104,864 research outputs found
GERAKAN H. RIVAI ABDUL MANAP NASUTION DALAM BIDANG PENDIDIKAN ISLAM
Abstrak: Penelitian ini menampilkan latar belakang kehidupan, peranan historis dan pengaruh H. Rivai Abdul Manap Nasution (1922-1989) dalam bidang pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan memfokuskan pada tokoh tertentu. Penelitian ini memadukan data dokumen dan kepustakaan dengan data lapangan melalui wawancara dan observasi. Dengan analisis sejarah, penelitian ini menemukan bahwa wujud nyata peranan Rivai Abdul Manap dalam memajukan pendidikan Islam terlihat dari keberadaan Taman Pendidikan Islam (TPI). TPI telah menjadi jaringan lembaga pendidikan Islam yang sangat penting di Sumatera Utara sepanjang tahun 1950an hingga tahun 1980an. Setelah ia wafat, partisipasi TPI mengalami penurunan meskipun hingga sekarang masih ada sejumlah lembaga pendidikan yang tetap eksis. Partisipasi utama TPI adalah penyebarannya yang sangat banyak menyentuh wilayah pedesaan, khususnya di bawah naungan perkebunan. Dengan jaringan tersebut, TPI menyediakan pendidikan bagi penduduk yang benar-benar membutuhkan. Dengan TPI, kiprah dan kontribusi Rivai Abdul Manap dalam bidang pendidikan Islam akan terus berlangsung.Kata Kunci: Sumatera Utara, pendidikan Islam, Rivai Abdul Manap, Taman Pendidikan Islam Abstract: The Movement H. Rivai Abdul Manap Nasution’s Educational Thought. This article deals with the life, relevance and influence of H. Rivai Abdul Manap Nasution (1922-1989) in the field of education. This research is basically a historical study but with some measure of biographical approach. The data was obtained from relevant documents, interviews with heirs, as well as field observations to support necessary information. Rivai plays multiple important roles in education but the most significant of which is undoubtedly to be found in Taman Pendidikan Islam (TPI; literally, Garden of Islamic Education). TPI organized a very important chain of Islamic education institutions from the 1950s until the 1980s. The relevance of TPI is unique in that its education institutions spread over large number of villages, especially those included in the state plantation in North Sumatra. By not just focusing to serve big cities, TPI provides education to those really in need. Upon Rivai’s death, TPI’s contribution tends to lessen. Nevertheless, TPI continues to exist and manage some education activities to the present. Through this, his legacy is to be preserved.Keywords: North Sumatra, Islamic education, Rivai Abdul Manap Nasution, Taman Pendidikan Isla
Orientasi studi keislaman di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Desa Goti Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara
Skripsi ini berjudul: “Orientasi Keilmuan Hadits di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Desa Goti Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara”. Sehingga muncul permasalahan dalam penelitian ini, bagaimana orientasi Keilmuan Hadits di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Manap Siregar, apa saja yang menjadi masalah dalam pelaksanaan orientasi Keilmuan Hadits di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah dalam pelaksanaan orientasi Keilmuan Hadits di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar.
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui orientasi Studi Keislaman di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar, mengetahui Studi Keislaman di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar, mengetahui masalah-masalah dalam pelaksanaan studi keislaman di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar dan mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah pelaksanaan studi keislaman di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Desa Goti Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.
Untuk mengambil rujukan yaitu bagaimana gambaran orientasi keilmuan di Pesantren maka penulis mencantumkan kajian Teoritis mengenai pengertian Ilmu Hadits, Pembagian Ilmu hadits, pengertian pesantren, orientasi keilmuan di pesantren dan orientasi keilmuan hadits di pesantren.
Untuk mengetahui hasil penelitian ini, penulis menggunakan analisa kualitatif. Untuk memperoleh kesimpulan dalam analisa tersebut penulis menggunakan metode berpikir deduktif yaitu mengambil kesimpulan yang dimulai dari hal-hal yang bersifat umum menuju kepada yang bersifat khusus.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat dilihat hasil penelitian ini yaitu orientasi keilmuan hadits di pondok pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar adalah tergolong kepada penguasaan Hadits (bulughal murom, Arba’in dan Subulussalam) dan Tahfiz al-Qur’an. Hal ini dapat dibuktikan bahwa yang mendapat program khusus adalah mata pelajaran Hadits tersebut dan Tahfiz al-Qur’an. Kendala atau masalah-masalah yang dihadapi
adalah sangat banyak termasuk di dalamnya aspek guru, anak didik, kurikulum dan dana. Sehingga untuk menanggulangi hal tersebut maka langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan membuat kebijakan-kebijakan di antaranya dari aspek guru, anak didik, kurikulum maupun dana
Hubungan Jarak Kehamilan Dan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi
Preeclampsia is a disorder found during pregnancy up to 48 hours after delivery. Preeclampsia is still one of the highest causes of death in Indonesia. According to the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) the main cause of maternal death is preeclampsia by 24%. The purpose of this study was to determine the relationship between pregnancy spacing and body mass index in mothers with the incidence of preeclampsia at H. Abdul Manap Hospital, Jambi City. This research is an analytic survey research with a retrospective approach. The population in this study were all pregnant women with preeclampsia at the H. Abdul Manap Hospital, Jambi City, 2021-2022, with a total of 59 respondents. The sampling technique used a total sampling technique with a total of 59 respondents. Data analysis used the chi-square test. The results showed that there was a relationship between pregnancy intervals and the incidence of preeclampsia with a value (p-value = 0.005) and there was a relationship between Body Mass Index (BMI) and the incidence of preeclampsia with a value (p-value = 0.045) at H Hospital, Abdul Manap, Jambi City. The conclusion of this study is that there is a relationship between pregnancy spacing and body mass index with the incidence of preeclampsia at H. Abdul Manap Hospital, Jambi City.
Abstrak
Preeklampsia merupakan kelainan yang ditemukan pada waktu kehamilan sampai 48 jam setelah persalinan. Preeklampsia masih menjadi salah satu dari penyebab tertinggi kematian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak kehamilan dan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan preeklampsia di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi pada Tahun 2022 sebanyak 59 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 59 responden. Analisis data dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian preeklampsia dengan nilai (p-value = 0,005) dan adanya hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklampsia dengan nilai (p-value = 0,045) di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara jarak kehamilan dan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklampsia di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Untuk itu diharapkan bagi ibu – ibu yang mau merencanakan kehamilan sebaiknya memperhatikan jarak kelahiran dan IMT agar menurunkan risiko kejadian preeklampsia.
Kata kunci : Indeks Massa Tubuh (IMT), Jarak Kehamilan, Preeklampsi
GAMBARAN PERBAIKAN TEKANAN INTRAOKULAR PADA PASIEN GLAUKOMA YANG TELAH DITERAPI DI RSUD H. ABDUL MANAP JAMBI TAHUN 2019-2021
ABSTRACT
Background: IOP is a significant risk factor for glaucoma. This study aims to describe IOP improvement in glaucoma patients treated at RSUD H. Abdul Manap. Methods: The study was conducted in a descriptive observational manner. Fifty-four data were taken from the medical records of glaucoma patients who regularly visited RSUD H. Abdul Manap Eye Clinic for six months. Results: The patients were dominated by age ≥45 years (74.1%) and women (51.85%). The most common type of glaucoma was secondary glaucoma (33,33%). IOP at the first visit was dominated by IOP ≥30 mmHg (30.58%). The type of treatment most often chosen was drug therapy. Surgical/laser was performed on six patients. The lowest mean IOP (16 mmHg) was obtained three months after laser/surgery. The most significant decrease in average IOP (48.2%) was obtained three months after laser/surgery. Conclusion: Normal IOP was achieved after visiting and receiving therapy at RSUD H. Abdul Manap.
