1,721,264 research outputs found

    DINAMIKA KESENIAN WAYANG TOPENG MALANGAN KEDUNGMANGGA DI DESA KARANGPANDAN  KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG TAHUN 1931-2015

    No full text
    Tari topeng mulanya merupakan salah satu wujud dari ritual kebudayaan agama Hindu yang masih teraktualisasi hingga kini dan telah menjadi kebudayaan masyarakat Kabupaten Malang sehingga disebut dengan wayang topeng malangan. Wayang topeng malangan Kedungmangga hingga kini dipakai untuk ditampilkan rutin pada malam Senin Legi setelah acara weton dan sering disebut dengan gebyak wayang topeng malangan Kedungmangga. Tujuan yang ingin dicapai penulis adalah mengkaji latar belakang dan munculnya Keseninan wayang topeng malangan Kedungmangga Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Tahun 1931, serta mengkaji perubahan dan perkembangan kesenian wayang topeng malangan Kedungmangga di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Tahun 1931-2015. Hasil dalam penelitian ini antara lain dapat mengetahui munculnya kesenian wayang topeng malangan Kedungmangga di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabaupaten Malang terjadi pada tahun 1931 yang dibawa oleh seorang penari bernama Serun dengan didukung oleh Kanjeng Suryo yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Kabupaten Malang, serta mengetahui bagaimana perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam periodisasi waktu (a) tahun 1931-1942 (b) tahun 1942-1965 (c) tahun 1965-2015. Perubahan-perubahan dalam kurun waktu tahun 1931-2015 disoroti terkait berbagai unsur dalam pertunjukan dan fungsi dari topeng malangan Kedungmangga, dan  usaha masyarakat serta pemerintah Kabupaten Malang yang juga berperan dalam mempertahankan kesenian wayang topeng malangan Kedungmangga di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang

    PERKEMBANGAN PENGANUT AGAMA KATOLIK DI DESA PUHSARANG KECAMATAN SEMEN KABUPATEN KEDIRI PADA TAHUN 1936-2014

    No full text
    Desa Puhsarang merupakan salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dari misionaris Katolik pada masa penjajahan. Persebaran Katolik di Puhsarang dimulai tahun 1936 dibuktikan dengan berdirinya komplek Gereja Puhsarang yang dibangun atas inisiatif Romo Jan Wolters CM. Pelayanan misi Katolik yang dilakukan oleh Romo Jan Wolters CM di Puhsarang dengan memakai bahasa, kesenian, dan adat Jawa untuk mendekati masyarakat agar mudah diterima dan berkembang di Desa Puhsarang. Perkembangan penganut di Desa Puhsarang disebabkan karena adanya perhatian dari misionaris terhadap bidang kesehatan dan pendidikan pada masyarakat puhsarang. Perkembangan penganut agama Katolik di Puhsarang mencapai puncaknya ketika terjadinya peristiwa G30S/PKI tahun 1965. Peristiwa G30S/PKI tahun 1965 menjadi awal berkembangnya agama Katolik di Desa puhsarang dan terus berkembang sampai sekarang. Permasalahan yang dikaji adalah (1) bagaimana Latar belakang masuknya agama Katolik di desa Puhsarang; (2) bagaimana perkembangan penganut agama Katolik di Desa Puhsarang tahun 1936-2014. Tujuan kajian ini adalah (1) mengkaji Latar belakang masuknya agama Katolik di Desa Puhsarang; (2) mengkaji perkembangan penganut agama Katolik di Desa Puhsarang tahun 1936-2014. Teori dan pendekatan yang digunakan oleh peneliti yaitu teori fungsionalisme dari Emile Durkheim dan pendekatan sosologi agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dari Gottschalk yaitu, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Perkembangan Agama Katolik di Desa Puhsarang dapat terlihat dari berkembangnya jumlah penganut yang setiap tahunnya terus bertambah dari tahun 1936-2014. Sarana prasarana peribadatan mengalami penambahan dan pembangunan untuk menampung jemaat yang beribadah. Perkembangan jumlah penganut agama Katolik di Desa Puhsarang juga diikuti oleh bertambahnya sekolah-sekolah Katolik di bawah pimpinan Yayasan Santo Yohanes Gabriel. Kehidupan bermasyarakat antar umat beragama terjalin dengan baik sampai sekarang

