259 research outputs found
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Swamedikasi Obat Batuk Di Kelurahan Liliba
Pengetahuan merupakan hasil dari rasa keingintahuan seorang melalui indra penglihatan dan pendengaran terhadap suatu objek tertentu. Swamedikasi adalah upaya manusia untuk mengobati penyakit atau gejala penyakit ringan seperti batuk, flu, demam, nyeri dan lain-lain tanpa resep dokter. Obat merupakan bahan atau bahan obat termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan masyararakat terhadap swamedikasi obat batuk di Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo. Jenis penelitian deskriptif dan kajian kepustakaan (liberary research). Analisis data yang digunakan metode analisi isi. Hasil kajian kepustakaan yang diambil dari delapan jurnal penelitian ini didasarkan pada umur terkait survei responden yang memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi obat batuk di Kelurahan Liliba. Berdasarkan pada jurnal penelitian Maria Lusia Patriana dapat dikategorikan baik sedangkan jurnal penelitian Ikrimatul Khuluqiyah dkk, Okki Anugerah Mashardika Putera, Maratus Solicha, Apt Eka Kumalasari dan Apt Maria Sofyan Teguh dikategorikan cukup baik. Jurnal penelitian Hilda Suherman dan Dina Febrina, Jefrin Sambara dan Henia Ilmu, Mariana Imelda Tanaen dikategorikan kurang. Secara umum dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk masih tergolong cukup bai
Penerapan Terapi Batuk Efektif Dalam Asuhan Keperawatan Tn.MM Dengan TB Paru Di Ruangan Tulip RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang
Latar Belakang : Batuk efektif merupakan suatu tindakan keperawatan yang bertujuan mengeluarkan secret yang kental dan menumpuk dalam jumlah yang banyak. Pada penderita Tuberculosis Paru (TB paru), penumpukan sekret pada saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani serius. Sekret yang menumpuk pada jalan nafas dapat dikeluarkan dengan latihan batuk efektif. Masalah dan Tujuan: Bagaimana penerapan terapi batuk efektif pada pasien dengan TB Paru di Ruangan Tulip RSU Prof Dr. WZ Johannes Kupang Tahun 2020?. Tujuan dari penulisan karya tulis akhir ners ini adalah pasien mampu melakukan terapi batuk efektif serta mampu menganalisa efektifitas penerapan terapi batuk efektif dalam mengeluarkan secret sehingga terjadi bersihan jalan napas. Metode penulisan karya tulis akhir ners adalah studi kasus terhadap pasien Tn. MM di Ruangan Tulip RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang yang berfokus pada pemberian terapi batuk efektif. Hasil dan Pembahasan : Dari hasil analisa kasus pada pasien Tn. MM didapatkan hasil yaitu ada pengaruh penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran secret pada pasien TB Paru. Studi literature terhadap lima jurnal hasil penelitian juga menunjukan fakta yang sama yakni ada pengaruh penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran secret yang menumpuk pada pasien penderita TB paru. Peran perawat dan dukungan keluarga juga sangat penting dalam membantu pasien TB paru melakukan terapi batuk efektif. Kesimpulan : penerapan terapi batuk efektif perlu dilakukan pada pasien penderita TB paru karena sangat efektif dalam mengeluarkan secret yang menumpuk pada saluran pernapasan
Penerapan Terapi Batuk Efektif Dalam Asuhan Keperawatan Tn.Mm Dengan Tb Paru Di Ruangan Tulip RSU Prof.Dr Wz Johannes Kupang
Latar Belakang : Batuk efektif merupakan suatu tindakan keperawatan yang bertujuan mengeluarkan secret yang kental dan menumpuk dalam jumlah yang banyak. Pada penderita Tuberculosis Paru (TB paru), penumpukan sekret pada saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani serius. Sekret yang menumpuk pada jalan nafas dapat dikeluarkan dengan latihan batuk efektif. Masalah dan Tujuan: Bagaimana penerapan terapi batuk efektif pada pasien dengan TB Paru di Ruangan Tulip RSU Prof Dr. WZ Johannes Kupang Tahun 2020?.
