250 research outputs found
KUALITAS TANAH PADA LAHAN YANG TERKENA DAMPAK LUAPAN AIR LAUT
Budidaya pertanian di lahan pesisir pantai di Desa Kepanjen Kabupaten Jember sudah lama dilakukan dan terus mengalami perluasan. Akan
tetapi banyak permasalahan yang timbul sehingga menyebabkan lahan tersebut menjadi tidak produktif lagi. Lahan pesisir Desa Kepanjen
Kecamatan Gumukmas pada tahun 2001 masih berproduksi dengan maksimal yang bisa digunakan untuk budidaya tanaman pangan
ataupun hortikultura, akan tetapi setelah rusaknya kelep penahan air laut maka lahan tersebut tidak mampu berproduksi dengan maksimal.
Lahan pertanian milik warga yang seluas kurang lebih 800 hektar menjadi tidak bisa berproduksi kembali. Diduga karena luapan air laut
yang banyak mengandung unsur Na yang membuat lahan tersebut menjadi salin. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mempelajari
kualitas tanah pada lahan yang terkena luapan air laut selama 13 tahun tersebut apakah kualitas tanahnya mendukung untuk produksi
tanaman pangan atau hortikultura. Penentuan kualitas tanah dilakukan dengan metode Pryncipal Component Analysis (PCA). Penentuan
jenis tanaman pangan yang sesuai dicocokan dengan menggunakan buku kesesuaian lahan FAO tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kualitas tanah pada lokasi penelitian berada pada katogori sedang – baik. Akan tetapi karena salinitas yang tinggi menyebabkan
kesesuaian lahan untuk tanaman pangan (Padi) pada lahan tersebut menjadi tidak sesuai (N)
Penyiapan lahan; Pemupukan; Usaha konservasi lahan.
Tanah merupakan sumberdaya penting dalam bidang perkebunan serta dalam lingkungan alam. Pengelolaan tanah dan air merupakan
kunci keberhasilan produksi tanaman Kopi. Tujuan pengelolaan tanah adalah untuk mengatur pemanfaatan sumber daya tanah secara
optimal untuk mendukung produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan tanah dan air pada budidaya
tanaman kopi milik Perkebunan BUMN (PTPN XII), Perkebunan Swasta (PT. Kalijompo), dan Perkebunan Rakyat (Banjarsengon) serta
dampaknya pada produktivitas tanaman kopi Robusta. Penelitian dilakukan dengan metode investigasi terhadap pengelola perkebunan
tentang hal-hal yang berkaitan dengan sistem pengelolaan lahan dan metode survei dengan melakukan pengambilan sampel tanah yang
dilanjutkan dengan analisis tanah di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember. Data yang diperoleh dianalisis dengan
statistik secara deskriptif dan selanjutnya dilakukan pengkajian keterkaitannya dengan budidaya tanaman Kopi Robusta yang berada pada
kebun kopi milik BUMN, perkebunan Swasta, dan Perkebunan Rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan tanah pada
ketiga lokasi penelitian memiliki perbedaan dari segi jenis tanaman penaung, penyiapan lahan, pemupukan, dan usaha konservasi lahan.
Perbedaan jenis pengelolaan lahan diindikasikan menjadi penyebab perbedaan produktivitas tanaman Kopi Robusta di setiap kebun.
Produktivitas tanaman Kopi Robusta yang paling tinggi berada pada Kebun Kopi Rayap – PTPN XII 560,22 kg ha-1, kemudian pada PT.
Kalijompo 301,67 kg ha-1, produksi paling rendah terdapat pada Kebun Rakyat Banjarsengon dengan 97,50 kg ha-
Keanekaragaman Meso-Makrofauna Tanah dan Sifat–Sifat Fisika Kimia Tanah Pada Beberapa Penggunaan
Penggunaan lahan hutan, tegal dan sawah di Desa Sumbermalang Kecamatan Wringin Bondowoso mempunyai
keragaman vegatasi dan tanah. Keragaman vegatasi dan tanah dapat menyebabkan adanya keanekaragaman mesomakro
fauna yang berbeda. Penelitian bertujuan untuk mempelajari indeks keanekaragam meso-makro fauna tanah
pada beberapa penggunaan lahan di Desa Sumbermalang dan mengetahui hubungan indeks keanekaragaman mesomakro
fauna tanah dengan sifat fisika-kimia tanah pada penggunaan lahan hutan, tegal dan sawah . Penelitian ini
dilakukan di Desa Sumbermalang Kecamatan Wringin Bondowoso dengan metode awal survei lapang untuk
menentukan vegetasi dan titik pengambilan sampel, pada setiap penggunaan lahan ditentukan 10 area titik masingmasing
ukuran 1m x 1m sampai kedalaman 30 cm, kemudian tanah diangkat. Tanah hasil galian dituangi larutan
pengganggu (5-10liter larutan Alkohol 70% dan menunggu selama 30 menit) dengan tujuan dapat menstimulasi mesomakrofauna
tanah untuk muncul ke permukaan). pengambilan sampel tanah untuk analisis fisika dan kimia tanah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Indeks keanekaragaman meso-makro fauna tanah di Desa Sumbermalang Kecamatan
Wringin Bondowoso pada penggunaan lahan hutan sebesar 0,89 yang memiliki indeks keanekaragaman lebih tinggi
dari pada penggunaan lahan tegal yaitu 0,62 dan sawah sebesar 0,61.tidak ada korelasi nyata antara indeks
keanekaragaman meso-makro fauna tanah (H’) dengan sifat fisika dan kimia tanah
Perencanaan Tata Letak dan Kapasitas untuk Mengurangi Angka Kecelakaan disepanjang Jalan Tol Tangerang – Merak pada PT. Marga Mandala Sakti
PT. Marga Mandala Sakti merupakan perusahaan pengelola jalan tol
Tangerang – Merak yang berdiri sejak tahun 1989. Sebagai salah satu perusahaan
yang mengusahakan jalan tol di Indonesia, PT. Marga Mandala Sakti berusaha
memberikan yang terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan khususnya
layanan terbaik kepada pengguna jalan tol Tangerang,- Merak. Penulis
diposisikan sebagai staff Business Development, dimana departemen Business
Development yang bertanggung jawab dalam mengembangkan bisnis pada jalan
tol mulai projek pembuatan gardu tol baru sampai usaha-usaha lain seperti iklan,
utilitas, dan rest area. Penulis bertugas untuk membantu pengembangan bisnis
dalam pembuatan projek tempat perhentian bus. Hal ini dikarenakan adanya
desakan pemerintah kepada pengusaha jalan tol Tangerang – Merak yaitu PT.
Marga Mandala Sakti akibat meningkatnya angka kecelakaan yang disebabkan
oleh aktivitas naik dan turun penumpang bus di sepanjang jalan tol Tangerang –
Merak. Aktivitas naik dan turun penumpang bus sangat membahayakan pengguna
jalan tol lain karena bus yang mendadak menepi dari tengah ataupun sisi kanan
jalan tol secara mendadak yang membahayakan pengendara dibelakangnya.
Laporan magang ini berjudul “PERENCANAAN TATA LETAK DAN
KAPASITAS UNTUK MENGURANGI ANGKA KECELAKAAN
DISEPANJANG JALAN TOL TANGERANG – MERAK” dimana penulis akan
membahas tugas-tugas yang dilakukan serta penyelesaian masalah dalam
pembuatan projek tempat perhentian bus
ANALYSIS OF SIMBOLIC MEANING OF THE SPACE AND LAYOUT OF ANGKUL-ANGKUL OF TRADITIONAL HOUSE IN PENGLIPURAN VILLAGE-KUBU DISTRICT, BANGLI REGENCY
Traditional house of Penglipuran, located in Penglipuran traditional village, Kubu district, Bangli regency, is an integrated traditional settlement complex and having unique architecture whose existence is still maintained to this day. The angkul-angkul of Penglipuran traditional village is related to the natural environment conditions that embrace the concept of Tri Hita Karana. The customs and social life of the society is connected to the concept of Desa Kala Patra which is oriented to Tri Mandala, Tri Angga, and Bhuanaanda and its social system is based on the concept of Tat Twam Asi. Angkul-angkul of Penglipuran traditional village reflects the mutual cooperation community as well as represents collective value and simplicity. It can be seen from the uniformity of the shape of angkul-angkul which shows no diversity in both the material and measurement. The research method being used is qualitative method under the cultural studies especially the studies of symbolic meaning. The aim of this study is to acquire empirical knowledge through direct observation by the rules of spatial planning and to learn the value of the function, form and meaning of angkul-angkul which become the house component in the yard of the traditional house in Penglipuran. From the result of the research, it is revealed that the traditional village of Penglipuran preserve the natural environment which is in line with the concept of spatial settlement in which the hierarchy is lied on the meaning contained in Tri Mandala; Utama Mandala, Madya Mandala, and Nista Mandala. Based on its function, form, and meaning, the function of the angkul-angkul, where people can enter the house, can be reached freely and directly. The shape of the angkul-angkul does not have aling- aling (shelter/protective cover) and door and the meaning implied that the angkul-angkul in a yard or in an area is collectively belong to the society of Penglipuran. Angkul-angkul of Penglipuran traditional village have the same shape, motif, location, and measurement in all yard of the houses. Therefore, the settlement concept of Penglipuran traditional Village has no difference in social status and they are one in unit
Etnografi Komunikasi pada Tiga Generasi Anggota Perkumpulan Marga Ang di Bagansiapi-Api
Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu mengenai interaksi dan pola komunikasi yang terjadi dalam perkumpulan marga Ang sebagai klan keluarga terbanyak dan yang pertama menemukan kota Bagansiapi-api. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode etnografi komunikasi. Studi ini diperkuat oleh teori Interaksi Fisher (dalam Morissan, 2014) dan pola komunikasi oleh Effendy (1989) untuk membahas hasil penelitian. Subjek penelitian yang dilibatkan antara lain seorang key informant dan empat informan yang merupakan anggota aktif serta empat informan yang merupakan anggota pasif dari perkumpulan marga Ang. Melalui hasil penelitian ini ditemukan seluruh tahapan interaksi Fisher hanya terjadi pada generasi ketiga pada kelompok aktif dan generasi pertama kelompok pasif. Pada kelompok aktif menggunakan pola komunikasi multi arah, hanya generasi ketiga yang menerapkan pola komunikasi dua arah. Di sisi lain, pada kelompok pasif hanya terdapat pola komunikasi satu arah di generasi pertama dan tidak ada pola komunikasi yang terjadi pada generasi muda
Sifat Fisika Tanah Lahan Kering Suboptimal Di Kecamatan Panji, Kendit, dan Kapongan Kabupaten Situbondo Untuk Pengembangan Budidaya Singkong (Manihot utilissima L.)
Singkong merupakan tanaman yang memiliki potensi besar untuk di
kembangkan karena memiliki banyak manfaat serta mampu beradaptasi pada
lahan kurang produktif seperti lahan kering. Kabupaten situbondo memiliki
sebaran lahan kering yang cukup luas khususnya lahan kering suboptimal
sehingga berpotensi untuk dilakukan pengembangan budidaya singkong. Lahan
kering suboptimal memiliki daya menyimpan air yang rendah, umumnya
disebabkan oleh sifat-sifat fisik. Sifat fisik tanah khususnya tekstur, struktur dan
porositas pada lahan suboptimal sangat diperlukan dikarenakan sangat penting
bagi pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman, serta pengadaan nutrisi, air
dan udara bagi tanaman.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat fisika tanah
lahan kering suboptimal di Kecamatan Panji, Kendit, dan Kapongan Kabupaten
Situbondo bagi pengembangan budidaya tanaman singkong. Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan April 2019 sampai dengan Mei 2019, pada lahan kering
suboptimal wilayah Kecamatan Panji, Kendit, dan Kapongan Kabupaten
Situbondo. Masing-masing Kecamatan di tentukan 5 tempat untuk diambil contoh
tanahnya. Kemudian contoh tanah di lakukan analisis di Laboratorium Fisika
Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember. Sifat-sifat fisik tanah yang diamati
meliputi : tekstur tanah, berat volume, berat jenis partikel, porositas, WHC (water
holding capacity), dan pori makro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah lahan kering
suboptimal di wilayah Kecamatan Panji, Kendit, dan Kapongan beragam. Tekstur
tanah di Kecamatan Kapongan didominasi tekstur tanah lom, di wilayah kecamatan Kendit tekstur tanah lom berpasir, sedangkan di wilayah Kecamatan
Panji sebagian bertekstur lom berpasir dan sebagian bertekstur lom berklei. Berat
volume tanah lahan kering suboptimal tertinggi di wilayah Kecamatan Kendit
yaitu sebesar 1,52 g/cm3. Berat jenis partikel tertinggi di wilayah Kecamatan
Kendit yaitu sebesar 2,46 g/cm3. Porositas tanah tertinggi di wilayah Kecamatan
Kapongan yaitu sebesar 48,68%. WHC tanah tertinggi di wilayah Kecamatan
Kapongan yaitu sebesar 48, 89%. Pori makro dengan hasil paling tinggi yaitu di
wilayah Kecamatan Panji sebesar 12,80%
THE EFFECT OF THE PRODUCTION BUDGET ON THE SMOOTH PRODUCTION OF TAPIS MARGA KAYA’S MICRO, SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (MSME)
Tapis Marga Kaya is one of the micro, small and medium enterprises (MSME) engaged in the manufacture of Tapis Cloth. The preparation of the production budget is basically planning how much the budgeted costs will be for the coming year. The preparation of the production budget has a broader scope, including with regard to how many products will be produced, how the production process will be carried out, and how much budget will be spent on the production process. The problem faced in this study is how the influence of the production budget on the smooth production of Tapis Marga Kaya. Data collection techniques in this study were carried out by conducting interviews, observing documentation, literature studies and questionnaires, using qualitative and quantitative analysis. The data was taken using a questionnaire which was distributed to 16 employee respondents at Tapis Marga Kaya. From the results of data processing, it was found that the price (r) = 0.6947 which has a fairly strong correlation and the value of t-count = 4.6512 when compared with the t-table at the 95% confidence level with a 5% degree of error obtained at 1.782. Because the value of t-count> t-table, then the hypothesis put forward can be accepted. The conclusion drawn is that the budget is reduced by 2.62%. There is an increase in the smooth production of 26.15%. This means that Tapis Marga Kaya can prepare the production budget. Suggestion, calculate carefully first before preparing the production budget
Sifat Kimia Tanah Pada Sistim Pemupukan Tanaman Singkong di Lahan Pasir Pantai Selatan Kabupaten Jember
Singkong merupakan tanaman yang memiliki potensi hasil produksi tinggi. Tingginya
potensi produksi tanaman singkong menjadi salah satu komoditas yang mampu
memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Tanah pasir pantai memiliki sifat
kimia yang terbatas untuk kebutuhan nutrisi tanaman antara lain : unsur nitrogen (N)
fosfor (P) dan kalium (K). Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan input pupuk
organik. Tujuan dari Penelitian ini mempelajari pengaruh sistim pemupukan terhadap
sifat kimia tanah lahan pasir pantai selatan Kabupaten Jember untuk budidaya
tanaman singkong. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak
kelompok (RAK) dengan 6 (enam) perlakuan, yaitu : (1) kontrol, (2) pemupukan
NPK, (3) pemupukan kompos, (4) pemupukan kompos dan pupuk organik cair
(POC), (5) pemupukan pupuk hayati EvaGrow, (6) pempukan kompos dan pupuk
hayati EvaGrow. Pada masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak
tiga kali. Penelitian dilakukan di lahan pasir pantai di Dusun Kalimalang, Desa
Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember pada bulan Mei 2017 sampai
Februari 2018. Hasil penelitian menunjukan penggunaan pupuk organik maupun
anorganik terhadap tanaman singkong berpengaruh tidak nyata terhadap pH, KTK
dan kadar fosfor (P) didalam tanah. Pada parameter produksi penggunaan pupuk
organik dan anorganik menunjukan pengaruh terhadap jumlah umbi, berat umbi dan
diameter batang tanaman. Sedangkan pada panjang umbi, diameter umbi, berat
batang dan panjang batang tidak berpengaruh
María Elena Marqués, Miguel Torruco, Marga López y otros actores durante la entrega de premio Ariel.
- …
