1,720,969 research outputs found

    Analisis penokohan, alur, latar, tema, amanat dan nilai keluarga dalam novel Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini karya Marchella FP

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penokohan, alur, latar, tema, amanat, dan nilai keluarga dalam novel Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini karya Marchella FP. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data deskriptif berupa kalimat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa dalam novel Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini karya Marchella FP penggambaran watak tokoh menggunakan teknik dramatik. Tokoh yang digambarkan secara dramatik adalah Awan, nenek (ibu Awan), kakek (ayah Awan), kakak perempuan Awan, sahabat ibu (sahabat Awan). Selanjutnya, alur yang digunakan adalah alur maju. Latar yang terdapat dalam novel tersebut yaitu latar tempat, kantor, rumah dana kamar tidur. Latar waktu, pagi, sore, malam. Latar sosial adalah keluarga yang sederhana. Tema mayor yang terdapat dalam novel adalah kemanusiaan. Tema minornya adalah ketakutan Awan di masa depan. Amanat dalam novel Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini yang disampaikan pengarang terhadap pembaca sebagai berikut: (a) hormat pada orang tua, (b) menghargai dan memaknai masa lalu, (c) menatap masa depan dengan penuh harapan. Nilai keluarga yang terkandung dalam novel tersebut ditemukan integritas, kerja keras, kebaikan, penerimaan, dan kejujuran

    KONKRETISASI FAKTA CERITA DALAM EKRANISASI NOVEL NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI KARYA MARCHELLA FP

    Get PDF
    Secara etimologis, konkretisasi berarti perwujudan. Konkretisasi fakta cerita dalam ekranisasi novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP membahas tentang upaya sineas dalam melakukan perwujudan dari novel ke bentuk film. Tujuan dari penelitian ini, (1) mendeskripsikan fakta cerita yang terdapat dalam novel dan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dan (2) mengetahui bagaimana konkretisasi fakta cerita dari novel ke film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fakta cerita yang ditawarkan Stanton (2019) dan teori Ekranisasi Eneste (1991). Dengan metode deskriptif komparatif, temuan analisis dideskripsikan dan hasilnya dibandingkan untuk mengungkapkan bagaimana sineas melakukan konkretisasi. Hasilnya, ditemukan bahwa aspek fakta cerita dalam novel dan film memiliki perbedaan dari segi alur, tokoh, dan latar. Kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian adalah konkretisasi yang dilakukan oleh sineas sebagai upaya perwujudan novel menjadi bentuk film adalah dengan melakukan penambahan, pengurangan, dan perubahan variasi pada fakta cerita dalam novel dan film. Etymologically, concrezitaions means embodiment. The concretization of the facts of the story in the ecranization of the novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini by Marchella FP discusses the efforts of the filmmaker in carrying out the embodiment of the novel into the form of a film. The aims of this study, among others, are (1) to find out the facts of the story contained in the novels and films; Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini and (2) to find out how to concretize story facts from the novels to the films Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. The theory used in this research is the theory facts offered by Stanton (2019) and Eneste’s Ecranization theory (1991). With the comparative descriptive method, the findings of the analysis are described and the result are compared to reveal how the filmmakers concretize. As a result, it was found that the factual aspects of the story in novels and films have differences in terms of plot, characters, and setting. The conclusion drawn from the results of the research is that the concretization carried out by filmmakers as an effort to realize the novel into a film is by adding, subtracting, and chaning variations in the facts of the story in novels and films

    Fenomena Quarter Life Crisis dalam Novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

    Get PDF
    Perkembangan zaman yang semakin kompleks telah menimbulkan berbagai tantangan psikologis bagi generasi muda, khususnya pada fase transisi dari remaja menuju dewasa. Salah satu fenomena yang menonjol dalam fase ini adalah quarter life crisis atau krisis seperempat abad, yaitu masa ketidakpastian identitas dan arah hidup yang umumnya terjadi pada usia 20–30 tahun. Individu yang mengalami fase ini sering dihadapkan pada tekanan sosial, ekspektasi keluarga, tuntutan akademik maupun karier, serta konflik batin yang terkait dengan pencarian jati diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh Awan dalam novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Fokus utama penelitian adalah interaksi antara tiga struktur kepribadian, yaitu id, ego, dan superego, yang tercermin dalam konflik batin dan mekanisme pertahanan diri tokoh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data berupa kutipan naratif, dialog, dan tindakan tokoh dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi manifestasi psikologis quarter life crisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Awan mengalami dinamika psikologis yang kompleks, di mana ego dan superego mendominasi, mencerminkan upaya tokoh menyeimbangkan ambisi, ketakutan, dan tanggung jawab sosial. Secara keseluruhan, novel ini merepresentasikan realitas emosional generasi muda yang berjuang memahami diri di tengah tekanan hidup modern. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian psikologi sastra di Indonesia dan menjadi refleksi bagi pemahaman proses pencarian jati diri generasi muda masa kini. Kata Kunci: quarter life crisis, psikoanalisis, Sigmund Freud, novel Nanti kita Cerita Tentang Hari Ini