    PERKEMBANGAN MUSEUM SUAKA BUDAYA KERATON KASUNANAN SURAKARTA

    No full text
    Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta adalah kawasan objek wisata yang berada di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat letaknya di Kelurahan Baluwarti Kecamatan Pasar Klewer Kota Surakarta. Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta merupakan objek wisata sejarah dan budaya yang berdiri atas prakarsa Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Jatikusuma sebagai upaya untuk menjaga benda peninggalan sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Museum berisi benda-benda koleksi berupa keris, tombak, kereta kencana, arca-arca yang memiliki nilai informasi, estetika, dan simbolik dari perkembangan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Bangunan museum merupakan peninggalan Sunan Paku Buwana XII tahun 1963. Potensi museum sangat besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata sejarah dan budaya serta telah memenuhi beberapa komponen wisata, seperti: aksesibilitas, akomodasi, dan atraksi wisata. Potensi Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta sangat besar, sebagai objek pariwisata sejarah wisatawan yang berkunjung tempat-tempat bersejarah seperti Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta dapat mempelajari sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melalui berbagai peninggalan yang terdapat di dalam museum. Sedangkan sebagai pariwisata budaya wisatawan dapat mempelajari seni budaya, adat istiadat, cara hidup dan kebudayaan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta menyimpan berbagai benda-benda koleksi yang memiliki keunikan dan ciri khas dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sehingga cukup berpotensi sebagai tempat rekreasi, hiburan, dan edukasi. Dalam perkembangannya museum selalu mengalami perubahan-perubahan baik dalam jumlah koleksi museum dan sarana prasarana museum. Perkembangan Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta sejak tahun 1963 selalu mengalami perubahan, perubahan dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman serta memperbaiki museum agar berkembang secara luas. Pada tahun 2003 dilakukan penambahan ruangan menjadi 12 ruangan agar mampu menampung koleksi museum yang jumlahnya semakin bertambah. Dalam proses perkembangannya museum ini selalu mengalami berbagai hambatan-hambatan, namun museum tetap mempertahankan eksistensinya sebagai museum yang memiliki unsur-unsur sejarah dan budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

    PERISTIWA CEMETHUK 1965

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Peristiwa Cemethuk 1965”. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah faktor yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa Cemethuk, bagaimana kronologi peristiwa Cemethuk, dan bagaimana dampak yang timbul akibat peristiwa Cemethuk di desa Cluring kecamatan Cluring kabupaten Banyuwangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh fakta-fakta sejarah mengenai peristiwa cemethuk yang memiliki beragam versi di kalangan masyarakat banyuwangi khususnya masyarakat di sekitar desa Cluring. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan fenomena yang diteliti, dengan unit analisis masyarakat dukuh Cemethuk serta pihak - pihak yang terlibat langsung atau sejaman dengan peristiwa Cemethuk Tahun 1965. Pengumpulan data diperoleh melalui 4 langkah yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Data dianalisis secara kualitatif yang terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa peristiwa Cemethuk merupakan peristiwa penyerangan warga anti-PKI Muncar terhadap basis massa PKI dukuh Cemethuk. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa berbagai versi peristiwa cemethuk yang berkembang di masyarakat berbeda dengan fakta-fakta sejarah peristiwa cemethuk. Peristiwa cemethuk merupakan bagian dari serangkaiann upaya pemberantasan PKI di Banyuwangi paska peristiwa G30S yang mendiskreditkan posisi PKI dan organisasi massa underbow PKI di Banyuwangi. Peristiwa Cemethuk selain menewaskan 62 pemuda Muncar juga berdampak negatif baik secara ekonomi, sosial-budaya dan psikologi warga dukuh Cemethuk

    Subordinasi dari Subkelas Fungsi Bazilevic

    No full text
    ESTELITA MARIA FERNANDES GASPAR, Program Studi Matematika, Departamen Matematika, FMIPA, Universitas Brawijay Subordinasi dari subkelas fungsi bazilevič , Dosen Pembimbing 1: Marjono, Dosen Pembimbing 2: Abdul Rouf Alghofari

    BANTUAN TEKNIS PENATAAN DAN PERBAIKAN KONSTRUKSI JALAN DI RT.8/RW.6 KELURAHAN PENANGGUNGAN KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG

    Full text link
    Kelurahan Penanggungan terletak di wilayah Kecamatan Klojen, Kota Malang, merupakan pemukiman padat yang dihuni oleh warga tetap dan pendatang. Akses jalan  berupa gang-gang kecil, kondisi geometriknya masih belum tertata dan sudah mengalami kerusakan, sehingga diperlukan penataan sampai pelaksanaanya. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan bantuan teknis perbaikan prasarana pemukiman agar menjadi lebih baik. Bahan konstruksi jalan yang dipilih, adalah RCC. (Roller Compacted Concrete),  berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Marjono, dkk. yang dilakukan pada tahun 2021, sehingga kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk penerapan hasil penelitian kepada masyarakat. Hasil penilaian pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat, ditunjukkan pada hasil kuesioner yang menyatakan masyarakat sangat puas dan menyatakan kegiatan sangat membantu prasarana dipemukiman, dan dapat memperlancar akses warga. Biaya yang dibutuhkan per m3 RCC. Sebesar Rp. 2.189.000,

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore