403 research outputs found
EKSPLORASI ANYAMAN MANIK KALIMANTAN DAN SULAM TAPIS LAMPUNG DALAM KARYA SENI
Proses penciptaan karya tugas penciptaan ini terinspirasi dengan proses teknik anyaman manik Kalimantan dan sulam tapis Lampung. Teknik tersebut merupakan warisan kebudayaan asli Indonesia yang sering digunakan untuk membuat produk kerajinan khas daerah masing-masing. Di dalam proses perwujudan dan motifnya terkandung nilai-nilai tinggi yang bermakna positif. Penciptaan karya ini menggunakan pendekatan semiotika dan estetika. Perpaduan seni sulam tapis Lampung dan anyam manik-manik Kalimantan di dalam karya ini menjadikan sebuah keindahan baru yang unik. Proses perwujudan mengunakan teknik sulam tapis, sulam payet dan anyaman manik. Bahan utama yang digunakan adalah kanvas, benang sulam, benag rajut, benang katun, benang jahit dan manik-manik. Bahan pendukungnya adalah kulit kayu, kain beludru, dan berbagai macam aksesoris. Karya penciptaan ini menghasilkan satu karya alternatif dan empat karya populer. Konsep karya alternatif adalah kearifan lokal Nusantara yaitu wanita Dayak. Karya populer merupakan karya aplikasi anyaman manik Kalimantan pada busana yang terdiri dari dua kategori yaitu busana pria dan busana wanita. Bentuk visual karyanya berupa motif icon superhero dunia seperti, superman, batman, wonderwoman dan avengers. Salah satu kategori busana motifnya dikombinasikan dengan motif suku Dayak. Kata kunci: Anyaman Manik Kalimantan, Sulam Tapis Lampung, Karya Kriya alternatif, karya Kriya Populer This creating process was inspired by the beads care work of Borneo and tapis Lampung embroidery. This technique is the original Indonesia Heritage wich is often used for making handicraft of each area. The process of actualization and its motif exist the high positive value.This result is used the semiotic and aesthetic approach. The blending art process between tapis Lampung embroidery and beads cane work of become a new unique beauty art. The actualization process used tapis embroidery, payet embroidery and beads cane work. The primary material is applied in this art are canvas, embroidery thread, embroidery pout, cotton thread, thread and beads. The secondary material are barks, veluet and various accessories.The result of this works are an alternative work and four popular works. The alternative concept was taken from the Indonesian local heritage. It come froms the Borneo women of Dayak. Beside that, the popular works is an applied art of beads cone work in a cloth. It consists of two categories men cloth and woman cloth. The visual from of th work are the famous icon superhero world like superman, batman, wonderwoman and avengers. One of then cloth motif categories is combined by the motif of Dayak tribe. Key word: cane work of Borneo, tapis Lampung embroidery, alternative craft artwork, popular craft artwor
Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Ekonomi Lokal dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat(Studi Pada PengembanganIndustri Kreatif Kerajinan Manik-manik Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupate
Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Ekonomi Lokal dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat pada Industri Kerajinan manik-manik dilatarbelakangi pada upaya dan usaha pengembangan industri kreatif manik-manik dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pengrajin manik-manik. Pengembangan perlu dilakukan pengkajian untuk menangkap masalah masalah di dalam proses pengembangan industri kreatif manik-manik yang juga mengacu pada Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kreatif. Melalui pengembangan ini diharapkan sebuah perubahan dalam menjawab tantangan global perdagangan yang khususnya pada produk manik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pengembangan industri kreatif manik-manik melalui prinsip pembangunan ekonomi lokal dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pengrajin manik-manik. Selain itu juga ingin mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari adanya sebuah pegembangan. Sedangkan Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan fokus penelitian pada pengembangan Industri kerajinan manik-manik. Pengembangan industri kreatif manik-manik dalam meningkatkan pendapatan masayarakat melalui kajian pembangunan ekonomi lokal dengan dilihat dari prinsip-prinsipnya yaitu prinsip ekonomi, prinsip kemitraan, dan juga prinsip kelembagaan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui prinsip pembangunan ekonomi lokal yang diturunkan menjadi aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai acuan didalam pengembangan industri manik-manik yang berbasis ekonomi lokal. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah pengembangan industri kreatif manik-manik dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dilihat melalui prinsip pembangunan ekonomi lokal dengan melihat kondisi dilapangan yaitu pada industri kreatif manik-manik sudah dapat dikatakan baik dalam upaya dan proses pengembangannya melalui kerjasama diantara para stakeholders yang ada. Upaya pengembangan ini harus melihat permasalahan-permasalahan dan faktor penghambat yang ada di dalam proses pengembangannya. Kerjasama diantara para stakeholders lebih ditingkatkan sehingga timbul sinergitas yang lebih baik dalam upaya pengembangan industri kreatif manik-manik berbasis ekonomi lokal dalam meningkatkan pendapatan masyarakat
The use of satellite beacon TEC data from GRBR campaign-based observations for ionosphere tomography over West Java Indonesia
The experiment of ionospheric tomographic reconstruction using satellite beacon TEC data from two or more adjacent GRBR observation stations following equatorial latitude and longitude have been conducted on campaign-based observation in Sumedang, Pameungpeuk and Indramayu West Java on 2016 and 2017. The reconstruction technique utilized is a simple algebraic reconstruction technique (ART). The result obtained is the ionosphere electron density distribution along the longitude of 108 degrees East over the area of West Java and Indonesia. The ionosphere electron density parameters obtained from the IRI-2012 Model were used as the initiation to construct ionospheric tomographic reconstruction. The validation performed by correlating foF2 from the ionospheric tomographic reconstruction with foF2 obtained from ionosonde observation at Sumedang station, one of the GRBR observation sites shows that corresponded to the correlation coefficient value of 0.8665, with a bias frequency of 1.386 MHz, whereas the correlation with the maximum electron density value obtained from the IRI-2016 model gives a correlation coefficient value of 0.8958. a bias frequency of 1.386 MHz, whereas the correlation with the maximum electron density value obtained from the IRI-2016 model gives a correlation coefficient value of 0.8958.Hlm.85-9
Corrigendum/ Erratum/ Retraction
Retraction to:
Timbul. (2013). Pesantren Sebagai Pusat Peradaban Pendidikan Islam: Pengalaman Indonesia untuk Asia Tenggara. EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal), 1(2), 182–208. Retrieved from https://ejournal.staim-tulungagung.ac.id/index.php/edukasi/article/view/9
This article has been retracted by the publisher based on the following reason:
This is based on the original author's report and the author's acknowledgement that by plagiarising the editor that the author committed an ethical violation of the publication. The author acknowledges that he has plagiarised other writers' scripts. Plagiarism articles have been published in EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan (Publisher: the Center for Research and Development of Religious Education [Puslitbang], Agency of Religious Research and Development, Education and Training [Balitbang and Diklat], The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia) Vol. 8 Issue 2 August (2010) (https://jurnaledukasikemenag.org/index.php/edukasi/article/view/104)
This article has followed the procedures that apply to journal management. The author has received the review results and has improved the article according to the review result.One of the conditions of submission of a paper for publication in this journal is that authors declare explicitly that their work is original and has not appeared in a publication elsewhere, and also not considered by another journal. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes an extreme view on this matter, and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission process
Standarisasi Ozon Di Khatulistiwa Sebagai Model Distribusi Ozon Wilayah Tropis Indonesia
Hlm. 82-9
Analisis Interferensi Frekuensi Radio Untuk Optimalisasi Konfigurasi Frekuensi Spektrometer Callisto
Spektrometer Callisto (Compound Astronomical Low-frequency, Low-cost Instrument for Spectroscopy in Transportable Observatories) dirancang untuk bekerja pada rentang frekuensi yang lebar antara 45-870 MHz, dibagi dalam sejumlah kanal yang diinginkan setiap detiknya dengan menetapkan konfigurasi frekuensi (frequency configuration). Dalam kenyataannya, penetapan konfigurasi frekuensi ini sangat tergantung pada kondisi kepadatatan penggunaan frekuensi radio di lokasi pengamatan, yang dapat diketahui dari pengukuran interferensi frekuensi radio atau Radio Frequency Interference (RFI). Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis pengukuran RFI di lokasi pengamatan untuk memperoleh konfigurasi frekuensi Callisto yang optimal dan untuk meningkatkan kualitas penerimaan Callisto sehingga pengamatan emisi radio matahari dapat dilakukan dengan lebih baik. Metoda yang dilakukan adalah melakukan pengukuran penggunaan spektrum frekuensi radio secara teratur pada perioda tahun 2015, mengolah data hasil pengukuran RFI secara statistik, mengidentifikasi interferensi (transmisi) radio yang dominan untuk suatu periode waktu tertentu. Selanjutnya dengan mengeliminir frekuensi radio yang mengalami interferensi kuat pada rentang frekuensi kerja Callisto, dapat ditetapkan konfigurasi frekuensi yang paling optimal pada pengamatan Callisto. Selain itu, interferensi pada pita frekuensi yang sudah dialokasikan untuk penelitian antariksa dan astronomi pada rentang frekuensi tersebut dapat dilaporkan ke otoritas pengelola frekuensi..Hal.26-33 : ilus
Evaluasi Data TEC Dari Jaringan Penerima Radio Beacon Satelit Di Indonesia
A network of receiver system based on satellite radio beacon has been installed at Kototabang (0,2 S, 100,32 E), Pontianak (0,05 S, 109,25 E), Manado (1,2 N, 124,6 E), and Biak (1,08 S, 136,05 E) Indonesia. System is operated simultaneously in a group of a network to receive real time data from different direction, depend on satellite position. Observation is carried out in order to get Total Electron Content (TEC) data over equatorial Indonesia, which can be use for ionospheric studies, i.e. mapping of electron densities distribution over equatorial Indonesia and low latitude by using beacon TEC data. This paper reports measurement system, network configuration and condition, beacon TEC data obtained from the satellites pass on equatorial orbit, for example CNOFS and on polar orbit, for example COSMOS and its evaluation by comparing time to receive data among the receiving stations for each satellite, which can be use to estimate ionospheric TEC. Results show data obtained from the satellite on equatorial orbit or polar orbit, the over lapping time around 5 - 9 minutes between each station. In conclusion, the beacon TEC data can be used for mapping of electron densities distribution over equatorial Indonesia.Hal. 497-50
Radio Beacon Satellite Receiver Network For Ionospheric TEC And Scintillation Measurement In Indonesia Equatorial Region
Characteristics of the ionosphere which is usually represented by Total Electron Content (TEC) is very important for communications, satellite navigation and also aerospace vehicles. The ionospheric scintillation is often cause effects on communications with satellite, and also on GPS performance. Recently, a series of new developed measurement system called GNU-radio beacon receiver (GRBR) designed to measure the ionospheric TEC and scintillation have been installed atKototabang (0.2 o S, 100.32 o E), Pontianak (0,05 o S, 109,25 o E), Manado (1,2 o N, 124,6 o E), and Biak (1,08 o S, 136,05 o E) Indonesia. This is the first GRBR network established for TEC and scintillation measurement in Indonesia equatorial region. The series of GRBR operated simultaneously, especially when bundled in a network along equator will become a valuablecompliments for the ionospheric observation facilities installed at Kototabang such as EAR, VHF Radar, Ionosonde, GPS receiver, etc., will be very useful for ionospheric studies especially in equatorial area and low latitude. The open source software and hardware, GNU radio and Universal Software Radio Peripheral (USRP), have been used to develop the system measurement to receive radio beacon satellite signal of 150 and 400 MHz. Detail of the network, description of the system,and the first result of simultaneous experiment along the network will be reported and discussed in this paper.Hal. 281-28
- …
