1,721,008 research outputs found
NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMAKNAI KHALIFAH STUDY TERJEMAHAN TAFSIR AL-MISBAH MELALUI KAJIAN HERMENEUTIKA
Abstrak: Tujuan penelitian ini, yakni untuk memberi gambaran yang utuh tentang nilai pendidikan Islam, materi pendidikan Islam, dan metode pendidikan Islam dalam terjemahan Tafsir Al-Misbah. Jenis penelitian ini kepustakaan (library Research), dan hasil penelitian: Munculnya kesadaran kepada setiap individu agar menjalankan fungsinya di muka bumi, Konsep pendidikan yang berlandaskan pada al-Qur’an dan Hadits sebagaimana fungsi al-Qur’an, Cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan, dengan menjadikan Rasulullah saw sebagai idola dalam kehidupan sehari-hari. Abstract: The purpose of this research is to give a whole explanation of Islamic education, Islamic educational material, and Islamic education method in the translation of Tafsir Al-Misbah. This type of research library, and research results: the emergence of consciousness to each individual in order to carry out its functions on the Earth, the concept of education based on the Qur'an and Hadith as the function of the Qur'an, how to That is used to achieve a goal, by making Rasulullah saw as an idol in everyday life
ANALISIS TEKS PENDIDIKAN KLASIK DAN KONTEMPORER Review Buku: Religious Education in Plurality by Robert Jackson
Tujuan karya ilmiah ini yakni menganalisis isi buku Profesor Robert Jackson, pakar pendidikan bertarap internasional. Dimana kontribusinya tak terbantahkan di lapangan dan dicatat sebagai bagian dari rangkaian World Library Educationalist, menggabungkan 43 publikasi dari awal 1990-an dan berakhir 2018. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Studi semacam ini memerlukan penjelajahan perpustakaan (library research), dimana data diperoleh dari buku yang berjudul Religious Education in Plurality, dan artikel serta buku-buku yang terkait dengannya. Studi kepustakaan dan metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data untuk penelitian ini. Temuan dari hasil telaah adalah: Robert Jackson adalah seorang pendidik dan peneliti pendidikan Inggris yang dimana corak pemikirannya bidang pendidikan agama dan antarbudaya di Inggris dan internasional, dan dalam kebijakan pendidikan di tingkat Eropa. Menulis beberapa buku berpengaruh tentang bentuk pendidikan agama inklusif di mana kaum muda belajar bersama tentang keragaman agama dan pandangan dunia, dan telah berkontribusi pada pengembangan kebijakan tentang dimensi agama pendidikan antar budaya untuk Dewan Eropa. Pendidikan agama dalam pluralitas menurut Robert Jackson dapat diimplementasikan dengan dua pendekatan, yaitu; 1). Pendekatan interpretatif (Interpretative Approach); dimana menurutnya pendidikan agama memerlukan pemahaman/pandangan yang lebih berwawasan tinggi tentang kepercayaan (agama) orang lain, yang mengakibatkan sejumlah masalah yang harus diselesaikan ketika menafsirkan teknik dan materi agama. 2). Pendekatan dialogis (Dialogical Approach), dimana pendidikan agama menjadikan manusia memiliki tiga posisi sebagai agent, yaitu mengakui keberadaan mereka sebagai rekan belajar, rekan perancang pembelajaran dan rekan dalam penelitian. Abstract: The purpose of this scientific work is to analyze the contents of Professor Robert Jackson's book, an international education expert. Where his contribution is undeniable in the field and recorded as part of the World Library Educationalist series, combining 43 publications from the early 1990s and ending 2018. This study used a qualitative methodology. Such studies require library research (library research), where data is obtained from a book entitled Religious Education in Plurality, and articles and books related to it. Literature study and documentation methods were used to obtain data for this research. The findings of the study are: Robert Jackson is a British educator and educational researcher whose style of thinking is in the field of religious and intercultural education in the UK and internationally, and in education policy at the European level. Author of several influential books on inclusive forms of religious education in which young people learn together about religious diversity and worldviews, and has contributed to the development of policies on the religious dimension of intercultural education for the Council of Europe. Religious education in plurality according to Robert Jackson can be implemented with two approaches, namely; 1). Interpretative Approach; where according to him religious education requires a more insightful understanding/view of other people's (religious) beliefs, which results in several problems that must be resolved when interpreting religious techniques and materials. 2). Dialogical approach (Dialogical Approach), where religious education makes humans have three positions as agents, namely recognizing their existence as study partners, learning designer partners and partners in research
PENGARUH PENDIDIKAN KEMUHAMMADIYAHAN TERHADAP SIKAP PERILAKU SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH BERAU
Pengintegrasian pendidikan agama dan pendidikan sekuler yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan disaat mayoritas masyarakat muslim menolak berbagai hal yang berbau kolonial merefleksikan kesadaran pentingnya membangun Islam di atas fondasi kemajuan. Oleh karenanya, dalam sejarah perkembangan Muhammadiyah, pendidikan adalah lokomotif kemajuan dan itu sangat relevan dengan konteks dan tuntutan sosiologis bangsa Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survey. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan tentang Pengaruh Pendidikan Kemuhammadiyahan terhadap Sikap Perilaku siswa bidang studi Pendidikan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah Berau. Dari penelitian ini diperoleh: Pertama: Dalam segala aspek-aspeknya bahwa pengaruh Pendidikan kemuhamadiyahan mempunyai pengaruh yang cukup (Cukup Berpengaruh) terhadap Sikap Perilaku Siswa di SMA Muhamadiyah Berau. Kedua: Dari hasil analisis dan dilaporkan secara deskriptif yang menampilkan hasil dalam dalam bentuk verbal kemudian dipersentasekan dengan menggunakan rumus, maka, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Pendidikan Kemuhammadiyahan terhadap Sikap Perilaku Siswa SMA Muhammadiyah Berau adalah cukup berpengaruh. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang kemudian di tabulasi dengan menggunakan peresentasi di interpretasikan dengan menggunakan skala interpretasi yang ditetapkan, maka diketahui angka 2,210 termasuk kedalam kategori cukup baik. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh Pendidikan Kemuhammadiyahan terhadap sikap prilaku Siswa khususnya kelas X dan XI yang diperoleh yakni dapat di kategorikan Cukup Berpengaruh
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA MUHAMMDIYAH MATARAM
Abstrak: Penelitian ini brtujuan untuk meningkatkan hasil belajar sisiwa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learniang (PBL) pada mata pelajaran Kemuhammadiyahan di SMA Muhammdiyah Mataram. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tidakan Kelas (PTK), penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara guru dan observasi. Penelitian ini meliputi empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, obserfasi dan refleksi. Jenis instrumen yang di gunakan untuk menumpulkan data yang digunakan adalah Tes hasil belajar siswa dan lembar pedoman observasi guru dan siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian meneunjukan bahwa menerapan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Abstract: This research aims to improve the results of the learning of students through the implementation of the model learning Problem Based Learniang (LBL) on the subject of Kemuhammadiyahan in the SMA Muhammadiyah Mataram. This type of research is the study of Sleep Class (PTK), the study was conducted collaboratively between teachers and observations. The research includes four stages namely, planning, implementation, obserfation and reflection. The type of instrument that is used to dull the data in use is the student study results test and the teacher and student observation sheet. The obtained Data is analyzed quantitatively to determine the individual's individuation and the classical dictates. The results of the research on the wave that the method of learning Problem Based Learning (LBL) is able to improve student learning outcomes
Cadre As Early Education In Understanding Islam And Muhammadiyah: Pengkaderan Sebagai Pendidikan Awal Dalam Memahami Islam dan Bermuhammadiyah
Collectively cadres are those who have been completed to follow all formal, tested in the informal cadre and have a provision through a non-formal cadre. Their existence is not only expected in the existence of the organization is maintained, but also expected the cadre will still bring the mission of organizational movement to the plenary. The Caderisasi occupies a very strategic position for the survival of Muhammadiyah as a requirement for the Islamic Da'wah and movement of the Islamist ma'ruf nahi munka. It is time for the caderisation to have a sincere attention from all the leadership of Muhammadiyah and the head of Muhammadiyah business charity, especially in West Nusa Tenggara whose condition is different from other regions, must be based on the intention Sincerely to live the Muhammadiyah and not merely seek life in Muhammadiyah as the founder's message the deceased KH. Ahmad Dahlan. Do not happen later that there are people who do not know the origins of the former will become the core player of Muhammadiyah or Muhammadiyah business charity, while people who are long-standing and unquestionably committed He was just the audience
PROBLEMATIKA PENGKADERAN DI PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH MATARAM DALAM PERSPEKTIF NORMA PENGKADERAN MUHAMMADIYAH
This article discusses the problem of cadre formation in Muhammadiyah Mataram universities in the perspective of cadre norms. In full, cadres are those who have been completed in following all formal cadres, tested in informal cadres and have provisions through informal formation. Their existence is not only expected in the existence of the organization to be maintained, but also expected that the cadres will continue to carry out the mission of the organization's movement to the full. This type of research is quantitative explanatory research, with data collection techniques through library research and field work research. The results of the study show that regeneration occupies a very strategic position for the survival of Muhammadiyah as a community and Islamic missionary movement Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Cadreization must be of serious concern from all Muhammadiyah leaders and Muhammadiyah's charitable business leaders, especially in West Nusa Tenggara. The foundation of sincere intention to live Muhammadiyah and not only seek life in the Muhammadiyah as the message of the founder of the late KH. Ahmad Dahlan. The origins of the Kemuhammadiyahan strategic position holder in the Muhammadiyah charity business must be directly proportional to the cadre process that has been traversed on the basis of commitment and the complete and complete cadre norm.Keywords: cadre norms; cadre problems; Muhammadiyah universities.Artikel ini membahas tentang problematika pengkaderan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Mataram perspektif norma pengkaderan. Secara utuh kader adalah mereka yang telah tuntas dalam mengikuti seluruh pengkaderan formal, teruji dalam pengkaderan informal dan memiliki bekal melalui pengkaderan non formal. Keberadaan mereka bukan saja diharapkan dalam eksistensi organisasi tetap terjaga, melainkan juga diharapkan kader tetap akan membawa misi gerakan organisasi hingga paripurna. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui library research dan field work research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaderisasi menempati posisi yang sangat strategis bagi kelangsungan hidup Muhammadiyah sebagai sebuah persyarikatan dan gerakan Islam dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Kaderisasi menjadi perhatian yang sungguh-sungguh dari segenap pimpinan Muhammadiyah dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah, terutama di Nusa Tenggara Barat. Landasan niat yang tulus untuk menghidup-hidupkan Muhammadiyah dan tidak semata mencari hidup dalam Muhammadiyah sebagaimana pesan sang pendirinya almarhum KH. Ahmad Dahlan. Asal-usul kemuhammadiyahan pemegang jabatan strategis di amal usaha Muhammadiyah harus berbanding lurus dengan proses pengkaderan yang telah dilalui atas dasar komitment dan norma pengkaderan secara tuntas dan paripurna.Kata kunci: norma pengkaderan; perguruan tinggi Muhammadiyah; problematika pengkaderan
Pertunjukan Mappadendang dalam upacara Ma’doja Bine di desa Cabange kabupaten Soppenng (Suatu Tinjauan Etnomusitologi).
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bentuk dan fungsi pertunjukan Mappadendang dalam upacara Ma’Doja Bine. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, catat/pencatatan dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik deskriptif kualitatif, adapun pokok permasalahan yang dikaji yakni : (1) Bagaimana bentuk pertunjukan Mappadendang dalam upacara Ma’Doja Bine di desa Cabbenge Kabupaten Soppeng. (2) Apa fungsi pertunjukan Mappadendang dalam upacara Ma’Doja Bine di desa Cabenge Kabupaten Soppeng.
Dari hasil penelitian tentang Mappadendang dalam upacara Ma’doja Bine di desa Cabange kabupaten Soppenng (Suatu Tinjauan Etnomusitologi) dapat disimpulkan bahwa bentuk pertunjukan Mappadendang dalam upacara Ma’Doja Bine ini merupakn bentuk kegiatan Mappadendang yang dilakukan pada saat upacra menjelang tanam padi atau pembibitan. Pertunjukan ini dilakukan pada malam hari, yakni pada pukul 08.00 – 11.00. Pertunjukan ini dilakukan secara berkelompok, terdiri dari atas kelompok putra dan putri, tiap kelompok mempunyai fungsi dalam mengatur irama. Kelompok putra disebut Ambo padendang terdiri dari atas 5 (lima) orang Pasere 3 orang yang menumbuk ujung lesung yang berarti tanda untuk memulai Mappadendang dan 2 orang memainkan gendang. Kelompok putri disebut Indo Padendang terdiri atas 4 (empat) orang. Adapun fungsi Pertunjukan Mappadendang dalam upacara Ma’doja Bine di desa Cabange kabupaten Soppenng, secara khusus ada 3 yakni sebagai sarana upacara ritual, hiburan, dan sarana sosial. sedangkan jika dikaitkan dengan teori Alan P Merriam ada 5 yakni, sebagai pengungkapan emosional, penghayatan etis, hiburan, komunikasi, reaksi jasmani dan pengesahan lembaga sosial
PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ATEMATIKA SISWA KELAS V MIN 2 LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Abstrak: Dalam penelitian ini masalah yang ingin dijawab adalah bagaimana penggunaan media bangun ruang tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V MIN 2 Lombok Barat tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini menggunakan tindakan kelas. Dengan model sikus yang berulang dan berkelanjutan. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan II siklus. Tiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Sabjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MIN 2 Lombok Barat yang berjumlah 24 orang. Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar materi bangun ruang. Instrumen yang digunakan berupa soal tes, lembar observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengguanaan media bangun ruang tiga dimensi pada mata pelajaran Matematika mampu peningkatan hasil belajar siswa. Hal inidapat dilihat dari meningkatnya nilai siswa materi bangun ruang sebelum dan sesudah diberi tindakan. Dilihat dari rata-rata nilainya dari prasiklus sebesar 59,3, Siklus I sebesar 69,3 dan siklus II sebesat 77,5 dengan presentase ketuntasan pada prasiklus menccapai 41,6 %, silus I mencapai 66,6 %, dan Siklus II mencapai 91,6 %. Abstract: In this research issue that wants to be answered is how the use of media to build three-dimensional space can improve student learning outcomes V MIN 2 class West Lombok year lesson 2017/2018. This type of research uses class actions. With repeated and continuous sicus models. This class action research is done with the II cycle. Each cycle is a series of activities consisting of 1) planning, 2) Implementation of action, 3) observation, and 4) reflection. Sabjek in this study is a student at V MIN 2 West Lombok, a total of 24 people. The object in this study is the outcome of learning spatial building material. The instruments used are test questions, observation sheets and documentation. The obtained Data is analyzed in a quantitative descriptive. The results of this study showed that the media successfully to build three-dimensional space on the subject of mathematics is able to increase student learning outcomes. This can be seen from the increasing grades of material students waking up space before and after being given action. Judging from the average of the value of the Prasiklus 59.3, cycle I of 69.3 and cycle II at the 77.5 with a percentage of the submission of the prasiklus reached 41.6%, Silus I reached 66.6%, and cycle II reaches 91.6%
The Multicultural Islamic Education at Muhammadiyah University of Mataram
This study aimed to determine the responses of non-Muslim students to AIK (Al-Islam and Kemuhammadiyahan) learning materials and the factors behind their responses to AIK learning. This quantitative field research applied a case study model where the respondents and the sample in this study were non-Muslim students at the Faculty of Social and Political Sciences (Fisipol) University of Muhammadiyah Mataram (UMMAT), which were taken through a systemic purposive sampling. After that, the data collection was carried out using closed and mixed questionnaires. Then all data were analyzed using percentile descriptive statistical analysis techniques and drawn to a conclusion using deduction and induction methods. The results of this study were first: the response of non-Muslim students to Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) learning materials was very positive by attending all meetings held by AIK lecturers, both online and offline meetings. This is evidenced by the data processing results showing that the majority of students stated that they were satisfied as much as 62%, while 8% said they were very satisfied, and as many as 30% said they were quite satisfied. Second, the factors behind the response of non-Muslim students to AIK learning are: 1) campus policies that require all students, both Muslim and non-Muslim, to take AIK courses, 2) awareness that arises in students to know Islam more even though in the end it did not become their belief, 3), the desire to realize the nature of religious tolerance in fellow students on the UMMAT campus
Eksplorasi Konsep Moderasi dan Toleransi dalam Ajaran Kemuhammadiyahan: Implikasi untuk Harmoni Antaragama
This research aims to explore the concepts of moderation and tolerance within the teachings of Kemuhammadiyahan and their implications for interreligious harmony. The research method employed is Systematic Literature Review, gathering literature from Scopus, DOAJ, and Google Scholar databases with publications spanning from 2014-2023. The findings indicate that Kemuhammadiyahan teachings play a significant role in shaping religious identity and promoting peaceful coexistence amidst religious diversity. The concepts of religious moderation and tolerance, being the central focus of these teachings, provide a strong foundation in countering extremism, fostering inclusivity, and building harmony within society. Religious education based on Kemuhammadiyahan principles serves as the primary means to internalize the values of moderation and tolerance among students, with educational institutions and teachers playing vital roles in facilitating this process. The implications of this research can contribute significantly to strengthening the role of Kemuhammadiyahan teachings in building an inclusive, tolerant, and peaceful society, and serve as a basis for further research in exploring effective strategies to enhance understanding and acceptance of moderation and tolerance values among the public
- …