Tujuan dari penulisan karya tulis akhir ners ini adalah pasien mampu melakukan terapi batuk efektif serta mampu menganalisa efektifitas penerapan terapi batuk efektif dalam mengeluarkan secret sehingga terjadi bersihan jalan napas. Metode penulisan karya tulis akhir ners adalah studi kasus terhadap pasien Tn. MM di Ruangan Tulip RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang yang berfokus pada pemberian terapi batuk efektif. Hasil dan Pembahasan : Dari hasil analisa kasus pada pasien Tn. MM didapatkan hasil yaitu ada pengaruh penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran secret pada pasien TB Paru. Studi literature terhadap lima jurnal hasil penelitian juga menunjukan fakta yang sama yakni ada pengaruh penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran secret yang menumpuk pada pasien penderita TB paru. Peran perawat dan dukungan keluarga juga sangat penting dalam membantu pasien TB paru melakukan terapi batuk efektif.
Kesimpulan : penerapan terapi batuk efektif perlu dilakukan pada pasien penderita TB paru karena sangat efektif dalam mengeluarkan secret yang menumpuk pada saluran pernapasan
Sistem rekomendasi pemilihan terapi batuk untuk anak menggunakan metode Multimoora
Sistem rekomendasi pemilihan terapi batuk untuk anak menggunakan metode Multimoora
ABSTRAK:
Anak-anak termasuk kelompok yang rentan kena penyakit dikarenakan sistem imun pada tubuh anak belum berkembang sempurna. Salah satu penyakit yang sering diderita oleh anak-anak adalah batuk. Batuk yang disebabkan pada anak karena alergi, polusi udara, dan virus. Batuk berdasaarkan karekteristik terdiri atas batuk produktif (batuk berdahak) dan batuk non-produktif (batuk tidak berdahak). Penulis mengimplementasikan sistem rekomendasi pemilihan obat batuk untuk anak dengan menggunakan metode MULTIMOORA. Data diperoleh dari salah satu Puskesmas yaitu Puskesmas Depati VII Kabupaten Kerinci, Jambi. Hasil penelitian ini berupa tingkat akurasi rekomendasi pemilihan terpai obat batuk untuk anak. Untuk menguji tingkat akurasi metode MULTIMOORA maka digunakan recognition rate. Hasil uji tingkat akurasi dengan menggunkaan recognition rate menunjukkan tingkat akurasi metode MULTIMOORA pada data 1 60%, data 2 80% dan data 3 20%.
ABSTRACT:
Children are among the group that is vulnerable to diseases due to theunderdeveloped immune system in their bodies. One of the common illnesses amongchildren is cough. Cough in children can be caused by allergies, air pollution, and viruses.Cough can be characterized as productive cough (cough with phlegm) and non-productivecough (dry cough). The author implements a recommendation system for selecting coughmedicine for children using the MULTIMOORA method. The data for this research wasobtained from one of the Community Health Centers, namely Puskesmas Depati VII inKerinci District, Jambi. The result of this study is the accuracy level of the recommendedcough medicine for children. To test the accuracy level of the MULTIMOORA method, arecognition rate is used. The accuracy test results using the recognition rate show that theaccuracy level of the MULTIMOORA method on data 1 is 60%, data 2 is 80%, and data 3is 20%.
مستخلص البحث:
ألطفالهيمجموعةعرضة إلالمناعة فى اجسامام لم يكن كامال. السعال هو جاا أل صابة المرإحدى من التى تصيب األطفال. األمراهذابسبب الحساسة اوتلوت الاواء والفيرو . السعال نوعا : السعالالمخصيبوالسعالالمجدب. إستخدمالباحثةنظام توصية اختيارعالج السعال لألطفال بطريقةMultimoora.يحصلكز الصحالبيانات من المرة ديفاتي7 كرنجيجامبي.نتيجة هذا البحث: مستوى دقةتوصيةإختيارعالجالسعال ألطفال.تظارنتائج اختبار الدقة باستخداممعدل التعرف مستوى دقة طريقة أMultimooraعلى البيانات1هو02٪، والبيانات0هو02٪، والبيانات2هو02٪
Pendidikan Kesehatan Batuk Pilek Dan Pijat Common Cold Dalam Upaya Mengatasi Batuk Pilek Pada Batita
In the case of toddlers, they often experience health problems including fever, diarrhea, sore throat, cough, runny nose. In general, the treatment provided by parents is by bringing their children to the clinic or to the puskesmas, rarely parents can provide therapy themselves. The problem that occurs in the community is the lack of knowledge of parents regarding complementary treatment, which in general are more likely to choose pharmacological treatment.With these problems, the community service program will provide solutions to increase knowledge about how to massage cough and cold with parents by providing health education about coughs and colds and common cold massage in the form of