1,721,002 research outputs found

    KOMPONEN-KOMPONEN AKREDITASI PROGRAM DIPLOMA VOKASIONAL

    No full text
    Proses akreditasi merupakan penilaian terhadap komponen-komponen yang memegang peranan penting dalam penyelenggaraan program diploma untuk mencapai kualitas pendidikan sesuai dengan standar atau ketentuan yang telah ditetapkan, dan sesuai pula dengan karakteristik program pendidikan diploma. Komponen-komponen tersebut merupakan komponen kegiatan sehari-hari yang berlaku di setiap lembaga pendidikan. Proses akreditasi program diploma yang dimaksudkan adalah akreditasi terhadap lembaga penyelenggara program diploma tersebut yang meliputi beberapa program studi tingkat diploma satu sampai dengan diploma empat.   Keywords: komponen akreditasi, Program Diplom

    Pengembangan Model Pembelajaran Berbantuan Komputer pada Sekolah Menengah Kejuruan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan: (1) Mengembangkan secara sistematis model pembelajaran berbantuan komputer; (2) Mengintegrasikan beberapa metode pembelajaran dalam pengembangan model pembelajaran berbantuan komputer di SMK; (3) Mengintegrasikan teori belajar konstruktivis ke dalam model pembelajaran berbantuan komputer; (4) Mengembangkan model pembelajaran berbantuan komputer pada Sekolah Menengah Kejuruan yang memenuhi syarat validitas, praktikalitas, konsistensitas. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan program keahlian pemanfaatan energi listrik pada Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi yang memiliki program diklat Teknik Listrik/Elektro. Penelitian ini dilaksanakan pada tiga SMK Negeri di Makassar dan Gowa. Tahapan pengembangan berlangsung pada empat level yang dimulai dari level client system, level instructional system, level lesson plan dan level material development. Setiap level berisi aktivitas identifikasi masalah, analisis masalah, desain, implementasi dan evaluasi. Produk yang dihasilkan dari tahapan-tahapan tersebut divalidasi kepada ahli media dan ahli materi dengan ujicoba perseorangan, ujicoba kelompok kecil dan ujicoba yang diperluas. Untuk menentukan validitas, kepraktisan dan konsistensi PBK, dilakukan analisis dengan menggunakan Percentage of Agreements antar penilai, konsistensi PBK yang dikembangkan, dapat dilihat konsistensi hasil penilaian yang dilakukan oleh subjek coba. Konsistensi hasil penilaian dapat diketahui dari tingginya koefisien korelasi hasil penilaian yakni kesamaan kesepakatan antar penilai dalam pemberian skor terhadap unjuk kerja objek penilaian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Langkah-langkah sistemastis pengembangan model pembelajaran berbantuan komputer di SMK diawali dengan adanya studi pendahuluan berupa analisis kebutuhan yang dilakukan pada client, selanjutnya tahap disain sistem pembelajaran dan rencana pembelajaran, setelah itu dilakukan material development. Dalam tahap pengembangan materi dipersiapkan seluruh perangkat yang akan digunakan dalam penulisan program. Penulisan program menghasilkan produk prototipe awal yang divalidasi ke pada ahli media dan ahli materi, perbaikan dilakukan setelah adanya masukan dari para ahli. Selanjutnya diujicobakan kepada subjek coba dengan tiga tahap yaitu kelompok perorangan, kelompok kecil dan kelompok yang diperluas. Pada setiap akhir ujicoba dilakukan revisi sesuai hasil penilaian subjek coba; (2) Perangkat yang dihasilkan dari pengembangan PBK ini antara lain: Model Pengembangan PBK; tabel kompetensi mata diklat MMPK-EM, MMPK-EL MMPK-PLC; Silabus-PBK mata diklat MMPK-EM, MMPK-EL MMPK-PLC; RPP-PBK mata diklat MMPK-EM, MMPK-EL MMPK-PLC; Modul mata diklat MMPK-EM, MMPK-EL MMPK-PLC; Flowchart PBK; Storyboard; dan prototipe produk CDI; (3) Pengintegrasian metode pembelajaran dalam pengembangan model PBK di SMK dilakukan melalui strategi yang ada pada PBK yaitu tutorial, drill & Practice, games, Problem Solving, Simulation, dan Testing; (4) Pengintegrasian teori belajar konstruktivisme ke dalam model PBK di SMK dilakukan melalui interaktivitas program PBK yang dikembangkan dalam bentuk CD Interaktif; (5) Tanggapan pengguna terhadap produk PBK mata Diklat MMPK-EM, MMPK-EL dan MMPK-PLC pada: (a) Aspek Pembelajaran adalah sangat baik; (b) Aspek Materi/Isi adalah sangat sesuai; (c) Aspek Tampilan adalah sangat menarik; dan (d) Aspek Pemrograman adalah sangat baik; (6) Model pembelajaran PBK yang dikembangkan sudah memenuhi validitas, kepraktisan dan konsistensi; (7) Tanggapan siswa terhadap strategi dalam PBK seperti yaitu tutorial, drill & Practice, games, Problem Solving, Simulation, dan Testing adalah sangat baik; (8) Pengembangan media pembelajaran berbantuan komputer dapat dibangun dengan perangkat lunak macromedia flash, macromedia fireworks, macromedia director, yang diintegrasikan dengan perangkat lunak pihak ketiga; (9) Setiap tahapan ujicoba dilakukan revisi dengan hasil yang baik

    Pengembangan Aplikasi Sistem Pengelolaan Data Penelitian Di Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makassar

    No full text
    Abstract: The fact still difficult obtaining accurate data about the history of research lecturers UNM, the titles of studies that have been done, that finance institution, funding year, the amount of funding is often confusing. Moreover, if the data was needed example for stuffing the study program accreditation forms in which the lecturer is located, is still very difficult to obtain. This study aims to develop information systems for administrating data at research institutions in the State University of Makassar. This study uses a model type of R & D (Research and Development), the method of the System Development Life Cycle (SDLC). Research results generated in the form of a software built using web programming server to establish data management systems for research studies especially those of non-tax revenues in the Research Institute of the State University of Makassar

    The Prototype Electrical Control Devices Based On Smart Relay Arduino

    No full text
    There are many losses caused by the installation and control of the electrical system in a building / home that was not true. This research aims to create a prototype instrument control relay based intelligent arduino (according to application design and design of electrical installations), which can control and secure the electrical devices (KKB, water pump machine, tv, lights and MCB), contained in a building / home, so avoid the danger of a short circuit, a fire, and also it is more efficient in the use of electrical energy. the results showed that the prototype device that made a good job, so it can secure and control all electrical devices contained in a building / home, either from close range or from a distance using a smartphone

    ANALISIS PENERANGAN PADA RUANGAN DI GEDUNG PROGRAM PASCASARJANA UNM MAKASSAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui intensitas penerangan alam pada ruangan di gedung program pascasarjana UNM Makassar; (2) Mengetahui  intensitas penerangan buatan pada ruangan di gedung program pascasarjana  UNM Makassar; (3) Mengetahui kesesuaian intensitas penerangan pada ruangan di gedung program pascasarjana  memenuhi standar SNI, Menkes, dan standar UNEP; (4) Merancang penempatan lampu, jumlah lampu, intensitas cahaya pada ruangan di gedung program pascasarjana  yang memenuhi standar SNI, Menkes, dan standar UNEP. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskrptif, yang akan mendeskripsikan hasil pengukuran intensitas penerangan pada ruangan-ruangan di gedung program pascasarjana UNM Makassar. Selain itu juga akan dihitung sistem penerangan yang ideal, yang sesuai dengan standar SNI, Menkes dan UNEP, dengan demikian penelitian ini juga dapat dikelompokkan ke dalam jenis penelitian evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) intensitas penerangan pada siang hari (alam) pada ruangan di PPs UNM 20,83% Tidak Baik, 37,50% Kurang Baik, 25,00% Baik, dan 16,67% Sangat Baik; (2) intensitas penerangan buatan menggunakan penerangan lampu listrik 78,9% dalam kategori Tidak Baik, dan 21,1% kategori Kurang Baik; (3) untuk kondisi pencahayaan alam dengan mengandalkan cahaya matahari pada siang hari telah memenuhi standar sebesar 41,67%; (4) Intensitas penerangan yang baik untuk ruangan kelas adalah lebih besar dari 250 lux, dan sangat baik jika berada di atas 500 lux

    Damage Diagnosis Induction Motor Based on Fuzzy Logic

    No full text
    Abstract: There is a prototype of an intelligent software madebased on fuzzy logic that can diagnose damage/fault of 1 phase induction motor caused by sound (noise), speed, current, voltage and unstable temperature. The findings of this research revealedthat: (1) the intelligent software made had worked properly as expected by the industry companies (PT. Semen Tonasa, PT.IKI, CV. General Electric Workshop, Lab.of UPTD BPPT South Sulawesi Province, Lab. of Electrical Engineering Department and Computer of Faculty of Engineering UNM), which was to describe the types of faults suffered by 1 phase induction motor so that it could be quickly resolved, (2) the diagnostic system tested in the industry had successfully detected types of faults suffered by 1 phase induction motor against the effect of current, voltage, speed, noise and unstable temperature. It was described by the inference technique with fuzzy inputapplied of which the result described that the primary coil insulationalready pared, the bearing of the machine was still normal, the additional coils had been burned, and the condition of the capacitors already melted, (3) the intelligent software made could detect 55 and 3125 types of faults, (4) the software made was flexible which means that new input can be added to the facility related to causes of damages/faultssuffered by induction machine

    Development of E-Learning Based Poodle (Portable Moodle) for Computer and Basic Network Subject at Vocational High School

    No full text
    Abstract: The purpose of this study was to (1) develop E-Learning based Poodle (Portable Moodle) for Computer and Basic Network Subject (2) produce E-Learning based Poodle (Portable Moodle) on Computer and Basic Network Subject which is valid, practical and effective. In designing learning media, researchers using ADDIE development model. The resulting product is a developed media-based learning E-Learning Poodle (Portable Moodle) equipped with a guide book. This research conducted at SMK Negeri 1 Pangkep in Class X (Ten). The test subjects in this study consist of three students on one to one trial, Five students at the small group trial, twenty students on field trials, and a teacher and two observers in field trials. Instruments used in collecting the data are observational documents, questionnaire, documentation, and test. The results of this study, namely; (1) the process of learning development Poodle-based E-Learning refers to the ADDIE models that analyze, design, development, implementation, and evaluation; and (2) the product produced in the form of E-Learning based Poodle which is a valid, practical, and effective media of learning Computer and Basic Network Subject in SMK Negeri 1 Pangkep. The collected data were analyzed using descriptive techniques. Results showed that the products produced in the form of E-Learning based Poodle are valid, practical, and effective to be used as a medium of learning in computer and basic network subject in SMK Negeri 1 Pangkep

    Penggunaan Alat Pengayak Bubuk Kopi Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Arduino Nano

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan alat pengayak bubuk kopi berbasis mikrokontroler menggunakan arduino nano. Penelitian ini merupakan penelitian rekayasa rancang bangun alat pengayak kopi. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian alat pengayak bubuk kopi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengayak bubuk kopi berbasis mikrokontroler menggunakan arduino nano menghasilkan rata-rata 127,3 g bubuk kopi dalam 5 menit, rata-rata 137,7 g dalam 10 menit, dan rata-rata 156,3 g bubuk kopi dalam 15 menit, sedangkan ayakan manual dengan tangan manusia mengahsilkan rata-rata 131,7 g bubuk kopi dalam 5 menit, rata-rata 145,3 g dalam 10 menit dan rata-rata 176,7 g bubuk kopi dalam 15 menit dengan input 300 g bubuk dalam sekali ayakan
    corecore