1,720,967 research outputs found

    JENIS DAN PERAIRAAN TUMBUHAN AIR BAGI PERIKANAN DI PERAIRAN LEBAK LEBUNG

    No full text
    Perairan lebak lebung memegang peranan penting bagi perikanan air tawar di Indonesia dan Juga di tropika lain. Perairan ini selain merupakan sumber protein hewani yang murah bagi penduduk sekitar tetapi juga merupakan sumber perikanan komersial. Kondisi pada musim hujan yang tergenangi dan musim kemarau yang surul menyebabkan daerah ini menjadi daerah bervegetasi, terdapat 37 jenis tumbuhan air di lebak lebung. Tumbuhan air baik secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan dampak yang positif terhadap populasi ikan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN JULUNG-JULUNG (Hemirhamphodon pogonognathus) DI PERAIRAN SUNGAI MUSI BAGIAN HILIR, SUMATERA SELATAN

    No full text
    Dalam rangka mendukung informasi keanekaragaman hayati diperlukan data dan informasi tentang beberapa aspek biologi ikan julung-julung diantaranya hubungan panjang-berat dan faktor kondisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek biologi ikan julung-julung di perairan Sungai Musi bagian hilir, untuk dapat dijadikan bahan acuan dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Penelitian dilakukan di perairan Sungai Musi bagian hilir Provinsi Sumatera Selatan, pada bulan Februari-Juni 2011. Pengumpulan ikan contoh diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang (gillnet). Parameter yang diamati: hubungan panjang-berat, dan faktor kondisi. Stasiun pengamatan sebanyak 2 lokasi ditentukan secara purposive yang dianggap mewakili tipe habitat perairan. Hasil penelitian: Hasil analisis hubungan panjang-berat diperoleh nilai b > 3 dan t-hitung > t-tabel. Dengan demikian pola pertumbuhan ikan julung-julung bersifat alometrik positif (pertumbuhan berat lebih dominan dibandingkan dengan pertumbuhan panjang). Analisis terhadap faktor kondisi ikan julung-julung menunjukkan bahwa ikan julung-julung mempunyai bentuk badan pipih

    HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SEMAH (Tor tambroides) DI SUNGAI BATANG TARUSAN, SUMATERA BARAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang-berat dan faktor kondisi Ikan Semah diperairan Sungai Batang Tarusan, Sumatera Barat untuk dapat dijadikan bahan acuan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Penelitian dilakukan di perairan Sungai Batang Tarusan, Sumatera Barat pada bulan Februari-Juli2012. Pengumpulan ikan contoh diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jala,jaring insang (gillnet) dan pancing. Parameter yang diamati: ukuran panjang dan berat. Stasiun pengamatansebanyak 3 lokasi ditentukan secara purposive yang dianggap mewakili tipe habitat perairan. Hasil: polapertumbuhan Ikan Semah di Stasiun 1 Sungai Lundang bersifat isometrik; di Stasiun 2 Tarusan bersifat alometriknegatif; dan di Stasiun 3 Pasar Minggu bersifat isometrik. Faktor kondisi Ikan Semah di perairan Sungai BatangTarusan bernilai 1

    DISTRIBUSI UKURAN PANJANG IKAN SEMAH (Tor tambroides) DI SUNGAI MANNA, BENGKULU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi ukuran Ikan Semah di perairan Sungai Manna,Bengkulu untuk dapat dijadikan bahan acuan dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Penelitian dilakukan diperairan Sungai Manna, Bengkulu pada bulan Februari-Juli 2012. Pengumpulan ikan contoh diperoleh dari hasiltangkapan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jala, jaring insang (gillnet) dan pancing. Parameter yangdiamati: ukuran panjang. Stasiun pengamatan sebanyak 5 lokasi ditentukan secara purposive yang dianggapmewakili tipe habitat perairan. Hasil: distribusi ukuran Ikan Semah yang tertangkap sangat bervariasi danberkemungkinan masih dapat berkembang, adanya pergeseran modus panjang total menunjukkan pertumbuhantubuh ikan. Ikan Semah memijah sekitar sepanjang bulan Juli

    DISTRIBUSI UKURAN, HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAIS JANGGUT (Ompok hypophthalmus) DI PERAIRAN SUNGAI KOMERING BAGIAN HILIR, SUMATERA SELATAN

    No full text
    Ikan lais janggut (Ompok hypophthalmus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Komering bagian hilir khususnya, karena selain rasanya yang khas, ikan ini merupakan komoditi perikanan yang tergolong ekonomis penting. Permintaan ikan lais janggut di pasaran saat ini cukup tinggi baik dalam bentuk segar maupun olahan (asap). Sampai saat ini penelitian yang berkaitan dengan biologi ikan lais janggut masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek biologi ikan lais di perairan Sungai Komering, untuk dapat dijadikan bahan acuan dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Penelitian dilakukan di perairan Sungai Komering bagian hilir Provinsi Sumatera Selatan, pada bulan Maret-Juni 2011. Pengumpulan ikan contoh diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang (gillnet). Parameter yang diamati: sebaran ukuran, hubungan panjang-berat, dan faktor kondisi. Hasil penelitian: jumlah ikan lais janggut yang tertangkap pada tiap bulan pengamatan selalu mengalami perubahan seiring dengan perubahan musim. Distribusi panjang ikan lais janggut 10,2-27,7 cm dengan rata-rata panjang 15,4 cm dan berat 5,0-49,0 gram dengan rata-rata 19,8 gram, ikan lais janggut hasil tangkapan didominasi ukuran panjang 12,4-14,5 cm dan kisaran berat 10,0-14,0 gram. Hasil analisis hubungan panjang-berat diperoleh nilai b t-tabel, dengan demikian pola pertumbuhan ikan lais janggut bersifat alometrik negatif, artinya pertumbuhan panjang lebih dominan dibandingkan dengan pertumbuhan berat. Nilai faktor kondisi adalah 1 pada tiap bulan pengamatan, menunjukkan ikan lais janggut termasuk ikan yang mempunyai bentuk badan pipih

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore