1,720,978 research outputs found
Performance of a Forced-Convection Greenhouse Dryer for Fish Drying
ABSTRACT. This research present experimental performance of a forced convection greenhouse dryer for drying of fish. The greenhouse dryer was installed at Aceh province, Indonesia. It has a concrete floor with the area of 6×4 m2. The roof of dryer is built in semi-cylindrical shape and covered with transparent polycarbonate sheets. Two axial flow fans powered by a 50-watt solar cell module was used to generate forced convection for ventilating the dryer.To investigate its performance, the dryer was used to dry two batches of fish. The Results showed that to dry 50 kg fish with initial moisture 68 % required 11 hours. Incontrast, to dry the same amount of fish using sun drying take a time about 2 days. The air temperature inside greenhouse dryer at noon in the clear day was 45-55°C.
Kinerja Pengering Rumah Kaca Dengan Metode Konveksi Paksa Untuk Pengeringan Ikan
ABSTRAK. Penelitian ini memperlihatkan hasil percobaan terhadap kinerja pengering rumah kaca dengan metode konveksi udara secara paksa pada pengeringan ikan. Penelitian pengering rumah kaca ini dilakukan di Propinsi Aceh, Indonesia. Pengering ini berlantaikan beton dengan luas sebesar 6x4 m2. .Atapnya dibuat berbentuk semi-selinder dan ditutup dengan lembaran plastik transparan berbahan polikarbonat. Dua buah kipas dengan aliran udara secara aksial dipasang dengan sumber daya berasal dari panel surya sebesar 50 Watt dan dipakai untuk menghasilkan konveksi udara paksa pada ventilasi pengering. Untuk menginvestigasi kinerja rumah kaca ini, pengering ini digunakan untuk mengeringkan dua tumpukan ikan. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk mengeringkan sebanyak 50 kg ikan dengan kadar air awalnya sebesar 68% membutuhkan waktu selama 11 jam. Sebaliknya, dengan menggunakan sinar matahari secara langsung, untuk mengeringkan ikan dengan jumlah yang sama, maka waktu yang dibutuhkan lebih lama yaitu sekitar 2 hari. Suhu udara di dalam rumah pengering tepat pada siang hari yang cerah berkisar antara 45-55oC
Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terhadap Kuantitas dan Kualitas Pati Kentang Varietas Granola
The study aimed to investigate the effects of drying temperature and time to potato starch variety of Granola. Recently, the starch is often used as a raw material for food, pharmaceutical and non-food industries such as textiles, packaging, detergent, etc. Because of unpreserved nature of fresh potato and its quality still reduced during storage, the research was conducted to process potato into semi-finished product in form of starch that expected will enhance the stability during storage, and shipping. The research design used was completely randomized design (CRD) factorial consist of 2 factors. The first factor was the drying temperature (T) consists of 3 levels i.e T1 = 40oC, T2=50oC, and T3 = 60oC. The second factor was drying time (L) consists of 3 levels i.e L1 = 5 hr, L2=6 hr, and L3 = 7 hr. Combination of the treatments was 3 x 3 = 9 with 3 replications, in order to obtain 27 units of the experiment. The analysis of potato starch was made to measure yield, moisture, starch and ash contents, as well as starch brighness. The results showed that drying temperature (T) was highly significant effected to starch yield, moisture, ash content, and starch brighness. While, drying time (L) has significantly effected on moisture and starch brighness. The interaction between temperature and time were not significantly effected to yield, moisture, starch, ash contents, as well as starch brighness. Based on the results, the best quality of potato starch was obtained from the treatment of drying temperature (T1= 40oC) and drying time (L1=5 hr) with the following characteristics: yield (3.61%), moisture content (16.40%), starch content (82.09%), ash content (0.57%), and starch brighness about 54.61%
Analisa Kelayakan Finansial Pengembangan Cold Storage Plant di Pelabuhan Perikanan Lampulo Baru Banda Aceh
The research aims to analyze financial feasibility of cold storage development in Lampulo Baru Fish Port Banda Aceh in accordance with discounted investment ctiteria; Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (NBCR), Gross Benefit Cost Ratio (GBCR) and payback period (PBP). The research was conducted in Lampulo Baru Fish Port on November 2013 – January 2014. Data was mainly collected by using survei and interview/ focus group discussion techniques. Data were analyzed by using financial analysis with investment criteria. The result of research showed that the development of cold storage plant in Lampulo Baru Fish Port with capacity of 80 ton fishes is financially feasible, indicated by discounted investment criteria values; NPV = IDR. 1,463,819,997,-. NBCR = 2.33, GBCR = 1.03, and PBP = 2.33 years
Perencanaan Dan Pembuatan Alat Uji Pemipaan untuk Menganalisis Kehilangan Tekanan dengan Menggunakan Software Pipe Flow Expert
The most dominant water distribution system used is the preparation system, in which each system has its respective advantages and disadvantages, where the weakness of the piping system is the unavoidable pressure loss caused by the connection factor and the surface roughness of the material used. Head losses are a flow loss phenomenon within the piping system. Head losses overall on 12.1 m piping system, This value can be from the sum of head losses on the pipe diameter of 25.4 mm with a length of 3400 mm of 0.0786 m. Head losses on pipe diameter 19 mm with length 3800 mm at 1.52 m and head losses at pipe diameter 12,7 mm with length 2800 mm equal to 10,59 m. The pressure in main pipe is 1,12 atm and pressure at output valve Water 1 atm based on the calculation method, the flow velocity in the main pipe 1 m/s, the speed in the second pipe 1.76 m/s, the speed in the last pipe of 3.34 m/s. Pipe used is PVC with diameter 1 inch, inch, and inch. While the model pipe flow expert program 5.12 pressure on the main pipe of 1.18 atm, the pressure at the end of the valve 1 atm, the speed in the main pipe 1.077 m/s, the speed in the second pipe of 1.79 m/s, and the speed In the last pipe 3.3 m/s. The difference in velocity between modeling and calculation is due to the difference in internal diameter of the model by calculation, where the difference in value is 0.2 mm. The water debit generated from the test equipment is 1.3 m3/h, while using the software of 1.8 m3/h. The difference between the results of the experiment and modeling if the percentage of 270/0 is suppressed
Pengaruh Jenis Ikan dan Metode Pembuatan Abon Ikan terhadap Karakteristik Mutu dan Tingkat Penerimaan Konsumen
KONTRIBUSI REGULASI EMOSI TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL SISWA SMA WOYLA RAYA
Masa remaja merupakan periode penentuan identitas diri serta tujuan hidup dan pembinaan perilaku prososial untuk dapat menjalani kehidupan dalam masyarakat dengan harmonis. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran regulasi emosi, gambaran perilaku prososial serta kontribusi regulasi emosi terhadap perilaku prososial pada siswa SMAN Woyla Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian desain korelasional. Populasi penelitian diambil dari siswa SMAN 1 Woyla, SMAN 1 Woyla Barat dan SMAN 1 Woyla Timur dengan jumlah populasi 668 adapun sampel 250 siswa diperoleh dengan menggunakan rumus slovin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan 2 skala psikologi yaitu skala regulasi emosi dan skala perilaku prososial dengan jenis skala likert. Analisis data menggunakan deskriptif, korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini (1) Gambaran regulasi emosi siswa SMAN Woyla sebagian besar siswa memiliki regulasi emosi yang baik, dengan nilai 52% berada pada kategori "Tinggi", yang menunjukkan bahwa kemampuan regulasi emosi yang baik. (2) Gambaran perilaku prososial pada siswa SMAN Woyla sebagian besar siswa menunjukkan tingkat perilaku prososial yang baik. Sebanyak 64,8% siswa berada pada kategori "Tinggi," yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka sering melakukan tindakan yang membantu orang lain. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial, koefisien korelasi 0,625, yang berarti 62,5% perilaku prososial dapat didukung oleh regulasi emosi. Koefisien determinasi 33,7% perubahan perilaku prososial dipengaruhi oleh regulasi emosi, sementara 41,9% dipengaruhi oleh factor lain.Masa remaja merupakan periode penentuan identitas diri serta tujuan hidup dan pembinaan perilaku prososial untuk dapat menjalani kehidupan dalam masyarakat dengan harmonis. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran regulasi emosi, gambaran perilaku prososial serta kontribusi regulasi emosi terhadap perilaku prososial pada siswa SMAN Woyla Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian desain korelasional. Populasi penelitian diambil dari siswa SMAN 1 Woyla, SMAN 1 Woyla Barat dan SMAN 1 Woyla Timur dengan jumlah populasi 668 adapun sampel 250 siswa diperoleh dengan menggunakan rumus slovin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan 2 skala psikologi yaitu skala regulasi emosi dan skala perilaku prososial dengan jenis skala likert. Analisis data menggunakan deskriptif, korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini (1) Gambaran regulasi emosi siswa SMAN Woyla sebagian besar siswa memiliki regulasi emosi yang baik, dengan nilai 52% berada pada kategori "Tinggi", yang menunjukkan bahwa kemampuan regulasi emosi yang baik. (2) Gambaran perilaku prososial pada siswa SMAN Woyla sebagian besar siswa menunjukkan tingkat perilaku prososial yang baik. Sebanyak 64,8% siswa berada pada kategori "Tinggi," yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka sering melakukan tindakan yang membantu orang lain. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial, koefisien korelasi 0,625, yang berarti 62,5% perilaku prososial dapat didukung oleh regulasi emosi. Koefisien determinasi 33,7% perubahan perilaku prososial dipengaruhi oleh regulasi emosi, sementara 41,9% dipengaruhi oleh faktor lain
PENGARUH MEDIA KARTU DALAM LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK PENGENTASAN MASALAH SISWA
Dalam proses layanan konseling, ditemukan masih banyak siswa (klien) yang sulit dapat mengungkapkan masalah kepada konselor dalam mengatasi permasalahan secara mandiri. Karena itu penelitian ini dilaksanakan bertujuan Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartu dalam layanan konseling kelompok untuk mengatasi masalah siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa yang dipilih secara sampling kuota. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik pengolahan data menggunakan Mann-Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa U ≤ U tabel (21,5 ≤ 23) dengan nilai α 0,05. Artinya terdapat perbedaan yang positif dan signifikan sebelum dan setelah diberikannya layanan konseling kelompok dengan menggunakan media kartu dalam mengentaskan masalah siswa. Adanya media kartu juga dapat meningkatkan aktifitas, minat dan motivasi siswa dalam layanan konseling kelompok. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa layanan konseling kelompok dengan media kartu tersebut efektif dalam mengatasi masalah siswa dapat diterima
Pengaruh Penambahan Natrium Benzoat terhadap Umur Simpan Selai Samahani dengan Menggunakan Model Arrhenius
- …