videos.AbstrakPada kasus balita masih sering mengalami masalah kesehatan diantaranya demam, diare, radang tenggorokan, batuk, pilek. Secara umum penanganan yang diberikan oleh orangtua yaitu dengan membawa anaknya periksa ke klinik atau ke puskesmas, jarang orangtua yang dapat memberikan terapi sendiri. Permasalahan yang terjadi di masyarakat adalah kurangnya pengetahuan orang tua terkait penangananan secara komplementer yang pada umumnya lebih cenderung memilih pengobatan farmakologi. Dengan masalah tersebut, program pengabdian kepada masyarakat akan memberikan solusi untuk meningkatan pengetahuan tentang cara pijat batuk pilek dengan para orang tua dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang batuk pilek dan pijat common cold berupa video.Â
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Obat Batuk Di Desa Lendola Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor
Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatannya sendiri. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi obat batuk di Desa Lendola Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor melalui penelusuran kajian kepustakaan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dan kajian kepustakaan atau Library Research. Analisis data yang digunakan yaitu metode analisi isi. Berdasarkan kajian kepustakaan dari enam jurnal penelitian ini didasarkan pada karakteristik responden yang memiliki pengetahuan berdasarkan kelompok umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan terkait survei responden. Hasil kajian kepustakaan pada jurnal penelitian Eka Kumalasari dan Maria Sofyan Teguh, Maria Lusia Patriana, Mariana Imelda Tanaem dikategorikan baik, sedangkan jurnal penelitian Hilda Suherman dan Dina Febrina, Jefrin Sambara dan Helnia Ilus dikategorikan cukup baik, dan jurnal penelitian Christoforus Ole dikategorikan kurang baik. Maka secara umum dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi obat batuk masih tergolong kategori baik
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM RESPIRASI : PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RUMAH SAKIT GUNUNG MARIA TOMOHON
Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan yang menyebabkan adanya sumbatan pada aliran napas dan dapat mengancam jiwa. Pasien PPOK akan mengalami kelemahan otot inspirasi dan disfungsi otot yang berkontribusi terjadinya sesak nafas. Tujuan : Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk memaparkan analisis asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem respirasi penyakit paru obstruktif kronik di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon.
Metode : Penulisan ini menggunakan metode studi kasusyang diambil dari pasien di ruang Paula RS Gunung Maria Tomohon
Hasil : Hasil akhir evaluasi terkait intervensi yang dilakukan untuk mengatasi diagnosis keperawatan dirumuskan dan dinilai berhasil hal ini dibuktikan dengan napas berkurang, batuk berkurang
Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, PPOK
Kepustakaan : 4 Buku, 10 jurna
Asuhan Keperawatan Pada Klien Tn. J.K. Dengan Gangguan Sistem Respirasi Asma Bronkial Dirunagan Sta. Maria Josep Rumah Sakit Budi Setia Langowan
Latar Belakang : Asma bronchial merupakan inflamasi atau peradangan dimana saluran pernafasan yang menyebabkan hiperaktifitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ditandai dengan mengi, batuk berlendir, sesak nafas dan rasa nyeri didada.
Tujuan : Penulisan karya ilmiah ini mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien Tn. J.K dengan gangguan sistem asma bronkial diruangan Sta. maria josep rumah sakit budi setia langowan.
Metode : Penelitian yang digunakan adalah medote deskriptif dalam bentuk studi kasus.
Hasil : Kebiasaan merokok yang dilakukan pasien dapat mempengaruhi terjadinya asma bronkial dan ada juga yang disebabkan oleh bakteri/virus dan akan terjadi inflamasi dimana terjadi hipereaktifitas brokus terhadap rangsangan yang ditandai dengan mengi, batuk berlender dan sesak nafas oleh karena itu penulis memberikan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi, dimana penulis menegakan 3 dignosa keperawatan untuk pasien Tn. J.K dan dari proses keperawan itu dignosa yang diangkat yaitu Bersihan Jalan Nafas, Pola Nafas tidak efektif, dan intoleransi aktifitas dimana setelah dilakukan asuhan keperawatan berhasil dan pasien dapat dapat diijinkan pulang setelah perawatan 3 hari di rumah sakit budi setia langowan.
Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Asma Bronkia
- …