    Ekranisasi Novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP dam Film Nati Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Angga DS

    No full text
    Karya sastra yang lahir saat ini seperti novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP sangat relevan untuk diteliti dan dikaji. Karya sastra yang telah ditransformasikan menjadi film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dan juga menggambarkan kejadian-kejadian yang dialami oleh remaja-remaja saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) Persamaan unsur-unsur struktur novel dan film Nanti kita Cerita Tentang Hari Ini. (2) Perbedaan unsurunsur struktur novel dan film Nanti kita Cerita Tentang Hari Ini. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ialah novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP dengan halaman berjumlah 200 halaman, yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka dan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang diproduksi oleh Visinema Pictures tahun 2 Januari 2020. Film tersebut disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Durasi film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini adalah 121 menit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu dimana penelitian berusaha untuk mengumpulkan data menurut factor-faktor yang menjadi mendukung objek penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan penulis yaitu: (1) Novel dan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini bahwasannya ada persamaan dan perbedaan. Perubahan itu cenderung kepemadatan isi cerita dalam film. Pemadatan itu dilakukan dengan menambah latar tempat, tokoh dan memanipulasi peristiwa. Perubahan ini semua terjadi dikarenakan, informasi yang terdapat dalam novel tidak dapat sepenuhnya dituangkan ke dalam film. (2) Yaitu terdapat proses penciutan atau pemotongan dalam novel ke film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Penciutan ini terjadi pada film banyak dilakukan oleh aktivitas tokoh Awan, dimana seperti peristiwa Awan ingin mengganti namanya, ia menjadi seorang Ibu dan memiliki anak yang telah dilamar dan akan menikah. (3) Terdapat proses penambahan dalam novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini ke film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Penambahan banyak dilakukan dengan peristiwa baru dan penambahan tokoh. Namun penambahan peristiwa tidak sebanyak improvisasi pada penambahan tokoh. Penambahan peristiwa dan juga tokoh tidak membuat alur cerita dalam film menjadi buruk, melainkan menjadi lebih bagus dan menarik untuk dinikmati oleh khalayak. Bagian terakhir, yaitu proses perubahan dimana yang terjadi dalam novel ke film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini masih pada hal yang bersubstansi sama dari karya asli tanpa mengubah inti ceritanya. Substansi yang terjadi pada deskripsi peristiwa misalnya perubahan pada sebuah arti kata nyaman itu adalah jebakan. Di dalam novel arti nyaman digambarkan dengan sebuah ruangan kaca. Sedangkan di dalam film, Awan terjebak dengan perasaannya kepada Kale akan tetapi Kale tidak ingin memiliki perasaan yang lebih dari teman

    Generasi 90an / Marchella FP

    No full text

    Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini

    No full text
    200 hlm.; 18 c

    Generasi 90an / Jilid 1

    No full text
    Kebahagian itu sederhana, nostalgia salah satunya, dan di sini mesin waktunya.142hlm.;15x19c

    Generasi 90an : Anak Kemarin Sore / Jilid 2

    No full text
    HALO!!!Kenalin, kami Acel, Lala, da Popi. Banyak yang panggil kami Genk Anak Kemaren Sore. Kamu ditugasin buat menemin Generasi 90an naik mesin waktu.Jadi, buku Generasi 90an yang pertama itu mesin waktu yang bawa kami dari era 90an dan muncul di sini sekarang. Dan ternyata tugas bagi-bagi kebahagiaan sederhana belum selesai, masih banyak kebahagiaan yang mau kita bagiin dan tugas-tugas baru yang lebih seru.Semua yang ada di buku ini adalah lanjutan dari lorong waktu yang pertama, jadi kamu bisa lebih jauh jalan-jalannya!115hlm.;15x19c

    Kamu Terlalu Banyak Bercanda

    No full text
    194 hlm.; 18 c
    corecore