3 research outputs found

    Pengembangan Media Audio Visual untuk Pembelajaran Musikalisasi Puisi

    No full text
    RINGKASAN   Septiani, Maria Tina. 2018. Pengembangan Media Audio Visual untuk Pembelajaran Musikalisasi Puisi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd. Kata Kunci: media, audio visual, musikalisasi puisi   Pada era globalisasi ini, teknologi berkembang semakin cepat dan pesat. Perkembangan teknologi ini memunculkan berbagai gagasan baru mengenai penggunaannya di segala bidang, salah satunya di bidang pendidikan. Pendidik kini dituntut untuk memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut demi tercapainya pembelajaran yang efektif. Penggunaan media diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal, namun pada hasil analisis kebutuhan peserta didik mengenai kegiatan pembelajaran musikalisasi puisi, ditemukan bahwa (1) pemanfaatan media pada pembelajaran musikalisasi puisi di kelas X masih kurang karena tidak semua pendidik bisa melakukan musikalisasi puisi, (2) pembelajaran musikalisasi puisi kurang bervariatif dan menarik, dan (3) minat siswa masih kurang untuk musikalisasi puisi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untukmengembangkan produk berupa media audio visual untuk pembelajaran musikalisasi puisi bagi siswa kelas X SMA yang menarik dan praktis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dari model ASSURE. Modifikasi model ASSURE yang digunakan peneliti adalah (1) menganalisis peserta didik, (2) merumuskan tujuan pembelajaran, (3) memilih media, (4) penilaian (validasi dan uji coba), dan (5) revisi. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatifberupa tanggapan (komentar dan saran) yang diberikan subjek ahli dan data kuantitatif berupa presentase dan nilai rata-rata dari angket penilaian media yang diisi oleh subjek ahli. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara yang digunakan untuk mendapatkan data berupa hasil analisis kebutuhan siswadan angket/kuisioner yang digunakan untuk mendapatkan data berupa skor dan saran/komentar. Penelitian ini memiliki pembatasan, yaitu pembatasan media pembelajaran karenatidak adanya instrumen penilaian di dalamnya untuk menilai hasil musikalisasi puisi siswa. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa media audio visual untuk pembelajaran musikalisasi puisi sesuai dengan Kompetensi Dasar 4.16 dalam Kurikulum 2013 revisi 2016, yaitu mendemonstrasikan (membacakan atau memusikalisasikan) satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo). Media yang dikembangkan memiliki tiga komponen di dalamnya, yaitu (1) contoh, (2) materi, dan (3) tugas. Ketiga komponen ini menjadi satu paket lengkap yang bisa digunakan guru dalam pembelajaran musikalisasi puisi. Validasi produk dengan ahli materi menunjukkan rata-rata persentase 88,33%, yang berarti media sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Validasi produk dengan ahli media menunjukkan rata-rata persentase 81,67%, yang berarti media cukup valid dan dapat digunakan, namun perlu direvisi kecil. Validasi produk dengan praktisi menunjukkan rata-rata persentase 90%, yang berarti media sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Uji coba lapangan dengan siswa menunjukkan rata-rata persentase 92,25% yang berarti produk sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Rata-rata persentase keseluruhan, yaitu 88,06%, yang berarti media sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Selain skor, didapatkan juga data berupa saran dan komentar dari subjek uji untuk selanjutnya digunakan dalam proses revisi produk. Saran dan komentar tersebut di antaranya: (1) materi langkah musikalisasi puisi ditambahkan, (2) petunjuk penggunaan media disederhanakan, (3) contoh musikalisasi ditambah, (4) fungsi transisi dikurangi, dan (5) komposisi warna diperhatikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari validasi dan uji coba, peneliti menyarankan agar guru bahasa Indonesia menggunakan media audio visual ini dengan baik. Saran untuk siswa adalah terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan media audio visual karena ada beberapa kegiatan penting yang membutuhkan respon dari siswa, yaitu kegiatan apersepsi dan penugasan. Untuk peneliti lain, disarankan untuk menjadikan penelitian ini sebagai referensi pertimbangan untuk pengembangan media yang lebih baik dengan menguji keefektifan media. Penyebarluasan produk dapat dilakukan melalui forum MGMP, sosialisasi di sekolah, dan melalui blog di dunia maya

    Media Audio Visual untuk Pembelajaran Musikalisasi Puisi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media audio visual untuk pembelajaran musikalisasi puisi bagi siswa kelas X SMA yang menarik dan praktis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dari model ASSURE oleh Heinich, dkk. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan angket. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah media audio visual untuk pembelajaran musikalisasi puisi tergolong sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Selain itu, beberapa saran dan komentar digunakan peneliti untuk melakukan revisi

    STRUKTUR JEUNG SEMIOTIKA DINA NOVEL TEMBANG KAMELANG KARYA TATANG SETIADI JEUNG IMPLIKASINA DINA PANGAJARAN MACA NOVEL DI SMA

    Full text link
    Novel Tembang Kamelang miboga struktur jeung semiotika nu kudu dipaluruh jeung dipikawanoh ku nu maca sabab can kadéskripsikeun saacanna. Di sagédéngeun éta, minat nonoman kana basa Sunda téh kawilang saeutik sakumaha nu di tétélakeun ku Ade Mulyana (2013) ngan aya 40% nonoman Jawa Barat nu mikanyaho jeung maké basa Sunda, éta hal diindikasikeun balukar tina kurang éféktifna bahan pangajaran basa jeung sastra Sunda di sakola. Sacara umum, tujuan ieu panalungtikan nyaéta pikeun ngadéskripsikeun struktur carita jeung semiotika dina novel Tembang Kamelang karya Tatang Setiadi, nu satuluyna dilarapkeun pikeun alternatif bahan pangajaran maca novel di SMA. Métode nu digunakeun dina ieu panalungtikan nyaéta métode déskriptif analitik kalayan téhnik dokuméntasi jeung analisis data maké kartu data. Dumasar kana hasil panalungtikan, bisa dicindekkeun yén struktur dina ieu novel ngawengku: 1) téma dina ieu novel nyaéta lalakon budayawan Sunda nu ngamumulé budayana, 2) galur nu digunakeun ku pangarang nyaéta galur mérélé (maju), 3) latar dina ieu novel nyaéta latar tempat, latar waktu, latar suasana, jeung latar sosial, 4) dina ieu novel aya hiji tokoh utama, tilu tokoh tambahan sarta 17 tokoh figuran, 5) gaya basa nu mindeng dipaké nyaéta gaya basa rarahulan jeung paribasa piluangeun. Semiotika dina ieu novel ngawengku 13 ikon, 46 indéks, jeung 37 simbol. Ieu novel Tembang Kamelang miboga struktur nu lengkep tur unsur atikan nu alus pikeun numuwuhkeun karakter, motivasi, jeung ngaronjatkeun daya nalar siswa. Ku kituna ieu novel bisa dijadikeun alternatif bahan pangajaran maca novel di SMA. Kecap galeuh: bahan pangajaran maca novel, novel, semiotika, struktur Novel Tembang Kamelang mempunyai struktur dan semiotika yang perlu dikaji dan diketahui oleh pembaca karena belum terdeskripsikan sebelumnya. Di samping itu, kurangnya minat pemuda pada bahasa Sunda terbilang sedikit sebagaimana yang disebutkan oleh Ade Mulyana (2013), hanya 40% pemuda Jawa Barat yang mengetahui dan menggunakan bahasa Sunda, hal ini bisa diindikasikan karena kurang efektifnya bahan pembelajaran bahasa dan sastra Sunda di sekolah Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk mendéskripsikan struktur cerita dan semiotika dalam novel Tembang Kamelang karya Tatang Setiadi, yang kemudian diterapkan sebagai alternatif bahan pembelajaran membaca novel di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dengan menggunakan tehnik dikumentasi dan analisis data menggunakan kartu data. Berdasarkan hasil penelitian, bisa disimpulkan bahwa struktur dalam novel ini meliputi: 1) tema dalam novel ini adalah perjalanan hidup budayawan Sunda yang melestarikan budayanya, 2) alur yang dipakai oleh pengarang yaitu alur mérélé (maju), 3) latar yang ada dalam novel ini yaitu latar tempat, latar waktu, latar suasana, dan latar sosial, 4) dalam novel ini ada satu tokoh utama, tiga tokoh tambahan, dan 17 tokoh figuran, 5) gaya bahasa yang sering muncul yaitu gaya bahasa rarahulan (hiperbola) dan paribasa piluangeun. Semiotika dalam novel ini meliputi 13 ikon, 46 indeks, dan 37 simbol. Novel Tembang Kamelang memiliki struktur yang lengkap dan unsur pendidikan yang baik untuk menumbuhkan karakter, motivasi, dan meningkatkan daya nalar siswa. Oleh karena itu, novel ini bisa dijadikan alternatif bahan ajar membaca novel di SMA. Kata Kunci: bahan pembelajaran membaca novel, novel, semiotika, struktur The novel Tembang Kamelang has a structure and semiotics that need to be studied and known by the reader because it has not been previously described. In addition, the lack of youth interest in Sundanese is relatively small as mentioned by Ade Mulyana (2013), only 40% of West Java youth know and use Sundanese, this can be indicated because of the ineffectiveness of Sundanese language and literature learning materials in schools. In general, the purpose of this study is to describe the story structure and semiotics in the novel Tembang Kamelang by Tatang Setiadi, which is then applied as an alternative material for learning to read novels in high school. The method used in this research is descriptive analytic method, using the technique of documentation and data analysis using data cards. Based on the results of the study, it can be concluded that the structure in this novel includes: 1) the theme in this novel is the life journey of Sundanese culturalists who preserve their culture, 2) the plot used by the author is the mérélé (forward) plot, 3) the setting in this novel. namely setting of place, setting of time, setting of atmosphere, and social setting, 4) in this novel there is one main character, three additional characters, and 17 extra characters, 5) language styles that often appear are rarahulan (hyperbole) and paribasa piluangeun language styles. . Semiotics in this novel includes 13 icons, 46 indexes, and 37 symbols. The novel Tembang Kamelang has a complete structure and good educational elements to foster character, motivation, and improve students' reasoning power. Therefore, this novel can be used as an alternative teaching material for reading novels in high school. Keywords: novel, novel reading learning materials, structure, semiotic
    corecore