terjemahan dari
penerjemah individu memiliki kualitas yang lebih baik dari teks terjemahan
kelompok.
Penelitian ini akan membandingkan kedua bentuk penerjemahan tersebut
yaitu penerjemahan individu dan kelompok dari beberapa segi di antaranya dari
segi strategi penerjemahan, teknik penerjemahan serta kualitas penerjemahan,
sedangkan materi yang digunakan sebagai tolak ukur dari ketiga segi di atas
dalam penelitian ini terdiri atas dua teks yaitu (1) kalimat-kalimat yang terdapat
pada penggalan teks non-fiksi yaitu teks yang terkait dengan penerjemahan
“Translation Competence and Language Awareness” dan (2) kalimat-kalimat
pada penggalan teks fiksi yaitu teks yang terkait dengan karya sastra “The Elves
and The Shoemaker”.7
Kedua materi di atas dipilih sebagai sumber dalam penelitian ini karena
teks tersebut sudah mencakup dalam keahlian atau kompetensi yang dimiliki oleh
penerjemah, meliputi kompetensi kebahasaan (linguistik), kompetensi budaya,
kompetensi tekstual, kompetensi bidang ilmu, kompetensi strategi, dan
kompetensi transfer
U.S. Colonel Dan Mason greets the Mexican Minister of Defense
Colonel Dan Mason (on the left) introduces himself to the Mexican Minister of Defense (second from the right)
PROSES BERPIKIR MATEMATIS SISWA DALAM PEMAHAMAN MATERI LUAS DAN KELILING BANGUN DATAR BERDASARKAN TEORI MASON
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses berpikir matematis siswa dalam pemahaman materi luas dan keliling bangun datar berdasarkan teori Mason. Sehingga kita dapat memahami bagaimana proses berpikir matematis siswa dalam memahami materi luas dan keliling bangun datar tersebut berdasarkan teori proses berpikir Mason. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V MI Al Kawtsar Panti Jember, Jawa Timur, Indonesia. Tahapan-tahapan pada penelitian ini adalah pemberian soal pada 40 siswa kelas V, memilih jawaban siswa yang memenuhi tahapan proses berpikir matematis Mason, wawancara. Dari hasil yang didapatkan mengenai proses berpikir matematis siswa dalam pemahaman materi luas dan keliling bangun datar berdasarkan teori Mason dapat disimpulkan bahwa subjek sudah memenuhi indikator-indikator berpikir matematis teori Mason yaitu Spesializing (mengkhususkan), Generalizing (menggeneralisasi), Conjecturing (menduga) dan Convicing/Justifying (meyakinkan)
Alaskan Author and Historian Dan O'Neill
Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner
- …