Keywords: Glaucoma, Intraocular Pressure, Glaucoma therapy
ABSTRAK
Latar Belakang: TIO merupakan faktor risiko penting pada glaukoma. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran perbaikan TIO pada pasien glaukoma yang telah diterapi di RSUD H. Abdul Manap. Metode: Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif. Jumlah total sampel adalah 54 rekam medik pasien glaukoma yang melakukan kunjungan rutin ke Poli Mata RSUD H. Abdul Manap selama 6 bulan. Hasil: Karakteristik pasien glaukoma yang melakukan kunjungan pertama pada 2019-2021 didominasi oleh usia ≥45 tahun (74,1%) dan perempuan (51,85%). Jenis glaukoma terbanyak adalah glaukoma sekunder (33,33%). Besar TIO saat pertama kunjungan didominasi TIO ≥30 mmHg (30,58%). Jenis tatalaksana yang paling sering dipilih adalah terapi obat. Bedah/laser dilakukan pada 6 pasien. Rerata TIO terkecil (16 mmHg) didapatkan 3 bulan pasca bedah/laser. Penurunan rerata TIO terbesar (48,2%) didapatkan 3 bulan pasca bedah/laser. Kesimpulan: TIO normal dapat dicapai setelah datang berkunjung ke RSUD H. Abdul Manap.
Kata Kunci: Glaukoma, Tekanan Intraokular, Terapi glaukoma
 
PENGARUH EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI BAGIAN RAWAT JALAN RSUD H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI
Instansi pemerintahan saat ini khususnya yang bergerak dalam pelayanan publik semakin dituntut untuk meningkatkan kinerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh employee engagement terhadap kinerja pegawai di bagian rawat jalan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi melalui komitmen organisasi sebagai variable intervening dan mempelajari faktor-faktor yang mendominasi dan faktor-faktor yang perlu diperbaiki dari employee engagement yang mempengaruhi kinerja pegawai di bagian rawat jalan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi yang diharapkan dapat berguna bagi manajemen rumah sakit dalam mengelola manajemen sumber daya manusianya agar lebih optimal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah 129 orang pegawai di Bagian Rawat Jalan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi, besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 56 responden. Data diproses lebih lanjut menggunakan program SmartPLS. Dari model struktural dan nilai loading item statement terdapat beberapa indikator variabel yang memiliki nilai loading dibawah 0,5. Analisis teknis melibatkan penentuan koefisien korelasi dan regresi linier berganda, kemudian hasilnya diinterpretasikan melalui pembahasan, kesimpulan dan saran dari variabel yang diteliti. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada variabel Employee enggagement tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di bagian rawat jalan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi, Employee engagement pegawai di bagian rawat jalan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja pegawai di bagian rawat jalan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi melalui komitmen organisasi sebagai variable intervenin
Strategi Pemasaran RSUD H Abdul Manap Kota Jambi
ABSTRAK Pada studi kasus ini, dilakukan perumusan rancangan strategi pemasaran RS H Abdul Manap, dengan mempertimbangkan analisis situasi yang diperoleh dari seluruh faktor eksternal dan internal. Dengan analisis SWOT dapat ditentukan peluang dan ancaman, serta kekuatan dan kelemahan yang ada. Dari hasil tersebut diketahui bahwa posisi RS HAM ada pada kuadran adalah pada kuadran 2, yaitu hold and maintain. Dengan memperhatikan kesesuaian antara Road map jangka panjang rumah sakit yang ada dengan analisis situasi dan posisi yang didapatkan, sehingga dapat dilakukan penyusunan dan penetapan strategi pemasaran secara tepat dengan melakukan bauran pemasarannya atau marketing mix, yaitu product, place/distribution, price, dan promotion. ABSTRACT In this case study, the formulation of the marketing strategy draft of the H Abdul Manap Hospital was carried out, taking into account the situation analysis obtained from all external and internal factors. With SWOT analysis opportunities and threats can be determined, as well as existing strengths and weaknesses. From these results it is known that the position of the HAM Hospital is in the quadrant in quadrant 2, which is hold and maintain. By paying attention to the suitability of the existing long-term road map of the hospital by analyzing the situation and position obtained, so that it can be done formulating and defining the marketing strategy appropriately by carrying out its marketing mix or marketing mix, namely product, place / distribution, price and promotion
HOSPITAL EMPLOYEES' PERCEPTION OF MARKETING STRATEGY AT H. ABDUL MANAP GENERAL HOSPITAL IN JAMBI CITY
Background: A hospital is required to be capable of maintaining its existence by developing effective marketing strategies to encounter the globalization challenges. The marketing strategy in the hospital is influential for its activities to provide appropriate services to the patient's needs. This study aims to determine the hospital employees' perception towards priority marketing strategy at H. Abdul Manap Regional Hospital.
Methods: This study was used the quantitative method with the descriptive analytic research. This research conducted in 602 people while the samples were 240 people, selected by accidental sampling technique. The primary data collection was conducted by employing a questionnaire as the survey method. The data analysis carried out was univariate analysis to obtain a percentage value description for each marketing strategy.
Results: The results identified that price was the top priority marketing strategy voted by 171 respondents (71.3%). On the second rank, Product was voted as the top marketing strategy by 141 people (58.8%). In the third position, Professionalism was voted by 132 people (55.0%) as the top priority for marketing strategy.
Conclusions: The research concludes that the hospital employees perceived that H. Abdul Manap General Hospital needed to prioritize price, product, and professionalism in developing its marketing strategies. It is advised that H. Abdul Manap General Hospital revise its price, develop new products based on patient needs, and provide professional human resources with good communication skills.
Keywords: Marketing Strategy, Perception, Hospital Employee
Peranan guru perempuan sebagai motivator dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Padangsidimpuan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemerosotan motivasi siswa dalam mengikuti Pendidikan Agama Islam di berbagai lembaga pendidikan. Para siswa MTs Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Padangsidimpuan sering tdidak memperhatikan pembelajaran, terkadang ada yang tidur ketika pembelajaran berlangsung serta bermain-main dengan temannya ketika pembelajaran berlangsung. Hal ini membuktikan minimnya motivasi yang dimiliki siswa MTs Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Padangsidimpuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bentuk-bentuk pemberian motivasi guru perempuan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Padangsidimpuan.2) Peranan guru perempuan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Padangsidimpuan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilaksanakan dengan cara analisis data kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk-bentuk pemberian motivasi guru perempuan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Padangsidimpuan, yaitu: a). Memberi angka, b). Member ulangan, c). Reward/Hadiah, d). Hukuman. Dari bentuk-bentuk pemberian motivasi guru perempuan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dapat dikategorikan sudah memenuhi standar, namun belum mencapai tingkat sempurna. 2) Peranan guru perempuan sebagai motivator pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Padangsidimpuan bahwa guru perempuan menunjukkan perilaku atapun sikap terbuka kepada peserta didik. Membantu siswa dalam memahami dan memanfaatkan potensi yang ada pada peserta didik. Menciptakan hubungan yang baik dalam berinteraksi dengan peserta didik
Upaya pengembangan bakat dan minat santri di pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Desa Goti Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara
Skripsi ini berjudul “Upaya Pengembangan Bakat dan Minat Santri di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Desa Goti Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara”. Hal ini dilatarbelakangi bahwa Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Desa Goti Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara adalah sebagai lembaga pendidikan Islam diharapkan dapat meningkatkan perannya dalam melahirkan santri/ santriwati yang menjungjung tinggi nilai-nilai Islam yang berdasarkan Alquran dan sunnah Rasul serta mengajarkan bagaimana belajar beragama dan berupaya menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sehinga menjadi karakter seorang mukmin dan da’i yang didapati dari potensi yang digalinya di Pondok Pesantren tersebut
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran bakat dan minat santri/ santriwati, apa saja kegiatan dalam pengembangan bakat dan minat, dan apa kendala dan solusi dalam pengembangan bakat dan minat santri di Pondok Pesantren Darul Ihklas H. Abdul Manap Siregar. Sehubungan dengan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bakat dan minat, kegiatan dalam pengembangan bakat dan minat, serta kendala dan solusi dalam pengembangan bakat dan minat santri di Pondok Pesantren Darul Ihklas H. Abdul Manap Siregar
Berdasarkan tempat penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) terhadap upaya pengembangan bakat dan minat santri, sejalan dengan itu maka metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif.
Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, Bakat dan minat santri di Pondok Pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bidang keagamaan dan olahraga. Bidang keagaamaan antara lain adalah tahfidz al-Quran, tilawah al-Quran, qiraah al-Kutub, dan kaligrafi. Selanjutnya bidang olahraga yaitu bedminton dan tennis meja. Untuk mengembangkan bakat dan minat santri/santriwati di Pondok pesantren Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar Desa Goti Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara maka ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan yaitu kegiatan tahfidz al-Quran, tilawah al-Quran, Qiraah al-Kutub, kaligrafi, bedminton, dan tennis meja. Adapun kendala yang ditemukan adalah kurangnya keseriusan, bakat, dan pengetahuan dalam mengikuti kegiatan-kegitan tersebut, serta kurangnya sarana prasarana serta waktu yang diberikan dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Adapun solusi yang dilakukan adalah dengan memberi tambahan tugas atau pengetahuan terhadap santri di luar jadwal yang ditentukan serta bekerja sama dengan pengasuh atau pembina asramanya
OVERVIEW SERVICE ACTION EMERGENCY PATIENT IN RSUD ERROOM H. ABDUL MANAP JAMBI CITY
The Emergency Department is a unit that plays a major role in the implementation of emergency management in a crisis or emergency situation for patients with a threatened health status. ED room. This research method uses descriptive observational qualitative design. The sample in thisstudy were 70 respondents. sampling technique using the Lameshow formula with a confidence level of 90% and a large deviation of 20% or
0.3. The results of the Overview of Patient Service Research in the Emergency Room of RSUD H Abdul Manap Jambi City the characteristics of respondents based on service procedures were carried out the most, namely giving oxygen with a total of 52 respondents (74.28%), the mostcommon action was providing infusion assistance by 49 respondents (70%), patients with OPA assistance were 3 respondents ( 4.28%), patients with BVM assistance were 5 respondents (7.14%), patients with Neck collar assistance were 2 respondents (2.85%), GCS examination were 68 respondents (97.14) and blood tests were 65 respondents (92.85%). The conclusion from the results of this study can be concluded that the nursesin the emergency room of RSUD H. Abdul Manap Jambi City are quite good in patient care when receiving incoming patients and are supported bythe category of patients who get complete and good service, namely 65 respondents (92.85%).
ABSTRACT
The Emergency Department (IGD) is a unit that plays a major role in the implementation of emergency management in a crisis or emergency situation for patients with a threatened health status. ED room. This research method uses descriptive observational qualitative design. The sample in this study were 70 respondents. sampling technique using the Lameshow formula with a confidence level of 90% and a large deviation of 20% or 0.3. The results of the Overview of Patient Service Research in the Emergency Room of RSUD H Abdul Manap Jambi City the characteristics of respondents based on service procedures were carried out the most, namely giving oxygen with a total of 52 respondents (74.28%), the most common action was providing infusion assistance by 49 respondents (70%), patients with OPA assistance were 3 respondents ( 4.28%), patients with BVM assistance were 5 respondents (7.14%), patients with Neck collar assistance were 2 respondents (2.85%), GCS examination were 68 respondents (97.14) and blood tests were 65 respondents (92.85%). The conclusion from the results of this study can be concluded that the nurses in the emergency room of RSUD H. Abdul Manap Jambi City are quite good in patient care when receiving incoming patients and are supported by the category of patients who get complete and good service, namely 65 respondents (92.85%).
Keywords: Patients services, Emergency, Emergency Rooms (IGD
- …
