130,856 research outputs found
Maras: A Study of Their Origin, International Impact, and the Measures Taken to Fight Them
The maras, once regarded as a regular street gang in Los Angeles, have increasingly gained the attention of the media and national authorities due to their rapid expansion across the United States, Mexico, and Central America. Eventually, Central American governments began considering the maras, at least in their political discourses, as a threat to national security and thus started implementing measures to specifically combat them. In Honduras, the government reformed the Penal Code and conducted raids. The Salvadoran authorities, on the other hand, passed a law against the maras that ultimately remained in effect for only a couple of months. In Guatemala, the authorities failed to pass a specific law on the maras, but they still carried out massive raids. This book provides an explanation to the origin of the maras and their territorial expansion. It analyzes the measures adopted against them in Honduras, Guatemala, and El Salvador, and compares the results obtained in each country. The particular set of events allows the author to study what happens when three countries with similar cultural backgrounds face the same problem in three different ways: How did the authorities enforce the measures in each country? Did the measures have an impact on national crime rates? How did the maras react to the measures? The answers to these questions will provide guidance to policy makers and a reference to researchers
Saint-Martin-d’Ardèche – Abri du Maras
La campagne 2006 est la seconde année du projet. Deux opérations ont été privilégiées : campagne de sondage à l’abri du Maras ; prospections, contribution à la cartographie des sites et identification de lieux de sondages potentiels. L’abri du Maras est un des sites majeurs de la moyenne vallée du Rhône, avec une séquence de huit niveaux archéologiques reconnus lors des fouilles de R. Gilles et J. Combier dans les années 1940 à 1960. Seule la partie supérieure de la séquence a fait l’objet d’..
S TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS: TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan toponimi atau penamaan dari desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data pada penelitian adalah informasi dari informan yang mengetahui cerita asal terbentuknya penamaan desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan rekam. Langkah-langkah analisis data yaitu (1) transkripsi data, (2) identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) interpretasi data dan (5) kesimpulan. Hasil penelitian bahwa toponimi desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras berdasarkan aspek kategorisasi yaitu (1) Aspek Perwujudan (a) Latar air meliputi Desa Gelombang dan Desa Muara Maras (b) Lingkungan alam meliputi Desa Sendawar, Desa Ketapang Baru dan Desa Jambat Akar. (c)Rupabumi meliputi Desa Karang Dapo, Desa Padang Kelapo, Desa Ujung Padang, Desa Rimbo Besar, Desa Gunung Kembang dan Desa Gunung Bantan.(d)Latar Air dan lingkungan alam meliputi Desa Lubuk Betung, Desa Kembang Mumpo dan Desa Muara Timput. (e)Lingkungan alam dan rupabumi meliputi Desa Padang Peri, Desa Padang Bakung, Desa Talang Alai dan Desa Talang Kemang. (f) Latar Air dan rupabumi meliputi Desa Maras Tengah. (2) Aspek Kemasyarakatan meliputi Desa Karang Anyar dan Desa Talang Beringin. (3) Aspek Kebudayaan meliputo Desa Tedunan dan Desa Pematang Riding. (4) Aspek Perwujudan dan kebudayaan meliputi Desa Genting Juar, Desa Serian Bandung dan Desa Maras Bantan. Penamaan desa pada aspek perwujudan berkaitan dengan kehidupan manusia yang menjadikan bumi tempat berpijak dan lingkungan alam sebagai tempat hidupnya, sedangkan aspek kemasyarakatan berkaitan dengan kehidupan sosial dan interaksi masyarakatnya dan aspek kebudayaan berkaitan dengan budaya atau pola hidup suatu masyarakat yang diwarisi secara turun temurun. Pemberian nama pada suatu wilayah merupakan suatu bentuk usaha manusia dalam memberi informasi tentang wilayah tersebut serta dimaksudkan untuk mempermudah agar wilayah itu bisa dikenali oleh orang lain. Penamaan erat kaitannya dengan peristiwa dan fenomena geografis, serta budaya daerah yang melestarikan nilai dan pentingnya daerah itu sendiri.Abstrak
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan toponimi atau penamaan dari desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data pada penelitian adalah informasi dari informan yang mengetahui cerita asal terbentuknya penamaan desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan rekam. Langkah-langkah analisis data yaitu (1) transkripsi data, (2) identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) interpretasi data dan (5) kesimpulan. Hasil penelitian bahwa toponimi desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras berdasarkan aspek kategorisasi yaitu (1) Aspek Perwujudan (a) Latar air meliputi Desa Gelombang dan Desa Muara Maras (b) Lingkungan alam meliputi Desa Sendawar, Desa Ketapang Baru dan Desa Jambat Akar. (c)Rupabumi meliputi Desa Karang Dapo, Desa Padang Kelapo, Desa Ujung Padang, Desa Rimbo Besar, Desa Gunung Kembang dan Desa Gunung Bantan.(d)Latar Air dan lingkungan alam meliputi Desa Lubuk Betung, Desa Kembang Mumpo dan Desa Muara Timput. (e)Lingkungan alam dan rupabumi meliputi Desa Padang Peri, Desa Padang Bakung, Desa Talang Alai dan Desa Talang Kemang. (f) Latar Air dan rupabumi meliputi Desa Maras Tengah. (2) Aspek Kemasyarakatan meliputi Desa Karang Anyar dan Desa Talang Beringin. (3) Aspek Kebudayaan meliputi Desa Tedunan dan Desa Pematang Riding. (4) Aspek Perwujudan dan kebudayaan meliputi Desa Genting Juar, Desa Serian Bandung dan Desa Maras Bantan. Penamaan desa pada aspek perwujudan berkaitan dengan kehidupan manusia yang menjadikan bumi tempat berpijak dan lingkungan alam sebagai tempat hidupnya, sedangkan aspek kemasyarakatan berkaitan dengan kehidupan sosial dan interaksi masyarakatnya dan aspek kebudayaan berkaitan dengan budaya atau pola hidup suatu masyarakat yang diwarisi secara turun temurun. Pemberian nama pada suatu wilayah merupakan suatu bentuk usaha manusia dalam memberi informasi tentang wilayah tersebut serta dimaksudkan untuk mempermudah agar wilayah itu bisa dikenali oleh orang lain. Penamaan erat kaitannya dengan peristiwa dan fenomena geografis, serta budaya daerah yang melestarikan nilai dan pentingnya daerah itu sendiri.
Kata Kunci: Toponimi, Desa, Kecamatan Semidang Alas Maras.
 
Dal Tumulo Chigi alla Veio dei re
Si ripercorre la storia delle componenti aristocratiche della comunità veiente, dalle fasi formative dell'insediamento al V sec. a.C., attraverso le fonti archeologiche, quelle letterarie e quelle epigrafich
Improved powder X-ray data for cancrinites IV: Franzinite
Improved powder X-ray diffraction �XRD� data for franzinite, the ten-layer member of the cancrinite group of minerals, were obtained using an automated parallel-beam powder diffractometer with a capillary mount. The cell parameters of franzinite were found to be a �12.8976(3) Å, c�26.5040(8) Å, V�3818.2(2) Å3 in space group P321, while the strongest reflections were at 3.725�100�, 3.809�65�, 3.562�56�, 3.586�55�, 2.662�42�, 2.150�31� and 3.302�30� Å. The new results include an increased number of indexed peaks, improved figures-of-merit with respect to PDF 30-1170 and intensities validated by Rietveld refinement
De zetas a maras. Concepções de mafia e crime organizado na América Latina
This paper aims to propose a theoretical definition of the so-called groups Zetas and Maras, as gangs or organized crime groups, susceptible to be featured as new insurgencies. For that purpose, it is resorted to theoretical elements that have been used to portray different mafias, i.e. the Sicilian Mafia, and then a comparative analysis is made of risks and threats posed by these two groups from an asymmetric perspective. All in all, a conclusion is reached that Mexican Zetas have more theoretical elements to be defined as a Mafia, unlike Maras, which must be called a crime organization. Anyway, both Zetas, because of their special power to commit crimes, and Maras, by being non-territorial and by their social characteristics, should be taken into account as regional asymmetric threats.Este artículo pretende realizar una definición teórica de los grupos Zetas y Maras para enmarcarlos como mafias o grupos de crimen organizado, susceptibles de una caracterización de nueva insurgencia. Para esto, se recurre a elementos teóricos planteados para caracterizar diferentes mafias en el sistema internacional, fundamentalmente la mafia siciliana. Posteriormente se analiza, de una manera comparada, los riesgos y amenazas que estas dos agrupaciones plantean desde un punto de vista asimétrico. La conclusión a la cual se llega, es que los Zetas mexicanos tienen más elementos teóricos para ser definidos como una mafia, propiamente dicha, mientras que los Maras son más puramente organizaciones de crimen organizado. No obstante, tanto los Zetas, por su carácter de fuerza especial al servicio del crimen, como los Maras, por su des-territorialidad y características sociales, deben ser tenidos en cuenta como amenazas asimétricas a nivel regional.Este ensaio pretende fazer uma definição teórica dos grupos Zetas e Maras para enquadrá-los como máfias ou grupos de crime organizado, passíveis de caracterização como uma nova insurgência. Para isso, usamos elementos teóricos para caracterizar diferentes máfias no sistema internacional, fundamentalmente, a máfia siciliana. Posteriormente, analisam-se, de uma maneira comparada, os riscos e ameaças que estes dois grupos representam desde um ponto de vista assimétrico. A conclusão estabelecida é que os Zetas mexicanos têm mais elementos teóricos para ser definidos como uma máfia, propriamente dita, enquanto que os Maras estão mais próximos ao crime organizado. No entanto, tanto os Zetas, devido ao seu caráter de força especial ao serviço do crime, como os Maras, por sua não territorialidade e características sociais, devem ser levados em consideração como ameaças assimétricas regionais
TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan toponimi atau penamaan dari desa-desa
di Kecamatan Semidang Alas Maras. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif. Data pada penelitian adalah informasi dari informan yang mengetahui
cerita asal terbentuknya penamaan desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras.
Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan
rekam. Langkah-langkah analisis data yaitu (1) transkripsi data, (2) identifikasi
data, (3) klasifikasi data, (4) interpretasi data dan (5) kesimpulan. Hasil penelitian
bahwa toponimi desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras berdasarkan
aspek kategorisasi yaitu (1) Aspek Perwujudan (a) Latar air meliputi Desa
Gelombang dan Desa Muara Maras (b) Lingkungan alam meliputi Desa
Sendawar, Desa Ketapang Baru dan Desa Jambat Akar. (c)Rupabumi meliputi
Desa Karang Dapo, Desa Padang Kelapo, Desa Ujung Padang, Desa Rimbo
Besar, Desa Gunung Kembang dan Desa Gunung Bantan.(d)Latar Air dan
lingkungan alam meliputi Desa Lubuk Betung, Desa Kembang Mumpo dan Desa
Muara Timput. (e)Lingkungan alam dan rupabumi meliputi Desa Padang Peri,
Desa Padang Bakung, Desa Talang Alai dan Desa Talang Kemang. (f) Latar Air
dan rupabumi meliputi Desa Maras Tengah. (2) Aspek Kemasyarakatan meliputi
Desa Karang Anyar dan Desa Talang Beringin. (3) Aspek Kebudayaan meliputo
Desa Tedunan dan Desa Pematang Riding. (4) Aspek Perwujudan dan
kebudayaan meliputi Desa Genting Juar, Desa Serian Bandung dan Desa Maras
Bantan. Penamaan desa pada aspek perwujudan berkaitan dengan kehidupan
manusia yang menjadikan bumi tempat berpijak dan lingkungan alam sebagai
tempat hidupnya, sedangkan aspek kemasyarakatan berkaitan dengan kehidupan
sosial dan interaksi masyarakatnya dan aspek kebudayaan berkaitan dengan
budaya atau pola hidup suatu masyarakat yang diwarisi secara turun temurun.
Pemberian nama pada suatu wilayah merupakan suatu bentuk usaha manusia
dalam memberi informasi tentang wilayah tersebut serta dimaksudkan untuk
mempermudah agar wilayah itu bisa dikenali oleh orang lain. Penamaan erat
kaitannya dengan peristiwa dan fenomena geografis, serta budaya daerah yang
melestarikan nilai dan pentingnya daerah itu sendiri.
Kata Kunci : Toponimi, Desa, Kecamatan Semidang Alas Maras
Vicanite-(Ce): a new Ca-Th-REE borosilicate from the Vico volcanic district (Latium, Italy)
Vicanite-(Ce), ideally (Ca, REE, Th) As-15(5+) (As0.53+Na0.5Fe3+ Si-6 B-4 O-40 F-7, was found inside a volcanic ejectum collected from a pyroclastic formation of the Vice volcanic complex at Tre Croci, Vetralla (north of Rome), Viterbo province, Italy. The host rock is composed of K-feldspar (high sanidine), plagioclase, clinopyroxene plus minor quantities of magnetite and clinoamphibole. Vicanite-(Ce) occurs in small myarolitic cavities in association with zircon, thorite, thorian uraninite, betafite, thorian hellandite, titanite, antimonian asbecasite, apatite, stillwellite-(Ce), and other unidentified phases. It is found as rare euhedral crystals up to 0.3 mm across, yellowish green in colour; uniaxial (-), epsilon 1.722(2), omega 1.757(2), non pleochroic. The streak is white, and the mineral shows no fluorescence under UV radiation. The crystal chemical formula calculated from electron microprobe analyses, on the basis of 47(O+F) and B fixed to 4 atoms, is: (Ca-8.03 Ce-2.32 La-1.95 Th-1.82 Pr-0.44 Nd-0.28 U-0.19)(Sigma 15.06) (As-0.86(5+) P-0.14)(Sigma 1.00) (As-0.34(3+) Na-0.12)(Sigma 0.46) (Fe0.573+Ti0.05Al0.08)(Sigma 0.67) Si6.07B4 (O-36.57 F-10.43)(Sigma 47). Density is higher than 4.2. The mineral is trigonal and crystallizes in the non-centrosymmetric R3m space group. The refined unit-cell parameters are: a = 10.795(1), and c = 27.336(4) Angstrom, Z = 3 (hexagonal cell). The eight strongest X-ray diffraction lines are [d in Angstrom (I) (hkl)]: 7.70 (50) (012), 4.42 (50) (202), 3.13 (50) (214), 2.993 (100) (027), 2.950 (70) (303), 2.698 (50) (220), 1.839 (50) (3,0,12), 1.802 (50) (2,0,14). The main feature of the structure is the presence of a new polyanion (Si-3 B-3 O-18)(15-). The cell dimensions of vicanite-(Ce) are very close to those of okanoganite-(Y), but the chemical composition is rather different as no Y, Gd, Dy, Sm and Er are present in vicanite-(Ce). The name is for the Vican volcanic complex where the mineral was found. Holotype is deposited in Museo di Mineralogia, Universita di Roma ''La Sapienza'' (MMUR)
- …
