1,720,955 research outputs found

    EKSPLORASI SOFTWARE CBE THERMAL COMFORT TOOL SEBAGAI PERHITUNGAN KENYAMANAN TERMAL

    Get PDF
    Dalam menjalankan aktivitas dalam sebuah ruangan, tentunya setiap orang berharap ruang yang digunakannya nyaman secara termal. Bangunan dengan fungsi peribadatan tentunya menuntut akan tercapainya kenyamanan termal salah satunya adalah bangunan Gereja dimana kenyamanan termal akan berpengaruh terhadap fokus umatnya dalam mengikuti peribadatan di dalam Gereja. Gereja Gedangan adalah salah satu Gereja di Semarang yang memiliki banyak bukaan lebar guna masuknya penghawaan alami kedalam bangunan sehingga bangunan ini cukup menarik untuk dijadikan penelitian mengenai kenyamanan termal. Dewasa ini, perhitungan kenyamanan termal sendiri sudah banyak dilakukan dan seiring berjalannya waktu, teknologi memberi kemudahan kepada manusia dalam melakukan perhitungan kenyamanan termal terutama dalam menemukan nilai PMV dan PPD karena perhitungan ini cukup rumit tanpa bantuan software. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan cara mengumpulkan data yang berupa angka melalui pengukuran di lapangan kemudian akan dihitung dan dianalisis dengan CBE Thermal Comfort Tool dan jika belum tercapai kenyamanan termal maka dilakukan eksperimen agar kenyamanan termal dapat tercapai. Penelitian mengenai kenyamanan termal pada bangunan fungsi peribadatan sangat penting untuk mengetahui apakah bangunan tersebut memenuhi kenyamanan termal pengguna dan jika belum, maka bagaimanakah solusi yang dapat diambil untuk dapat mencapai kenyamanan termal tersebut. Hasil yang akan dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui nilai PMV dan PPD pada Gereja Gedangan dan solusi yang dapat diterapkan apabila kenyamanan termal pada Gereja Gedangan belum tercapai

    INTERNATIONAL WELLBEING CENTER DI SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK

    Get PDF
    Kesehatan mental merupakan salah satu dari komponen kesehatan manusia. Orang yang tidak sehat secara mental disebut juga orang dengan gangguan jiwa. Di Indonesia sendiri permasalahan kesehatan mental masih belum bisa tertangani dengan baik, mulai dari fasilitas yang kurang memadahi hingga sumber daya manusia seperti para ahli psikiater dan dokter yang masih sangat kurang. Mengenai kualitas pelayanan Kesehatan mental di Indonesia sendiri juga disebutkan dalam pertimbangan di UU No. 18 Tahun 2014 bahwa pelayanan Kesehatan mental di Indonesia belum optimal yang menyebabkan produktivitas dari SDM juga menjadi rendah. Selain fasilitas dan SDM yang belum memadahi, jumlah dari layanan kesehatan mental di Indonesia sendiri masih sedikit dan persebarannya pun tidak merata. Di Indonesia pelayanan untuk kesehatan mental mayoritas masih banyak ditangani oleh rumah sakit jiwa atau rumah sakit umum pada bagian psikiatri hal ini lah yang menyebabkan munculnya stigma negatif mengenai kesehatan mental sehingga masyarakat enggan untuk mengkonsultasikan permasalahan kesehatan mental nya sehingga diperlukan adanya tempat baru yang lebih fokus dalam menangani permasalahan kesehatan mental serta tidak membuat masyarakat berpikir negatif jika mengunjungi tempat tersebut. Tujuan dari perancangan ini adalah membuat sebuah fungsi bangunan baru yang berfokus pada pelayanan kesehatan mental yang memiliki berbagai fasilitas pelayanan kesehatan mental dalam satu bangunan. Perancangan bangunan mengutamakan kondisi psikologis dari pasien atau pengguna bangunannya agar setiap pasien atau pengguna bangunan dapat merasakan dampak positif berada di dalam bangunan tersebut. Pendekatan yang digunakan pada bangunan ini adalah pendekatan desain biofilik, pendekatan ini pada dasarnya adalah pendekatan yang berfokus pada psikologi manusia dimana pendekatan ini akan sangat membantu tercapainya tujuan dalam menciptakan sebuah bangunan yang mampu merespon kondisi psikologis dari pasien atau pengguna bangunan. Pendekatan desain biofilik merespon psikologi manusia dengan menghadirkan alam kedalam ruangan. Manusia pada dasarnya memiliki ikatan yang kuat dengan alam dan alam itu sendiri mampu memberi dampak – dampak positif kepada manusia. Hasil yang akan dicapai pada perancangan ini adalah bangunan International Wellbeing Center yang mampu melayani berbagai jenis permasalahan kesehatan mental dengan penerapan konsep biofilik desain sebagai salah satu inovasi dan pendukung dalam proses kesembuhan mental seseorang. Kata kunci : Kesehatan mental, Pelayanan kesehatan, Stigma negatif, Desain Biofili

    Eksplorasi Software CBE Thermal Comfort Tool Sebagai Perhitungan Kenyamanan Termal

    Get PDF
    Dalam menjalankan aktivitas dalam sebuah ruangan, tentunya setiap orang berharap ruang yang digunakannya nyaman secara termal. Bangunan dengan fungsi peribadatan tentunya menuntut akan tercapainya kenyamanan termal salah satunya adalah bangunan Gereja dimana kenyamanan termal akan berpengaruh terhadap fokus umatnya dalam mengikuti peribadatan di dalam Gereja. Gereja Gedangan adalah salah satu Gereja di Semarang yang memiliki banyak bukaan lebar guna masuknya penghawaan alami kedalam bangunan sehingga bangunan ini cukup menarik untuk dijadikan penelitian mengenai kenyamanan termal. Dewasa ini, perhitungan kenyamanan termal sendiri sudah banyak dilakukan dan seiring berjalannya waktu, teknologi memberi kemudahan kepada manusia dalam melakukan perhitungan kenyamanan termal terutama dalam menemukan nilai PMV dan PPD karena perhitungan ini cukup rumit tanpa bantuan software. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan cara mengumpulkan data yang berupa angka melalui pengukuran di lapangan kemudian akan dihitung dan dianalisis dengan CBE Thermal Comfort Tool dan jika belum tercapai kenyamanan termal maka dilakukan eksperimen agar kenyamanan termal dapat tercapai. Penelitian mengenai kenyamanan termal pada bangunan fungsi peribadatan sangat penting untuk mengetahui apakah bangunan tersebut memenuhi kenyamanan termal pengguna dan jika belum, maka bagaimanakah solusi yang dapat diambil untuk dapat mencapai kenyamanan termal tersebut. Hasil yang akan dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui nilai PMV dan PPD pada Gereja Gedangan dan solusi yang dapat diterapkan apabila kenyamanan termal pada Gereja Gedangan belum tercapai.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore