204 research outputs found
Keistimewaan gelar Santo-Santa di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya
Santo-santa adalah gelar yang diberikan kepada para orang kudus yang telah meninggal melalui berbagai tahapan. Ada berbagai macam tahapan yang dijelaskan dalam penelitian ini. Peran Maria sangat penting bagi Gereja Katolik sehingga Maria menjadi salah satu Santa yang mempunyai gelar tanpa perlu melalui berbagai tahapan. Nama Santo atau Santa sering digunakan untuk nama baptis, sekolah, rumah sakit, dan yang lainnya. Namun, dalam kasus tertentu digunakan sebagai nama Gereja. Gereja Kelsapa contohnya, sebuah Gereja yang mengambil nama Santa Maria sebagai nama pelindung Gereja. Berangkat dari hal tersebut, peneliti merumuskan masalah yaitu, bagaimana proses memperoleh gelar Santo- santa? Bagaimana keistimewaan Santa Maria dalam pandangan Gereja Kelsapa Surabaya? Dan bagaimana peran Gereja memproses gelar Santo atau Santa?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dalam memperoleh gelar Santo- santa, mengetahui pandangan Gereja Kelsapa mengenai Santa Maria, memahami dan menganalisis peran Gereja Kelsapa dalam pelaksanaan memperoleh gelar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi terpercaya dari narasumber dan memiliki bukti yang sesuai dengan fakta yang ada. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Peran yang dikemukakan oleh Biddle dan Thomas. Hasil dari penelitian ini adalah Tahapan awal untuk menjadi Santo/Santa adalah pengajuan ke uskup setempat. Selanjutnya adalah beatifikasi, dilanjutkan dengan penyelidikan mukjizat, pernyataan bahwa calon tersebut layak untuk dihormati, dan yang terakhir, pengumuman bahwa orang tersebut telah dinobatkan sebagai Santo atau Santa. Bagi Gereja Kelsapa Surabaya, Santa Maria adalah Santa yang sangat istimewa karena kekudusannya melebihi orang-orang kudus yang lain, dan dipercaya sebagai manusia tanpa dosa karena Santa Maria telah dipilih dan ditetapkan oleh Allah untuk menjadi kudus. Peran Gereja Kelsapa dalam proses memperoleh gelar Santo atau Santa adalah sebagai tempat pertama yang menjadi sarana dalam proses pengajuan sebelum mencapai tingkat uskup setempa
Hydrogeochemical characteristics of groundwater in Baleendah - Soreang, South Bandung, West Java Province
The Baleendah – Soreang area is part of the southern part of the Bandung Soreang Groundwater Basin, constructed by volcanic activity. Regional development in the Baleendah – Soreang area can decrease groundwater quality, influenced by natural and anthropogenic factors. Groundwater hydrogeochemical analysis is important in environmental management studies. This study aims to determine groundwater’s physical properties and hydrogeochemical facies in this area. The groundwater hydrochemistry analysis, determined by analysis of Stiff diagrams and Piper diagrams, shows that the groundwater in the area is classified as freshwater and has intermediate groundwater flow. In addition, the groundwater quality is affected by some anthropogenic activities
GAMBARAN CINDERELLA COMPLEX PADA REMAJA PEREMPUAN MINANG
ABSTRAK
Oleh :
Rizka Marisa
Cinderella Complex merupakan suatu jaringan sikap dan rasa
takut yang sebagian besarnya tertekan sehingga perempuan tidak bisa
dan tidak berani memanfaatkan sepenuhnya kemampuan otak dan
kreaktivitasnya . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai
pada remaja perempuan minang dalam mendeskripsikan gambaran
Cinderella Complex yang mereka alami.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif
dengan pendekatan studi kasus dalam pendekatan studi kasus dimana
peneliti ingin meneliti satu individu secara lebih mendalam, dan
menggunakan alat bantu NVivo teknik analisis data lebih banyak
menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan
dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan satu subjek remaja
perempuan minang yang memiliki kecenderungan cinderella complex.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek
Remaja perempuan minang yang mengalami cinderella complex
cenderung menggambarkan pengalaman psikologisnya melalui
wawancara dan narasi yang memperlihatkan ketergantungan pada
orang lain kepada teman dan orang terdekat nya dalam mengatasi
kesulitan yang mereka alami dan memiliki keinginan untuk
dilindungi, serta adanya keraguan dalam mengambil keputusan secara
mandiri.
Kata Kunci : Cinderella Complex, remaja perempuan minang. ABSTRACT
Author :
Rizka Marisa
Cinderella Complex is a network of attitudes and fears that
are mostly suppressed so that women cannot and do not dare to fully
utilize their brain's abilities and creativity. The purpose of this study
was to find out about Minang female teenagers in describing the
Cinderella Complex they experienced.
The method used in this study is qualitative with a case study
approach in a case study approach where researchers want to
examine one individual in more depth, and use the NVivo tool, data
analysis techniques use more semi-structured interviews, observation
and documentation. This study used 1 subject of Minang female
teenagers who have a tendency to Cinderella complex.
Based on the results of this study, it shows that the subjects of
Minang female teenagers who experience Cinderella complex tend to
describe their psychological experiences through interviews and
narratives that show dependence on others, on friends and those
closest to them, in overcoming the difficulties they experience and
have a desire to be protected, as well as doubts in making decisions
independently.
Keywords: Cinderella Complex, Minang teenage girls
ANALISIS PEMAHAMAN PERISTIWA SETELAH AKHIR PERIODE PELAPORAN MENURUT SAK ETAP (Studi Komparatif PT Sriwijaya Palm Oil dan PT Cipta Lestari Sawit)
ABSTRACT
Analysis of Understanding Events after the End of Reporting Period According to Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik on PT Sriwijaya Palm Oil and PT Cipta Lestari Sawit
Rizka Isfahani, 2015(xiv+56Pages)
[email protected]
Events after the end of the reporting period was an event that occurred after the end of the reporting period up to the completion date of the financial statements. There are events after the end of the reporting period that require adjustments, do not require adjustment, and does not require adjustments generally require disclosures. In this study, the authors used the object a company engaged in the plantation, those are PT Sriwijaya Palm Oil and PT Cipta Sawit Lestari. It's because the plantation’s company has a high level of risk in its operations, such as crop failure, theft of crops, forest fires, land disputes and others. The purpose of writing this final report is to determine whether the PT Sriwijaya Palm Oil Sawit Lestari and PT Cipta already understand the accounting policy for events after the end of the reporting period in accordance with Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability. The data from the questionnaire and the results of interviews the author to the company. Results of the analysis of understanding the events after the end of the reporting period according to SAK ETAP that is equal to 84.61% understanding of the accounting policy of Events after the Reporting Period End according to the Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability has been well understood by PT Sriwijaya Palm Oil and amounted to 92.30% are well understood also by PT Citra Sawit Lestari. It can be seen from the points of the results of the questionnaire regarding the understanding of the events after the end of the reporting period according to SAK ETAP
SISTEM TATA NASKAH DINAS ELEKTRONIK DI BADAN PERENCANAAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KABUPATEN KLATEN
ABSTRAK Rizka Listya Ratna Dewi, D1514093, Sistem Informasi Tata Naskah Dinas Elektronik Di Badan Perencanaan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Klaten, Tugas Akhir, Program Studi Manajemen Administrasi, Program Diploma III, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2017, 76 halaman. Arsip memiliki nilai guna administrasi sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu aktivitas sehari-hari Bappeda Kabupaten Klaten antara lain administrasi surat menyurat. Surat menyurat bertujuan untuk menciptakan kelancaran komunikasi tertulis. Bentuk komunikasi tertulis berupa naskah dinas yang berisi surat-surat. Volume surat masuk dan surat keluar di Bappeda Kabupaten Klaten yang cukup banyak, sehingga perlu adanya sistem otomatisasi kearsipan yaitu Sistem Informasi Tata Naskah Dinas Elektronik. Sistem Tata Naskah Dinas Elektronik berguna untuk memudahkan pengelolaan naskah dinas di Bappeda Kabupaten Klaten. Dalam penulisan tugas akhir ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan Sistem Informasi Tata Naskah Dinas Elektronik di Bappeda Kabupaten Klaten. Jenis pengamatan yang dilakukan penulis yaitu observasi berperan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi berperan aktif, wawancara terstruktur, dan mengkaji dokumen dan arsip. Hasil pengamatan berkaitan dengan Sistem Informasi Tata Naskah Dinas Elektronik di Bappeda Kabupaten Klaten dapat dideskripsikan bahwa model sistem informasi Tata Naskah Dinas Elektronik yang digunakan oleh Bappeda Kabupaten Klaten menggunakan model sistem sederhana yaitu input, proses, dan output. Terdapat empat kegiatan pokok sistem otomatisasi perkantoran yaitu pengumpulan data, pengolahan data, penyimpanan data, dan pendistribusian data. Selain itu, terdapat bentuk aplikasi yang digunakan antara lain pengolah kata/angka/data, surat elektronik, faksimile, sistem arsip elektronik, pembuatan image dengan Adobe photoshop, dan penyebaran informasi menggunakan telepon dan grup WhatsApp. Kata kunci: arsip, disposisi, sistem informasi, surat keluar, surat masuk, dan tata naskah dinas elektronik. ABSTRACT Rizka Listya Ratna Dewi, D1514093, Archiving Information System in Electronic Division of Local Research and Development Planning Agency of Klaten Regency, Final Project, Undergraduate Administration Program, Social and Political Sciences Faculty, Surakarta Sebelas Maret University, 2017, 76 pages. Archive has administrative use as the guidelines in doing daily activities. One of daily activities in Bappeda of Klaten Regency is correspondence. Correspondence aims to create the smooth written communication. The form of written communication is in the form of service text containing mails. The volume of incoming and exiting mail in Bappeda of Klaten Regency is large enough, so that there should be archiving automating system, Archiving Information System of Electronic Service. The Archiving Information System of Electronic Service is useful to facilitate the management of service archive (text) in Bappeda of Klaten Regency. This research aimed to describe the Archiving Information System of Electronic Service in Bappeda of Klaten Regency. The type of observation conducted by the author was participatory observation. Techniques of collecting data used were active participatory observation, structured interview, and document and archive study. The result of study related to Archiving Information System of Electronic Service in Bappeda of Klaten Regency could describe that the Archiving Information System of Electronic Service model used by Bappeda of Klaten Regency employed a simple system model including input, process, and output. There were four main activities in office automating system: data collection, data processing, data storage, and data distribution. In addition, there was a form of application used including word/numerical/data processor, electronic mail, facsimile, electronic archive system, image creation using Adobe photoshop, and information dissemination using phone and WhatsApp group. Keywords: Archive, disposition, information system, exiting mail, incoming mail, and electronic service archiving
RANCANGAN PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MEMBUAT KARYA DEKORATIF SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan kurangnya kreativitas dalam membuat karya dekoratif siswa kelas III sekolah dasar. Hal ini tentu berdasarkan observasi sebelum penelitian yang mana terlihat siswa belum mampu untuk mengkombinasikan unsur-unsur rupa dalam membuat karya dekoratif, siswa masih cenderung menggambar karya dekoratif dengan motif geometri, dan siswa kurang berani untuk menuangkan ide dan kreasi dalam karyanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana rancangan pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan kreativitas membuat karya dekoratif siswa kelas III sekolah dasar, yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, lembar kerja peserta didik, dan evaluasi pembelajaran. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Delphi dengan langkah-langkah Lisstone yaitu studi pendahuluan, tahap mendesain, verifikasi, dan menganalisa. Penelitian ini melibatkan tiga orang ahli, yaitu ahli rencana pelaksanaan pembelajaran, ahli materi dan ahli pembelajaran di kelas untuk memvalidasi hasil rancangan pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti.. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan kesepakatan ketiga ahli, bahwa rancangan pembelajaran discovery learning yang telah disusun dapat meningkatkan kreativitas membuat karya dekoratif siswa kelas III sekolah dasar.
Kata kunci : Rancangan Pembelajaran, Discovery Learning, Kreativitas, Karya Dekoratif
ABSTRACT
LEARNING DESIGN OF DISCOVERY LEARNING TO INCREASE CREATIVITY TO MAKE DECORATIVE WORKS FOR THIRD GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Rizka Fauziyah
NIM 1700577
This research is based on the lack of creativity in making artworks for third grade elementary school students. This is, of course, based on prior research which seems unable to combine visual elements in making decorative works, students still tend to draw observational works with geometric motifs, and students are less daring to express ideas and creations in games. The purpose of this study is to describe how to design discovery learning, to increase the creativity of third grade elementary school students, consisting of lesson plans, teaching materials, learning media, student worksheets, and learning evaluations. In this study, the author uses the Delphi research method with Liststone steps, namely preliminary studies, design stages, levers, and analysis. This study involved three experts, namely the lesson plan expert, material expert, and classroom learning expert to validate the results of the learning design that had been prepared by the researcher. The results of this study are in accordance with the third agreement, that the discovery learning design has been prepared can increase creativity in making artworks for third grade elementary school students.
Keywords: Learning Design, Discovery Learning, Creativity, Decorative Work
Hidrogeologi dan Potensi Resapan Air Tanah Sub Das Cikapundung Bagian Tengah
ABSTRAK DAS Cikapundung adalah salah satu bagian dari sub DAS Citarum dan merupakan sungai yang berfungsi sebagai drainase utama di pusat kota Bandung. Hingga saat ini sub DAS Cikapundung masih sangat potensial bagi penyediaan air baku untuk kebutuhan penduduk, namun kini debit bulanannya telah menurun hingga 20-30% dari debit normal. Kondisi Hidrogeologi di daerah penelitian menunjukkan sistem air tanah di daerah penelitian merupakan sitem air tanah bebas dan sebagian kecil sistem air tanah setengah tertekan. Litologi penyusun akuifer pada daerah penelitian berupa breksi vulkanik dan batu pasir tufaan. Akuifer yang terdapat pada daerah penelitian diduga bukan merupakan aquifer yang potensial. Berdasarkan hasil penelitian maka daerah resapan alamiah ditinjau dari kondisi tanah, kemiringan lereng, litologi, dan daerah luahan memiliki luas 6 juta m2, atau 36% dari total luas daerah penelitian. Jumlah air yang menjadi cadangan air tanah berdasarkan perhitungan neraca air adalah sebesar 4,3 juta m3/tahun atau 12% dari total curah hujan yang masuk, dan sebesar 6,2 juta m3/tahun jika di asumsikan daerah penelitan berada pada kondisi alamiahnya. Hal ini menunjukkan luas daerah resapan air tanah yang ada sekarang sudah mengalami perubahan. Jumlah air yang meresap dan menjadi cadangan air tanah pada daerah penelitian hanya memberikan kontribusi sebesar 2% dari total kebutuhan cadangan air tanah di cekungan Bandung
Improving school engagement student with autism spectrum disorder using flip-through and follow method in social story and visual schedule
The aim of this study is to investigate the effectiveness of Flip-through and Follow
method for students with Autism Spectrum Disorder (ASD). The research is being conducted
by applying Flip-through and Follow method for students with autism to improve school
engagement. School engagement is active participation of the student in the academic and nonacademic area which is being assessed through behavioral, emotional and cognitive
engagement. Flip-through and Follow Method is an intervention that combines social story
and visual schedule. Social Story is a short story which can support individuals with autism to
comprehend social situations. Visual Schedule is a visual representation of a daily agenda or
a sequence of task or activity to be followed. The visual schedule will be tucked in the story as
the social story ads information about why they should behave appropriately during school
activities. This research is conducted using multiple baseline designs across conditions. The
participant in this research is an elementary school-aged child, diagnosed with mild autism,
having difficulties engaging with school activities and able to communicate verbally. The data
will be collected using an observation form written by the author adjusted for school
engagement for a student with autism. Data will be analyzed using a descriptive statistic and
Wilcoxon T-Test. The result shows that Flip-through and follow method is not entirely effective
in improving school engagement. Flip-through and follow is effective in improving engagement
in classroom learning activities and scout activities, however flip-through and follow is less
effective in improving physical education activity
Comparative microanatomical structure of gills and skin of remainers and skippers from Gunung Kidul intertidal zone
Tinjauan Atas Prosedur Penentuan Tarif Jasa Hotel Pada Kusuma Sahid Prince Hotel
ABSTRAK Tinjauan Atas Prosedur Penentuan Tarif Jasa Hotel Pada Kusuma Sahid Prince Hotel Oleh : Rizka Ramana Putri Dalam menentukan tarif jasa, tarif berperan besar dalam menentukan keberhasilan bisnis, terutama yang bergerak di bidang jasa. Selain untuk hasilkan profit, tarif suatu jasa juga disinyalir mampu membuat pelaku bisnis bertahan dari gempuran kompetitor. Prosedur penentuan tarif tentunya harus berdasarkan berbagai macam pertimbangan, untuk memperoleh laba. Selain pertimbangan, persaingan bisnis juga harus dipikirkan dalam menentukan tarif tersebut. Jangan sampai tarif yang telah ditetapkan terlalu tinggi atau terlalu rendah dari tarif kompetitor. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu untuk mengetahui cara menentukan tarif jasa hotel pada Kusuma Sahid Prince Hotel, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa hotel pada Kusuma Sahid Prince Hotel. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan penulis berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan peneliti untuk menjawab permasalahan secara khusus. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari sumbernya melainkan pihak lain seperti literatur buku, atau sumber yang berkaitan dengan topik penetapan harga. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Tehnik pembahasan yang digunakan adalah pembahasan deskriptif yang bertujuan untuk mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kusuma Sahid Prince Hotel untuk mempengaruhi penentuan tarif jasa hotel mempunyai dua faktor yaitu faktor biaya dan faktor bukan biaya. Dari kedua faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa Kusuma Sahid Prince Hotel, faktor biaya merupakan faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa yang paling tepat untuk Kusuma Sahid Prince Hotel. Hasil penelitian diatas sebagai alasan dalam memberikan saran yang dapat disampaikan adalah sebaiknya Kusuma Sahid Prince Hotel perlu memperhatikan faktor-faktor yang tepat agar dalam menentukan tarif jasa Kusuma Sahid Prince Hotel sebagai perusahaan yang memiliki produk dan jasa berkualitas dengan harga murah. Kata kunci : Penentuan Tarif Jasa, prosedur tarif. ABSTRACT Review Top Hotel Services Pricing Procedures At The Hotel Kusuma Sahid Prince Hotel By: Rizka Ramana Putri In determining tariffs, rates play a major role in determining the success of the business, particularly those engaged in services. In addition to generate profit, the tariff of a service also allegedly able to make businesses survive the onslaught of competitors. Procedure tariff determination must be based on a wide range of considerations, to make a profit. Besides considerations, business competition should also be considered in determining the tariffs. Do not let the rates have been set too high or too low on the fare competitors. This study has several objectives, namely to know how to determine tariffs for hotels in Kusuma Sahid Prince Hotel, as well as to determine the factors that affect the determination of tariffs for hotels in Kusuma Sahid Prince Hotel. This type of research used by researchers is a descriptive study. The research methods used by the author in the form of primary data and secondary data. Primary data is data collected researchers to address issues specifically. While secondary data is data obtained from the source, but not other parties such as literature books, or resources related to the topic of pricing. Techniques of collecting data through observation, interviews, and literature. Discussion technique used is descriptive study that aims to change the set of raw data into easily understood in a more compact form of information. From the research that has been done can be concluded that the Kusuma Sahid Prince Hotel to affect the determination of tariffs for hotel has two factors: the cost factor and not a cost factor. Of the two factors that affect the determination of tariffs for Kusuma Sahid Prince Hotel, the cost factor is a factor affecting the determination of the most appropriate tariff for Kusuma Sahid Prince Hotel. The above results as a reason for giving advice that can be delivered is preferably Kusuma Sahid Prince Hotel needs to consider the appropriate factors in order to determine tariffs for Kusuma Sahid Prince Hotel as a company that has quality products and services at low prices. Keywords: Determination of Tariff, tariff procedures
- …
